Showing posts with label AS. Show all posts
Showing posts with label AS. Show all posts

Friday, January 16, 2015

Pre Open AS Dibuka Lebih Rendah

Financeroll – Bursa Wall Street AS di hari Jumat (16/1) pada perdagangan pre opennya dibuka lebih rendah.


Indeks Dow Jones Industrial Average turun 45 poin atau 0,3% ke level 17,240, indeks S & P 500 turun 5.2 poin atau 0,3% ke level 1,984.10, indeks NASDAQ 100 turun 0,5% atau 19 poin ke level 4,070.25.



Pre Open AS Dibuka Lebih Rendah

Pound Prima Jelang Data AS

Financeroll – Perdagangan bursa Pound beringsut tinggi di sesi Jumat (16/1) sore. Para investor mengunggu dari data inflasi AS yang akan dirilis nanti malam.


GBPUSD menguat 0.30% ke level 1.5228, pair ini berkonsolidasi ke level support 1.5160 dan level resisten 1.5230.


Setelah pemangkasan minimum nilai tukar dari Swiss National Bank, pasar mata uang sedikit bergerak berubah. Mata uang yang sering tidak stabil, investor mencari tempat untuk berinvestasi kembali. Pound menguat terhadap hampir semua rekan-rekan yang besar pada hari Jumat pagi seperti tingkat bunga yang lebih tinggi membuat investasi yang lebih baik.


Sedangkan pada Dolar AS juga menguat berkat permintaan untuk aset berlindung yang aman. Namun, fokus investor menunggu data penting CPI AS, dolar umumnya bergerak stabil.



Pound Prima Jelang Data AS

Thursday, January 15, 2015

Klaim Pengangguran AS Naik

Financeroll – Klaim pengangguran AS naik ke tingkat tertinggi dalam hampir empat bulan, hal tersebut membuat optimisme atas kekuatan pasar di dalam tenaga kerja, Kamis (15/1)


Dalam sebuah laporan, Ddepartemen tenaga kerja AS mengatakan jumlah klaim penganguran per 9 Januari meningkat 19.000 ke level 316,000 secara musiman disesuaikan dari total seminggu sebelumnya 297.000. Pasar mengharapkan klaim pengangguran menurun sebesar 6.000 ke level 291,000.


Selain itu, rata-rata pengangguran dalam empat minggu meningkat 6,750 dari minggu sebelumnya total 291,250. Pasca dirilinya data EUR/USD adalah perdagangan di level 1.1692, sementara GBP/USD berada di level 1.5236.



Klaim Pengangguran AS Naik

Neraca Perdagangan Eropa Turun

Financeroll – Neraca perdagangan zona Eropa pada kuartal terakhir terpantau kurang dari yang diharapkan, Kamis (15/1)


Dalam laporan Eurostat, Perdagangan zona Eropa Perdagangan turun 20.0B dari 19.4B pada kuartal tahun sebelumnya. Pasar mengharapkan neraca perdagangan naik ke 21.3B pada kuartal terakhir.



Neraca Perdagangan Eropa Turun

Pre Open AS Dibuka Turun

Financeroll – Bursa wall street AS pada perdagangan pre open terpantau turun, Kamis (15/1). Didorong dari Bank Nasional Swiss yang secara mengejutkan pasar global memotong tingkat suku bunga deposit ke 0.75% dari 0.25%.


Indeks Dow Jones Industrial Average turun 42 poin atau 0,2% ke level 17,326, indeks S & P 500 turun 3.6 poin ke level 2,005.20, indeks Nasdaq100 turun 4.5 poin ke level 4,141.75.



Pre Open AS Dibuka Turun

Wednesday, January 14, 2015

AS Kembali Menjadi Mesin Ekonomi Dunia

FINANCEROLL – Amerika Serikat kembali mengambil alih pimpinan ekonomo global setelah 15 tahun lamanya singgasana itu diduduki Cina dan Negara-negara berkembang.


