Showing posts with label Melemah. Show all posts
Showing posts with label Melemah. Show all posts

Tuesday, December 2, 2014

Won Mendekati Level Terendah 15 Bulan

Financeroll – Won mendekati level terendah 15 bulan saat pemerintah Korea Selatan akan berusaha untuk melemahkan nilai mata uang demi melindungi eksportir nasional dari yen yang melemah.


Won turun 0,8% menjadi 1,115.96 per dolar pada pukul 10:04 di Seoul. Mata uang itu menyentuh posisi 1,119.95 pada tanggal 1 Desember, dan merupakan terendah sejak Agustus 2013. Mata uang ini melemah 0,8% menjadi 9,3573 terhadap yen.


Eksport merosot tak terduga sebesar 1,9% pada November dari tahun sebelumnya. Gubernur Bank of Korea, Lee Ju Yeol mengatakan pada tanggal 18 November bahwa pemerintah menyadari dampak negatif melemahnya yen terhadap perekonomian Korea Selatan dan akan bertindak untuk menjaga stabilitas nilai tukar jika diperlukan.



Won Mendekati Level Terendah 15 Bulan

Monday, December 1, 2014

Dolar AS Melemah

Financeroll – Dolar melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada hari Senin dengan mendorong investor untuk berpikir ulang ketika Federal Reserve akan menaikkan suku bunga di tahun depan.


Pada bursa perdagangan AS hari Senin, EUR / USD naik 0,19% ke 1,2476. Indeks Markit perusahaan AS semakin berkurang dari posisi 55,9 pada bulan Oktober menjadi 54,8 pada November. Sementara itu, manufaktur PMI turun dari 59,0 pada bulan Oktober ke 58,7.


Dolar merosot terhadap yen, dengan USD / JPY turun 0,26% di posisi 118,30, dan turun terhadap franc Swiss, dengan USD / CHF turun 0,10% di posisi 0,9642. Greenback turun terhadap pound, dengan GBP / USD naik 0,64% di posisi 1.5740. Dolar AS turun terhadap Kanada, Australia dan Selandia Baru, dengan USD / CAD turun 0,83% di 1,1321, AUD / USD naik 0,05% di 0,8507 dan NZD / USD naik 0,55% di 0,7885.



Dolar AS Melemah

Emas Melambung, Dolar Melemah

Financeroll – Pada penutupan perdagangan di bursa komoditi logam, harga emas berjangka terpantau melambung hari Senin setelah dolar melemah.


Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman bulan Februari naik 3,42% pada $ 1,215.70. naik dari sesi rendah $ 1,141.80 dan menutup pada posisi tinggi yaitu $ 1,220.50. Kontrak pada bulan Februari menetap di tingkat 1,84% ($ 1,175.50) pada hari Jumat.


Emas berjangka kemungkinan besar akan mencari dukungan di $ 1,141.80 per troy ons dan melakukan perlawanan pada $ 1,208.20, posisi tinggi semenjak tanggal 21 November kemarin.


Di AS, Institute of Supply Management melaporkan sebelumnya bahwa manufaktur PMI turun dari 59,0 ke 58,7pada bulan Oktober, meskipun masih lebih baik dari ekspektasi sebesar 57,9.


Sementara itu, para pemilih Swiss akhir pekan lalu memilih menentang proposal yang diperlukan bank sentral untuk menahan sebagian dari cadangan emas.


Di tempat lain, perak untuk pengiriman bulan Maret naik 6,18% pada $ 16,517 per troy ons, sementara tembaga untuk pengiriman bulan Maret naik 1,74% pada $ 2,894 per pon.



Emas Melambung, Dolar Melemah

Sunday, November 30, 2014

Dolar Australia Turun Tajam

Financeroll – Dolar Australia turun tajam di Asia pada hari Senin ketika indeks perusahaan resmi Tiongkok datang dengan nilai lebih lemah dari yang diharapkan.


AUD / USD berpindah posisi pada 0,8438, turun 0,78%. Sedangkan USD / JPY yang diperdagangkan di 118,95, naik 0,30%.


Aktivitas perusahaan resmi Tiongkiok pada bulan November datang pada level 50,3 di wilayah ekspansi, tetapi lebih rendah dari 50,6 yang diharapkan dan dibandingkan dengan 50,8 pada bulan Oktober. Di Australia, persediaan pada kuartal ketiga naik 0,7% dan keuntungannya naik 0,5% menjelang indeks harga komoditas RBA yang menurun 16,9% pada bulan sebelumnya.


Indeks dolar AS yang terhadap enam mata uang utama, naik 0,06% menjadi 88,46. Di zona euro, data pada hari Jumat menunjukkan bahwa inflasi tahunan melambat ke level terendah lima tahun sebesar 0,3% pada bulan November. Data yang lemah dipandang sebagai meningkatkan kemungkinan bahwa Bank Sentral Eropa akan menerapkan langkah-langkah pelonggaran kuantitatif.



Dolar Australia Turun Tajam

Thursday, November 27, 2014

Yen Melemah Menjelang Dirilisnya Data Utama di Jepang

Financeroll – Yen Jepang sedikit lebih lemah di Asia pada awal Jumat setelah keputusan OPEC untuk meninggalkan tingkat produksi.


USD / JPY diperdagangkan di 117,79, naik 0,04%, sementara AUD / USD berpindah posisi pada 0,8534, turun 0,10%. EUR / USD diperdagangkan pada 1,2466. NZD / USD turun 0,21% menjadi 0,8532 setelah data dikeluarkan.


