Showing posts with label Jepang. Show all posts
Showing posts with label Jepang. Show all posts

Wednesday, January 14, 2015

AS Kembali Menjadi Mesin Ekonomi Dunia

FINANCEROLL – Amerika Serikat kembali mengambil alih pimpinan ekonomo global setelah 15 tahun lamanya singgasana itu diduduki Cina dan Negara-negara berkembang.


Tahun 2015 ini diperkirakan AS akan menikmati pertumbuhan ekonomi sebesar 3.2 persen. Ini akan menjadi sebuah catatan penting sebagai kinerja terbaiknya sejak 2005. Membaiknya lapangan kerja AS mempercepat pertumbuhan angka konsumsi nasional.


Berbagai analisa yang diberikan oleh JPMorgan Chase & Co., Deutsche Bank AG dan BNP Paribas SA. menyebutkan bahwa hasil dari membaiknya kondisi tersebut akan membuat AS tidak lagi ketinggalan dengan pertumbuhan ekonomi global, sesuatu yang sebelumnya belum terlihat sejak 1999, berdasarkan data dari International Monetary Fund. Alhasil ini mengembalikan mahkota sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi global. Kondisi AS saat ini adalah yang terbaik sejak 1990an.


Data terkini menunjukkan AS bangkit kembali, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (09/01) bahwa jumlah pembayaran upah (payrolls) mengalami peningkatan sebesar 252 ribu selama bulan Desember 2014. Kenaikan ini sesuai dengan tingkat pengangguran AS yang mengalami penurunan ke 5.6 persen, pencapaian ini merupakan yang terbaik dengan angka pengangguran terendah sejak Juni 2008. Pertumbuhan lapangan kerja ini merupakan hasil dari kenaikan lapangan kerja di sektor-sektor pabrikan, layanan kesehatan, dan jasa. Sekitar 3 juta lebih rakyat AS menemukan pekerjaan di 2014, angka ini merupakan yang paling besar sepanjang 15 tahun terakhir ini. Dengan membaiknya lapangan kerja ini, optimis akan meningkatkan derajat permintaan AS disaat kondisi pasar global masih lesu.


AS berhasil memisahkan diri dari sebagian negara didunia yang masih berjibaku dengan krisis keuangan. Keberhasilan mereka dalam mengendalikan ledakan hutang membuat AS keluar dari jeratan resesi yang paling buruk sejak era Great Depression. Jumlah penghutang yang terlambat memenuhi pembayarannya mengalami penurunan hingga sebesar 1,51 persen di kuartal ketiga 2014. Angka ini jauh dibawah rata-rata dalam 15 tahun terakhir ini sebesar 2.3 persen, termasuk hutang kartu kredit dan pinjaman properti dan kendaraan bermotor. Rumah tangga AS memang mendapatkan manfaat dengan penguatan lapangan kerja saat ini, ditambah dengan jatuhnya harga minyak mentah membuat pendapatan mereka lebih baik. Dari AAA dilaporkan bahwa harga gasoline dinegeri itu mencapai harga termurahnya sejak Mei 2009 pada harga $2.13 per Galon pada 11 Januri kemarin.


Upah perjam memang masih menurun sebesar 0.2 persen dibulan lalu, menahan laju kenaikan upah di AS. Meski demikian, hanya masalah waktu saja sebelum tingkat upah melaju naik. Kenaikan upah akan berimbas pada potensi kenaikan tingkat belanja rumah tangga. Masyarakat AS dikenal sebagai masyarakat konsumtif, dengan kecenderungan membeli kendaraan baru, perlengkapan rumah tangga, pakaian dan lain-lain. Tingkat belanja mereka di bulan November 2014 mencapai 0,6 persen  atau meningkat dua kali lipat dari bulan Oktober, ungkap Departemen Perdagangan AS di Washington. Penjualan kendaraan ringan saja sepanjang tahun 2014 mampu terjual 16.5 juta, ini merupakan yang paling besar sejak 2006.