Tahun 2015 ini diperkirakan AS akan menikmati pertumbuhan ekonomi sebesar 3.2 persen. Ini akan menjadi sebuah catatan penting sebagai kinerja terbaiknya sejak 2005. Membaiknya lapangan kerja AS mempercepat pertumbuhan angka konsumsi nasional.


Berbagai analisa yang diberikan oleh JPMorgan Chase & Co., Deutsche Bank AG dan BNP Paribas SA. menyebutkan bahwa hasil dari membaiknya kondisi tersebut akan membuat AS tidak lagi ketinggalan dengan pertumbuhan ekonomi global, sesuatu yang sebelumnya belum terlihat sejak 1999, berdasarkan data dari International Monetary Fund. Alhasil ini mengembalikan mahkota sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi global. Kondisi AS saat ini adalah yang terbaik sejak 1990an.


Data terkini menunjukkan AS bangkit kembali, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (09/01) bahwa jumlah pembayaran upah (payrolls) mengalami peningkatan sebesar 252 ribu selama bulan Desember 2014. Kenaikan ini sesuai dengan tingkat pengangguran AS yang mengalami penurunan ke 5.6 persen, pencapaian ini merupakan yang terbaik dengan angka pengangguran terendah sejak Juni 2008. Pertumbuhan lapangan kerja ini merupakan hasil dari kenaikan lapangan kerja di sektor-sektor pabrikan, layanan kesehatan, dan jasa. Sekitar 3 juta lebih rakyat AS menemukan pekerjaan di 2014, angka ini merupakan yang paling besar sepanjang 15 tahun terakhir ini. Dengan membaiknya lapangan kerja ini, optimis akan meningkatkan derajat permintaan AS disaat kondisi pasar global masih lesu.


AS berhasil memisahkan diri dari sebagian negara didunia yang masih berjibaku dengan krisis keuangan. Keberhasilan mereka dalam mengendalikan ledakan hutang membuat AS keluar dari jeratan resesi yang paling buruk sejak era Great Depression. Jumlah penghutang yang terlambat memenuhi pembayarannya mengalami penurunan hingga sebesar 1,51 persen di kuartal ketiga 2014. Angka ini jauh dibawah rata-rata dalam 15 tahun terakhir ini sebesar 2.3 persen, termasuk hutang kartu kredit dan pinjaman properti dan kendaraan bermotor. Rumah tangga AS memang mendapatkan manfaat dengan penguatan lapangan kerja saat ini, ditambah dengan jatuhnya harga minyak mentah membuat pendapatan mereka lebih baik. Dari AAA dilaporkan bahwa harga gasoline dinegeri itu mencapai harga termurahnya sejak Mei 2009 pada harga $2.13 per Galon pada 11 Januri kemarin.


Upah perjam memang masih menurun sebesar 0.2 persen dibulan lalu, menahan laju kenaikan upah di AS. Meski demikian, hanya masalah waktu saja sebelum tingkat upah melaju naik. Kenaikan upah akan berimbas pada potensi kenaikan tingkat belanja rumah tangga. Masyarakat AS dikenal sebagai masyarakat konsumtif, dengan kecenderungan membeli kendaraan baru, perlengkapan rumah tangga, pakaian dan lain-lain. Tingkat belanja mereka di bulan November 2014 mencapai 0,6 persen  atau meningkat dua kali lipat dari bulan Oktober, ungkap Departemen Perdagangan AS di Washington. Penjualan kendaraan ringan saja sepanjang tahun 2014 mampu terjual 16.5 juta, ini merupakan yang paling besar sejak 2006.


Perekonomian AS mampu menutup perjalanan akhir 2014 ini dengan manis. Penguatan yang terjadi akan berdampak terhadap industri otomotif, yang diharapkan mampu membukukan kenaikan secara beruntun dalam enam tahun ini pada 2015 dimana diperkirakan penjualan tahun ini bisa mencapai 17 juta unit.


