Showing posts with label EURO. Show all posts
Showing posts with label EURO. Show all posts

Friday, January 16, 2015

Akhir Pekan EURGBP Masih Tertekan

Financeroll – Kini telah memasuki hari kedelapan pergerakan bearish EURGBP. Melanjutkan penutupan negatif sesi Kamis, di sesi akhir pekan ini EURGBP tertekan lagi dengan level terendah intraday sementara di 0.7612. Seperti terlihat pada grafik intraday hingga harian, EURGBP bergerak turun semakin dekat ke batas bawah channel menurun yang pada hari ini berada di 0.7600, di area round number yang berpotensi menjadi support yang kuat. Pun demikian sangat diperlukan konfirmasi untuk menilai kekuatan zona yang belum teruji ini.


Jika area support tersebut bisa bertahan EURGBP akan berpeluang utnk rebound ke resistance-resistance intraday di 0.7648 dan 0.7670. Indikasi awal bertahannya support ini adalah ketika seluruh data sudah dirlis dan tidak terjadi penutupan di bawah area itu pada grafik 1-jam.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



Akhir Pekan EURGBP Masih Tertekan

EURUSD Coba Bertahan Sebelum Data Amerika

Financeroll – Pasca pernyataan SNB kemarin EURUSD mengalami tekanan jual yang hebat hingga merosot tajam ke 1.1566 dan berakhir di 1.1630. Penurunan ini menguji sebuah support di 1.1660 dan berdasarkan penutupan kemarin berarti telah terjadi penetrasi terhadap zona ekstrim ini. Hingga kini EURUSD masih bergerak mendatar dalam kisaran yang tipis di bawah zona yang kini menjadi resistance intraday tersebut. Resistance lain berada di 1.1685.


Jika pasca data inflasi dan indeks sentimen Amerika Serikat pair ini tidak mampu untuk berbalik keatas zona resistance pertama tersebut, ancaman aksi jual akan kembali menghampiri yang setidaknya bisa membawah pair ini untuk menguji level terendah sesi Kamis bahkan masih sanagat mungkin untuk menguji level psikologis 1.1500.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



EURUSD Coba Bertahan Sebelum Data Amerika

Thursday, January 15, 2015

EURGBP Tergelincir Dekati Support

Financeroll –  Tekanan jual terus menerjang pergerakan EURGBP baik untuk jangka intraday, pendek maupun menengah. hari ini level terendah harian EURGBP, untuk sementara, telah mencapai 0.7629, level terendah sejak Juni 2008. EURGBP juga semakin mendekati batas bawah channel menurun yang saat ini berada di 0.7607.


Meskipun telah terjadi rebound cepat beberapa jam lalu, hingga saat analisa ini disusun EURGBP tetap tak bisa menembus resistance intraday di 0.7740, setidaknya telah dua kali pair ini mencoba berbalik ke atas zona tersebut. Dengan demikian peluang yang masih ada saat ini adalah pergerakan ke arah bawah dengan target terdekat di batasan channel tadi.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



EURGBP Tergelincir Dekati Support

Ubah Pola, EURUSD Tetap di Zona Konsolidasi

Financeroll – Rebound cepat EURUSD dari 1.1725 ke 1.1844 yang terjadi pada sesi kemarin masih tertahan oleh sebuah trend line menurun pada grafik 1-jam yang telah teruji kekuatannya. Pola konsolidasi pair ini sedikit berubah menjadi sebuah channel menurun dimana batasan bawahnya sedikit bergeser ke 1.1718 dan batas atasnya di 1.1831. Posisi EURUSD terhadap moving averages pada grafik 1-jam juga masih menunjukkan kecenderungan ke arah bawah, dengan zona resistance intraday di 1.1785.


Kini menjelang beberapa data penting dari Amerika Serikat EURUSD masih berada di bawah tekanan jual yang berpotensi untuk menguji batas bawah pola tersebut. Mengukur dari kisaran pergerakan rata-rata harian, batas bawah pola tersebut memiliki peluang untuk bertahan dan menciptakan rebound namun tetap harus dilihat perkembangan pasca data-data tersebut.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



Ubah Pola, EURUSD Tetap di Zona Konsolidasi

Wednesday, January 14, 2015

EURGBP Meluncur Turun

Financeroll – Kekuatan bearish kembali menekan EURGBP untuk keenam hari berturut-turut. bBahkan hari ini level terendah intraday sementara telah mencapai 0.7732, terendah sejak Oktober 2008. Saat ini EURGBP sedang berada di bawah salah satu support jangka panjang, level 61.8% Fibonacci retracement pada grafik bulanan yang berada di 0.7783. Pair ini pun untuk jangka menengah masih terus berada di dalam bearish channel pada grfaik mingguan.


