Showing posts with label saham. Show all posts
Showing posts with label saham. Show all posts

Saturday, December 20, 2014

Penurunan Pendapatan Blackberry Jatuh Menjadi US$793 Juta

Financeroll – Blacberry Ltd mengumumkan penurunan pendapatan pada kuartal III/2014, pendapatan perusahaan jatuh menjadi US$793 juta dari US$1,19 miliar tahun lalu. Sebelumnya penurunan pendapatan hanya diperkirakan jatuh di US$931,5 juta. Jumlah tersebut sangat tidak memuaskan.


Sebelumnya perusahaan tidak mempersiapkan atau memfokuskan kinerja pada margin dan arus kas. Karena sebelumnya telah mencapainya, namun dengan fakta ini harus memerhatikan kembali pendapatan tersebut.


Akibatnya pada awal perdagangan pagi akhir pekan lalu, saham Blacberry turun sekitar 5,4% ke US$9,52. Penjualan perangkat keras pada kuartal ini melemah dibandingkan perkiraan dari produksi yang telah dibatasi, dan perusahaan hanya dapat memenuhi pemesanan hingga kuartal IV/2014.



Penurunan Pendapatan Blackberry Jatuh Menjadi US$793 Juta

PT Elnusa Siapkan Belanja Modal Rp639,7 Miliar

Financeroll – PT Elnusa Tbk. menyiapkan belanja modal tahun depan senilai Rp639,75 miliar atau naik 48,47% dibandingkan dengan belanja modal tahun ini senilai Rp430 miliar yang akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis dan anak perusahaan.


Dari anggaran tersebut, jasa pengeboran dan lapangan minyak mendapat alokasi paling besar, yakni Rp300,48 miliar, disusul jasa seismik Rp200,33 miliar, anak usaha Rp72,94 miliar, serta sisanya untuk lahan dan bangunan.


Direktur Utama Elnusa Syamsurizal Munaf mengatakan kenaikan belanja modal (capital expenditure/capex) tersebut setiap tahunnya memang selalu ada peningkatan sehingga sudah menjadi hal yang wajar bagi perseroan.


Porsi pendanaannya seperti biasa, 30% dari internal dan 70% dan dicari dari pinjaman perbankan.


Adapun sepanjang periode Januari-September 2014, emiten dengan kode saham ELSA ini baru menyerap capex senilai Rp281,53 miliar atau 65,47% dari anggaran yang didominasi oleh jasa pengeboran dan lapangan minyak senilai Rp202,96 miliar.


Meskipun serapannya masih jauh dari anggaran, Syamsurizal meyakini hingga akhir tahun ini seluruh dana capex akan terserap. Dana capex pasti terserap semuanya.


Sementara itu, terkait dengan terus melemahnya harga minyak dunia hingga berada di kisaran US$50 per barel, ELSA masih optimistis mampu membukukan kenaikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih.



PT Elnusa Siapkan Belanja Modal Rp639,7 Miliar

Thursday, December 18, 2014

Saham Perbankan Laris Manis Di Tiongkok

Financeroll – Investor saham perbankan di Tiongkok sepertinya sudah mulai menoleransi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan risiko kredit macet Tiongkok. Buktinya, harga saham perbankan di bursa Tiongkok naik cukup tinggi sepanjang tahun ini, menyentuh rekor harga tertinggi sejak tahun 2009.


Sebut saja, harga saham Industrial & Commercial Bank of China Ltd. (ICBC) beserta 15 saham emiten bank lain di bursa Tiongkok, sudah meningkat rata-rata sebesar 48% sejak awal tahun 2014. Demikian juga harga saham bank asal Tiongkok  yang melantai di bursa Hong Kong, meningkat sebesar 11%.


Sandy Mehta, Chief Executive Officer (CEO) Investment Principals Ltd menyatakan, valuasi saham-saham bank asal Tiongkok masih sangat menarik. “Saham mereka dinilai masih murah, terutama bila dikaitkan dengan perkembangan global,” ujar Mehta seperti dikutip Bloomberg, Kamis (18/12).


Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, harga saham bank-bank di bursa Tiongkok tergolong paling murah di dunia. Rasio harga saham berbanding laba bersih per sahamnya saat ini hanya sebesar 6,2 kali.


Selain itu, lonjakan harga saham bank  melampaui pertumbuhan KBW Bank Index (BKX) sebesar 4,1%. Indeks BKX adalah indeks saham perbankan yang berisi 24 saham bank besar di Amerika Serikat (AS).


Nasib bank di Tiongkok juga lebih mujur dibandingkan penurunan drastis indeks Bloomberg Europe Bank and Financial Service sebesar 6,4%. Indeks ini beranggotakan 45 saham emiten bank dan perusahaan jasa keuangan di Eropa.



Saham Perbankan Laris Manis Di Tiongkok

Sunday, December 7, 2014

IHSG Dibayang-Bayangi Aksi Profit Taking

Financeroll -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memperlihatkan laju variatifnya. IHSG sempat mengalami kenaikan dan kecenderungan melemah, meski di akhir sesi masih mampu ditutup di zona hijau.


