Showing posts with label BMRI. Show all posts
Showing posts with label BMRI. Show all posts

Monday, January 19, 2015

Pemerintah Akan Suntik Modal Kepada Lima Emiten Sebesar Rp18,46 Triliun

Financeroll – Pemerintah mengajukan penyuntikan modal bagi lima emiten pelat merah sebesar total Rp18,46 triliun.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengatakan, secara keseluruhan perusahaan BUMN yang mendapat suntikan modal mencapai 35 perusahaan.


Jumlah total penambahan modal mencapai Rp48,01 triliun, sebanyak 35 BUMN akan mendapat PMN.


Berikut rincian emiten yang mendapat suntikan modal:


1. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) senilai Rp7 triliun

2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp5,6 triliun

3. PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) senilai Rp3,5 triliun

4. PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) senilai Rp1,4 triliun

5. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Senilai Rp966 miliar.



Pemerintah Akan Suntik Modal Kepada Lima Emiten Sebesar Rp18,46 Triliun

Tuesday, December 2, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll –  Diperkirakan IHSG masih akan bergerak di kisaran positif hari ini.  Menguatnya Dow Jones serta bursa regional diharapkan dapat memberikan dukungan. IHSG masih melanjutkan penguatan diikuti oleh adanya minat beli asing namun dengan terbentuknya pola shooting star pada hari Selasa kemarin, yang mengindikasikan melambatnya momentum penguatan.  Laju bursa domestik diperkirakan bergerak cenderung mixed, cenderunga menguat. IHSG akan berada di kisaran level 5143-5212. Beberapa saha yang dapat direkomendasikan: ICBP, ADRO, BMRI, BBNI, ISAT, JSMR, ASII, BBTN, dan INTP.


Dari pasar saham Asia, indeks Nikkei 225 dan indeks KOSPI Composite di Jepang dan Korea Selatan menguat +0,54% dan +0,12% pada perdagangan pagi ini, menyusul sentimen positif dari Tiongkok yang akan melonggarkan kebijakan moneternya dengan memangkas suku bunga.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi, seperti yang ditunjukkan oleh harga minyak mentah WTI dan emas Comex yang masing-masing turun -1,96% dan -0,18% ke posisi USD  67,65 per barel serta USD  1.197,20 per troy ounce.


Pada perdagangan Selasa (2/12) IHSG ditutup menguat 0,22% pada level 5175, meskipun sempat fluktuatif di area positif. Sektor properti dan konstruksi menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 161,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang didorong oleh reli pada saham energi dan bioteknologi.


Data construction spending yang mengalami kenaikan 1,1% pada Oktober dan lebih baik dari estimasi 0,6%, juga menimbulkan optimisme akan ekonomi AS. Dow Jones Composite kembali mencapai rekor tertinggi. Saham sektor energi mengalami kenaikan meskipun harga minyak mentah kembali melemah. Hal ini dapat disebabkan karena penurunan saham sektor energi beberapa waktu lalu yang terlalu cepat dan terlalu dalam.


Penurunan harga minyak mentah ditengah output produksi minyak AS yang berada pada level tertinggi selama tiga dekade terakhir serta adanya indikasi melemahnya permintaan global. Menurut Menlu Venezuela, kemungk inan OPEC akan melakukan pertemuan darurat pada triwulan I mendatang. Sementara itu pejabat The Fed menyatakan bahwa turunnya harga minyak mentah akan mendorong kenaikan belanja masyarakat dan membantu pertumbuhan ekonomi.


Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS memberikan sentimen negatif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Kedepan, pelaku pasar menanti rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI), yang salah satunya akan membahas perihal suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Monday, December 1, 2014

Pre Opening:  Aksi Ambil Untung Diperkirakan Tekan  Laju IHSG

Financeroll – Relatif turunnya bursa dunia serta pelemahan kurs Rupiah dapat memberi sentimen yang negatif. IHSG bergerak menguat dengan menembus minor resistance 5,150 kemarin. Akan tetapi, resiko profit taking berpeluang menghambat tren kenaikan ini. Oleh karena itu,  diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah hari ini.