Untuk jangka intraday dan pendek, posisi EURGBP semakin menjauh dari resistance-resistance di 0.7750 dan 0.7805. EURGBP juga semakin berpotensi untuk turun lagi guna menguji salah satu supprot minor pada grafik harian yang saat ini berada di 0.7710.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



EURGBP Meluncur Turun

Support Jangka Pendek Jadi Pijakan Rebound EURUSD

Financeroll – Pada sesi Selasa EURUSD merosot tajam ke 1.1751, menguji suppport jangka pendek di area yang sama yang akhirnya mampu bertahan dan menjadi pijakan bagi rebound EURUSD yang terjadi sejak pagi. Kini zona support tersbeut bertambah kuat karena tetap bertahan setelah beberapa kali pengujian. Pada grafik 15-menit dan 1-jam indikasi berlanjutnya gelombang rebound ini tampak cukup bagus.


Level tertinggi intraday sementara ini berada di 1.1802, dekat dengan salah satu resistance intraday di  1.1826. Jika area ini ditembus, EURSD masih memiliki ruang gerak untuk menguji resistance intraday berikutnya di 1.1845. Di sisi bawah support yang signifikan bagi pergerakan intraday kini terpantau di 1.1782.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



Support Jangka Pendek Jadi Pijakan Rebound EURUSD

Tuesday, January 13, 2015

EURGBP Terjungkal Lagi

Financeroll – Nuansa bearish belum pergi dari perdagangan EURGBP. Sejak kemarin EURGBP berusaha untuk menanjak, untuk menembus trend line menurun jangka pendek yang berada di 0.7820 namun kembali menemui kegagalan hingga akhirnya pergerakan intraday pair ini kembali turun. Bahkan kekuatan bearish sedang berusahan untuk melampaui level terendah sesi Jum’at dan Senin, zona support di 0.7784.


Tampaknya suport tersebut tidak akan bisa bertahan. Momentum bearish saat ini cukup untuk menghempaskan EURGBP ke support berikutnya di 0.7744. Posisi resistance yang signifikan untuk pergerakan intraday kini berada di zona 0.7800. Selama area itu bertahan, sulit bagi pair ini untuk bisa kembali naik sbelum penutupan.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



EURGBP Terjungkal Lagi

EURUSD Mendatar Dibayangi Tekanan Jual

Financeroll – Sejak kemarin hingga sore ini pergerakan EUUSD masih tetap mendatar di bawah zona-zona resistance jangka pendek yang kuat yaitu 1.1907 dan 1.1942. Gelombang koreksi EURUSD yang terjadi pasca data Non farm Payroll di akhir pekan lalu masih relatif jauh dari target pertama, level 23,6% Fibonacci retracement di 1.1942.


Kondisi tesebut menggambarkan tekanan jual masih tetatp mendominasi perdagangan ERUSUD yang masih mungkin menghempaskan pair ini ke 1.1752, level terendah pekan lalu yang juga berpotensi menjadi support jangka pendek hingga menengah.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



EURUSD Mendatar Dibayangi Tekanan Jual

Monday, January 12, 2015

EURGBP Tersungkur Lagi

Financeroll – Lima hari lalu EURGBP, dalam gelombang reboundnya, sempat mencapai 0.7874, mencoba berbalik ke atas trend line yang telah ditembus. Ternyata aksi pullback tersebut rapuh hingga akhirnya pair ini kembali bebalik ke arah selatan. Di akhir pekan lalu EURGBP berakhir negatif di 0.7808 dengan level terendah di 0.7784, level yang hari ini berperan sebagai support intraday.


