Showing posts with label EURUSD. Show all posts
Showing posts with label EURUSD. Show all posts

Friday, January 16, 2015

Akhir Pekan EURGBP Masih Tertekan

Financeroll – Kini telah memasuki hari kedelapan pergerakan bearish EURGBP. Melanjutkan penutupan negatif sesi Kamis, di sesi akhir pekan ini EURGBP tertekan lagi dengan level terendah intraday sementara di 0.7612. Seperti terlihat pada grafik intraday hingga harian, EURGBP bergerak turun semakin dekat ke batas bawah channel menurun yang pada hari ini berada di 0.7600, di area round number yang berpotensi menjadi support yang kuat. Pun demikian sangat diperlukan konfirmasi untuk menilai kekuatan zona yang belum teruji ini.


Jika area support tersebut bisa bertahan EURGBP akan berpeluang utnk rebound ke resistance-resistance intraday di 0.7648 dan 0.7670. Indikasi awal bertahannya support ini adalah ketika seluruh data sudah dirlis dan tidak terjadi penutupan di bawah area itu pada grafik 1-jam.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



Akhir Pekan EURGBP Masih Tertekan

EURUSD Coba Bertahan Sebelum Data Amerika

Financeroll – Pasca pernyataan SNB kemarin EURUSD mengalami tekanan jual yang hebat hingga merosot tajam ke 1.1566 dan berakhir di 1.1630. Penurunan ini menguji sebuah support di 1.1660 dan berdasarkan penutupan kemarin berarti telah terjadi penetrasi terhadap zona ekstrim ini. Hingga kini EURUSD masih bergerak mendatar dalam kisaran yang tipis di bawah zona yang kini menjadi resistance intraday tersebut. Resistance lain berada di 1.1685.


Jika pasca data inflasi dan indeks sentimen Amerika Serikat pair ini tidak mampu untuk berbalik keatas zona resistance pertama tersebut, ancaman aksi jual akan kembali menghampiri yang setidaknya bisa membawah pair ini untuk menguji level terendah sesi Kamis bahkan masih sanagat mungkin untuk menguji level psikologis 1.1500.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



EURUSD Coba Bertahan Sebelum Data Amerika

Thursday, January 15, 2015

Ubah Pola, EURUSD Tetap di Zona Konsolidasi

Financeroll – Rebound cepat EURUSD dari 1.1725 ke 1.1844 yang terjadi pada sesi kemarin masih tertahan oleh sebuah trend line menurun pada grafik 1-jam yang telah teruji kekuatannya. Pola konsolidasi pair ini sedikit berubah menjadi sebuah channel menurun dimana batasan bawahnya sedikit bergeser ke 1.1718 dan batas atasnya di 1.1831. Posisi EURUSD terhadap moving averages pada grafik 1-jam juga masih menunjukkan kecenderungan ke arah bawah, dengan zona resistance intraday di 1.1785.


Kini menjelang beberapa data penting dari Amerika Serikat EURUSD masih berada di bawah tekanan jual yang berpotensi untuk menguji batas bawah pola tersebut. Mengukur dari kisaran pergerakan rata-rata harian, batas bawah pola tersebut memiliki peluang untuk bertahan dan menciptakan rebound namun tetap harus dilihat perkembangan pasca data-data tersebut.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



Ubah Pola, EURUSD Tetap di Zona Konsolidasi

Wednesday, January 14, 2015

AS Kembali Menjadi Mesin Ekonomi Dunia

FINANCEROLL – Amerika Serikat kembali mengambil alih pimpinan ekonomo global setelah 15 tahun lamanya singgasana itu diduduki Cina dan Negara-negara berkembang.


Tahun 2015 ini diperkirakan AS akan menikmati pertumbuhan ekonomi sebesar 3.2 persen. Ini akan menjadi sebuah catatan penting sebagai kinerja terbaiknya sejak 2005. Membaiknya lapangan kerja AS mempercepat pertumbuhan angka konsumsi nasional.


Berbagai analisa yang diberikan oleh JPMorgan Chase & Co., Deutsche Bank AG dan BNP Paribas SA. menyebutkan bahwa hasil dari membaiknya kondisi tersebut akan membuat AS tidak lagi ketinggalan dengan pertumbuhan ekonomi global, sesuatu yang sebelumnya belum terlihat sejak 1999, berdasarkan data dari International Monetary Fund. Alhasil ini mengembalikan mahkota sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi global. Kondisi AS saat ini adalah yang terbaik sejak 1990an.


