Monday, November 24, 2014

Groupon, Peluang Pasar E-Commerce Indonesia Belum Tergarap Optimal

Groupon (NASDAQ :GRPN) merupakan pemimpin global dalam perdagangan lokal,  sehingga memudahkan orang diseluruh dunia untuk mencari dan menemukan bisnis yang besar dengan harga yang tidak ada duanya.


FINANCEROLL – Diluncurkan pada November 2008 di kota Boston, AS, Groupon kini hadir di  48 negara yang memanfaatkan hubungan antar perusahaan secara global untuk menawarkan pada konsumen produk-produk terbaik untuk mereka makan, lihat dan beli. Groupon telah memberi arti kembali pada dunia usaha kecil dan tradisional menjadi pelaku-pelaku usaha dengan rangkaian produk dan jasa yang sesuai bagi konsumen. Bagi mereka, Groupon telah berkontribusi dalam meningkatkan pelanggan dan menjalankan operasional perusahaan lebih efektif dan efesian.


Terdaftar di bursa Nasdaq sejak Juni 2011, Groupon masuk ke Indonesia pada 2010. Sejak awal, Groupon telah melihat Indonesia sebagai wilayah yang sangat potensial. Indonesia merupakan negara peringkat kedua di dunia untuk ad mobile impression sesudah AS, namun hanya 6% yang sudah menggunakan layanan e-commerce.


Sementara itu, penetrasi seluler di Indonesia juga sangat fantastis. Dengan penduduk sekitar 240 juta, jumlah pemilik SIM Card atau Kartu Telephon di Indonesia sebesar 112%. Ini menunjukkan jumlah pemilik sambungan telepon seluler di Indonesia lebih banyak daripada penduduknya. Diperkirakan pada 2015, jumlah pelanggan seluler bisa mencapai 325 juta pelanggan dengan jumlah smartphone mencapai 74,8 juta dari 40% jumlah handphone. Setidaknya terdapat 24% smartphone dibandingkan populasi penduduk Indonesia. Uniknya, kepemilikan handphone di Indonesia ini melampui jumlah penduduk dewasa yang memiliki rekening bank, yaitu sekitar 40%. Dari pemilik rekening bank tersebut, 85% diantaranya telah memiliki ponsel.


Dari ilustrasi tersebut, tergambar potensi e-commerce di Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan aktifitas browsing secara mobile yang paling tinggi di dunia, 661 halaman per bulan per orang. Angka ini dua kali lipat dari catatan pengguna di Cina dan AS sekalipun. Seiring dengan tingginya penetrasi seluler dan pengguna smartphone di Indonesia , industri e –commerce juga mengalami perkembangan sekaligus memberikan kesempatan dan tantangan. Layanan e-commerce bahkan dibuat semakin spesifik, seperti berdasarkan lokasi, minat dan jenis produk yang dijual.


Saat ini layanan seluler di Indonesia juga membaik, termasuk layanan SMS, email, sosial media, mobile app., hingga mobile web. Peningkatan layanan ini semakin menunjang iklim bisnis e-commerce di Indonesia.


Untuk meningkatkan layanan e-commerce agar semakin mudah dan nyaman dijangkau dengan perangkat mobile, Groupon mensyaratkan agar konten-konten yang ditawarkan haruslah seefesien mungkin. Langsung mencakup pada hal yang diinginkan oleh calon pembeli. Perlu dilakukan personalisasi dan lokasi yang spesifik dan permudah sistem pembayaran dan bersifat rekreatif atau memberikan nilai lebih yang menghibur pelanggan.




Groupon, Peluang Pasar E-Commerce Indonesia Belum Tergarap Optimal

No comments:

Post a Comment