Dominasi kekuatan bearish masih cukup besar hingga saat analisa ini disusun. Meskipun beberapa jam lalu EURGBP sempat melampaui level tertinggi sesi Jum’at, kenyataanya pair ini harus tersungkur lagi, semakin mendekati support intraday tersebut. Zona resistance baru juga telah terbentuk , berupa trend line menurun jangka pendek yang kini berada tepat di level tertinggi intraday hari ini di 0.7830. Dengan demikian peluang pergerakan intraday saat ini lebih besar untuk ke arah bawah. Jika 0.7784 ditembus, ERUGBP berpotensi untuk segera menguji level terendah di awal tahun ini yaitu 0.7744.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



EURGBP Tersungkur Lagi

Jauh dari Target Koreksi, EURUSD Mulai Turun Lagi

Financeroll – Zona 1.1869 mulai menjadi zona resistance intraday baru. Rebound EURUSD dari 1.1752 masih tampak rapuh. Target koreksi pertama dari gelombang turun terakhir, dari 1.2568, yakni level 23,6% Fibonacci retracement di 1.1942 masih cukup jauh dari posisi tertinggi intraday saat ini. Bahkan saat analisa ini disusun pergerakan intraday EURUSD mulai kembali mengarah ke bawah. Potensi awal pergerakan bearish intraday mulai muncul pada grafik 15-menit. Jika support pertama pada grafik tersebut di 1.1819 ditembus, EURUSD berpeluang untuk mengejar level terndah 8 Januari di 1.1752.


Dari jadwal hari ini tidak terpantau agenda ekonomi yang penting namun tetap tidak tertutup kemungkinan terjadi fluktuasi di pasar di saat volume perdagangan tipis. melihat dari kisaran pergerakan rata-rata harian, peluang diujinya zona support penting tersebut masih cukup besar atau setidaknya untuk sementara pair ini akan berkonsolidasi di kisaran 1.1752 hinga 1.1869.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 


 



Jauh dari Target Koreksi, EURUSD Mulai Turun Lagi

Monday, January 5, 2015

Dollar Melemah Tipis Atas Mata Uang Zona Eropa

Financeroll – Euro diperdagangkan stabil pada sesi perdagangan Amerika Senin meskipun data inflasi Jerman untuk Desember dirilis lemah. Stabilitas Euro ini disebabkan oleh investor yang membeli euro untuk mengunci keuntungan.


Indeks harga konsumen Jerman untuk 2014 menunjukkan bahwa harga bulanan flat lebih dari satu bulan, begitupun perkiraan konsensus pertumbuhan 0,1% dari ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal.

Penjualan di euro dipicu oleh ekspektasi analis bahwa Presiden ECB Mario Draghi akan segera mulai pembelian besar-besaran obligasi pemerintah, kebijakan yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif, yang dapat menambahkan liquiditas sekitar € 1 triliun sampai sekitar € 2 triliun. Hal ini akan meningkatkan jumlah euro yang beredar, namun juga akan menurunkan nilainya. Pertemuan kebijakan moneter ECB berikutnya adalah 22 Januari.


EURUSD euro, turun sangat tipis 0.00%, jatuh ke level $ 1,18 terhadap dolar AS pada awal perdagangan Senin – level terendah sejak Maret 2006 – dan diperdagangkan di akhir sesi di atas $ 1,19.


ICE US Dollar Index, yang mengukur kekuatan greenback terhadp mata uang lainyamata uang, DXY, naik karena investor global bertaruh pada pemulihan ekonomi AS.


Pound GBPUSD Inggris, juga menguat 0,02% ke $ 1,525 Senin, setelah mencapai titik terendah dalam 17-bulan di level $ 1,51 pada awal sesi.



Dollar Melemah Tipis Atas Mata Uang Zona Eropa

Sunday, January 4, 2015

Emas Terombang Ambing Sikap ECB, Eropa Butuh Reformasi Struktural

Pada Senin pagi (05/01) di bursa Singapura, emas batangan diperdagangkan pada harga $1,190.94 per ons atau menguat tipis dari akhir perdagangan minggu lalu di harga $1,188.39.


Harga emas diperdagangkan terombang-ambing diawal minggu ini, beriringan dengan kebijakan bank sentral Eropa dan kondisi ekonomi AS yang mengalami divergensi ditengah prospek kenaikan suku bunga The Fed. Kebijakan lanjutan Eropa untuk melakukan pembelian aset sendiri juga mengundang penguatan Dolar AS yang berdampak negatif bagi daya pikat Emas.


Harga Emas di tahun 2014 berakhir turun, seiring dengan penguatan Dolar AS yang terdorong oleh keputusan The Fed untuk mengakhiri kebijakan stimulus pada Oktober kemarin. The Fed juga akan mulai menaikkan suku bunganya di 2015 ini. Indek Dolar AS Bloomberg menunjukkan penguatan yang signifikan sejak 2005. Sebaliknya Euro makin terpukul dan berada pada posisi terlemah sejak Maret 2006. Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi menyatakan pada minggu lalu bahwa dia tidak bisa mengesampingkan potensi deflasi yang ada, oleh sebab itu prospek kebijakan pembelian obligasi Eropa kembali dalam jumlah besar semakin terbuka.


