Showing posts with label nasdaq. Show all posts
Showing posts with label nasdaq. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

Indeks saham AS Dibuka Hijau

Financeroll – Pasar saham AS hari selasa dibuka lebih tinggi daripada harga pentutupan senin kemarin, meskipun slide harga minyak kemungkinan akan mempertahankan kenaikan. Fokus perhatian utama tertuju pada Bank Sentral Eropa, yang diperkirakan akan mengumumkan program pembelian obligasi pada hari Kamis depan.


The S & P 500 SPX, dibuka naik 7 poin, atau 0,4%, pada level 2026. Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, membukukan kenaiakan 44 poin, atau 0,2%, menjadi 17.553 pada sesi pembukaan. The Nasdaq Composite COMP, memulai hari ini dengan mencetak 25 poin, atau 0,6%, ke level 4659.



Indeks saham AS Dibuka Hijau

Monday, January 12, 2015

Bursa AS dibuka Menaik

Financeroll – Bursa AS membuka lebih tinggi pada hari Senin (12/1), di saat merosotnya harga minyak terus mengkhawatirkan investor tentang tekanan deflasi global.


The S&P 500 membuka 4 poin atau 0,2% pada tingkat 2.049. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 47 poin atau 0,3% menjadi 17.782 pada pembukaan. Nasdaq Composite naik 11 poin atau 0,2% pada 4.714.



Bursa AS dibuka Menaik

Tuesday, January 6, 2015

Indeks Saham Amerika Ditutup Merana

Financeroll -Pasar saham AS mengalami hari penurunan lagi karena harga minyak kembali merosot pada hari Selasa, dengan indeks Dow mencatatkan start terburuk untuk tahun baru paska krisis keuangan tahun 2008.


Indeks memantul dari posisi terendah di sesi tengah perdagangan sore, yangdinilai oleh beberapa analis sebagai imbas dari aksi short-covering.


Indeks S & P 500 patokan jatuh untuk sesi kelima berturut-turut dan telah tergerus lebih dari 4% dari puncaknya yang sempat dicapai pada 29 Desember 2014 lalu. Harga minyak merosot dan peralihan minat investor ke produks yang lebih aman seperti Treasury dan emas menyebabkan penurunan pasar ekuitas untuk hari kedua berturut-turut .


The S & P 500 SPX, ditutup minus 17,97 poin, atau turun 0,9%, lebih rendah ke level 2,002.61, dengan hanya dua sektor yang tersisa di posisi hijau – utilitas dan telekomunikasi. Saham sektor energi terhempas jauh, yang jatuh mencapai 4% pada hari Senin, merosot 1,5% lagi pada Selasa.


Sektor energi turun 22% sejak 30 Juni 2014, sementara sektor energi S & P Cap 600 telah kehilangan hampir setengah dari nilainya pada saat itu, demikian menurut Howard Silverblatt, analis indeks senior di S & P Dow Jones Indeks.


Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, turun 130 poin, atau 0,7%, ke level 17,371.64, sehari setelah penurunan tajam 331 poin pada hari Senin. The Nasdaq Composite COMP, mengalami nasib terburuk, kehilangan 59,84 poin, atau 1,3%, ke level 4,592.74, hari kelima berturut-turut merugi.



Indeks Saham Amerika Ditutup Merana

Monday, January 5, 2015

Indeks Saham Amerika Terpukul Minyak Mentah

Financeroll – Indeks saham AS tumbang pada sesi perdagangan Senin di dipicu oleh terbentuknya harga terendah baru minyak mentah dan melonjaknya nilai tukar dolar, yang menyebabkan Dow Jones dan S & P dengan mengalami penurunan terburuk sejak Oktober.

dan

The S & P 500 SPX, mengalami minus 1,83% ditutup terendah di akhir sesi dan masih mengalami penurunan satu hari terbesar dalam tiga bulan terakhir. Indeks ini juga mengalami penurunan terpanjang dalam periode 12 bulan, jatuh untuk sesi keempat berturut-turut. Indeks patokan ini kehilangan 37,62 poin, atau 1,8%, menuju level 2,020.58.


Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, juga menunjukan performa terburuknya dan mengalami penurunan harian terburuk sejak Oktober silam, dengan 28 dari 30 hari ditutup dengan penurunan. Indeks blue-chip turun 331,34 poin, atau 1,9%, ke level 17,501.65.


The Nasdaq Composite COMP, melepaskan 74,24 poin, atau 1,6%, menuju level 4,652.57.



Indeks Saham Amerika Terpukul Minyak Mentah

Sunday, January 4, 2015

Indeks Saham Amerika Ditutup Beragam Pada Perdagangan Jumat

Financeroll_ Pada sesi penutupan jumat, indeks saham Amerika mayoritas jatuh, kecuali Dow Jones yang terdepresiasi, demikian data harga generik dari Bloomberg hari ini.


Nasdaq composite indeks ditutup turun tipis 0.20% atau 9.24 basis point dan berada pada level 4,726.81. Dan S&P 500 juga mengalami penurunan tipis 0.03% atau 0.70 basis point dan berada pada posisi 2,058.20. Sementara itu, Dow Jones Industrial Avarage ditutup naik 0.06% atau 9.92 dan berada pada level 17,832.99



Indeks Saham Amerika Ditutup Beragam Pada Perdagangan Jumat

Friday, January 2, 2015

Indeks Saham Amerika Dibuka Beragam

Financeroll – Sesi pembukaan pasar Amerika, Indeks saham Amerika tampak bergerak beragam di awal tahun. Dow Jones Industrial Avarage membukukan kenaikan 0.62 persen atau 109.66 basis point dan bertengger di level 17, 932.73.


Sementara itu, S&P 500 turun 1.03 persen atau 21.45 basis point dan berada pada level 2,058.90. Dan Nasdaq Composite Index turun 0.87 persen atau 41.38 basis point dan bertengger pada level 4,736.06



Indeks Saham Amerika Dibuka Beragam

Wednesday, December 31, 2014

Indeks Saham Amerika Dibuka Positif

Financeroll- Indeks Saham AS naik tipis pada sesi pembukaan perdagangan hari Rabu, mengakhiri 2014 dengan catatan peningkatan pada sesi awal, dengan kemungkinan keuntungan tahunan yang solid.


The S & P 500 SPX, naik 3 poin, atau 0,2%, untuk selanjutnya bertengger pada level 2084, sementara Dow Jones Industrial Average DJIA, membukukan penambahan 32 poin, atau 0,2%, menjadi 18.015, naik kembali di atas level 18.000 mark setelah penutupan turun dari level itu pada Selasa kemaren. Sementara itu, Nasdaq membukukan kenaikan 4.25 point atau 0.1% ke level 4,287



Indeks Saham Amerika Dibuka Positif

Monday, December 29, 2014

Pre Open Market, Indeks Saham AS Cendrung Melemah

Financeroll – Pada sesi Pre Open Market Amerika, indeks saham AS bergerak lebih rendah dan bergerak kurang signifikan. Dow Jones Industrial Average berisiko kehilangan rekor tertinggi yang digapai pekan lalu pada level diatas 18.000.


Futures untuk Dow industrials DJH5, kehilangan 27 poin, atau jatuh 0,2%, ke level 17.985, berada di jalur penurunan yang memecah rekor kemenangan beruntun tujuh hari. Futures untuk indeks SPH5 S & P 500, tergelincir 2,60 poin, atau 0,1%, sedangkan untuk Nasdaq 100 index NDH5, terkerek turun 2,50 poin, atau 0,1%, ke level 4,307.75.


Akibat Drama Yunani: Suasana perdagangan global pada Senin tampak bearish karena ketidakpastian baru tentang lanskap politik di Yunani. Parlemen negara itu menolak calon Perdana Menteri Antonis Samaras – mantan Komisioner Eropa Stavros Dimas – dalam pemilihan presiden ketiga dan terakhir.