Pada 2013, tingkat konsumsi masyarakat AS mencapai $11.5 trilyun, angka ini lebih besar daripada PDB negara lain di tahun ini, termasuk dengan Cina sendiri, ungkap IMF di Washington. Data ini tidak hanya menunjukkan perbedaan yang menyolok diantara negara, yang disebut purchasing power parity – dimana sering terkait dengan laju inflasi suatu negara pula. Tahun ini, PDB AS diperkirakan akan tumbuh 3.7 persen, naik dari tahun lalu yang mencapai 2.5 persen. AS akan memberikan kontribusi hampir 18 persen pada pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan tahun ini hanya akan tumbuh 3.6 percen. Kontribusi AS masih yang tertinggi dibandingkan negara-negara maju lainnya yang berkontribusi rata-raat sekitar 11 persen, sebagaimana laporan IMF pada 9 Januari kemarin.


Ditengah penguatan yang terjadi di AS, negara-negara berkembang BRIC — Brazil, RussiaIndia dan Cina mendapati masa-masa yang sulit . Dalam 15 tahun terakhir, mereka sebelumnya menjadi pusat perhatian investor dunia. Peringkat kredit Brazil untuk pertama kalinya diturunkan dalam satu dekade ini, sementara Rusia sendiri tengah menghadapi resesi. Perekonomian negeri Beruang merah tersebut rentan dengan jatuhnya harga minyak dan sanksi yang dijatuhkan Eropa. Dua negara asia, India dan Cina mendapat perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi mereka. Nampaknya peran negara-negara berkembang sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi global telah usai. Brazil dan Rusia adalah dua negara BRIC yang paling diujung tanduk saat ini, kegagalan mereka dalam menangani krisis keuangannya bisa menjadikan mereka kehilangan mahkota sebagai negara berkembang. Meski demikin, selamban-lambannya pertumbuhan ekonomi Cina, tetap saja kontribusi mereka ke perekonomian dunia masih lebih baik daripada AS dilihat dari hasil berdasarkan purchasing power parity.


AS memang selangkah didepan diantara negara-negara maju lainnya, ungkap Paul Mortimer-Lee, kapala ekonom BNP Paribas di New York. Presiden ECB Mario Draghi dan para koleganya masih dengan kebijakan pembelian kembali aset mereka untuk menghindari deflasi. Langkah ini sebelumnya manjur dilakukan oleh AS pada 2009. Sementara kebijakan anggaran AS juga dianggap lebih efektif dari kawasan Euro, tambah Mortimer-Lee.


Eropa sendiri disarankan Even Alberto Alesina, seorang profesor dari Harvard University agar melakukan pemangkasan pajak secara agresif untuk meningkatkan keuangan mereka. Sebaliknya, Jepang sendiri nampaknya memilih perekonomiannya kembali sebagaimana saat resesi dengan menaikkan pajak konsumsi hingga sebesar 8 persen dari sebelumnya yang hanya 5 persen pada 1 April 2014. (Lukman Hqeem | @hqeem | 2AC9FBE6)



AS Kembali Menjadi Mesin Ekonomi Dunia

Retail Sales AS Turun Dari Perkiraan

Financeroll – Sebuah data yang dirilis pada hari Rabu (14/1) menunjukan bahwa indeks retail sales AS mengalami penurunan di bulan Desember.


Menurut data yang dikumpulkan oleh Census Bureau , bahwa Retail sales AS telah menurun -0.9% dari 0.7% di bulan November.


Analis telah memperkirakan Retail sales AS turun menjadi 0.2%.


Paska dirilisnya data tersebut, EURUSD menguat 0.24% ke level 1.1799, GBPUSD menguat 0.45% ke level 1.5228, USDCHF melemah -0.26% ke level 1.0173



Retail Sales AS Turun Dari Perkiraan

Pre Open AS Turun

Financeroll – Bursa Wall Street AS bergejolak pada pre open market, Rabu (14/1) investor berfokus tentang proyeksi pertumbuhan global Bank Dunia yang suram dan melihat kerugian untuk komoditas secara terus menerus.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 49 poin ke level 17,486. indeks S & P 500 turun 4.7 poin ke level 2,011.40. Indeks Nasdaq 100 mundur 6,75 poin ke level 4,151.75.