Kebijakan ECB tersebut membuat Dolar AS semakin perkasa. Dalam perdagangan berjangka, untuk kontrak pengiriman emas dibulan Februari berakhir diharga $1,187.30 per ons di lantai bursa Comex, dari minggu lalu di harga $1,186.20.


Mario Draghi memang belum memberikan sinyal yang cukup kuat kapan akan mulai melakukan pembelian dalam skala besar-besaran atas aset-aset Eropa meski sudah menyatakan tidak bisa mengesampingkan potensi deflasi yang ada.


Langkah ECB yang demikian ini mendapat kecaman, setidaknya dari para eksekutif yang menilai hal itu akan menimbulkan ancaman bagi stabilitas keuangan di kawasan Euro, dapat mengurangi insentif bagi berbagai pemerintahan untuk melakukan restrukturisasi perekonomian dan diaggap sebagai cara yang melawan hukum.


Draghi berdalih bahwa resiko tersebut memang tidak bisa dihilangkan bergitu saja, namun setidaknya bisa dibatasi. Setidaknya kita akan menghadapai resiko turunnya harga dan jatuhnya upah serta menurunnya konsumsi sebagai efek lanjutan.


Jens Weidman, Presiden Bundesbank beralasan bahwa berbagai langkah tersebut tidak bisa menjamin dengan jatuhnya harga minyak akan menghadirkan kebijakan stimulus, sementara yang lain mengingatkan bahwa jatuhnya harga minyak mentah akan menyeret deflasi pada zona euro. Indikasi ini bisa terlihat dari data prakiraan yang disajikan oleh Bloomberg survey dimana menunjukkan harga konsumen di zona Euro akan mengalami penurunan sebesat 0.1 persen di bulan Desember dari tahun alu, ini merupakan penurunan yang pertama kali sejak 2009.


Para pengambil kebijakan tradisional yang cenderung “hawkish”, yang menginginkan berbagai instrumen kebijakan moneter tetap berpegang teguh pada standar yang ada dengan mengacu pada krisis keuangan yang terjadi 80 tahun silam telah membuktikan salah dan kini mengulang kesalahannya kembali, ungkap Holger Schmieding, kepala ekonom Berenberg Bank di London. “Alih-alih bisa menangani inflasi dan moral hazard atas hasil yang ditakutkan apabila kebijakan-kebijakan tidak dijalankan sesuai dengan standar yang ada, Zona Euro justru semakin mendekati kearah deflasi”.


Euro sendiri terperosok ke posisi terlemahnya dalam empat tahun terakhir ini setelah sejumlah investor bertaruh bahwa QE Eropa akan dijalankan will secepat mungkin di kuartal ini. Euro anjlok 0.6 persen ke $1.2034. Para 25 anggota Dewan Pemerintahan Eropa akan mengevaluasi paket kebijakan WE dalam pertemuan moneter yang akan datang, 22 Januari nanti. Peristiwa ini akan menjadi satu hal yang penting untuk menilai reaksi Eropa dalam menyikapi periode inflasi rendah yang panjang ini. Pertemuan sela akan dilakukan pada 7 Januari lusa bertepatan dengan pengumuman tingkat inflasi Eropa.


Resiko yang belum terjadi berkenaan dengan mandat ECB untuk menjaga stabilitas harga lebih besar saat ini dibandingkan enam bulan yang lalu, ungkap Draghi. Sulit dikatakan berapa jumlah angaran yang akan dikeluarkan untuk membeli obligasi pemerintah, tambahnya.


Sejatinya pertempuran masalah QE ini mengemuka diberbagai media di Jerman. Peter Praet, ekonom ECB menyampaikan pada Boersen-Zeitung pada pekan ini bahwa para pejabat tidak bisa melihat jatuhnya harga minyak sebagai efek putaran kedua menjadi “lebih tinggi dari biasanya”. Sementara Wakil Presiden Vitor Constancio menyatakan pada WirtschaftsWoche bulan lalu bahwa ECB ingin menjaga berbagai bahaya yang muncul dengan sebagai efek jatuhnya tingkat upah, konsumsi, permintaan dan keuntungan sebagai efek spiral. Weidmann sendiri sebelumnya juga sudah menyatakan bahwa ECB semestinya tidak menarik busur atas tekanan pasar untuk memulai langkah pembelian Obligasi kembali.