Pre Open Market, Indeks Saham AS Cendrung Melemah

Wednesday, December 17, 2014

Indeks Saham Amerika Mulai Tersenyum Kembali

Financeroll – The S & P 500 dan Dow Jones Industrial Average mengakhiri sesi penurunanya dan membukukan kenaikan terbaik untuk tahun 2014 pada sesi perdagangan Rabu. Hal ini mejnauhkan kekhawatiran atas jatuhnya-minyak dan kekhawatiran atas deflasi global, setelah Federal Reserve menyampaikan sikap pada akhir pertemuan dua harinya.


The S & P 500 SPX, naik 2.04% dan ditutup 40.15 poin lebih tinggi untuk kemudian stand by pada level 2,012.89. Sektor energi melonjak 4,2%, karena harga minyak menghentikan sesi penurunan sebelumnya. Sebanyak 10 sektor utama ditutup dengan kenaikan yang solid.


Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, naik 1,69% alias melonjak 300 poin, tak lama setelah pernyataan Yellen. Indeks blue-chip naik 288 poin, atau 1,7%, ke 17,356.87.


Chevron Corp. CVX, naik 4,25%. Exxon Mobil Corp dan XOM, berada di antara para top gainers, naik 4,3% dan 3% masing-masing. The Nasdaq Composite COMP, naik 2.12%, juga meningkat tajam, dimotori oleh kenaikan besar dalam sektor teknologi. Apple Inc dan AAPL, naik 0,17% dan 2,5%.



Indeks Saham Amerika Mulai Tersenyum Kembali

Monday, December 15, 2014

Indeks Saham As Kembali Terkapar

Financeroll – Indek Saham AS berayun liar sebelum ditutup lebih rendah pada sesi perdagangan hari Senin karena penurunan harga minyak terus berlanjut dan terus mengikis kepercayaan investor.


The S & P 500 SPX, turun 0,6% atau minus 12,71 poin, bertengger pada level pada 1,989.62. Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, kehilangan 100 poin, atau 0,6%, dan menetap di level 17,180.84. The Nasdaq Composite COMP, membukukan penurunan 48,44 poin, atau 1%, dan selanjutnya ditutup pada level 4,605.16.



Indeks Saham As Kembali Terkapar

Sunday, December 14, 2014

Indeks Saham Amerika Bertumbangan

Financeroll – Indeks Saham AS terpukul pada sesi perdagangan Jumat karena investor dibingungkan oleh kekhawatiran atas kesehatan ekonomi global yang memicu kerugian tiga kali lipat di saham blue-chip.


The S & P 500 mengakhiri minggu kemaren dengan kerugian terbesar dalam dua setengah tahun terakhir, sementara Dow Jones Industrial Average mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak September 2011.


Minggu ini gemuruh aksi jual terjadi menyusul tujuh minggu berturut-turut yang tercatat naik. Hal ini terkait erat dengan penurunan terjal pada harga minyak yang mengakibatkan volatilitas tak terkendali di pasar ekuitas.


Indeks Volatilitas CBOE VIX, naik 4,98%. Indek ini juga dikenal sebagai “Indek untuk mengukur ketakutan bursa Wallstreet,” menduduki level 21 pada hari Jumat.

Investor semakin khawatir bahwa ekonomi global mungkin akan mengalah pada deflasi, penurunan konsisten dalam harga yang mengarah pada resesi dan depresi. Pedagang juga menyalahkan posisi unwinding pada akhir tahun untuk penurunan besar di pasar.


The S & P 500 SPX, ditutup minus 33 poin, atau 1,6%, dan bertengger pada posisi 2,002.33 alias kehilangan 3,5% selama seminggu. Sektor energi dan material adalah penyebab penurunan terbesar selama seminggu, sementara telekomunikasi juga terjatuh.


Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, ditutup turun 315,51 poin, atau 1,8%, ke level 17,280.83 dan mencatatkan kerugian mingguan sebesar 3,8%.


Sementara itu, teknologi berat Nasdaq Composite COMP, berakhir minus 54,57 poin, atau 1,2%, ke level 4,653.60 dan menurun 2,9% selama seminggu.