Pre Open AS Turun

Tuesday, January 13, 2015

Pre Open AS Dibuka Naik

Financeroll – Bursa perdagangan pre open Wall Street AS dibuka naik, Selasa (13/1). diperkuat dari ECB yang memberikan tanda untuk segera mengimplementasikan pelonggaran kuantitatif dan penurunan minyak di bawah $45 per barel.


Indeks Dow Jones Industrial Average naik 57 poin atau 0,3% ke level 17,628, indeks S & P 500 naik 6 poin atau 0,3% ke level 2,028.40. Indeks Nasdaq 100 naik 13.25 poin atau 0,3% ke level 4,180.



Pre Open AS Dibuka Naik

Monday, January 12, 2015

Pre Open AS Dibuka Tinggi

Financeroll – Didorong dari penurunan tajam harga minyak, bursa Wall Street AS pada perdagangan pre open terpantau tinggi, Senin (12/1).


Indeks Dow Jones Industrial Average naik 80 poin atau 0,5% ke level 17,729, indeks S & P 500 naik 9.3 poin atau 0,5% ke level 2,044.60, indeks Nasdaq 100 naik 20.25 poin atau 0,5% ke level 4,221.50.



Pre Open AS Dibuka Tinggi

Wednesday, December 31, 2014

PMI Chicago Alami Penurunan di Bulan Desember

Financeroll – Sebuah laporan resmi yang dirilis hari Rabu(31/12), menunjukkan aktifitas manufaktur di wilayah Chicago alami penurunan di bulan Desember.


Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh MNI, menyatakan bahwa PMI Chicago telah alami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 58.3 di bulan Desember.


Survei ekonom telah memperkirakan PMI Chicago yang akan mengalami penurunan menjadi 60.2 di bulan Desember.



PMI Chicago Alami Penurunan di Bulan Desember

Klaim Pengangguran AS Alami Kenaikan

Financeroll – Sebuah laporan resmi yang dirilis pada hari Rabu(31/12), menunjukkan bahwa klaim pengangguran yang diajukan oleh warga Amerika telah alami kenaikan pada pekan yang berakhir pada 27 Desember.


Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS telah menunjukkan bahwa angka klaim pengangguran telah alami kenaikan sebanyak 17.000, yang disesuaikan secara musiman menjadi 298.000 pada pekan yang berakhir pada 27 Desember.


Survei ekonom telah memperkirakan bahwa klaim pengangguran AS akan mengalami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 290.000.


Sementara itu, untuk rata-rata angka klaim pengangguran dalam 4 minggu, telah alami kenaikan sebanyak 250 yang disesuaikan secara musiman menjadi 290.750, sedangkan yang melanjutkan klaim pengangguran telah alami penurunan sebanyak 53.000 yang disesuaikan secara musiman menjadi 2.4 juta pada pekan yang berakhir 20 Desember.


Pasca dirilisnya data tersebut, pasangan GBPUSD diperdagangkan di level 1.5578, EURUSD diperdagangkan di level 1.2134, dan USDJPY diperdagangkan di level 119.55.


 



Klaim Pengangguran AS Alami Kenaikan

Tuesday, December 30, 2014

Harga Rumah Di Amerika Turun Untuk Bulan Oktober

Financeroll – Harga rumah di bulan Oktober tergelincir jatuh, penurunan bulan kedua berturut-turut. Pertumbuhan tahunan menuju laju lambat dalam dua tahun, menurut data yang dirilis hari Selasa.


Harga rumah AS bergerak turun 0,1% pada bulan Oktober, demikian menurut indeks komposit 20-kota S & P / Case-Shiller yang menunjukkan penurunan di 10 kota, ekspansi dalam 8 kota, dan harga nyaris tidak berubah secara signifikan.