Data terkini menunjukkan AS bangkit kembali, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (09/01) bahwa jumlah pembayaran upah (payrolls) mengalami peningkatan sebesar 252 ribu selama bulan Desember 2014. Kenaikan ini sesuai dengan tingkat pengangguran AS yang mengalami penurunan ke 5.6 persen, pencapaian ini merupakan yang terbaik dengan angka pengangguran terendah sejak Juni 2008. Pertumbuhan lapangan kerja ini merupakan hasil dari kenaikan lapangan kerja di sektor-sektor pabrikan, layanan kesehatan, dan jasa. Sekitar 3 juta lebih rakyat AS menemukan pekerjaan di 2014, angka ini merupakan yang paling besar sepanjang 15 tahun terakhir ini. Dengan membaiknya lapangan kerja ini, optimis akan meningkatkan derajat permintaan AS disaat kondisi pasar global masih lesu.


AS berhasil memisahkan diri dari sebagian negara didunia yang masih berjibaku dengan krisis keuangan. Keberhasilan mereka dalam mengendalikan ledakan hutang membuat AS keluar dari jeratan resesi yang paling buruk sejak era Great Depression. Jumlah penghutang yang terlambat memenuhi pembayarannya mengalami penurunan hingga sebesar 1,51 persen di kuartal ketiga 2014. Angka ini jauh dibawah rata-rata dalam 15 tahun terakhir ini sebesar 2.3 persen, termasuk hutang kartu kredit dan pinjaman properti dan kendaraan bermotor. Rumah tangga AS memang mendapatkan manfaat dengan penguatan lapangan kerja saat ini, ditambah dengan jatuhnya harga minyak mentah membuat pendapatan mereka lebih baik. Dari AAA dilaporkan bahwa harga gasoline dinegeri itu mencapai harga termurahnya sejak Mei 2009 pada harga $2.13 per Galon pada 11 Januri kemarin.


Upah perjam memang masih menurun sebesar 0.2 persen dibulan lalu, menahan laju kenaikan upah di AS. Meski demikian, hanya masalah waktu saja sebelum tingkat upah melaju naik. Kenaikan upah akan berimbas pada potensi kenaikan tingkat belanja rumah tangga. Masyarakat AS dikenal sebagai masyarakat konsumtif, dengan kecenderungan membeli kendaraan baru, perlengkapan rumah tangga, pakaian dan lain-lain. Tingkat belanja mereka di bulan November 2014 mencapai 0,6 persen  atau meningkat dua kali lipat dari bulan Oktober, ungkap Departemen Perdagangan AS di Washington. Penjualan kendaraan ringan saja sepanjang tahun 2014 mampu terjual 16.5 juta, ini merupakan yang paling besar sejak 2006.


Perekonomian AS mampu menutup perjalanan akhir 2014 ini dengan manis. Penguatan yang terjadi akan berdampak terhadap industri otomotif, yang diharapkan mampu membukukan kenaikan secara beruntun dalam enam tahun ini pada 2015 dimana diperkirakan penjualan tahun ini bisa mencapai 17 juta unit.


Pada 2013, tingkat konsumsi masyarakat AS mencapai $11.5 trilyun, angka ini lebih besar daripada PDB negara lain di tahun ini, termasuk dengan Cina sendiri, ungkap IMF di Washington. Data ini tidak hanya menunjukkan perbedaan yang menyolok diantara negara, yang disebut purchasing power parity – dimana sering terkait dengan laju inflasi suatu negara pula. Tahun ini, PDB AS diperkirakan akan tumbuh 3.7 persen, naik dari tahun lalu yang mencapai 2.5 persen. AS akan memberikan kontribusi hampir 18 persen pada pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan tahun ini hanya akan tumbuh 3.6 percen. Kontribusi AS masih yang tertinggi dibandingkan negara-negara maju lainnya yang berkontribusi rata-raat sekitar 11 persen, sebagaimana laporan IMF pada 9 Januari kemarin.


Ditengah penguatan yang terjadi di AS, negara-negara berkembang BRIC — Brazil, Russia, India dan Cina mendapati masa-masa yang sulit . Dalam 15 tahun terakhir, mereka sebelumnya menjadi pusat perhatian investor dunia. Peringkat kredit Brazil untuk pertama kalinya diturunkan dalam satu dekade ini, sementara Rusia sendiri tengah menghadapi resesi. Perekonomian negeri Beruang merah tersebut rentan dengan jatuhnya harga minyak dan sanksi yang dijatuhkan Eropa. Dua negara asia, India dan Cina mendapat perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi mereka. Nampaknya peran negara-negara berkembang sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi global telah usai. Brazil dan Rusia adalah dua negara BRIC yang paling diujung tanduk saat ini, kegagalan mereka dalam menangani krisis keuangannya bisa menjadikan mereka kehilangan mahkota sebagai negara berkembang. Meski demikin, selamban-lambannya pertumbuhan ekonomi Cina, tetap saja kontribusi mereka ke perekonomian dunia masih lebih baik daripada AS dilihat dari hasil berdasarkan purchasing power parity.