Indeks Saham Amerika Bertumbangan

Thursday, December 11, 2014

Indeks Saham Amerika Rebound

Financeroll – Indeks Saham AS rebound dari posisi terburuknya dalam tujuh minggu terakhir karena naiknya penjualan ritel dan penurunan minyak mentah West Texas Intermediate menembus level $ 60. Dolar terbawa naik namun Treasuries berjatuhan.


Indeks Standard & Poor 500 naik 0,5 persen pada sesi penutupan di New York, sempat reli sebelumnya dan membukukan kenaikan 1,5 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 63,19 poin, atau 0,4 persen, ke level 17,596.34. Sekitar 7,2 miliar saham diperdagangkan di bursa AS. Angka ini adalah 4,9 persen di atas rata-rata tiga bulan perdagangan.



Indeks Saham Amerika Rebound

Tuesday, December 9, 2014

Wall Street Ditutup Lesu

Financeroll – Pasar saham AS sempat rebound pada awal sesi perdagangan Amerika hari Rabu tapi pada akhirnya ditutup lebih rendah. Sentiment ini dimotori oleh isu pengetatan aturan pinjaman di Tiongkok dan Pengumuman pemilu Yunani mengejutkan.


The S & P 500 SPX, turun 0.02% mengakhiri sesi dengan datar di level 2,059.88 setelah pertunjukan rebound mengesankan dari posisi terendah di awal sesi.


Nasdaq Composite mengakhiri sesi dengan kenaikan 25,77 poin, atau 0,5% dan ditutup pada level 4,766.47.


Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, turun 0,29% atau sebanyak 218 poin, dan ditutup lebih rendah pada level 17,801.20.



Wall Street Ditutup Lesu

Sunday, December 7, 2014

Wallstreet Ditutup Menghijau

Financeroll – The S & P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencapai rekor pada penutupan perdagangan hari Jumat, menutup minggu ketujuhnya dengan membukukan kenaikan.


Data lapangan pekerjaan yang diluar dugaan memicu gairah positif pada perdagangan Jumat kemaren. Ekonomi AS menambah 321.000 pekerjaan pada bulan November, mematahkan jumlah perkiraan yang memprediksi 86.000 lapangan pekerjaan baru, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 5,8%.


The S & P 500 SPX ditutup naik 3,45 poin, atau 0,2%, dan berada pada level 2,075.37. Kenaikan ini dimotori oleh saham – saham perusahaan finansial dan sektor kesehatan, sementara saham energi dan utilitas sedikit tertinggal.


Indeks Dow Jones Industry average DJIA membukukan kenaikan tertinggi intradaynya, menjadi 18.000, atau 58,60 poin, 0,3%, lebih tinggi daripada 17,958.79. Keuntungan di JPMorgan Chase dan Goldman Sachs Group adalah yang terbesar di antara gainers saham blue-chip.


Sementara itu, Nasdaq Composite COMP ditutup naik 11,32 poin, atau 0,2%, ke level 4,780.76. Namun penutupannya tergolong rendah dalam waktu perdagangan mingguan.



Wallstreet Ditutup Menghijau

Thursday, December 4, 2014

S&P 500 dan Dow berakhir lebih rendah

Financeroll – Pasar saham AS berakhir dengan sedikit kerugian pada hari Kamis.


S&P 500 ditutup turun 2,41 poin atau 0,1% ke 2,071,92, setelah sempat naik ke rekor intraday di atas 2.077. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 12,52 poin atau 0,1% ke 17,900,10. Indeks blue-chip telah melompati rekor intraday di bawah 17.938 pada sore hari.


Sementara itu, Nasdaq Composite kehilangan 5,04 poin atau 0,1% menjadi ditutup pada posisi 4,769.44.



S&P 500 dan Dow berakhir lebih rendah

Tuesday, December 2, 2014

Saham AS Naik Lagi

Financeroll – Saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Selasa.