Perekonomian AS mampu menutup perjalanan akhir 2014 ini dengan manis. Penguatan yang terjadi akan berdampak terhadap industri otomotif, yang diharapkan mampu membukukan kenaikan secara beruntun dalam enam tahun ini pada 2015 dimana diperkirakan penjualan tahun ini bisa mencapai 17 juta unit.


Pada 2013, tingkat konsumsi masyarakat AS mencapai $11.5 trilyun, angka ini lebih besar daripada PDB negara lain di tahun ini, termasuk dengan Cina sendiri, ungkap IMF di Washington. Data ini tidak hanya menunjukkan perbedaan yang menyolok diantara negara, yang disebut purchasing power parity – dimana sering terkait dengan laju inflasi suatu negara pula. Tahun ini, PDB AS diperkirakan akan tumbuh 3.7 persen, naik dari tahun lalu yang mencapai 2.5 persen. AS akan memberikan kontribusi hampir 18 persen pada pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan tahun ini hanya akan tumbuh 3.6 percen. Kontribusi AS masih yang tertinggi dibandingkan negara-negara maju lainnya yang berkontribusi rata-raat sekitar 11 persen, sebagaimana laporan IMF pada 9 Januari kemarin.


Ditengah penguatan yang terjadi di AS, negara-negara berkembang BRIC — Brazil, RussiaIndia dan Cina mendapati masa-masa yang sulit . Dalam 15 tahun terakhir, mereka sebelumnya menjadi pusat perhatian investor dunia. Peringkat kredit Brazil untuk pertama kalinya diturunkan dalam satu dekade ini, sementara Rusia sendiri tengah menghadapi resesi. Perekonomian negeri Beruang merah tersebut rentan dengan jatuhnya harga minyak dan sanksi yang dijatuhkan Eropa. Dua negara asia, India dan Cina mendapat perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi mereka. Nampaknya peran negara-negara berkembang sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi global telah usai. Brazil dan Rusia adalah dua negara BRIC yang paling diujung tanduk saat ini, kegagalan mereka dalam menangani krisis keuangannya bisa menjadikan mereka kehilangan mahkota sebagai negara berkembang. Meski demikin, selamban-lambannya pertumbuhan ekonomi Cina, tetap saja kontribusi mereka ke perekonomian dunia masih lebih baik daripada AS dilihat dari hasil berdasarkan purchasing power parity.


AS memang selangkah didepan diantara negara-negara maju lainnya, ungkap Paul Mortimer-Lee, kapala ekonom BNP Paribas di New York. Presiden ECB Mario Draghi dan para koleganya masih dengan kebijakan pembelian kembali aset mereka untuk menghindari deflasi. Langkah ini sebelumnya manjur dilakukan oleh AS pada 2009. Sementara kebijakan anggaran AS juga dianggap lebih efektif dari kawasan Euro, tambah Mortimer-Lee.


Eropa sendiri disarankan Even Alberto Alesina, seorang profesor dari Harvard University agar melakukan pemangkasan pajak secara agresif untuk meningkatkan keuangan mereka. Sebaliknya, Jepang sendiri nampaknya memilih perekonomiannya kembali sebagaimana saat resesi dengan menaikkan pajak konsumsi hingga sebesar 8 persen dari sebelumnya yang hanya 5 persen pada 1 April 2014. (Lukman Hqeem | @hqeem | 2AC9FBE6)



AS Kembali Menjadi Mesin Ekonomi Dunia

Tuesday, December 30, 2014

Jepang Pangkas Pajak Corporasi

Financeroll – Pemerintah Jepang pada Selasa ini menyetujui reformasi pajak yang akan memotong tarif pajak penghasilan corporasi yang dinilai tinggi di negara itu dalam upaya untuk memacu pertumbuhan ekonomi.


Berdasarkan kesepakatan, disetujui oleh Partai Demokrat Liberal yang menjadi pendukung Perdana Menteri Shinzo Abe dan mitra koalisinya Komeito, tarif pajak akan dipotong menjadi 32,11% dari 34,62% pada tahun fiskal berikutnya dimulai pada bulan April, dan kemudian dipotong lebih lanjut menjadi 31,33% di tahun berikutnya, demikian menurut laporan media.