Selain itu, penurunan rating investasi Jepang oleh Moody’s, kurang positifnya data ekonomi AS akan membuat laju IHSG tertekan hari ini, namun tekanan pelemahan akan tertahan oleh membaiknya data transaksi berjalan Indonesia.  Diprediksi laju IHSG akan bearish (moderat) pada hari ini. Untuk level support dan resistance masing-masing di 5.123-5.189.  Untuk bebebrapa saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: HRUM, BBNI, BMRI, ISAT, JSMR, ASII, BBTN, INTP, dan ICBP.


Pergerakan IHSG pada perdagangan hari Senin (1/12) ditutup menguat. IHSG bertambah 14.40 poin atau terapresiasi 0.28% dan berakhir di level 5,164.29 Sementara itu LQ45 mengakhiri perdagangan pada level 890.7 mengalami kenaikan sebesar 4.37 poin atau menguat 0.49%.


Sektor industri dasar menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp68 miliar. Data inflasi November yang sebesar +1,5% mom dan +6,23% yoy serta neraca perdagangan RI bulan Oktober yang surplus USD 0,02 miliar, direspon positif oleh pasar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat faktor negatif dari penjualan ritel pada Black Friday yang mengecewakan serta lemahnya data manufaktur China.


Sementara Wall Street ditutup melemah setelah data manufaktur China serta penjualan di hari Black Friday yang mengecewakan investor. Indeks Dow Jones terdepresiasi 51.44 poin atau melemah 0.29%, S&P 500 kehilangan 0.68%, dan Nasdaq berkurang 1.34%. Data dari National Retail Federation menunjukkan belanja konsumen merosot 11% menjadi USD 50.9 miliar dalam empat hari terakhir, turun dari USD 57.4 miliar pada periode yang sama tahun 2013.


Sedangkan bursa Eropa secara melemah setelah penurunan harga minyak dan data aktivitas manufaktur memberikan kekhawatiran akan melambatnya inflasi di zona Euro dan pertumbuhan ekonomi global. Indeks FTSE turun 0.99%, CAC terdepresiasi 0.29%, dan DAX melemah 0.17%.


Namun pelemahan indeks terbatas karena reboundnya harga minyak mentah. Indeks ISM manufaktur AS sedikit turun pada level 58,7 dari bulan sebelumnya 59, namun lebih baik dari estimasi yang berada pada level 80. Sedangkan indeks PMI manufaktur China pada bulan November turun pada level 50,3 dari 50,8. Indeks PMI manufaktur berdasarkan HSBC stagnan pada level 50. Harga minyak mentah rebound dari level terendah dalam lima tahun terakhir.


Beberapa anggota OPEC berniat mengurangi produksinya sebesar 1,5 juta barel atau sebesar 5% dari total produksinya. Dan beberapa negara produsen minyak yang bukan anggota OPEC juga berniat mengurangi produksinya sebesar 500 ribu barel. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG akan berada di kisaran level 5107-5180. [geng]



Pre Opening:  Aksi Ambil Untung Diperkirakan Tekan  Laju IHSG

Tuesday, November 4, 2014

Pre Opening: Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Diperkirakan Melemah

Financeroll – Hari ini, Rabu  (5/11), IHSG diperkirakan masih akan melemah di kisaran 5.050-5.125 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  GGRM, LPPF, ERAA, PWON, dan SILO.  Secara teknikal, indeks diperkirakan turun disertai volume namun masih di atas MA5-nya. Stochastic dan RSI berpeluang death cross sementara MACD positif divergence.


Pada perdagangan Selasa (4/11) IHSG naik turun 15 poin (-0,3%) ke level 5.070,94 di tengah sikap pasar yang wait & see menunggu kejelasan tentang kenaikan harga BBM.  Saham-saham yang menjadi pemberat bursa kemarin diantaranya:  BBCA, TLKM, ASII, BBRI, dan UNVR. Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 600 juta dengan saham-saham yang banyak dibeli asing  antara lain:  BMRI, ASII, GGRM, LPPF, dan KLBF.


Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup mix. Melemahnya indeks S&P500 dipicu oleh turunnya harga saham energi setelah harga minyak mentah berlanjut melemah pada level terendah selama tiga tahun terakhir hingga sempat pada level USD  75,84 per barel.  Turunnya harga minyak ini karena pemangkasan ongkos kirim dari Arab Saudi dan spekulasi akan meningkatnya suplay. Data factory orders turun 0,6%, sesuai dengan estimasi. Data neraca perdagangan AS bulan September menunjukkan defisit yang melebar 7,6% menjadi USD  43 miliar, yang terbesar sejak bulan Mei.


Selain itu, melebarnya defisit tersebut akibat turunnya ekspor, yang mengindikasikan ekonomi AS mulai terpengaruh oleh melambatnya ekonomi global. Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dunia semakin intens setelah Komisi Eropa menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi area euro dan menyatakan kemungkinan inflasi akan lebih rendah dari prediksi ECB.  Pada pertemuan ECB 6 November nanti akan semakin kuat tekanan kepada ECB untuk mempertimbangkan stimulus tambahan. [geng]



Pre Opening: Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Diperkirakan Melemah

Sunday, October 26, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat Terbatas

Financeroll – Pada perdagangan awal pekan  ini, IHSG berpotensi menguat dengan resistance terdekat di 5.164 dan support di 5.000.  Beberapa saham yang menjadi pemberat bursa hari ini antara lain:  ASII, BBRI, UNVR, BMRI, dan SMGR. Sementara itu, asing masih melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp108,1 miliar dengan saham-saham yang banyak dibeli asing di antaranya:  BBRI, BMRI, ITMG, BBCA, dan LPKR.


Dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan jajaran kabinet kerja yang akan membantunya dalam pemerintahan ke depan. Rencananya, para Menteri di kabinet kerja akan dilantik hari ini, dan langsung melaksanakan sidang kabinet pertama setelahnya.


Secara teknikal, indeks turun tidak disertai volume dan masih tutup di atas MA5-nya menunjukkan fase minor sideways untuk menentukan arah (up atau down). Stochastic sudah overbought sementara RSI flat dan MACD positif divergence.  Pada perdagangan Jumat (24/10) IHSG turun 31 poin (-0,6%) ke level 5.073,07 terkena aksi profit taking serta isu kenaikan bbm yang diisukan naik pada tanggal 1 November 2014.


Pasar saham AS melanjutkan kenaikan seiring kinerja positif laporan keuangan perusahaan tercatat (emiten) pada akhir pekan lalu. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,76% dan indeks S&P 500 sebesar +0,71%.  Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh perkembangan bursa global. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +0,56% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,47%.


Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat yang dipicu oleh laporan keuangan emiten yang lebih baik dari perkiraan, diantaranya Procter & Gamble, Yahoo dan Microsoft. Data new home sales bulan September sedikit naik dibandingkan bulan sebelumnya, namun dibawah estimasi.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,96% ke level USD 81,01 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,17% ke posisi USD 1.233,30 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat Terbatas

Tuesday, October 21, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Pada perdagangan hari ini (22/10), IHSG diperkirakan masih akan menguat dan bergerak di kisaran 5.000-5.100 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  BBNI, KIJA, MBSS, MLPL, dan TBIG.


Positifnya bursa dunia dan tren penguatan Rupiah dapat memberikan dukungan. IHSG masih bergerak relatif turun kemarin. Namun, adanya level psikologis 5,000 diharapkan dapat membatasi pelemahan lanjutan.


Sementara pada perdagangan Selasa (21/10) IHSG turun 11 poin (-0,22%) ke level 5.029,34 terkena aksi profit taking sekaligus menanti pengumuman kabinet menteri yang rencananya akan diumumkan hari ini (22/10).  Secara teknikal, penurunan hari ini tidak didukung volume dan masih terlihat test support MA20 serta tutup di area upper band bollinger. Stochastic positif sementara RSI flat dan MACD positif divergence.


Sejumlah saham yang menjadi pemberat bursa hari ini diantaranya:  ASII, BBRI, BMRI, PGAS, dan GGRM. Asing kembali mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp 303,7 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual asing di antaranya:  BBRI, BMRI, SMGR, TLKM, dan INDF. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Monday, October 20, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 5000-5080. Untuk sejumlah saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: BSDE, BMRI, TLKM, WIKA, BBTN, WSKT, ADHI, dan INDF.


