Showing posts with label Gold. Show all posts
Showing posts with label Gold. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Emas Kembali Berkilau Pagi Ini

Financeroll – Pada sesi perdagangan pagi ini, emas terpantau naik karena masih dibawah pengaruh data non farm yang jauh dibawah ekspektasi pasar Jumat lalu.


Emas untuk pengiriman Februari naik 0.81 persen atau 9.80 basis point ke level 1,225.90. Sementara itu, di bursa Tokyo emas untuk pengiriman Desember turun 6 basis point atau 0.13 persen ke level JPY/g 4,641.


Pada sesi perdagangan Jumat lalu, Emas untuk pengiriman segera naik 2,9 persen minggu menjadi $ 1,223.25 per ounce. Tahun lalu, harga turun 1,4 persen karena ekuitas naik dan sebuah perbaikan ekonomi AS memangkas permintaan untuk aset safe haven. Pada tahun 2013, logam mulia anjlok 28 persen.


Harga naik 70 persen dari Desember 2008 sampai Juni 2011 karena bank sentral meningkatkan pasokan uang dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, memacu kekhawatiran bahwa inflasi akan lebih cepat terjadi.



Emas Kembali Berkilau Pagi Ini

Tuesday, January 6, 2015

Emas Alami Kenaikan Beruntun Sesi Ketiga

Financeroll – Harga emas menguat untuk sesi ketiga pada hari Selasa di pasar Amerika, didorong oleh semakin membaiknya kenaikan permintaan untuk instrument investasi yang aman di tahun baru dibanding dengan instrument ekuitas dan aset berisiko lainnya.


Emas untuk GCG5 pengiriman Februari, rally $ 15,40, atau 1,3%, sempat ditengah sesi diperdagangkan pada level $ 1,219.40 per ounce,namun pada akhirnya ditutup pada level $ 1,219.00 per ounce. Sementara perak untuk pengiriman Maret SIH5, naik 42 sen, atau 2,6%, ke level $ 16,64 per ounce.



Emas Alami Kenaikan Beruntun Sesi Ketiga

Monday, January 5, 2015

Emas Semakin Membaik

Financeroll – Emas berjangka naik untuk sesi kedua berturut-turut pada waktu perdagangan Amerika karena krisis politik Yunani dan penurunan perdagangan ekuitas mendorong permintaan untuk logam mulia sebagai aset alternatif.


Di Comex New York, emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 1,5 persen ke level $ 1.204 per ounce pada pertengahan sesi perdagangan Amerika dan bertahan sampai akhir sesi perdagangan. Pada 2 Januari, harga naik 0,2 persen.



Emas Semakin Membaik

Sunday, January 4, 2015

Emas Ditutup Naik Tipis Pada Sesi Jumat

Financeroll – Dollar menyentuh level tertinggi terhadap euro yang mengakibatkan emas kembali terpuruk pada awal tahun. Namun pada sesi perdagangan jumat, emas terlihat kembali berangsur membaik dengan membukukan kenaikan tipis.


Emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 0,2 persen untuk menetap di $ 1,186.20 per ounce pada sesi perdagngan Comex di New York. Sebelumnya, harga menyentuh $ 1,167.30, terendah sejak 1 Desember, karena dolar naik ke level tertinggi 4 1/2-tahun terhadap euro.


Nilai Perdagangan adalah 22 persen di bawah rata-rata 100-hari untuk saat ini, demikian data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan. Emas tahun lalu membukukan kerugian tahunan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak tahun 1998.



Emas Ditutup Naik Tipis Pada Sesi Jumat

Monday, December 29, 2014

Emas Terhempas Tipis

Financeroll – Emas jatuh karena spekulasi bahwa kenaikan minggu lalu dinaggap cendrung dibesar-besarkan di tengah prospek untuk dolar yang lebih kuat dan permintaan investor yang kian melemah.


Logam naik 1,9 persen pada 26 Desember, kenaikan terbesar dalam lebih dari dua minggu, karena spekulasi bahwa China akan mengambil langkah-langkah lebih untuk meningkatkan perekonomian. Holdings di SPDR Gold Trust, exchange-traded product terbesar didukung oleh logam, telah turun ke posisi terendah enam tahun dan Bloomberg Indeks Dollar Spot berada dekat level tertinggi dalam lima tahun.


Emas untuk pengiriman segera (imediate delivery) turun 0,2 persen menjadi $ 1,193.18 per ounce pada sesi perdagangan di London, demikian menurut data harga generik Bloomberg. Emas sedang menuju kerugian kuartal kedua. Emas untuk pengiriman Februari melemah 0,2 persen menjadi $ 1,193.10 per ounce di Comex New York.