Asumsinya adalah bahwa pajak perusahaan yang lebih rendah akan mendorong perusahaan untuk mempekerjakan lebih banyak pekerja, menaikkan upah dan meningkatkan investasi. Awal tahun ini, Abe mengumumkan penundaan untuk kenaikan pajak penjualan yang pernah direncanakan sebelumnya.



Jepang Pangkas Pajak Corporasi

Dollar Menguat Terhadap Euro dan Yen

Financeroll – Dolar menguat terhadap euro dan yen Jepang pada perdagangan hari Senin, dengan mata uang zona Eropa yang membukukan level terendah dalam dua tahun terakhir karena Yunani masih berada dalam kondisi kisruh pemilu yang memunculkan gelombang kebencian pemilih terhadap persyaratan bailout internasional terhadap negara itu.


EURUSD euro, turun 0,4% dan diperdagangkan pada level $ 1,2153, level terendah sejak Agustus 2012. Aset-aset Yunani dijual setelah pemerintah negara itu gagal memenangkan dukungan dari anggota parlemen untuk calon presiden, memicu pemilu dini yang ditetapkan untuk Januari 25.


“Pemilihan mendatang akan menjadi resiko acara yang sangat besar bagi euro dan saham Eropa karena jajak pendapat terbaru Yunani mengarah pada kemenangan kelompok radikal sayap kiri Partai Syriza, yang berkemungkinan akan mendukung default atas kewajiban utang Yunani dan membatalkan ketentuan dana talangan Uni Eropa / IMF, “kata Matthew Weller, analis teknikal senior di Forex.com.


Versus yen Jepang, dolar USDJPY, turun 0,68% berada di ¥ 120,63, naik dari 120,38 ¥ akhir Jumat di New York.


Aktivitas pasar agak pasif, dengan banyak investor institusi Jepang dan pelaku pasar lainnya mengambil istirahat dari pasar mata uang untuk akhir tahun musim liburan. Greenback sebagian besar tetap tanpa arah dan tanpa isyarat segar khususnya selama bagian pertama sesi perdagangan Asia.

WSJ Dollar Index BUXX, turun 0,32%, ukuran dolar terhadap rival mata uang utama, turun 2 basis poin menjadi 83,04. Indeks DXY ICE dolar, ukuran mata uang AS terhadap enam rival utama, naik 0,2% menjadi 90,20



Dollar Menguat Terhadap Euro dan Yen

Monday, December 29, 2014

Dollar Cendrung Melemah Terhadap Yen

Financeroll – Dolar bergerak lebih rendah terhadap yen dalam sesi perdagangan yang cendrung “sideway” di bursa Asia pada Senin, karena penurunan pada sore hari yang dialami Nikkei Stock Average yang memberi isyarat akan masifnya pembelian mata uang Jepang akibat perdagangan yang tanpa arah.


Data perdagangan mutakhir menunjukan, USDJPY, naik 0,04% dan berada di level ¥ 120,32, dari posisi 120,38 ¥ pada akhir perdagangan Jumat di New York.


Perdagangan cuma bergerak tipis, dengan banyaknya investor institusional Jepang dan pelaku pasar lainnya beristirahat dari perdagangan pasar mata uang untuk akhir tahun musim liburan. Greenback sebagian besar tetap tanpa arah dan tanpa isyarat penyegaran, terutama selama sesi pertama perdagangan Asia.

Sementara itu, peserta perdagangan mengharapkan peningkatan volume perdagangan mata uang karena beberapa investor Eropa dan AS kembali ke pasar setelah liburan Natal nanti Senin, ada beberapa analis yang mengatakan bahwa mata uang AS masih kekurangan momentum untuk membukukan kenaikan daripada posisi saat ini.



Dollar Cendrung Melemah Terhadap Yen

Sunday, December 28, 2014

Abe Setujui Stimulus Secara Darurat

Financeroll – Menyikapi perekonomian yang lesu di negara matahari terbit, Jepang. Perdana Menteri Shinzo Abe secara darurat menyetujui paket stimulus darurat Y3.5 triliun.