Minyak mentah untuk pengiriman Januari turun $ 4,64, atau 6,3%, ke $ 69,05 per barel dimana perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dihentikan untuk hari. Ini merupakan level terendah sejak Mei 2010. Nymex ditutup Kamis dengan memperhatikan momen Thanksgiving dan akan dibuka kembali pada hari Jumat, sementara perdagangan elektronik dihentikan pada 01:00 EST dan akan kembali pada 6:00 EST. Brent yang sebagai patokan global, turun $ 4,93, atau 6,3%, ke $ 72,82 per barel di bursa ICE Futures Europe.



Yen Melemah Menjelang Dirilisnya Data Utama di Jepang

Harga Emas di Asia Menukik

Financeroll – Harga emas melemah di perdagangan Asia pada awal hari Jumat.


Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada $ 1,189.50 per troy ons, turun 0,06%. Harga emas beringsut lebih rendah pada hari Kamis malam, karena kondisi perdagangan masih tipis dengan pasar di AS ditutup untuk liburan Hari Thanksgiving.


Harga emas kemungkinan akan tetap rentan dalam waktu dekat di tengah indikasi penguatan pemulihan ekonomi AS. Situasi ini akan memaksa Federal Reserve untuk mulai menaikkan suku bunga lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.


Harapan untuk tingkat pinjaman yang lebih tinggi ke depan masih dianggap kurang mampu untuk emas. Karena, logam mulia berjuang untuk bersaing dengan aset lainnya ketika harga sedang meningkat.



Harga Emas di Asia Menukik

Tuesday, November 25, 2014

Dolar Melemah terhadap Rivalnya

Financeroll – Kepercayaan konsumen yang rendah mendorong dolar lebih lemah terhadap yen, euro, dan pound pada hari Selasa lalu.


Indeks Dollar turun 0,30% menjadi 87,8940, yang diperdagangkan di bawah level 88,00 untuk pertama kalinya sejak hari Jumat. Euro diperdagangkan pada $ 1,2473, dibandingkan dengan $ 1,2430 akhir Senin. Di tempat lain,yen diperdagangkan pada posisi 117,99 yen. Pada hari Senin sore, yen diperdagangkan pada posisi 118,29 yen. Pound diperdagangkan pada $ 1,5704 terhadap dolar, menandai sesi kedua berturut-turut pada masa keuntungannya. Mata uang ini akan ditutup dengan nilai lebih tinggi terhadap dolar untuk minggu pertama sejak pertengahan Oktober, jika berhasil memegang posisi di atas $ 1,5658 hingga Jumat. Pound diperdagangkan di posisi $ 1,5694 hari Senin. Dolar Australia diperdagangkan pada 85,24 sen. Dolar Ini diperdagangkan di tingkat 86,09 sen pada akhir Senin.



Dolar Melemah terhadap Rivalnya

Monday, November 24, 2014

Yuan Melemah Terhadap Dolar AS

Financeroll – Saham gabungan menaik pada hari kelima ketika Tiongkok memotong suku bunga yang memicu penurunan terbesar di perusahaan Hong Kong dalam setahun.


China Vanke Co. (2202) melonjak 13% yang artinya memberi keuntungan untuk para pengembang di Hong Kong. Indeks Hang Seng melonjak 3,8%. Yuan melemah sebesar 0,3% terhadap dolar AS. Sementara itu, indeks saham gabungan MSCI naik 0,7% atau menjadi 1,011.23. Tiongkok memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2012 untuk mendukung perekonomian terbesar kedua di dunia, dan menempatkan bank sentral negara itu di sisi Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan dalam menyebarkan stimulus yang baru.


Hasil pada obligasi pemerintah Tiongkok turun 17 basis poin menjadi 3,53%. Peristiwa tersebut merupakan penurunan terbesar sejak Oktober 2008.


Delapan dari sepuluh kelompok industri indeks saham gabungan MSCI mengalami peningkatan. Suku bunga pinjaman Tiongkok berkurang 0,4% menjadi 5,6%, sedangkan suku bunga deposito satu tahun diturunkan sebesar 0,25 persen poin.


Indeks gabungan Shanghai naik 1,9%. Ini adalah penutupan tertinggi sejak September 2011. Hasil pada obligasi pemerintah Tiongkok mengalami penurunan terbesar sejak Oktober 2008, sementara yuan melemah di hari ketiga.



Yuan Melemah Terhadap Dolar AS

Sunday, November 23, 2014

Mata Uang Yuan di Cina Melemah

Financeroll – Kejutan penurunan suku bunga di Cina merupakan jalan lain untuk melunakkan nilai tukar mata uang negara.


Bank Rakyat China (PBOC) menurunkan suku bunga pinjaman acuan satu tahun pada hari Jumat. Ini hasil yang tinggi, bersama dengan prospek apresiasi forex yang mendorong spekulatif “hot money” mengalir ke Cina, dan menjaga tekanan pada nilai tukar. Suku bunga pada hari Jumat tersebut mengurangi daya tarik dari yuan dan membuatnya lebih berisiko untuk menahan laju.


Yuan turun tajam pada awal 2014 dan kehilangan lebih dari 3 persen dalam dua bulan. Fenomena ini jelas terlihat sebagai serangan terhadap spekulan mata uang oleh Beijing. Nilai mata uang tersebut tetap turun 1,17 persen untuk tahun ini meskipun terus meningkat sejak Bulan Mei lalu.


China memiliki agenda yang lebih luas, yang melibatkan reformasi ekonomi dan sistem “rebalancing”, yang membedakannya dari negara-negara lain yang terlibat dalam ketegangan mata uang global. Reformasi struktural dapat disertai dengan pertumbuhan yang lebih rendah, inflasi, suku bunga secara bertahap lebih rendah, dan tabungan serta investasi yang lebih kecil. Semua ini benar-benar menunjukkan ruang yang kecil untuk penguatan mata uang lebih lanjut.



Mata Uang Yuan di Cina Melemah