Showing posts with label metals. Show all posts
Showing posts with label metals. Show all posts

Sunday, December 28, 2014

Tahun Depan Harga Emas Bisa Melemah ke US$900

Financeroll – Emas masih digelayuti tren bearish di tengah prospek peningkatan suku bunga acuan Amerika Serikat dan perlambatan perekonomian global. Harganya bahkan diprediksi bisa melemah ke bawah US$1.000/troy ounce pada 2015.


Kombinasi 2 faktor itu akan membuat emas kian ambruk. Emas di tahun 2015 bisa bisa saja ke US$900/troy ouce. Apalagi kalau rupiah melemah.


Kenaikan suku bunga AS diyakini bisa mengerek nilai dolar AS terhadap mata uang lainnya. Hal ini lantas akan mengurangi minat pasar terhadap emas sebagai safe haven lantaran dolar dipandang lebih menarik dan prospektif di tengah perbaikan ekonomi Negeri Paman Sam itu.


Di sisi lain, dari kondisi supply and demand perlambatan ekonomi Negeri Panda ikut menggerus permintaan. China tercatat menggeser posisi India sebagai konsumen emas terbesar di dunia pascabeleid pembatasan importasi emas oleh India untuk mempersempit defisit neraca transaksi berjalannya.



Tahun Depan Harga Emas Bisa Melemah ke US$900

Pekan Depan Emas Diproyeksi Stagnan

Financeroll – Meski masih dibayangi oleh tren bearish menyusul sinyal kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate yang kian kuat, pekan depan emas diproyeksikan tidak akan bergerak banyak.


Tapi untuk emas pekan depan masih stagnan di kisaran US$1.100 per troy ounce meski melihat akan tetap lemah.


Pada penutupan perdagangan pekan ini kontrak emas di Commodity Exchange (Comex) tercatat menguat 1,86% menjadi US$1.195,30 per troy ounce. Adapun, emas spot tercatat menguat 1,89% ke level US$1.196 per troy ounce.


Kenaikan ini dipicu oleh spekulasi bahwa Bank Sentral China akan menggelontorkan stimulus untuk memastikan ketahanan perekonomiannya. Jika hal itu direalisasikan pasar memprediksi permintaan emas pun akan meningkat mengingat China adalah konsumen terbesar di dunia



Pekan Depan Emas Diproyeksi Stagnan