Dalam pertemuan di awal bulan Desember sebelumnya, Draghi menyatakan kepercayaan dirinya bahwa kebijakan stimulus dapat di buat aman dengan kesepakatan yang ada didalam Dewan Pemerintahan Eropa,  meski hal itu juga tidak perlu disetujui semua anggotanya. Klaas Knot salah satu anggota Dewan Pemerintah menyatakan bahwa hanya satu hal yang menjadi perhatian, yaitu bagaimana membagi resiko atas aksi beli kembali obligasi tersebut.


Gubernur Bank Sentral Jerman menyatakan bahwa selama Eropa tidak memiliki niat politis untuk berbagi resiko diantara anggota zona Euro, maka bukan masalah bagi kita untuk mengambil sejumlah keputusan sendiri lewat jalan belakang.


Draghi mengambarkan pertumbuhan zona Euro saat ini akan sangat lemah hingga pemerintah di Eropa melakukan tekanan untuk reformasi. Sejumlah struktur penting pwerlu direformasi, seperti pasar tenaga kerja agar lebih lentur, birokrsi yang lebih sederhana dengan pajak yang lebih rendah. Dragi menegaskan bahwa jelas sudah kebijakan moneter kita tidak akan efektif jika pemerintah tidak melaksanakan sejumlah reformasi struktural. (Lukman Hqeem | @hqeem)



Emas Terombang Ambing Sikap ECB, Eropa Butuh Reformasi Struktural

Sesi Asia, Dollar Mendepak Mata Uang Zona Eropa

Financeroll – Euro merosot ke level terendah dalam rentang hampir sembilan tahun terhadap dolar di tengah memburuknya prospek Bank Sentral Eropa yang akan memulai pembelian obligasi pemerintah besar-besaran untuk menangkal deflasi.


Mata uang 18 negara di zona Eropa  turun 0,4 persen menjadi $ 1,1960 pada sesi perdagangan Tokyo, setelah sebelumnya menyentuh level terlemah sejak Maret 2006. Greenback menguat terhadap 11 dari 16 mata uang utama, sementara yen justru menguat.



Sesi Asia, Dollar Mendepak Mata Uang Zona Eropa

Tuesday, December 30, 2014

Dollar Menguat Terhadap Euro dan Yen

Financeroll – Dolar menguat terhadap euro dan yen Jepang pada perdagangan hari Senin, dengan mata uang zona Eropa yang membukukan level terendah dalam dua tahun terakhir karena Yunani masih berada dalam kondisi kisruh pemilu yang memunculkan gelombang kebencian pemilih terhadap persyaratan bailout internasional terhadap negara itu.


EURUSD euro, turun 0,4% dan diperdagangkan pada level $ 1,2153, level terendah sejak Agustus 2012. Aset-aset Yunani dijual setelah pemerintah negara itu gagal memenangkan dukungan dari anggota parlemen untuk calon presiden, memicu pemilu dini yang ditetapkan untuk Januari 25.


“Pemilihan mendatang akan menjadi resiko acara yang sangat besar bagi euro dan saham Eropa karena jajak pendapat terbaru Yunani mengarah pada kemenangan kelompok radikal sayap kiri Partai Syriza, yang berkemungkinan akan mendukung default atas kewajiban utang Yunani dan membatalkan ketentuan dana talangan Uni Eropa / IMF, “kata Matthew Weller, analis teknikal senior di Forex.com.


Versus yen Jepang, dolar USDJPY, turun 0,68% berada di ¥ 120,63, naik dari 120,38 ¥ akhir Jumat di New York.


Aktivitas pasar agak pasif, dengan banyak investor institusi Jepang dan pelaku pasar lainnya mengambil istirahat dari pasar mata uang untuk akhir tahun musim liburan. Greenback sebagian besar tetap tanpa arah dan tanpa isyarat segar khususnya selama bagian pertama sesi perdagangan Asia.

WSJ Dollar Index BUXX, turun 0,32%, ukuran dolar terhadap rival mata uang utama, turun 2 basis poin menjadi 83,04. Indeks DXY ICE dolar, ukuran mata uang AS terhadap enam rival utama, naik 0,2% menjadi 90,20



Dollar Menguat Terhadap Euro dan Yen

Thursday, December 11, 2014

Dollar Semakin Perkasa

Financeroll – Dolar memperpanjang rally positifnya terhadap mata uang rubel, krone Norwegia dan dolar Kanada pada perdagangan Kamis di Amerika karena harga minyak mentah turun ke bawah $ 60 per barel. Ini adalah pertanda bahwa pelemahan mata uang rubel selama dua minggu terakhir telah menyebar ke mata uang eksportir minyak utama lainnya.