Diberitakan, bahwa rencana yang diperuntukkan untuk wilayah provinsi ini berisi Y1.2 triliun bantuan untuk konsumen dan bisnis (termasuk voucher belanja dan subsidi untuk pinjaman yang melayani konsumen yang berpendapatan rendah), Y600 miliar dari pembiayaan untuk revitalisasi ekonomi regional dan Y1.7 triliun untuk mempercepat pemulihan pasca bencana dan rekonstruksi.


Pemerintah memperkirakan bahwa paket stimulus akan meningkatkan produk domestik bruto kira-kira 0,7%. Perkiraan ini menyiratkan bahwa hampir seluruh Y3.5 triliun akan accretive terhadap PDB, Namun, ekspor dan konsumsi pribadi dapat diharapkan untuk menjadi penggerak untuk pertumbuhan ekonomi Jepang.


“Meskipun pertumbuhan PDB nyata negatif (secara pada kuartal) untuk dua kuartal terakhir, ada probabilitas tinggi pertumbuhan kembali dalam permintaan pribadi dari Q4. Dalam paket stimulus Y3.5 triliun harus cukup untuk meningkatkan ekonomi Jepang.



Abe Setujui Stimulus Secara Darurat

Thursday, December 25, 2014

Nikkei Ditutup Naik 0.1%

Financeroll – Bursa Jepang Nikkei ditutup naik di hari ini, Jumat (26/12) dengan sentimen yang didukung oleh harapan untuk bullish di tahun depan mengambil keuntungan pada sesi pagi.


Indeks Nikkei ditutup naik 0,1 persen ke level 17,818.96, indeks Topix utama naik 0,4 persen ke level 1,427.50, sementara indeks JPX 400 naik 0,3 persen ke level 12,693.12.


Adapun penguatan ditopang saham Fanuc Corp yang menguat 0,4 persen.



Nikkei Ditutup Naik 0.1%

Wednesday, December 24, 2014

Shinzo Abe Kembali Bertahta

Financeroll – Presiden Liberal Democratic Party (LDP) Shinzo Abe pada Rabu mendapatkan 328 suara dari 475 anggota majelis rendah dalam pemilihan perdana menteri dan terpilih kembali menjadi perdana menteri negeri itu.


Abe juga mendapat 135 suara dari 240 kursi dewan. Selanjutnya dia akan membentuk kabinet baru. Laporan media lokal menyebutkan hampir semua menteri tampaknya akan bertahan di pos mereka tapi Menteri Pertahanan Akinori Eto sudah menolak penunjukkannya kembali karena skandal dana politiknya.


Abe menyeru pelaksanaan pemilihan umum cepat bulan lalu karena data-data menunjukkan kelesuan pertumbuhan ekonomi dan partainya menang pada pemilihan umum 14 Desember.


Bersama dengan mitra juniornya, Komeito Party, koalisi LDP-Komeito mengamankan 326 kursi di majelis rendah dan mampu menjaga mayoritas di majelis tinggi.


Majelis rendah hari ini juga memilih bekas menteri luar negeri Nobutaka Machimura sebagai juru bicara menggantikan Bunmei Ibuki. Sebelumnya Abe mengatakan bahwa dia akan mendorong kebijakan ekonominya yang disebut “Abenomics” untuk menarik Jepang dari deflasi berkepanjangan dan memulihkan ekonomi Jepang.


Dia juga berjanji setelah pemilihan umum bahwa dia dan LDP akan berusaha mendapatkan lebih banyak dukungan publik untuk mengamandemen Konstitusi dan memenuhi legislasi terkait hak kontroversial untuk pertahanan diri kolektif.



Shinzo Abe Kembali Bertahta

Sunday, December 7, 2014

MSCI Bergerak Positif

Financeroll – Bursa Asia menguat setelah data payroll AS menguat mendorong optimisme perekonomian negara tersebut. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% ke level 140,14 pada perdagangan Senin (8/12/2014) pukul 09.01 waktu Tokyo atau pukul 07.01 WIB.


