Showing posts with label Komoditi. Show all posts
Showing posts with label Komoditi. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

Efek SNB Masih Dukung Emas, Minyak Mentah Turun Dihantui Pertumbuhan Ekonomi Global

Financeroll – Pergerakan yang cukup besar terjadi pada perdagangan emas yang masih bergerak naik dalam tujuh hari berturut-turut. Emas untuk pengiriman Februari ditutup naik $17,30, atau 1,4%, pada $1,294.20 per ounce, pada New York Mercantile Exchange, penutupan tertinggi harga emas sejak 19 Agustus. Rally selama tujuh hari ini telah mengakibatkan kenaikan 7,1% pada harga emas. Pada bulan ini, emas telah naik 9,3%. Emas naik setelah Swiss National Bank (SNB) pekan lalu memicu gejolak di pasar mata uang dan investor masih tetap menunggu sebuah pertemuan minggu ini dari Bank Sentral Eropa.


Dari pernyataan SNB terlihat ada kekhawatiran mengenai perkembangan ekonomi global. Hal ini lah yang direspon positif oleh para pelaku perdagangan emas yang pada awalnya sempat beralih untuk membeli dolar namun setelah melihat ada indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi global berbalik memburu aset safe-haven ini.


Di sisi lain euro tetap berada di bawah tekanan di tengah ekspektasi yang semakin meningkat bahwa ECB akan memulai program pelonggaran kuantitatif pada hari Kamis besok, dalam upaya untuk mencegah ancaman deflasi di kawasan euro. Ketidakpastian atas hasil dari pemilu Yunani, yang akan diselenggarakan pada hari Minggu, dengan partai anti-bailout Syriza terkemuka di jajak pendapat juga lebih mendorong permintaan untuk aset safe-haven.


Masih dengan isu yang sama, harga minyak mentah kembali tertekan di sesi Selasa. Minyak mentah berjangka untuk pengiriman Februari  turun $2,30, atau 4,7%, menjadi berakhir pada $46,39 per barel. Di London, Brent untuk pengirman Maret, juga menyerah pada tekanan jual, jatuh 85 sen, atau 1,7%, berakhir di $47,99 per barel. Pertumbuhan ekonomi global yang melambat bisa menekan permintaan terhadap komoditas strategis ini.


Hari ini para pelaku perdagangan masih akan tetap memantau semua berita dan data yang terkait dengan isu utama di atas. Dari jadwal, data ekonomi yang cukup penting untuk diawasi hari ini adalah Claimant Count dari Inggris dan Building Permits dari Amerika Serikat. Trend yang saat ini terjadi pada bursa komoditas untuk hari ini masih mungkin untuk berlanjut.



Efek SNB Masih Dukung Emas, Minyak Mentah Turun Dihantui Pertumbuhan Ekonomi Global

Sunday, January 18, 2015

Perak Mantap Tembus Batas Segi Tiga

Financeroll – Akhir pekan lalu harga perak (XAGUSD) terus meningkat dan dengan mantap berhasil menembus batas atas pola segitiga yang sejak Oktober tahun lalu menjadi ruang gerak konsolidasi jangka menengah, kini di 16.98. Di sesi akhir pekan pasca data inflasi Amerika Serikat, XAGUSD menanjak ke 17.81 dan berakhir di 17.68. Saat analisa ini disusun pada kerangka waktu intraday mulai terjadi koreksi yang bisa membawa XAGUSD sedikit menurun ke target-target di 17.55 dan 17.20.


Peluang naik hari ini masih akan ada jika support-support itu bertahan dengan target naik berikutnya di level 50% Fibonacci retracement di 18.07. Area tersbeut adalah salah satu target koreksi jangka menengah yang biasanya tidak akan mudah untuk dilintasi jika momentum pergerakan tidak besar.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 


 



Perak Mantap Tembus Batas Segi Tiga

Friday, January 16, 2015

Emas Uji Trend Line jangka Menengah

Financeroll – Sempat bergerak sideways, data CPI Amerika Serikat akhirnya mampu memberikan sedikit dorongan ke atas hingga harga emas (XAUUSD) bisa mencapai 1269.55, menguji trend line menurun jangka menengah yang penting untuk terus dicermati karena bisa memicu terjadinya aksi beli lebih banyak. Jika zona ini ditembus, XAUUSD berpotensi untuk menegejar target berikutnya, salah satunya adalah 1277.10.