Penguatan permintaan fisik emas masih dapat memberikan dukungan pada stabilitas harga emas, kata Hansen, kepala strategy komoditas Saxo Bank. Tiongkok mengimpor 149.257 kilogram emas dari Hong Kong pada bulan November, naik 34 persen dari bulan sebelumnya, menurut data hari ini dari Departemen Sensus dan Statistik kota.



Emas Terhempas Tipis

Emas Terpantau Stagnan

Financeroll – Harga emas terlihat stagnan pada sesi perdagangan hari Senin, naik sedikit lebih tinggi setelah mengalami beberapa ayunan negatif selama seminggu sebelum Natal.


Berdasarkan data mutakhir, emas untuk pengiriman Februari GCG5, naik 40 sen menjadi $ 1,195.80 per ounce. Berbeda tipis dengan emas, Perak untuk pengiriman Maret SIH5 juga naik tipis 0.02 persen ke level $ 16,20 per ounce.



Emas Terpantau Stagnan

Sunday, December 28, 2014

Tahun Depan Harga Emas Bisa Melemah ke US$900

Financeroll – Emas masih digelayuti tren bearish di tengah prospek peningkatan suku bunga acuan Amerika Serikat dan perlambatan perekonomian global. Harganya bahkan diprediksi bisa melemah ke bawah US$1.000/troy ounce pada 2015.


Kombinasi 2 faktor itu akan membuat emas kian ambruk. Emas di tahun 2015 bisa bisa saja ke US$900/troy ouce. Apalagi kalau rupiah melemah.


Kenaikan suku bunga AS diyakini bisa mengerek nilai dolar AS terhadap mata uang lainnya. Hal ini lantas akan mengurangi minat pasar terhadap emas sebagai safe haven lantaran dolar dipandang lebih menarik dan prospektif di tengah perbaikan ekonomi Negeri Paman Sam itu.


Di sisi lain, dari kondisi supply and demand perlambatan ekonomi Negeri Panda ikut menggerus permintaan. China tercatat menggeser posisi India sebagai konsumen emas terbesar di dunia pascabeleid pembatasan importasi emas oleh India untuk mempersempit defisit neraca transaksi berjalannya.



Tahun Depan Harga Emas Bisa Melemah ke US$900

Pekan Depan Emas Diproyeksi Stagnan

Financeroll – Meski masih dibayangi oleh tren bearish menyusul sinyal kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate yang kian kuat, pekan depan emas diproyeksikan tidak akan bergerak banyak.


Tapi untuk emas pekan depan masih stagnan di kisaran US$1.100 per troy ounce meski melihat akan tetap lemah.


Pada penutupan perdagangan pekan ini kontrak emas di Commodity Exchange (Comex) tercatat menguat 1,86% menjadi US$1.195,30 per troy ounce. Adapun, emas spot tercatat menguat 1,89% ke level US$1.196 per troy ounce.


Kenaikan ini dipicu oleh spekulasi bahwa Bank Sentral China akan menggelontorkan stimulus untuk memastikan ketahanan perekonomiannya. Jika hal itu direalisasikan pasar memprediksi permintaan emas pun akan meningkat mengingat China adalah konsumen terbesar di dunia



Pekan Depan Emas Diproyeksi Stagnan

Wednesday, December 17, 2014

Emas Naik Tipis Di Sesi Asia

Financeroll – Emas diperdagangkan di area dekat titik terendah dalam dua minggu terakhir setelah para pembuat kebijakan AS beritikad untuk menjaga biaya pinjaman tetap rendah untuk waktu-waktu mendatang


Emas berjangka untuk pengiriman dalam waktu terdekat (intermediate delivery) diperdagangkan pada level $ 1,189.78 per ounce pada perdagangan pagi ini di Singapura, naik dari level $ 1,189.71 pada perdagangan kemarin. Harga sempat jatuh ke level $ 1,183.89, terendah sejak 1 Desember lalu, setelah pernyataan the Fed tadi malam, demikian menurut data harga generik dari bloomberg.



Emas Naik Tipis Di Sesi Asia

Sunday, December 14, 2014

Meskipun Turun, Emas Tetap Naik Secara Mingguan

Financeroll – Harga emas tergelincir untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan hari Jumat market Amerika tapi secara mingguan masih terbilang membukukan kenaikan sebesar hampir 3%.