Momentum investasi masih akan naik ke depannya dengan asumsi risiko politik menurun. Lebih jauh lagi, posisi investasi yang diumumkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) trennya masih sejalan dengan prediksi gross domestic product (GDP).


Jika IHSG  masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat untuk kemudian ditutup pada level 5.040 atau naik +0,23% pada perdagangan kemarin.  Pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dan coba menguji resistance terdekat di 5.104 dan support di 4.974.


IHSG  pada perdagangan Senin (20/10)  ditutup menguat 0,23% pada level 5040, setelah sebelumnya sempat menguat hingga level 5101. Enam dari sepuluh sektor ditutup menguat dengan penguatan terbesar pada sektor perdagangan. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 760,6 miliar.


Mixednya bursa dunia belum dapat memberikan dukungan di tengah pasar menunggu pengumuman jajaran menteri Jokowi. IHSG bergerak relatif menguat setelah sempat menyentuh level 5,100 dan di tengah cukup tingginya minat beli asing kemarin. Namun, adanya pola black candle mengindikasikan melemahnya momentum penguatan.


Dari dalam negeri, publik menanti pengumuman kabinet yang akan mendampingi presiden dan wakil presiden, Joko Widodo – Jusuf Kalla. Di sisi lain, total investasi langsung (foreign direct investment/FDI) di Indonesia meningkat karena sektor tersier. FDI Indonesia naik menjadi 6,8% YoY pada kuartal III/2014 dari 3,6% pada kuartal sebelumnya.


Penguatan antara lain dipicu oleh sentimen positif dari pelantikan presiden baru RI, namun penguatan berkurang akibat profit taking dan koreksi pada indeks bursa Eropa. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh optimisme akan laporan kinerja emiten. Rata-rata laba emiten dalam indeks S&P diperkirakan tumbuh 5,9%, meningkat dibandingkan proyeksi sebelumnya yang tumbuh 4,8%.


Sedangkan penjualan diperkirakan meningkat 4%.keuangan IBM yang mengecewakan yang dirilis kemarin membatasi penguatan indeks. Dijadwalkan terdapat 130 emiten dalam indeks S&P500 yang akan merilis laporan keuangannya pada pekan ini. Sementara itu indeks bursa Eropa melemah akibat koreksi pada saham sektor teknologi akibat kecemasan akan laba emiten. Indeks bursa Jepang kemarin mengalami kenaikan signifikan karena adanya berita dana pensiun Jepang akan menambah alokasi investasinya pada saham domestik.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh data PDB Tiongkok kuartal ketiga yang diperkirakan melambat. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -0,16% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang turun -0,60%.  Sementara itu, pasar saham AS melanjutkan penguatan seiring kinerja positif perusahaan tercatat (emiten) di kuartal ketiga. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,12% dan indeks S&P500 sebesar +0,91%.


Tercatat harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,04% ke level USD 81,88 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,13% ke posisi USD 1.246,30 per troy ounce. [geng]


 



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Sunday, October 12, 2014

Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Financeroll – Hari ini, Senin (13/10), IHSG diperkirakan akan cenderung menguat di kisaran 4.935-5.050 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  AALI, ASII, BBRI, LPPF, dan TLKM.  Secara teknikal, indeks turun dengan gap down dan tutup dibawah MA5-nya namun tidak disertai volume serta close > open.


Jika IHSG masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah dan ditutup pada level 4.962 atau turun -0,62% pada akhir pekan lalu.  Indikator RSI masih di area konsolidasi. Hari ini Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas coba menguji support 4.933 dan resistance 4.992.


Dari dalam negeri, publik menantikan jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang sedianya akan dilakukan pekan depan. Sementara itu, hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang perdana permohonan uji materi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), dengan agenda pemeriksaan pendahuluan.


Dari sisi ekonomi, penurunan nilai tukar terhadap dolar AS membuat pelaku industry semakin tertekan, dan mulai menaikkan harga jual produknya. Di sisi lain, penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 011 diserbu investor. Dalam satu pekan, pemesanan ORI mencapai Rp 17,40 triliun (87%) dari total target indikatif pemerintah, yakni Rp 20 triliun.