Bagusnya data ekonomi membuat bursa bergerak positif,” ujar Stan Shamu, Market Strategist IG Ltd, seperti dikutip Bloomberg.


Indeks Jepang Topix naik 0,5%, indeks Korea Selatan Kospi naik 0,1%, indeks Australia S&P/ASX 200 naik 0,9%, indeks Selandia Baru NZX 50 turun 0,1%.



MSCI Bergerak Positif

Tuesday, December 2, 2014

Won Mendekati Level Terendah 15 Bulan

Financeroll – Won mendekati level terendah 15 bulan saat pemerintah Korea Selatan akan berusaha untuk melemahkan nilai mata uang demi melindungi eksportir nasional dari yen yang melemah.


Won turun 0,8% menjadi 1,115.96 per dolar pada pukul 10:04 di Seoul. Mata uang itu menyentuh posisi 1,119.95 pada tanggal 1 Desember, dan merupakan terendah sejak Agustus 2013. Mata uang ini melemah 0,8% menjadi 9,3573 terhadap yen.


Eksport merosot tak terduga sebesar 1,9% pada November dari tahun sebelumnya. Gubernur Bank of Korea, Lee Ju Yeol mengatakan pada tanggal 18 November bahwa pemerintah menyadari dampak negatif melemahnya yen terhadap perekonomian Korea Selatan dan akan bertindak untuk menjaga stabilitas nilai tukar jika diperlukan.



Won Mendekati Level Terendah 15 Bulan

Monday, December 1, 2014

Keuntungan dari Upah Tahunan di Jepang Melambat

Financeroll – Total pendapatan kas upah Jepang pada bulan Oktober meningkat secara lambat dalam delapan bulan dan upah riil turun selama 16 bulan berturut-turut.


Total pendapatan kas pada bulan Oktober naik 0,5% dari tahun sebelumnya. Pendapatan ini naik pada bulan kedelapan tetapi melambat dari bulan September. Upah riil, yang disesuaikan untuk mencerminkan harga konsumen, turun 2,8% pada tahun ini hingga Oktober.


Mentri Shinzo Abe dan Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda telah mendesak perusahaan untuk membantu menghentikan deflasi 15 tahun dan memenuhi inflasi 2% dengan meningkatkan upah dan investasi.


Namun kenaikan upah terlanjur melambat. Hal ini meningkatkan keraguan tentang keberhasilan dari kebijakan reflationary yang dinamai Abenomics”. Upah lembur, sebuah barometer kekuatan dalam aktivitas perusahaan, naik 0,4% sampai Oktober.



Keuntungan dari Upah Tahunan di Jepang Melambat

Sunday, November 30, 2014

Dolar Australia Turun Tajam

Financeroll – Dolar Australia turun tajam di Asia pada hari Senin ketika indeks perusahaan resmi Tiongkok datang dengan nilai lebih lemah dari yang diharapkan.


AUD / USD berpindah posisi pada 0,8438, turun 0,78%. Sedangkan USD / JPY yang diperdagangkan di 118,95, naik 0,30%.


Aktivitas perusahaan resmi Tiongkiok pada bulan November datang pada level 50,3 di wilayah ekspansi, tetapi lebih rendah dari 50,6 yang diharapkan dan dibandingkan dengan 50,8 pada bulan Oktober. Di Australia, persediaan pada kuartal ketiga naik 0,7% dan keuntungannya naik 0,5% menjelang indeks harga komoditas RBA yang menurun 16,9% pada bulan sebelumnya.


Indeks dolar AS yang terhadap enam mata uang utama, naik 0,06% menjadi 88,46. Di zona euro, data pada hari Jumat menunjukkan bahwa inflasi tahunan melambat ke level terendah lima tahun sebesar 0,3% pada bulan November. Data yang lemah dipandang sebagai meningkatkan kemungkinan bahwa Bank Sentral Eropa akan menerapkan langkah-langkah pelonggaran kuantitatif.



Dolar Australia Turun Tajam

Nikkei Dibuka Naik 0.1%

Financeroll – Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat, Senin (1/12) ditopang dari belanja modal Jepang yang mengalami kenaikan.