Hal ini didukung oleh berita dari dua transaksi besar M&A. Otsuka Pharmaceutical di Jepang mengumumkan akan membeli Avanir Farmasi yang berbasis di California dalam kesepakatan senilai $ 3,5 miliar. Berita itu mengakibatkan saham Avanir naik 12,8%.


Cypress Semiconductor Corp dan Spansion Inc.setuju untuk bergabung dalam kesepakatan senilai $ 1,6 miliar, dimana hal ini mendorong saham Spansion naik 21,9% dan saham Cypress naik 14,3%.


Indeks Dow Jones Industrials Average naik 102,75 poin, atau 0,6%, ke 17,879.55. S&P 500 naik 13,11 poin, atau 0,6%, ke 2,066.55, dengan saham-saham sektor kesehatan bergabung untuk memimpin keuntungan. Saham sektor keuangan juga menguat.


The Nasdaq Composite berakhir di posisi 28.46 poin, atau 0,6%, ke 4,755.81, sementara Russell 2000 berbalik positif untuk tahun ini lagi setelah mendapatkan 13 poin, atau 1,1% menjadi 1,167.08.



Saham AS Naik Lagi

Monday, December 1, 2014

Saham AS Memprihatinkan

Financeroll – Saham AS merosot pada hari Senin ketika data ekonomi yang mengecewakan dari Tiongkok dan Eropa memicu persaingan untuk menjual di pasar global.


Situasi suram para investor juga berpengaruh ke dalam teknologi berat Nasdaq Composite, yang melihat penurunan tajam dalam tujuh minggu, terseret oleh penurunan besar di beberapa teknologi raksasa seperti Apple, Google, Facebook, dan Alibaba.


Saham kecil yang dianggap lebih berisiko daripada saham yang lebih besar, ternyata juga bernasib buruk, dengan Russell 2000 merosot sebesar 1,6%.


S&P 500 dan Dow merasakan kerugian terbesar satu hari sejak tanggal 22 Oktober. Indeks acuan turun 14,12 poin atau 0,7%, ke 2,053.44. Sementara indeks Dow kehilangan 51,44 poin, atau 0,3%, ke 17.776.80. Penurunan Nasdaq Composite adalah penurunan yang terbesar dalam tujuh minggu setelah merosot 64,28 poin, atau 1,3%, menuju 4,727.35.


Harga minyak juga menurun dimana telah terjadi keputusan minggu lalu oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk mempertahankan tingkat produksi. WTI turun 14% minggu lalu dan 18% untuk bulan November.



Saham AS Memprihatinkan

Friday, November 28, 2014

Saham-Saham AS Dibuka Bervariasi

Financeroll – Saham AS dibuka pada level bervariasi di awal perdagangan setelah mulai dengan kenaikan kecil sesi pre open Jumat ini. The S & P 500 SPX, sempat turun melandai 0,14% pada awalnya, tetapi segera berbalik kembali sebesar 0,1% menjadi 2,070.33. Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, naik tipis 0,1% menjadi 17,836.14. The Nasdaq Composite COMP, juga naik 0,1% menjadi 4,793.05.


Saham Exxon Mobil XOM turun 3,5%, sementara Chevron CVX turun 4,6% setelah OPEC pada Kamis kemaren menetapkan target produksi tidak berubah, membuat harga minyak meluncur ke posisi terendah dalam 4 tahun terakhir. Saham penerbangan naik, sementara saham retail juga berprospek bagus karena mendekati musim belanja liburan



Saham-Saham AS Dibuka Bervariasi

Wednesday, November 26, 2014

Indeks Saham Amerika Dibuka Datar

Financeroll – Pada sesi pembukaan, Indek saham Amerika mengalami sedikit pergerakan karena investor masih mengukur efek dari data ekonomi yang banyak dirilis sebelumnya.

Klaim pengangguran mingguan melonjak ke level tertinggi dalam 11 minggu. Belanja konsumen naik tapi masih rendah dari ekspektasi, sementara inflasi tetap di bawah tingkat target Federal Reserve dari 2%.