Sementara itu, laju pertumbuhan tahunan juga ikut terseret, dengan kalkulasi year to date harga rumah naik 4,5% pada bulan Oktober – laju paling lambat dalam dua tahun – dibandingkan dengan kenaikan tahunan sebesar 4,8% pada bulan September. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones Newswires telah memperkirakan pertumbuhan harga tahununan akan melambat menjadi 4,7% pada bulan Oktober.


Namun setelah penyesuaian musiman, harga rumah di antara 20 kota tergolong naik sekitar 0,8% pada bulan Oktober – hasil terkuat dalam tujuh bulan – dibandingkan dengan kenaikan 0,2% pada bulan September.



Harga Rumah Di Amerika Turun Untuk Bulan Oktober

Monday, December 29, 2014

Aussie Menguat Tipis Dari Dolar AS

Financeroll – Pergerakan kurs valuta asing Aussie terhadap dolar AS terpantau menguat di Selasa (30/12) pagi, dipicu dari merosotnya data Wall Street AS.


AUDUSD menguat 0.05% ke level 0.8135, pair ini berkonsolidasi di level support 0.8128 rendah dan di level resisten 0.8138 tinggi.


Aussie menguat tipis meskipun untuk level intradaynya masih menujukkan pelemahan. Dari data ekonomi fundamental dari kawasan AS, akan dirilis pada pukul 10.00 am indeks CB Consumer Confidence bulan Desember yang diproyeksikan akan menguat dari bulan sebelumnya. Pada pukul 9.00 am akan dirils indeks harga perumahan AS dari Composit 20 S&P bulan Oktober yang diprediksi menurun dari bulan sebelumnya.



Aussie Menguat Tipis Dari Dolar AS

Sunday, December 21, 2014

Pendapatan OPEC Tinggal Separuh, Investor Mulailah Beli Saham

Jatuhnya harga minyak mentah saat ini benar-benar menjadi berkah, terlebih bagi bursa saham AS yang diperkirakan akan mengakhiri catatan penutup tahun ini dengan manis.


FINANCEROLL – Berdasarkan data terkini dari AAA, jatuhnya harga minyak mentah membuat harga ritel gasoline disekitar $2.477, untuk pertama kalinya harga ritel gasoline dibawah $2.50 sejak Januari 2009. Hal ini seiring dengan kesadaran kelas menengah AS dan masyarakat bawah yang ingin bisa menyisihkan uang lebih banyak untuk membeli hadiah Natal dan bepergian mengunjungi sanak saudara.


Syukurlah, apa yang terjadi ini merupakan minyak perangsang bagi kebangkitan ekonomi AS lebih lanjut. Bagaimana tidak, dengan jatuhnya harga minyak membuat jutaan rakyat AS bisa lebih banyak menyisihkan uangnya untuk belanja di akhir tahun dan bepergian kesanak-familinya. Tentunya ini adalah sesuatu yang belum pernah dilihat oleh para investor dalam beberapa bulan ini.


AAA juga menyatakan bahwa setidaknya 98.6 juta rakyat AS akan melakukan perjalanan setidaknya 50 mil atau bahkan lebih selama musim liburan akhir tahun ini, umumnya meraka akan melakukan perjalan darat dengan mengendarai kendaraan sendiri. Bagi sebagian yang memilih moda angkutan udara, jatuhnya harga minyak juga menurunkan harga bahan bakar pesawat terbang. Alhasil harga tiket pesawat juga menurun, sesuatu yang akan menarik minat konsumen untuk bepergian pula dengan pesawat terbang.Kesempatan ini tentu tidak disia-siakan oleh maskapai-maskapai penerbangan untuk meraup penumpang yang lebih banyak lagi. Setidaknya, para investor yang menjadi pemegang saham maskapai tentu sudah melihat potensi dibalik jatuhnya harga minyak mentah saat ini.