Indeks Nikkei Average naik 0.1% ke level 17.475.10, indeks Topix utama naik 0.4% ke level 1.415.74.


Pelemahan yen adalah positif untuk eksportir Jepang karena membuat mereka lebih kompetitif di luar negeri dan meningkatkan keuntungan. Dari Wall Street, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0.49 poin pada hari Jumat, merangkak ke rekor baru tinggi di 17,828.24, sementara saham yang terkait dengan energi turun setelah keputusan OPEC.



Nikkei Dibuka Naik 0.1%

Thursday, November 27, 2014

Penjualan Ritel Jepang Merosot

Financeroll – Penjualan ritel Jepang turun lebih dari perkiraan bulan lalu.



Penjualan ritel jatuh dari 2,3% ke 1,4% pada bulan sebelumnya. Sementara analis memperkirakan penjualan ritel jatuh pada tingkat tahunan sebesar 1,5% bulan lalu.



Penjualan Ritel Jepang Merosot

USDJPY Melemah Pasca Data Ritel Sales

Financeroll – Penutupan perdagangan waktu New York tadi pagi. Pergerakan valuta asing Yen terhadap Dolar mengalami pelemahan.


USDJPY menguat 0.17% ke level 117.95, pair ini berkonsolidasi ke level support 117.69 rendah dan level resisten 117.99 tinggi.


Secara keseluruhan untuk fokus fundamental Jepang yang dirlis pagi ini mengalami penurunan, seperti dari data Household spending untuk bulan Oktober turun ke -4.0% dari bulan sebelumnya -5.6%, unemployment rate 3.5% dari 3.6%.


Selain itu, data retail sales untuk bulan Oktober juga menurun tipis yaitu hanya 1.4% dari bulan sebelumnya 2.3%, sedangkan perkiraan pasar memprediksikan 1.5%.



USDJPY Melemah Pasca Data Ritel Sales

Wednesday, November 26, 2014

Nikkei Lanjutkan Penurunan 0.4%

Financeroll – Bursa Nikkei Jepang terpantau turun Kamis (27/11) pagi, dipicu dari lemahnya data AS dan menurunnya mata uang Yen.


Indeks Nikkei turun 0,4 persen menjadi 17,321.60, indeks Topix utama turun 0,5 persen ke level 1,399.50, indeks JPX 400 jatuh 0,5 persen ke 12,749.84.


Adapun saham pemicunya ialah Nissan Motor Co turun 1,2 persen, Fuji turun 2,6 persen dan Sony Corp turun 1,2 persen.


 


 


 



Nikkei Lanjutkan Penurunan 0.4%

Nikkei Turun 0.4%

Financeroll – Bursa perdagangan Nikkei Jepang terpantau turun, Kamis (27/11) dipicu dari pelemahan yen dan harga minyak yang menurun.


Indeks Nikkei Jepang Nikkei Average turun 0.4% ke level 17,310.49, indeks Topix utama turun 0.3% ke level 1,402.26.


INPEX Corp, minyak explorer Jepang terbesar  turun 1,7 persen. Yakult Honsha Co turun 6,3 persen. Honda Motor Co yang mendapat sekitar 80 persen dari penjualan di luar negeri turun 1,9 persen. Tokyo elektron Ltd naik 3,5 persen setelah seorang analis mengatakan Samsung Electronics Co akan keberatan dengan otoritas Korea Selatan terhadap pengambilalihan perusahaan Jepang.



Nikkei Turun 0.4%

Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.164 / USD

Financeroll - Pergerakan  nilai  tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (26/11) sore, bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah tipis menjadi Rp 12.164 dibandingkan posisi sebelumnya Rp  12.163 per dolar AS.  Mata uang rupiah bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah di tengah antisipasi investor pasar uang terhadap data-data ekonomi Indonesia yang sedianya akan dipublikasi pada awal Desember mendatang.