Dolar mencapai puncak tertinggi selama 11-tahun terhadap mata uang krone dan menembus titik tertinggi lima setengah tahun terhadap dolar Kanada . Sementara itu, dollar diperdagangkan di level 56,40 rubel.


Mata Uang lainya, USDNOK, turun 0,16% dan diperdagangkan pada posisi 7.32 krone. USDCAD, turun 0,03% dan diperdagangkan pada level 1,155 dolar Kanada, level tertinggi sejak Juli 2009, dibandingkan dengan 7.13 krone dan 1.140 dolar Kanada pada perdagangan hari Rabu.


Keputusan mengejutkan Norges Bank untuk menurunkan suku bunga acuan menjadi 1,25% dari 1,5% juga menekan krone. Bank sentral Norwegia memangkas suku dalam upaya untuk melindungi ekonomi dari penurunan harga minyak, menurut Jameel Aslam, kepala analis pasar di ForexTime.


Sebelumnya Kamis, Bank Sentral Rusia menaikkan suku bunga acuan dari 9,5% menjadi 10,5% juga dalam upaya untuk mencegah rubel dari trend pelemahan lebih lanjut.


Di Amerika. laporan Penjualan ritel mendorong dolar menguat terhadap saingan, membantu penguatan tiga hari secara berturut-turut. EURUSD euro, turun 0,05% dan diperdagangkan sedikit di bawah $ 1,24, dibandingkan dengan $ 1,245 pada perdagangan Rabu.


USDJPY berada diposisi 118.90, melemah 0,19% dibandingkan dengan ¥ 117,57 pada perdagangan Rabu. Dollar diperdagangkan flat terhadap GBPUSD pound, naik tipis 0,01% dan berada pada posisi $ 1,57.


Index US Dollar Index, DXY, naik 0,38% menjadi 88,60.



Dollar Semakin Perkasa

Dolar AS melemah Terhadap Swiss Franc Jelang Data

Financeroll – Pergerakan mata uang dolar AS terhadap Swiss Franc terpantau melemah, Jelang data Swiss, pergerakan ini akan melanjutkan pelemahannya.


USDCHF melemah -0.12% ke level 0.8652, pair ini berkonsolidasi ke level support 0.9628 rendah dan di level resisten 0.9679 tinggi. Pejabat di Swiss National Bank mungkin bernapas lega setelah Referendum emas Swiss terpilih turun dan dapat mempertahankan kebijakan utama menjaga di level $1.2000


Selain itu, terdapat kebijakan baru seperti tarif negatif pada modal asing, yang dapat mengekang aliran modal Mengingat pendekatan status quo mereka, ini adalah probabilitas rendah. Libor rate diproyeksikan akan stabil dari bulan sebelumnya, SNB Monetary Policy Asessment dan SNB Press Confrence nanti 3.30 waktu setempat.



Dolar AS melemah Terhadap Swiss Franc Jelang Data

Sunday, November 30, 2014

Emas Masih Akan Tertekan, SNB Batasi Pembelian Emas


Referendum Swiss berpeluang besar dimenangkan putusan untuk tidak mempertebal cadangan emasnya. Investor siap-siap mengalami penurunan harga emas kembali.



FINANCEROLL – Harga emas sekonyong-konyong terus turun hingga mencapai ke harga termurahnya dalam empat tahun ini di $1,132.16 per ons pada 7 November kemarin. Data yang dirilis oleh Bloomberg menyatakan terjadinya penjualan 146.7 ton emas oleh para investor dalam perdagangan exchange-traded products (ETP) sepanjang 2014, setara dengan penurunan nilai produknya sebesar $7.5 milyar.


Tanda-tanda inflasi yang masih terkendali didunia ini membuat emas semakin tidak menarik untuk menjadi pilihan investasi. Laju inflasi di Eropa saat ini mengalami perlambatan pula, bahkan dibulan November ini telah berada di posisi terendah dalam lima tahun ini. Alhasil pihak European Central Bank (ECB) sudah siap sedia dengan kebijakan stimulus yang sebelumnya belum pernah mereka jalankan.