Emas untuk pengiriman Februari GCG5, terpeleset $ 3,10, atau 0,3%, dan stand by di level $ 1,222.50 per ounce, sementara perak Maret SIH5, kehilangan 6 sen, atau 0,3%, dan bertengger di level $ 17,06 per ounce.


Logam mulia secara mingguan tetap terbilang naik karena para investor bereaksi positif atas laporan ekonomi Jepang dan Tiongkok yang masih dibawah ekspektasi pelaku pasar, ditambah dengan kekhawatiran atas pemilihan umum di Yunani dan penurunan di pasar ekuitas global.


Emas telah menunjukkan “gerakan normal dan dan sedikit berisi” setelah breakout yang membawanya ke level $ 1.240, “dan” secara umum tetap masih bisa dibilang uptrend, “kata Colin Cieszynski, kepala strategi pasar di CMC Markets, dalam sebuah catatan Jumat. Logam ini telah naik 4% dalam satu bulan, meskipun secara tahunan hanya naik 1,3%.

Dalam perdagangan logam lainnya, Januari platinum PLF5, jatuh $ 10,70, atau 0,9%, menjadi $ 1,231.50 per ounce, sedangkan paladium Maret PAH5, membukukan kerugian sebesar $ 3,05, atau 0,4%, kemudian stand by di level $ 816,55 per ounce.



Meskipun Turun, Emas Tetap Naik Secara Mingguan

Thursday, December 11, 2014

Emas Terpukul Untuk Hari Kedua

Financeroll – Harga emas turun pada sesi kedua hari Kamis di waktu perdagangan Amerika karena membaiknya laporan penjualan ritel yang memukul permintaan emas dan sangat membantu pergerakan positif pasar ekuitas AS.


Emas untuk pengiriman Februari GCG5, sempat jatuh sebesar $ 3,80, atau 0,3%, ke level$ 1,225.60 per ounce namun berhasil kembali pada level 1,227.70.


Departemen Perdagangan Amerika merilis sebuah laporan perkiraan penjualan ritel yang diperkirakan lebih baik dari sebelumnya. Sementara itu, David Gurwitz Charles mengatakan bahwa ia mengharapkan emas untuk kembali ke level tertinggi, tetapi itu tidak berarti akan terjadi dalam waktu dekat.


“Untuk Siklus jangka panjang, emas terbukti telah menjadi instrument dipercaya,” katanya. “Ini hanya karena siklus temporer saja, tapi bukan berarti bisa kembali seperti semula dengan cepat. Bagaimanapun emas bisa tetap dipercaya untuk sementara waktu, ” katanya menambahkan



Emas Terpukul Untuk Hari Kedua

Tuesday, December 9, 2014

Emas Mulai Bercahaya Kembali

Financeroll – Emas berjangka melonjak ke level tertinggi sejak enam minggu terakhir karena penurunan yang terjadi di pasar ekuitas yang menghidupkan kembali permintaan untuk logam mulia.


Sejak 7 November, logam telah naik 9 persen dari level terendah empat tahun. Tanda-tanda bahwa bank sentral di Eropa dan Asia akan meningkatkan jumlah uang beredar yang akan menghidupkan kembali daya tarik emas sebagai alat penyimpan nilai yang populer.


Emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 3,1 persen menjadi ditutup pada $ 1.232 per ounce di Comex di New York. Sebelumnya, harga mencapai $ 1.239, tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 23 Oktober,nilaisecara perdagangan agregat adalah 54 persen di atas rata-rata 100 hari, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.



Emas Mulai Bercahaya Kembali

Sunday, December 7, 2014

Meski Sempat Terhempas, Emas Ditutup Naik

Financeroll – Harga emas merosot pada perdagangan Jumat karena laporan pekerjaan yang lebih bagus dari perkiraan. Namun logam mulia masih berhasil membukukan kenaikan mingguan 1,3% lebih tinggi pada penutupan perdagangan Amerika.


Departemen Tenaga Kerja mengatakan AS menambah 321.000 pekerjaan pada bulan November, kenaikan terbesar sejak Januari 2012 dan jauh melampaui 235.000 yang diharapkan. Rata-rata upah per jam melonjak 9 sen, atau 0,4%, setelah dua pembacaan lemah, meskipun peningkatan 12 bulan sedikit berubah pada 2,1%.


Emas untuk pengiriman Februari GCG5 turun sebanyak $ 17,30, atau 1,4%, dan berada diposisi $ 1,190.40 per ounce.


Data ekonomi yang lebih bagus dari perkiraan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang yang akan melemahkan permintaan emas karena tidak menghasilkan bunga yang menjanjikan.