Pada perdagangan Jumat (10/10) IHSG turun 31 poin (-0,62%) ke level 4.962,96 mengikuti penurunan sejumlah bursa regional lainnya menyikapi turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi serta ancaman deflasi dari sejumlah negara AS dan Eropa.


Tercatat saham-saham yang menjadi pemberat bursa diantaranya TLKM, ASII, BBRI, BMRI, dan BBNI di mana asing tercatat masih melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 517 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual antara lain:  BBRI, ASII, BMRI, TLKM, dan BBCA.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pelemahan bursa global. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang melemah -0,60%. Pasar saham AS melanjutkan penurunannya akhir pekan lalu, seiring penurunan outlook Perancis oleh S&P. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,69% dan indeks S&P500 sebesar – 1,15%.


Sedangkan harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,29% ke level USD 85,82 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,26% ke posisi USD 1.222,90 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Wednesday, October 8, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed, Cenderung Konsolidasi

Financeroll – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks membentuk gap down dan bergerak melemah kembali di bawah level psikologis dan ditutup pada level 4.958 atau turun 74 poin (-1,48%).  Indikator RSI masih di area konsolidasi. Hari ini Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas coba menguji support di 4.943. Indeks bergerak di kisaran support 4.943 dan resistance 4.989.  Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung konsolidasi  di kisaran 4.930 – 5.000 dengan saham – saham yang dapat diperhatikan antara lain:  ADRO, CTRA, BBCA, PWON dan DOID.


Dari dalam negeri, perhatian masyarakat kini terfokus pada kabinet pemerintahan yang akan dibentuk Joko Widodo – Jusuf Kalla. Publik berharap kabinet yang baru bisa lebih pro rakyat dan bebas dari kepentingan politik.  Di sisi lain, muncul kekhawatiran akan adanya penjegalan program pemerintah yang berujung pada pemakzulan presiden dan wakil presiden terpilih. Hal ini menyusul dikuasainya kursi pimpinan legislatif oleh pihak koalisi merah putih (KMP) selaku oposisi.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh dimulainya negosiasi damai antara demonstran dan pemerintah di Hong Kong. Hal itu membuat pasar saham Asia menguat, seperti yang  ditunjukkan indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +0,47% pada pembukaan pagi ini.


Pasar saham AS berbalik menguat seiring indikasi bank sentral Paman Sam akan mempertahankan suku bunga rendah. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar  +1,64% dan indeks S&P500 sebesar +1,75%.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik +0,48% ke level US$87,73 per barel.  Sedangkan harga emas Comex menguat +1,15% ke posisi  USD 1.219,90 per troy ounce.


Indeks Dow Jones ditutup di level 16,994.22 menguat 274.83 point (1.64%). Pasar merespon positif hasil notulen rapat September dari Federal Open Market Committee (FOMC) yang menegaskan kembali bahwa bank sentral AS akan bersikap hati-hati dalam menaikkan suku bunga.


Pada perdagangan Rabu (8/10) IHSG turun 74 poin (-1,48%) ke level 4.958,52 dengan saham-saham yang menjadi pemberat bursa antara lain:  TLKM, ASII, BBRI, UNVR dan BMRI.  Setelah sebelumnya tertahan oleh fibo 50%, indeks kembali turun di bawah 5.000 yang merupakan level psikologisnya karena faktor eksternal (penurunan target pertumbuhan GDP tahun depan oleh IMF dan Bank Dunia) serta internal (kemenangan kelima KMP terhadap KIH di MPR).


Tercatat investor asing kembali tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 739 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual diantaranya:  BMRI, BBNI, SMGR, AALI dan BBNI.  Secara teknikal, indeks kembali turun dan tutup di bawah MA5-nya namun tidak disertai volume dan terlihat mencoba test support fibo 23,6% di 4.930 dengan stochastic yang positif di area oversold sementara RSI dan MACD masih negatif. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed, Cenderung Konsolidasi