“Mulai melemahnya laju bursa saham AS dan Eropa sempat mempengaruhi laju IHSG di mana pelaku pasar masih dalam posisi untuk profit taking,” kata kata analis Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (8/12/2014).


Di sisi lain, turunnya cadangan devisa per November 2014 menjadi US$ 111,14 miliar dari US$ 111,97 miliar sempat memberikan sentimen negatif. “Akan tetapi, pelemahan yang terjadi masih dapat ditahan dengan laju bursa saham Asia yang masih menghijau dan laju rupiah yang akhirnya mampu terapresiasi,” ujarnya.


Menurut Reza, ini juga disebabkan pelaku pasar masih dalam posisi profit taking pasca-IHSG kembali menyentuh level 5.200 lebih. Namun, kembali tidak kuat dan kembali menurun. “Beruntung masih berlanjutnya penguatan saham-saham agri dan manufaktur mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijau,” terangnya.


Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp -5,56 miliar menjadi net sell Rp -737,03 miliar).


Reza menuturkan bahwa pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5.165-5.178 dan resisten 5.194-5.211. Gravestone doji di bawah area upper bollinger band (UBB). MACD masih mencoba untuk melanjutkan kenaikan, meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertahan pelemahannya.


Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.187-5.204), namun tidak kuat dan berbalik turun meski masih dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.145-5.163).


“Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya di mana masih adanya aksi profit taking membuat potensi kenaikan IHSG masih terhambat, meski masih diimbangi dengan adanya aksi beli. Pola variatif cenderung naik tipis masih dapat terjadi. Meski masih ada potensi naik, namun tetap cermati potensi pelemahan lanjutan,” tutupnya.



IHSG Dibayang-Bayangi Aksi Profit Taking

Thursday, December 4, 2014

Suku Bunga Acuan Tiongkok Siap Melompat

Financeroll – Suku bunga acuan Tiongkok tengah bersiap untuk lompatan terbesar sejak Juni 2013.


Saham The Shanghai Composite Index (SHCOMP) melonjak 21% bulan lalu, naik lebih dari 3x lipat dari saham negara lain. HSBC Holdings Plc dan Barclays Plc memprediksi akan ada dua pengurangan suku bunga lagi sebelum pertengahan tahun depan setelah Bank Rakyat Tiongkok pada 21 November memangkas suku kebijakan untuk pertama kalinya dalam dua tahun.


PBOC menahan diri dari melakukan operasi di setiap pasar terbuka kemarin untuk lelang yang ketiga berturut-turut, yang mengarah ke injeksi bersih 30 miliar yuan ($ 4,9 milyar) ke dalam sistem perbankan pekan ini. Tingkat repo tujuh hari, suatu ukuran ketersediaan dana antar bank, turun 13 basis poin pekan ini menjadi 3,35%.



Suku Bunga Acuan Tiongkok Siap Melompat

S&P 500 dan Dow berakhir lebih rendah

Financeroll – Pasar saham AS berakhir dengan sedikit kerugian pada hari Kamis.


S&P 500 ditutup turun 2,41 poin atau 0,1% ke 2,071,92, setelah sempat naik ke rekor intraday di atas 2.077. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 12,52 poin atau 0,1% ke 17,900,10. Indeks blue-chip telah melompati rekor intraday di bawah 17.938 pada sore hari.


Sementara itu, Nasdaq Composite kehilangan 5,04 poin atau 0,1% menjadi ditutup pada posisi 4,769.44.



S&P 500 dan Dow berakhir lebih rendah

Tuesday, December 2, 2014

Saham AS Naik Lagi

Financeroll – Saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Selasa.


Hal ini didukung oleh berita dari dua transaksi besar M&A. Otsuka Pharmaceutical di Jepang mengumumkan akan membeli Avanir Farmasi yang berbasis di California dalam kesepakatan senilai $ 3,5 miliar. Berita itu mengakibatkan saham Avanir naik 12,8%.


Cypress Semiconductor Corp dan Spansion Inc.setuju untuk bergabung dalam kesepakatan senilai $ 1,6 miliar, dimana hal ini mendorong saham Spansion naik 21,9% dan saham Cypress naik 14,3%.


Indeks Dow Jones Industrials Average naik 102,75 poin, atau 0,6%, ke 17,879.55. S&P 500 naik 13,11 poin, atau 0,6%, ke 2,066.55, dengan saham-saham sektor kesehatan bergabung untuk memimpin keuntungan. Saham sektor keuangan juga menguat.


The Nasdaq Composite berakhir di posisi 28.46 poin, atau 0,6%, ke 4,755.81, sementara Russell 2000 berbalik positif untuk tahun ini lagi setelah mendapatkan 13 poin, atau 1,1% menjadi 1,167.08.



Saham AS Naik Lagi