Sehari sebelumnya, emas ditutup di posisi merah tapi tetap berdiri dekat di level US $ 1.200 per ounce setelah Bank Sentral Eropa memutuskan untuk menunda stimulus tambahan. ECB mempertahankan suku bunga utamanya pada level 0,05% dan mengumumkan bahwa mereka akan menunggu sampai 2015 untuk mempertimbangkan langkah-langkah dukungan pasar tambahan, termasuk membeli utang Eropa.



Meski Sempat Terhempas, Emas Ditutup Naik

Sunday, November 30, 2014

Emas Masih Akan Tertekan, SNB Batasi Pembelian Emas


Referendum Swiss berpeluang besar dimenangkan putusan untuk tidak mempertebal cadangan emasnya. Investor siap-siap mengalami penurunan harga emas kembali.



FINANCEROLL – Harga emas sekonyong-konyong terus turun hingga mencapai ke harga termurahnya dalam empat tahun ini di $1,132.16 per ons pada 7 November kemarin. Data yang dirilis oleh Bloomberg menyatakan terjadinya penjualan 146.7 ton emas oleh para investor dalam perdagangan exchange-traded products (ETP) sepanjang 2014, setara dengan penurunan nilai produknya sebesar $7.5 milyar.


Tanda-tanda inflasi yang masih terkendali didunia ini membuat emas semakin tidak menarik untuk menjadi pilihan investasi. Laju inflasi di Eropa saat ini mengalami perlambatan pula, bahkan dibulan November ini telah berada di posisi terendah dalam lima tahun ini. Alhasil pihak European Central Bank (ECB) sudah siap sedia dengan kebijakan stimulus yang sebelumnya belum pernah mereka jalankan.


Laju penurunan harga emas memang tertahan dengan aksi beli yang dilakukan sejumlah bank-bank sentral untuk meningkatkan cadanga devisa mereka dalam bentuk emas. Data yang dihimpun oleh Dewan Emas Dunia menyebutkan setidaknya 372 ton emas telah dibeli rata-rata pertahun sejak 2010 hingga 2013 oleh bank-bank sentral. Tahun ini, diperkirakan terjadi kenaikan jumlah yang bisa mencapai 400 – 500 ton. Aksi beli yang dilakukan oleh bank-bank sentral ini dianggap masih menjadi komponen yang cukup penting dalam menentukan fluktuasi harga emas.


Para pembuat kebijakan di Swiss National Bank (SNB)  sendiri telah mengingatkan berkali-kali bahwa devisa emas akan sulit untuk bisa bertahan stabil nilainya sehingga bank sentral juga akan kesulitan apabila mematok nilai tukar franc sebesar 1.20 per euro. Angka ini merupakan nilai tukar paling yang ditetapkan pada tiga tahun lalu, dimana SNB memutuskan rencanannya untuk membeli devisa-devisa asing dalam jumlah tak terbatas agar bisa mempertahankan nilai tukar mata uangnya.


Aset SNB kemudian mengalami peningkatan lebih dari sepertiga hingga September 2011 untuk menghindari deflasi dan kubangan resesi di zona Euro akibat krisis hutang. Saat ini mereka diperkirakan memegang 1,040 ton emas. Mentasbihkan Swiss sebagai salah satu negara dengan angka kepemilikan emas tertinggi secara per kapita di dunia ini.


Rakyat Swiss memang memiliki ketertarikan dengan emas. Terkait dengan jatuhnya harga emas saat ini, digelar sebuah referendum untuk memutuskan apakah SNB akan menambah cadangan emasnya atau sudah cukup dengan batasan saat ini. Jika SNB bisa melakukan pembelian emas kembali dan lebih tinggi, jatuhnya harga emas diperkirakan akan tertahan.


Referendum yang akan dilakukan tersebut nampaknya akan dimenangkan oleh putusan agar Swiss tidak menambah cadangan emasnya kembali. Para pemilih yang melakukan pungutan suara hari ini diperkirakan akan menolak usulan untuk menambah cadangan emas oleh SNB sekitar 20 persen atau setara dengan 520 milyar franc ($540 milyar ) neraca anggarannya dalam bentuk emas. Sebelumnya, telah disetujui untuk menambah cadangan emas sebesar 1,500 metrik ton emas dalam lima tahun. Seiring dengan penurunan harga komoditi, termasuk emas dan minyak mentah sehingga laju inflasi juga menurun, disaat potensi kenaikan suku bunga AS membesar, kebutuhan akan emas menurun tajam sebagai alat lindung investasi.