Respon pasar terhadap Laporan penjualan rumah dan sentimen konsumen jatuh tempo diperkirakan akan memberikan efek sekitar pukul 9:45.


The S & P 500 SPX naik 0,07%, dibuka pada level 2.068. Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, cuma bergerak + 0,04%, flat di level 17.814. The Nasdaq Composite COMP, bergerak + 0,13% , pembukaan yang datar di level di 4758.



Indeks Saham Amerika Dibuka Datar

Monday, November 24, 2014

Groupon, Peluang Pasar E-Commerce Indonesia Belum Tergarap Optimal

Groupon (NASDAQ :GRPN) merupakan pemimpin global dalam perdagangan lokal,  sehingga memudahkan orang diseluruh dunia untuk mencari dan menemukan bisnis yang besar dengan harga yang tidak ada duanya.


FINANCEROLL – Diluncurkan pada November 2008 di kota Boston, AS, Groupon kini hadir di  48 negara yang memanfaatkan hubungan antar perusahaan secara global untuk menawarkan pada konsumen produk-produk terbaik untuk mereka makan, lihat dan beli. Groupon telah memberi arti kembali pada dunia usaha kecil dan tradisional menjadi pelaku-pelaku usaha dengan rangkaian produk dan jasa yang sesuai bagi konsumen. Bagi mereka, Groupon telah berkontribusi dalam meningkatkan pelanggan dan menjalankan operasional perusahaan lebih efektif dan efesian.


Terdaftar di bursa Nasdaq sejak Juni 2011, Groupon masuk ke Indonesia pada 2010. Sejak awal, Groupon telah melihat Indonesia sebagai wilayah yang sangat potensial. Indonesia merupakan negara peringkat kedua di dunia untuk ad mobile impression sesudah AS, namun hanya 6% yang sudah menggunakan layanan e-commerce.


Sementara itu, penetrasi seluler di Indonesia juga sangat fantastis. Dengan penduduk sekitar 240 juta, jumlah pemilik SIM Card atau Kartu Telephon di Indonesia sebesar 112%. Ini menunjukkan jumlah pemilik sambungan telepon seluler di Indonesia lebih banyak daripada penduduknya. Diperkirakan pada 2015, jumlah pelanggan seluler bisa mencapai 325 juta pelanggan dengan jumlah smartphone mencapai 74,8 juta dari 40% jumlah handphone. Setidaknya terdapat 24% smartphone dibandingkan populasi penduduk Indonesia. Uniknya, kepemilikan handphone di Indonesia ini melampui jumlah penduduk dewasa yang memiliki rekening bank, yaitu sekitar 40%. Dari pemilik rekening bank tersebut, 85% diantaranya telah memiliki ponsel.


Dari ilustrasi tersebut, tergambar potensi e-commerce di Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan aktifitas browsing secara mobile yang paling tinggi di dunia, 661 halaman per bulan per orang. Angka ini dua kali lipat dari catatan pengguna di Cina dan AS sekalipun. Seiring dengan tingginya penetrasi seluler dan pengguna smartphone di Indonesia , industri e –commerce juga mengalami perkembangan sekaligus memberikan kesempatan dan tantangan. Layanan e-commerce bahkan dibuat semakin spesifik, seperti berdasarkan lokasi, minat dan jenis produk yang dijual.


Saat ini layanan seluler di Indonesia juga membaik, termasuk layanan SMS, email, sosial media, mobile app., hingga mobile web. Peningkatan layanan ini semakin menunjang iklim bisnis e-commerce di Indonesia.


Untuk meningkatkan layanan e-commerce agar semakin mudah dan nyaman dijangkau dengan perangkat mobile, Groupon mensyaratkan agar konten-konten yang ditawarkan haruslah seefesien mungkin. Langsung mencakup pada hal yang diinginkan oleh calon pembeli. Perlu dilakukan personalisasi dan lokasi yang spesifik dan permudah sistem pembayaran dan bersifat rekreatif atau memberikan nilai lebih yang menghibur pelanggan.




Groupon, Peluang Pasar E-Commerce Indonesia Belum Tergarap Optimal