Namun jika nanti di awal sesi Amerika atau menjelang penutupan sesi Eropa trend line tersebut tetap bertahan, XAUUSD bisa terkoreksi ke beberapa support intraday yang saat ini terpantau di 1254.85 dan 1249.90. Akan terbentuk potensi konsolidasi pada kerangka waktu intraday jika XAUUSD akhirnya terjebak di antara zona-zona penting itu. Konsolidasi tersebut berpotensi berlangsung hingga awal pekan depan.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



Emas Uji Trend Line jangka Menengah

Thursday, January 15, 2015

Perak Coba Menanjak Lagi

Financeroll –  Penutupan negatif harga perak (XAGUSD) di akhir sesi Rabu ternyata masih belum mampu mendorong sentimen negatif untuk menerjang zona support pada grafik harian di 16.45. Bahkan hari ini XAGUSD sempat kembali mendekatinya sebelum rebound ke 17.14. Seperti terlihat pada grafik 4-jam dan harian, saat ini XAGUSD sedang menghadapi dua zona resistensi kuat, salah satunya adalah level 38,2% Fibonacci retracement di 17.25.


Hingga kini belum terlihat indikasi yang kuat bagi potensi penetrasi terhadap level tersebut. Jika gagal menembusnya maka XAGUSD bisa berbalik ke zona support dinamis di grafik 15-menit yang saat ini berada di 16.60. Jika pasca data-data Amerika Serikat momentum naik bisa bertambah, XAGUSD berpeluang untuk menyentuh resistance berikutnya di 17.81.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



Perak Coba Menanjak Lagi

Tuesday, January 13, 2015

Perak Menanjak Sentuh Segitiga

Financeroll – Setelah sideways selama dua hari akhirnya harga perak (XAGUSD) memperoleh momentum naik. Saat analisa ini disusun XAGUS telah bergerak naik dari 16.54 ke 17.03. Level tertinggi sementara ini tepat di trend line menurun atau batasan atas pola segitiga yang menjadi ruang gerak harga komoditas ini untuk jangka menengah. Dengan kata lain saat ini XAGUSD sedang menghadapi sebuah wilayah pertahanan yang kuat dan penting. Biasanya tidak akan mudah untuk menmbus zona semacam ini.


Jika gagal menembusnya, pergerakan intraday XAGUSD bisa berbalik ke arah bawah, terkoreksi, dengan target-target pada grafik intraday kini berada di 16.80 dan 16.60. Meskipun koreksi bisa terjadi segera, XAGUSD masih berpeluang untuk terus naik hingga terbukti batasan atas segitiga itu tetap bertahan pasca beberapa kali pengujian.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 


 



Perak Menanjak Sentuh Segitiga

Monday, January 12, 2015

Gagal Tembus Trend Line, Intraday XAU Menukik

Financeroll – Penutupan positif harga emas (XAUUSD) di akhir pekan lalu masih bisa dilanjutkan pagi hingga siang tadi hingga harga komoditas ini sempat berada di 1231.05, tertinggi sejak 11 Desember 2014. Seperti terihat pada grafik 4-jam atau harian, XAUUSD telah menyentuh sebuah trend line menurun atau batas atas pola segitiga yang menjadi ruang gerak konsolidasi jangka menengah. Batasan atas tersebut hari ini berada di 1227.90. Meskipun sempat berada di atasnya, ternyata momentum naik belum cukup kuat untuk menembusnya.


Kini pergerakan intraday XAUUSD kembali menukik dengan level terendah sementara di 1217.40, berdekatan dengan salah satu moving average pada grafik 1-jam di 1217.50. Tak jauh di bawahnya juga ada sebuah trend line menanjak yang menjadi zona support penting bagi trend intraday, di 1213.50. XAUUSD berpotensi untuk menguji area ini. Jika masih bisa bertahan XAUUSD bisa rebound dari area support tersebut, untuk menguji salah satu resistance intraday di 1224.40 dan selanjutnya bergerak sideways hingga penutupan.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



Gagal Tembus Trend Line, Intraday XAU Menukik

Thursday, January 8, 2015

Ditutup Negatif, Perak Masih Cenderung Sideways Jelang NFP

Financeroll – Gagal untuk menembus level tertinggi sesi Selasa di 16.69, salah satu resistance intraday, di sesi kamis harga perak (XAGUSD) kembali menurun dan berakhir negatif di 16.34. Penurunan tesebut tidak memberi indikasi apapun karena trend ini masih tetap berada di fase konsolidasi pda jangka waktu intraday hingga menengah.