Disisi lain, jatuhnya harga minyak mentah ini memang tidak bisa membahagiakan semua pihak. Kartel minyak, OPEC diperkirakan kehilangan separuh pendapatannya. Sebagaimana kita pahami bahwa jatuhnya harga minyak mentah dan komoditi lainnya telah menjadi pukulan yang hebat. Setidaknya sejak pertemuan OPEC pada 27 November kemarin, baik Arab Saudi dan Kuwait telah sama-sama berusaha untuk menunjukkan langkah-langkah penyelamatan pasar disaat harus berjuang pula agar bahtera ini tidak tenggelam oleh sekutu-sekutu mereka yang menurun pendapatannya akibat jatuhnya harga minyak.


Pihak EIA memperkirakan pendapatan di 2014 akan sekitar $700 milyar atau mengalami penurunan sebesar 8% dari 2013. Sesuatu yang tidak terlalu buruk memang. Sebaliknya, bagi kartel minyak diperkirakan mereka akan kehilangan pendapatan hampir $400 milyar di tahun 2015 ini. Ini merupakan separuh pendapatan mereka di 2013 yang bisa menjadi sebuah ancaman serius bagi negara-negara anggota OPEC yang sangat tergantung pendapatannya dari dari minyak untuk membiayai sejumlah program sosial.


Arab Saudi, Kuwait, dan Irak memiliki separuh dari total pendapatan negara-negara OPEC, sehingga saat negara-negara seperti Venezuela dan Angola tidak bisa bertahan dengan jatuhnya harga minyak, hanya masalah waktu saja sebelum kartel tersebut membuat keputusan lain atau sama-sama memangkas produksi minyak jika tidak ingin melihat sejawatnya tenggelam.


Memang OPEC yang telah kehilangan separuh pendapatannya dalam dua tahun ini dan Rubel Rusia yang turun seiring dengan jatuhnya harga minyak, namun belum tentu harga minyak sendiri masih akan seburuk itu.


Mustahil memang untuk merujuk harga pasar secara tepat, namun dari padangan umum terbersit bahwa setidaknya diakhir Juni nanti harga minyak mentah akan kembali naik. Dengan asumsi yang demikian, diyakini bahwa saham-saham sektor ini akan menjadi tujuan yang tepat untuk menjadi sasaran aksi beli kembali saat ini. Khususnya saham-saham sektor minyak dan energi dari daratan Amerika Utara.


Sebelumnya, ketakutan pasar akan jatuhnya harga minyak membuat saham-saham tersebut ditinggalkan oleh para investor. Aksi jual yang dilakukan dan berpaling dari mereka saat menyentuh harga termurahnya dalam lima tahun terakhir ini adalah sesuatu yang absurb. Jika kita berharap harga saham tersebut akan kembali semurah saat 2009 silam dan baru kita akan membelinya, maka langkah ini kurang tepat.


Jadi kenapa masih terbang kesana-kemari, apakah panik ? nampaknya memang demikian. Harga minyak tidak akan kemana-mana, meski harga minyak telah jatuh. Buktinya perusahaan-perusahaan minyak tetap saja mengebor minyak . Ini berarti bahwa harga minyak tidak akan jatuh begitu dalam. Menunggu harga minyak mentah naik kembali, Investor bisa memilah untuk membeli saham-saham di lantai bursa.



Pendapatan OPEC Tinggal Separuh, Investor Mulailah Beli Saham

Wednesday, December 17, 2014

FOMC: Suku Bunga Akan Naik di Tahun 2015

Financeroll – Pada hari Kamis(18/12), Federal Reserve AS telah menegaskan kembali bahwa saat ini mereka tengah berada di jalur menuju kenaikan tingkat suku bunga pada tahun 2015 mendatang, sehingga bank sentral kini tetap pertahankan tingkat suku bunga berada di level rendah untuk beberapa waktu ke depan.


The Fed mengatakan bahwa mereka harus bersabar dalam memutuskan kenaikan tingkat suku bunga ditengah solidnya pertumbuhan domestik di wilayah AS, hal ini disebabkan karena terdapatnya masalah yang lebih luas di luar negeri.


