Showing posts with label elsa. Show all posts
Showing posts with label elsa. Show all posts

Saturday, December 20, 2014

PT Elnusa Siapkan Belanja Modal Rp639,7 Miliar

Financeroll – PT Elnusa Tbk. menyiapkan belanja modal tahun depan senilai Rp639,75 miliar atau naik 48,47% dibandingkan dengan belanja modal tahun ini senilai Rp430 miliar yang akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis dan anak perusahaan.


Dari anggaran tersebut, jasa pengeboran dan lapangan minyak mendapat alokasi paling besar, yakni Rp300,48 miliar, disusul jasa seismik Rp200,33 miliar, anak usaha Rp72,94 miliar, serta sisanya untuk lahan dan bangunan.


Direktur Utama Elnusa Syamsurizal Munaf mengatakan kenaikan belanja modal (capital expenditure/capex) tersebut setiap tahunnya memang selalu ada peningkatan sehingga sudah menjadi hal yang wajar bagi perseroan.


Porsi pendanaannya seperti biasa, 30% dari internal dan 70% dan dicari dari pinjaman perbankan.


Adapun sepanjang periode Januari-September 2014, emiten dengan kode saham ELSA ini baru menyerap capex senilai Rp281,53 miliar atau 65,47% dari anggaran yang didominasi oleh jasa pengeboran dan lapangan minyak senilai Rp202,96 miliar.


Meskipun serapannya masih jauh dari anggaran, Syamsurizal meyakini hingga akhir tahun ini seluruh dana capex akan terserap. Dana capex pasti terserap semuanya.


Sementara itu, terkait dengan terus melemahnya harga minyak dunia hingga berada di kisaran US$50 per barel, ELSA masih optimistis mampu membukukan kenaikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih.



PT Elnusa Siapkan Belanja Modal Rp639,7 Miliar

Sunday, November 30, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat Terbatas

Financeroll – Awal Desember ini, Senin (1/12) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 5.125-5.175 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  ADRO, SMRA, BKSL, ITMG, dan PTBA.  Secara teknikal, indeks naik tipis disertai volume dan bertahan di atas MA5-nya. Stochastic bertahan positif di area overbought sementara RSI dan MACD masih positif.


Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan yang sedianya akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) siang nanti.  Pada perdagangan Jumat (28/11) IHSG naik 5 poin (+0,09%) ke level 5.149.89 setelah sepanjang hari terkena sentimen negatif dari turunnya harga minyak dunia namun diakhir sesi tertolong oleh aksi beli asing pada saham ASII, TLKM, dan GGRM.


Saham-saham yang menjadi pendorong bursa di antaranya:  ASII, TLKM, BBRI, BMRI, dan GGRM di mana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 21 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing, antara lain:   CTRA, ELSA, BBCA, PTBA, dan WIKA.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak melemah, seiring kejatuhan harga minyak pada akhir pekan kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Avg ditutup stagnan sebesar +0,01%. Sedangkan indeks S&P500 melemah -0,25%.  Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh bursa global.


Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +1%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka melemah -0,63%.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi. Harga minyak mentah WTI turun -10,17% dan harga emas Comex terkoreksi -1,84%.


Bervariasinya nya bursa dunia dan turunnya harga minyak di bawah USD  65 / BBL dapat mempengaruhi sentimen. IHSG naik tipis dengan ditutup di dekat minor resistance 5,150 minggu lalu. Akan tetapi, belum adanya minat beli asing dapat menghambat peluang yang positif. Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG akan berada di area negatif hari ini. [geng]


 



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat Terbatas