Kini para pelaku perdagangan menyorotkan fokus mereka pada data pertumbuhan tenaga kerja di Amerika Serikat (Nonfarm Payroll). Hingga beberapa saat menjelang data teresbut dirilis, tampaknya tidak akan terjadi pergerakan besar pada harga komoditas ini. Potensi naik guna melanjutkan rebound di akhir pekan lalu masih ada hanya saja XAGUSD harus bisa menembus 16.69 untuk segera mengejar batasan atas pola segitiga yang hari ini berada di 17.05.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



Ditutup Negatif, Perak Masih Cenderung Sideways Jelang NFP

OIL Konsolidasi Jelang NFP

Financeroll –  Setelah rebound di sesi Rabu, sejak kemarin hingga siang ini pergerakan harga minyak mentah (OIL) masih tetap saja mendatar. Kisaran pergerakAn sideways dalam tiga hari terakhir adalah 46.84 dan 49.64. Kini para pelaku sedang menunggu data Nonfarm Payroll, jika data ini meningkat bisa berarti baik bagi ekonomi Amerika Serikat dan imbasnya bisa meningkatkan permintaan terhadap minyak mentah.


Pun demikian secara teknikal, seperti terlihat apda garfik harian, OIL maish tetap berada di bawah moving average yang berperan sebagai resistance dinamis jangka pendek-menengah, hari ini berada di 51.90. Selama tidak terjadi penutupan yang cukup jauh di atasnya pada grafik harian, OIL masih rentan untuk terpukul lagi.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



OIL Konsolidasi Jelang NFP

Sunday, December 28, 2014

Pekan Depan Emas Diproyeksi Stagnan

Financeroll – Meski masih dibayangi oleh tren bearish menyusul sinyal kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate yang kian kuat, pekan depan emas diproyeksikan tidak akan bergerak banyak.


Tapi untuk emas pekan depan masih stagnan di kisaran US$1.100 per troy ounce meski melihat akan tetap lemah.


Pada penutupan perdagangan pekan ini kontrak emas di Commodity Exchange (Comex) tercatat menguat 1,86% menjadi US$1.195,30 per troy ounce. Adapun, emas spot tercatat menguat 1,89% ke level US$1.196 per troy ounce.


Kenaikan ini dipicu oleh spekulasi bahwa Bank Sentral China akan menggelontorkan stimulus untuk memastikan ketahanan perekonomiannya. Jika hal itu direalisasikan pasar memprediksi permintaan emas pun akan meningkat mengingat China adalah konsumen terbesar di dunia



Pekan Depan Emas Diproyeksi Stagnan

Sunday, December 21, 2014

Pendapatan OPEC Tinggal Separuh, Investor Mulailah Beli Saham

Jatuhnya harga minyak mentah saat ini benar-benar menjadi berkah, terlebih bagi bursa saham AS yang diperkirakan akan mengakhiri catatan penutup tahun ini dengan manis.


FINANCEROLL – Berdasarkan data terkini dari AAA, jatuhnya harga minyak mentah membuat harga ritel gasoline disekitar $2.477, untuk pertama kalinya harga ritel gasoline dibawah $2.50 sejak Januari 2009. Hal ini seiring dengan kesadaran kelas menengah AS dan masyarakat bawah yang ingin bisa menyisihkan uang lebih banyak untuk membeli hadiah Natal dan bepergian mengunjungi sanak saudara.


Syukurlah, apa yang terjadi ini merupakan minyak perangsang bagi kebangkitan ekonomi AS lebih lanjut. Bagaimana tidak, dengan jatuhnya harga minyak membuat jutaan rakyat AS bisa lebih banyak menyisihkan uangnya untuk belanja di akhir tahun dan bepergian kesanak-familinya. Tentunya ini adalah sesuatu yang belum pernah dilihat oleh para investor dalam beberapa bulan ini.