Penaikan harga BBM bersubsidi akan mendorong inflasi November 2014, namun diyakini kenaikan inflasi masih dapat terjaga menyusul langkah cepat Bank Indonesia yang menaikan suku bunga acuan (BI rate). Sementara untuk data neraca perdagangan, akan mengalami penurunan defisit meski belum signifikan.


Di sisi lain, laju mata uang rupiah juga masih dibayangi oleh data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal III 2014 yang tumbuh 3,9 persen sehingga potensi dolar AS melanjutkan penguatan di pasar uang domestik cukup terbuka.  Ekonomi AS memang cenderung lebih baik dibandingkan negara maju lainnya seperti di negara-negara kawasan Eropa, Jepang,  dan Tiongkok.


Meski rupiah cenderung melemah, namun pergerakannya masih relatif stabil. Kondisi Rupiah yang cukup stabil itu dimulai sejak pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.  Diharapkan kebijakan pemerintah itu dapat mendorong ekspektasi pelaku pasar di dalam negeri positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia ke depan sehingga mampu menopang mata uang domestik.


Pada pekan ini,  kurs Rupiah akan bergerak di kisaran Rp 12.135-Rp 12.185 per dolar AS.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu (26/11) ini tercatat mata uang Rupiah bergerak menguat menjadi Rp 12.160 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.166 per dolar AS.  [geng]



Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.164 / USD

Tuesday, November 18, 2014

Nikkei Berbalik Turun

Financeroll – Bursa saham Jepang Nikkei berbalik rendah didorong dari PM Jepang Shinzo Abe yang menunda kenaikan pajak penjualan dan membuat kebijakan untuk membangkitkan kembali sektor energi.


Indeks Nikkei turun 0,3 persen ke level 17,288.75, indeks Topix utama naik 0,1 persen ke level 1,396.54, sementara indeks JPX 400 naik 0,2 persen ke level 12,750.82. Para pelaku pasar masih berfokus dari kebijakan PM Jepang Shinzo Abe yang mengatakan kepada wartawan bahwa ekonomi mungkin dapat tumbuh di atas potensi, karena kebijakan moneter BoJ yang tidak berubah seperti yang diharapkan, meskipun tetap titik lemah ekonomi Jepang cukup pulih.


Operator ponsel Softbank turun 1,6 persen, dan pakaian merek Uniqlo turun 1,2 persen, Sony Corp turun 1,5 persen.



Nikkei Berbalik Turun

Sunday, November 16, 2014

Nikkei Anjlok 517.03 Poin

Financeroll – Bursa perdagangan Nikkei Jepang ditutup anjlok pasca data resmi yang menunjukkan ekonomi Jepang merosot ke dalam resesi. Hal tersebut merupakan pukulan bagi rencana revitalisasi dari Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.


Indeks Nikkei 225 turun 517,03 poin ke level 16,973.80, indeks Topix utama turun 2,45 persen atau 34,28 poin ke level 1,366.13.


Angka prelim GDP menyusut 0,4 persen pada kuartal Juli-September, atau tingkat tahunan 1,6 persen, menandai secara berturut-turut kontraksi per kuartal. Memang mengejutkan bagi pasar dan PM Shinzo Abe menunda kenaikan pajak penjualan. Perekenomian telah meluas dalam tiga bulan pertama tahun ini, tapi 1 April kemarin peningkatan pajak penjualan Jepang ditujukan untuk melunasi utang nasional yang besar.



Nikkei Anjlok 517.03 Poin

Thursday, November 13, 2014

Nikkei Naik 0.6%

Financeroll – Bursa saham nIkkei Jepang terpantau naik, Jumat (14/11) ditopang dari mata uang yen yang rendah terhadap greenback.


Indeks Nikkei naik 0.6% ke level 17490.83.


Adapaun saham Honda dan Takata berada dalam fokus setelah produsen mobil mengumumkan pada kemarin malam menggantikan inflators kantong udara. Saham produsen mobil tersebut keduanya diperdagangkan 2,6 persen lebih tinggi.


Mizuho Financial naik 0,4 persen, sementara Mitsubishi UFJ turun 0,3 persen.



Nikkei Naik 0.6%