Laju penurunan harga emas memang tertahan dengan aksi beli yang dilakukan sejumlah bank-bank sentral untuk meningkatkan cadanga devisa mereka dalam bentuk emas. Data yang dihimpun oleh Dewan Emas Dunia menyebutkan setidaknya 372 ton emas telah dibeli rata-rata pertahun sejak 2010 hingga 2013 oleh bank-bank sentral. Tahun ini, diperkirakan terjadi kenaikan jumlah yang bisa mencapai 400 – 500 ton. Aksi beli yang dilakukan oleh bank-bank sentral ini dianggap masih menjadi komponen yang cukup penting dalam menentukan fluktuasi harga emas.


Para pembuat kebijakan di Swiss National Bank (SNB)  sendiri telah mengingatkan berkali-kali bahwa devisa emas akan sulit untuk bisa bertahan stabil nilainya sehingga bank sentral juga akan kesulitan apabila mematok nilai tukar franc sebesar 1.20 per euro. Angka ini merupakan nilai tukar paling yang ditetapkan pada tiga tahun lalu, dimana SNB memutuskan rencanannya untuk membeli devisa-devisa asing dalam jumlah tak terbatas agar bisa mempertahankan nilai tukar mata uangnya.


Aset SNB kemudian mengalami peningkatan lebih dari sepertiga hingga September 2011 untuk menghindari deflasi dan kubangan resesi di zona Euro akibat krisis hutang. Saat ini mereka diperkirakan memegang 1,040 ton emas. Mentasbihkan Swiss sebagai salah satu negara dengan angka kepemilikan emas tertinggi secara per kapita di dunia ini.


Rakyat Swiss memang memiliki ketertarikan dengan emas. Terkait dengan jatuhnya harga emas saat ini, digelar sebuah referendum untuk memutuskan apakah SNB akan menambah cadangan emasnya atau sudah cukup dengan batasan saat ini. Jika SNB bisa melakukan pembelian emas kembali dan lebih tinggi, jatuhnya harga emas diperkirakan akan tertahan.


Referendum yang akan dilakukan tersebut nampaknya akan dimenangkan oleh putusan agar Swiss tidak menambah cadangan emasnya kembali. Para pemilih yang melakukan pungutan suara hari ini diperkirakan akan menolak usulan untuk menambah cadangan emas oleh SNB sekitar 20 persen atau setara dengan 520 milyar franc ($540 milyar ) neraca anggarannya dalam bentuk emas. Sebelumnya, telah disetujui untuk menambah cadangan emas sebesar 1,500 metrik ton emas dalam lima tahun. Seiring dengan penurunan harga komoditi, termasuk emas dan minyak mentah sehingga laju inflasi juga menurun, disaat potensi kenaikan suku bunga AS membesar, kebutuhan akan emas menurun tajam sebagai alat lindung investasi.


Sejak Maret kemarin dimana harga emas mencapai puncaknya, kini telah merosot sebesar 16% dan membuat para investor kelimpungan dengan melakukan aksi jualnya. Para investor yang bertransaksi di ETP juga sudah melepas posisi mereka sehingga kini posisinya menduduki angka terendah dalam lima tahun terakhir ini.


Harga emas disisi lain memang tidak akan banyak dipengaruhi dengan keputusan “Tidak” pada hasil referendum Swiss kali ini. Persetujuan yang diminta lewat referendum bertajun “Save Our Swiss Gold,” diperkirakan hanya akan mempengaruhi kenaikan harga emas sebesar $50 per ons saja. Harga emas sendiri dalam beberapa minggu ini memang mendapat sentimen positif sebelum referendum dilakukan. Kedepannya, tetap diperkirakan bahwa harga emas masih akan tertekan, masa depan emas memang masih buram.


Dukungan hasil referendum untuk memberikan kewenangan SNB menambah cadangan emasnya sebesar 8 persen mengalami penurunan dari 77 persen dukungan menjadi tinggal 23 persen saja saat ini. Referendum Swiss ini juga memberikan larangan bagi SNB untuk melepaskan cadangan emasnya dan meminta agar setidaknya 30 persen emas mereka yang ada di Kanada dan Inggris agar dibawa pulang.