AAA juga menyatakan bahwa setidaknya 98.6 juta rakyat AS akan melakukan perjalanan setidaknya 50 mil atau bahkan lebih selama musim liburan akhir tahun ini, umumnya meraka akan melakukan perjalan darat dengan mengendarai kendaraan sendiri. Bagi sebagian yang memilih moda angkutan udara, jatuhnya harga minyak juga menurunkan harga bahan bakar pesawat terbang. Alhasil harga tiket pesawat juga menurun, sesuatu yang akan menarik minat konsumen untuk bepergian pula dengan pesawat terbang.Kesempatan ini tentu tidak disia-siakan oleh maskapai-maskapai penerbangan untuk meraup penumpang yang lebih banyak lagi. Setidaknya, para investor yang menjadi pemegang saham maskapai tentu sudah melihat potensi dibalik jatuhnya harga minyak mentah saat ini.


Disisi lain, jatuhnya harga minyak mentah ini memang tidak bisa membahagiakan semua pihak. Kartel minyak, OPEC diperkirakan kehilangan separuh pendapatannya. Sebagaimana kita pahami bahwa jatuhnya harga minyak mentah dan komoditi lainnya telah menjadi pukulan yang hebat. Setidaknya sejak pertemuan OPEC pada 27 November kemarin, baik Arab Saudi dan Kuwait telah sama-sama berusaha untuk menunjukkan langkah-langkah penyelamatan pasar disaat harus berjuang pula agar bahtera ini tidak tenggelam oleh sekutu-sekutu mereka yang menurun pendapatannya akibat jatuhnya harga minyak.


Pihak EIA memperkirakan pendapatan di 2014 akan sekitar $700 milyar atau mengalami penurunan sebesar 8% dari 2013. Sesuatu yang tidak terlalu buruk memang. Sebaliknya, bagi kartel minyak diperkirakan mereka akan kehilangan pendapatan hampir $400 milyar di tahun 2015 ini. Ini merupakan separuh pendapatan mereka di 2013 yang bisa menjadi sebuah ancaman serius bagi negara-negara anggota OPEC yang sangat tergantung pendapatannya dari dari minyak untuk membiayai sejumlah program sosial.


Arab Saudi, Kuwait, dan Irak memiliki separuh dari total pendapatan negara-negara OPEC, sehingga saat negara-negara seperti Venezuela dan Angola tidak bisa bertahan dengan jatuhnya harga minyak, hanya masalah waktu saja sebelum kartel tersebut membuat keputusan lain atau sama-sama memangkas produksi minyak jika tidak ingin melihat sejawatnya tenggelam.


Memang OPEC yang telah kehilangan separuh pendapatannya dalam dua tahun ini dan Rubel Rusia yang turun seiring dengan jatuhnya harga minyak, namun belum tentu harga minyak sendiri masih akan seburuk itu.


Mustahil memang untuk merujuk harga pasar secara tepat, namun dari padangan umum terbersit bahwa setidaknya diakhir Juni nanti harga minyak mentah akan kembali naik. Dengan asumsi yang demikian, diyakini bahwa saham-saham sektor ini akan menjadi tujuan yang tepat untuk menjadi sasaran aksi beli kembali saat ini. Khususnya saham-saham sektor minyak dan energi dari daratan Amerika Utara.


Sebelumnya, ketakutan pasar akan jatuhnya harga minyak membuat saham-saham tersebut ditinggalkan oleh para investor. Aksi jual yang dilakukan dan berpaling dari mereka saat menyentuh harga termurahnya dalam lima tahun terakhir ini adalah sesuatu yang absurb. Jika kita berharap harga saham tersebut akan kembali semurah saat 2009 silam dan baru kita akan membelinya, maka langkah ini kurang tepat.


Jadi kenapa masih terbang kesana-kemari, apakah panik ? nampaknya memang demikian. Harga minyak tidak akan kemana-mana, meski harga minyak telah jatuh. Buktinya perusahaan-perusahaan minyak tetap saja mengebor minyak . Ini berarti bahwa harga minyak tidak akan jatuh begitu dalam. Menunggu harga minyak mentah naik kembali, Investor bisa memilah untuk membeli saham-saham di lantai bursa.



Pendapatan OPEC Tinggal Separuh, Investor Mulailah Beli Saham