Showing posts with label Cenderung Menguat Terbatas. Show all posts
Showing posts with label Cenderung Menguat Terbatas. Show all posts

Sunday, November 30, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat Terbatas

Financeroll – Awal Desember ini, Senin (1/12) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 5.125-5.175 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  ADRO, SMRA, BKSL, ITMG, dan PTBA.  Secara teknikal, indeks naik tipis disertai volume dan bertahan di atas MA5-nya. Stochastic bertahan positif di area overbought sementara RSI dan MACD masih positif.


Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan yang sedianya akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) siang nanti.  Pada perdagangan Jumat (28/11) IHSG naik 5 poin (+0,09%) ke level 5.149.89 setelah sepanjang hari terkena sentimen negatif dari turunnya harga minyak dunia namun diakhir sesi tertolong oleh aksi beli asing pada saham ASII, TLKM, dan GGRM.


Saham-saham yang menjadi pendorong bursa di antaranya:  ASII, TLKM, BBRI, BMRI, dan GGRM di mana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 21 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing, antara lain:   CTRA, ELSA, BBCA, PTBA, dan WIKA.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak melemah, seiring kejatuhan harga minyak pada akhir pekan kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Avg ditutup stagnan sebesar +0,01%. Sedangkan indeks S&P500 melemah -0,25%.  Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh bursa global.


Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +1%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka melemah -0,63%.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi. Harga minyak mentah WTI turun -10,17% dan harga emas Comex terkoreksi -1,84%.


Bervariasinya nya bursa dunia dan turunnya harga minyak di bawah USD  65 / BBL dapat mempengaruhi sentimen. IHSG naik tipis dengan ditutup di dekat minor resistance 5,150 minggu lalu. Akan tetapi, belum adanya minat beli asing dapat menghambat peluang yang positif. Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG akan berada di area negatif hari ini. [geng]


 



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat Terbatas

Sunday, October 26, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat Terbatas

Financeroll – Pada perdagangan awal pekan  ini, IHSG berpotensi menguat dengan resistance terdekat di 5.164 dan support di 5.000.  Beberapa saham yang menjadi pemberat bursa hari ini antara lain:  ASII, BBRI, UNVR, BMRI, dan SMGR. Sementara itu, asing masih melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp108,1 miliar dengan saham-saham yang banyak dibeli asing di antaranya:  BBRI, BMRI, ITMG, BBCA, dan LPKR.


Dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan jajaran kabinet kerja yang akan membantunya dalam pemerintahan ke depan. Rencananya, para Menteri di kabinet kerja akan dilantik hari ini, dan langsung melaksanakan sidang kabinet pertama setelahnya.


Secara teknikal, indeks turun tidak disertai volume dan masih tutup di atas MA5-nya menunjukkan fase minor sideways untuk menentukan arah (up atau down). Stochastic sudah overbought sementara RSI flat dan MACD positif divergence.  Pada perdagangan Jumat (24/10) IHSG turun 31 poin (-0,6%) ke level 5.073,07 terkena aksi profit taking serta isu kenaikan bbm yang diisukan naik pada tanggal 1 November 2014.


Pasar saham AS melanjutkan kenaikan seiring kinerja positif laporan keuangan perusahaan tercatat (emiten) pada akhir pekan lalu. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,76% dan indeks S&P 500 sebesar +0,71%.  Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh perkembangan bursa global. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +0,56% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,47%.


Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat yang dipicu oleh laporan keuangan emiten yang lebih baik dari perkiraan, diantaranya Procter & Gamble, Yahoo dan Microsoft. Data new home sales bulan September sedikit naik dibandingkan bulan sebelumnya, namun dibawah estimasi.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,96% ke level USD 81,01 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,17% ke posisi USD 1.233,30 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat Terbatas