Dalam konferensi pers yang dilakukan oleh Presiden Bank Sentral AS, Janet Yellen menyatakan bahwa “kesabaran” yang dimaksudkan oleh The Fed yaitu kenaikan tingkat suku bunga setidaknya di bulan April atau kuartal dua tahun 2015 mendatang.


Yellen juga menyerukan meski terjadinya penurunan tajam pada harga energi saat ini, namun The Fed tetap yakin bahwa pada akhirnya inflasi akan lebih tinggi dan lebih mudah mencapai target inflasi bank sentral sebesar 2%. Ia menyarankan bahwa para pejabat resmi bank sentral akan merasa nyaman terhadap kenaikan tersebut sejauh tanda-tanda ekonomi alami penguatan.


 



FOMC: Suku Bunga Akan Naik di Tahun 2015

Tuesday, December 16, 2014

Dolar Melemah Terhadap Swiss franc

Financeroll – Diperdagangkan sedikit lebih tinggi Swiss Franc menguat terhadap dolar AS, Selasa (16/12) meskipun masih tetap sentuh level 17 bulan rendah dalam sesi sebelumnya.


USDCHF melemah -0.48% ke level 0.9610, pair ini berkonsolidasi ke level support 0.9606 dan di level resisten 0.9658.


Mata uang Swiss pulih melawan greenback dikarenakan kebijakan monter The Fed akan dimulai pada hari ini. Investor cenderung untuk memperhatikan seperti frase waktu yang mungkin akan digantikan dengan keputusan kenaikan suku bunga US.



Dolar Melemah Terhadap Swiss franc

Friday, December 12, 2014

Sentimen Konsumen AS Naik

Financeroll – Sentimen konsumen AS UoM naik lebih dari yang diharapkan bulan lalu, seperti yang ditunjukkan dari data hari Jumat, (12/12).


Dalam sebuah laporan, University of Michigan mengatakan bahwa sentimen konsumen naik menjadi 93.8 yang secara musiman disesuaikan dari 88.8 dalam bulan sebelumnya. Pasar mengharapkan UoM konsumen sentimen naik ke 89.7 bulan lalu.



Sentimen Konsumen AS Naik

PPI AS Ambles

Financeroll – Harga produsen AS jatuh secara musiman pada bulan November, penurunan selama tiga bulan, seperti yang dilaporkan data hari ini, Jumat (12/12).


Dilaporkan dari Departemen tenaga kerja PPI AS turun -0.2% dari bulan sebelumnya 0.2%, pasar memproyeksikan turun -01%. Dipicu dari amblesnya dalam harga minyak global.


Harga energi turun lebih dari 3% untuk bulan kedua berturut-turut. Harga layanan naik 0,1% bulan lalu, jauh lebih kecil daripada naik 0,5% di bulan sebelumnya. Biaya Grosir barang turun 0,7%, drop terbesar sejak bulan April 2013. Selama tahun lalu, secara keseluruhan harga produsen telah meningkat 1,4% naik tipis sejak Februari.



PPI AS Ambles

Pre Open AS Turun

Financeroll – Bursa perdagangan Wall Street AS pada pre opennya dibuka turun, Jumat (12/12).  Dipicu dari harga minyak yang merosot.


Indeks Dow Jow futures turun 112 poin atau 0.6% ke level 17.398, indeks S&P 500 turun 11.9 poin atau 0.6% ke level 2.011.90, indeks Nasdaq 100 futures turun 32 poin atau 0.8% ke level 4.200.50.


Seperti diketahui, penjualan ritel naik 0,7 persen, tertinggi dalam delapan bulan. kecuali dari penjualan bensin yang jatuh. Adapun saham-saham yang menopang seperti, Cisco naik 0.45%, Momo bisnis daring mencari jodoh via online naik 26.07%, adobe turun -0.16%



Pre Open AS Turun