Sejak Maret kemarin dimana harga emas mencapai puncaknya, kini telah merosot sebesar 16% dan membuat para investor kelimpungan dengan melakukan aksi jualnya. Para investor yang bertransaksi di ETP juga sudah melepas posisi mereka sehingga kini posisinya menduduki angka terendah dalam lima tahun terakhir ini.


Harga emas disisi lain memang tidak akan banyak dipengaruhi dengan keputusan “Tidak” pada hasil referendum Swiss kali ini. Persetujuan yang diminta lewat referendum bertajun “Save Our Swiss Gold,” diperkirakan hanya akan mempengaruhi kenaikan harga emas sebesar $50 per ons saja. Harga emas sendiri dalam beberapa minggu ini memang mendapat sentimen positif sebelum referendum dilakukan. Kedepannya, tetap diperkirakan bahwa harga emas masih akan tertekan, masa depan emas memang masih buram.


Dukungan hasil referendum untuk memberikan kewenangan SNB menambah cadangan emasnya sebesar 8 persen mengalami penurunan dari 77 persen dukungan menjadi tinggal 23 persen saja saat ini. Referendum Swiss ini juga memberikan larangan bagi SNB untuk melepaskan cadangan emasnya dan meminta agar setidaknya 30 persen emas mereka yang ada di Kanada dan Inggris agar dibawa pulang.


Jajak pendapat yang dilakukan sejauh ini memang menolak inisiasi kenaikan cadangan emas. Jika persetujuan ini diberikan, maka Swiss akan menjadi negara terbesar ketiga pemilik emas didunia. Dalam lima tahun terakhir ini diperkirakan setidaknya Swiss telah belanja emas sebanyak 1,500 ton. Tambahan sebesar 300 ton per tahun sama dengan sekitar 7 persen konsumsi global pertahun. Para eksekutif SNB telah memperkirakan anggaran 70 milyar francs dalam bentuk emas setara dengan 1,932 ton.


Bagi para pendukung kebijakan untuk menambah cadangan emas tersebut, berpijak bahwa kepemilikan yang lebih besar akan membuat jaminan kesejahteraan bangsa lebih baik. SNB dan pemerintah sendiri beralasan bahwa menyetujui rencana tersebut bisa menjadi langkah menjaga penguatan Franc dari Euro dan mengikis deviden tahunan bank sentral yang distribusikan bagi pemerintah-pemerintahan daerah.(Lukman Hqeem | @hqeem)



Emas Masih Akan Tertekan, SNB Batasi Pembelian Emas

Friday, November 14, 2014

Emas Jatuh Kembali Pasca Data Ritel AS

Financeroll – Pasca dari data ritel AS yang naik di bulan lalu dan masih dengan penguatan greenback, perdagangan emas kembali menurun. Jumat 14/11)


Pada perdagangan Comex, emas untuk pengiriman Desember turun 0,83% menjadi $1,152.20 per ons. Emas berjangka di level support $1.146.10, dan level resisten di level 1.162.30 tinggi. Perak untuk pengiriman Desember turun 1.45% ke level $15,3412 per ons.


Dari data yang dilaporkan Departemen Perdagangan, menunjukkan penjualan di AS mengalami kenaikan di bulan Oktober, penjualan ritel naik secara musiman 0,3% di bulan lalu, memantul kembali dari penurunan pertama dalam delapan bulan.


Pasar memproyeksikan sebesar 0,2%, minus sektor auto yang mengalami kenaikan 0,3%.



Emas Jatuh Kembali Pasca Data Ritel AS

Emas Tidak Semangat Jelang Data Ritel AS

Financeroll – Didorong dari penguatan greenback, pergerakan bursa komoditi logam mulia jelang data ekonomi ritel sales AS masih terpantau melemah, Jumat (13/11).


Pada perdagangan Comex, emas untuk pengiriman Desember turun 0,71% menjadi $1,153.20 per ons. Emas berjangka di level support $1.149.00, dan level resisten di level 1.162.30 tinggi. Perak untuk pengiriman Desember turun 1.78% ke level $15,348 per ons.


Logam mulia emas diperdagangkan ketat, terkait dari penguatan dolar terhadap mata uang utama lainnya. Seperti yang dikatakan analis pasar masih berjalan sangat pendek dan jika dolar berubah maka reli terbalik bisa terjadi seperti pekan lalu.


Indeks Dolar AS meningkat menjadi 87.89 dari 87.822 kemarin. Dari data ekonomi ritel AS akan dilaporkan pada pukul 20.30 WIB dan Prelim UoM consumer sentiment akan dilaporkan pada pukul 21.55 WIB.



Emas Tidak Semangat Jelang Data Ritel AS