Jajak pendapat yang dilakukan sejauh ini memang menolak inisiasi kenaikan cadangan emas. Jika persetujuan ini diberikan, maka Swiss akan menjadi negara terbesar ketiga pemilik emas didunia. Dalam lima tahun terakhir ini diperkirakan setidaknya Swiss telah belanja emas sebanyak 1,500 ton. Tambahan sebesar 300 ton per tahun sama dengan sekitar 7 persen konsumsi global pertahun. Para eksekutif SNB telah memperkirakan anggaran 70 milyar francs dalam bentuk emas setara dengan 1,932 ton.


Bagi para pendukung kebijakan untuk menambah cadangan emas tersebut, berpijak bahwa kepemilikan yang lebih besar akan membuat jaminan kesejahteraan bangsa lebih baik. SNB dan pemerintah sendiri beralasan bahwa menyetujui rencana tersebut bisa menjadi langkah menjaga penguatan Franc dari Euro dan mengikis deviden tahunan bank sentral yang distribusikan bagi pemerintah-pemerintahan daerah.(Lukman Hqeem | @hqeem)



Emas Masih Akan Tertekan, SNB Batasi Pembelian Emas

Tuesday, November 25, 2014

Dolar Melemah terhadap Rivalnya

Financeroll – Kepercayaan konsumen yang rendah mendorong dolar lebih lemah terhadap yen, euro, dan pound pada hari Selasa lalu.


Indeks Dollar turun 0,30% menjadi 87,8940, yang diperdagangkan di bawah level 88,00 untuk pertama kalinya sejak hari Jumat. Euro diperdagangkan pada $ 1,2473, dibandingkan dengan $ 1,2430 akhir Senin. Di tempat lain,yen diperdagangkan pada posisi 117,99 yen. Pada hari Senin sore, yen diperdagangkan pada posisi 118,29 yen. Pound diperdagangkan pada $ 1,5704 terhadap dolar, menandai sesi kedua berturut-turut pada masa keuntungannya. Mata uang ini akan ditutup dengan nilai lebih tinggi terhadap dolar untuk minggu pertama sejak pertengahan Oktober, jika berhasil memegang posisi di atas $ 1,5658 hingga Jumat. Pound diperdagangkan di posisi $ 1,5694 hari Senin. Dolar Australia diperdagangkan pada 85,24 sen. Dolar Ini diperdagangkan di tingkat 86,09 sen pada akhir Senin.



Dolar Melemah terhadap Rivalnya

Monday, November 24, 2014

IFO Jerman; Sentimen Bisnis Naik, Mengejutkan.

Sentimen bisnis Jerman, secara mengejutkan mengalami kenaikan di bulan November ini, mengindikasikan negara Eropa ini telah mendapatkan salah satu pijakan pertumbuhan ekonomi yang kuat dibulan-bulan ini.



FINANCEROLL – The Ifo Institute menyatakan pada Senin (24/11) bahwa Indek Sentimen Bisnis mengalami kenaikanke angka 104.7 dari sebelumnya 103.2 dibulan Oktober, pecahkan penurunan yang terjadi selama enak bulan terakhir ini. Prakiraan awal adalah diangka 103.


Presiden IFO, Werner Sinn menyatakan bahwa penurunan yang terjadi dalam perekomian Jerman nampaknya telah terhenti sejenak, memang pada musim semi dan panas kemarin mengalami sedikit kontraksi produksi di kuartal kedua yang terkikis kecil pada kuartal ketiga. Banyak pihak yang memperkirakan pada kuartal empat ini pertumbuhannya akan melemah.


Meski demikian, ekspansi ekonomi Jerman ini masih sesuai dengan lajurnya dan berharap terus membaik di tahun yang akan datang. Optimisme ini didukung tingkat pengangguran yang rendah, harga minyak yang turun serta depresiasi Euro. Tentunya akan menguntungkan negara exportir, seperti Jerman.(Lukman Hqeem | @hqeem)




IFO Jerman; Sentimen Bisnis Naik, Mengejutkan.

Friday, November 21, 2014

EURUSD Menguat Pasca Pidato Draghi

Financeroll – Pergerakan nilai valuta asing Euro terhadap dolar terpantau menguat, Jumat (21/11) pasca komentar Draghi yang berbicara di kongres di Frankfurt.


EURUSD menguat 0.03% ke level 1.2545, pair ini berkonsolidasi ke level support 1.2504 rendah dan level resisten 1.2575 tinggi.


Selain itu, para pelaku pasar berharap untuk GDP pada minggu depan dan data inflasi konsumen di Jerman bersama dengan data inflasi konsumen di zona Euro dapat berkembang membaik.



EURUSD Menguat Pasca Pidato Draghi