AS memang selangkah didepan diantara negara-negara maju lainnya, ungkap Paul Mortimer-Lee, kapala ekonom BNP Paribas di New York. Presiden ECB Mario Draghi dan para koleganya masih dengan kebijakan pembelian kembali aset mereka untuk menghindari deflasi. Langkah ini sebelumnya manjur dilakukan oleh AS pada 2009. Sementara kebijakan anggaran AS juga dianggap lebih efektif dari kawasan Euro, tambah Mortimer-Lee.


Eropa sendiri disarankan Even Alberto Alesina, seorang profesor dari Harvard University agar melakukan pemangkasan pajak secara agresif untuk meningkatkan keuangan mereka. Sebaliknya, Jepang sendiri nampaknya memilih perekonomiannya kembali sebagaimana saat resesi dengan menaikkan pajak konsumsi hingga sebesar 8 persen dari sebelumnya yang hanya 5 persen pada 1 April 2014. (Lukman Hqeem | @hqeem | 2AC9FBE6)



AS Kembali Menjadi Mesin Ekonomi Dunia

Support Jangka Pendek Jadi Pijakan Rebound EURUSD

Financeroll – Pada sesi Selasa EURUSD merosot tajam ke 1.1751, menguji suppport jangka pendek di area yang sama yang akhirnya mampu bertahan dan menjadi pijakan bagi rebound EURUSD yang terjadi sejak pagi. Kini zona support tersbeut bertambah kuat karena tetap bertahan setelah beberapa kali pengujian. Pada grafik 15-menit dan 1-jam indikasi berlanjutnya gelombang rebound ini tampak cukup bagus.


Level tertinggi intraday sementara ini berada di 1.1802, dekat dengan salah satu resistance intraday di  1.1826. Jika area ini ditembus, EURSD masih memiliki ruang gerak untuk menguji resistance intraday berikutnya di 1.1845. Di sisi bawah support yang signifikan bagi pergerakan intraday kini terpantau di 1.1782.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



Support Jangka Pendek Jadi Pijakan Rebound EURUSD

Tuesday, January 13, 2015

EURGBP Terjungkal Lagi

Financeroll – Nuansa bearish belum pergi dari perdagangan EURGBP. Sejak kemarin EURGBP berusaha untuk menanjak, untuk menembus trend line menurun jangka pendek yang berada di 0.7820 namun kembali menemui kegagalan hingga akhirnya pergerakan intraday pair ini kembali turun. Bahkan kekuatan bearish sedang berusahan untuk melampaui level terendah sesi Jum’at dan Senin, zona support di 0.7784.


Tampaknya suport tersebut tidak akan bisa bertahan. Momentum bearish saat ini cukup untuk menghempaskan EURGBP ke support berikutnya di 0.7744. Posisi resistance yang signifikan untuk pergerakan intraday kini berada di zona 0.7800. Selama area itu bertahan, sulit bagi pair ini untuk bisa kembali naik sbelum penutupan.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



EURGBP Terjungkal Lagi

EURUSD Mendatar Dibayangi Tekanan Jual

Financeroll – Sejak kemarin hingga sore ini pergerakan EUUSD masih tetap mendatar di bawah zona-zona resistance jangka pendek yang kuat yaitu 1.1907 dan 1.1942. Gelombang koreksi EURUSD yang terjadi pasca data Non farm Payroll di akhir pekan lalu masih relatif jauh dari target pertama, level 23,6% Fibonacci retracement di 1.1942.


Kondisi tesebut menggambarkan tekanan jual masih tetatp mendominasi perdagangan ERUSUD yang masih mungkin menghempaskan pair ini ke 1.1752, level terendah pekan lalu yang juga berpotensi menjadi support jangka pendek hingga menengah.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



EURUSD Mendatar Dibayangi Tekanan Jual

Monday, January 12, 2015

Jauh dari Target Koreksi, EURUSD Mulai Turun Lagi

Financeroll – Zona 1.1869 mulai menjadi zona resistance intraday baru. Rebound EURUSD dari 1.1752 masih tampak rapuh. Target koreksi pertama dari gelombang turun terakhir, dari 1.2568, yakni level 23,6% Fibonacci retracement di 1.1942 masih cukup jauh dari posisi tertinggi intraday saat ini. Bahkan saat analisa ini disusun pergerakan intraday EURUSD mulai kembali mengarah ke bawah. Potensi awal pergerakan bearish intraday mulai muncul pada grafik 15-menit. Jika support pertama pada grafik tersebut di 1.1819 ditembus, EURUSD berpeluang untuk mengejar level terndah 8 Januari di 1.1752.


Dari jadwal hari ini tidak terpantau agenda ekonomi yang penting namun tetap tidak tertutup kemungkinan terjadi fluktuasi di pasar di saat volume perdagangan tipis. melihat dari kisaran pergerakan rata-rata harian, peluang diujinya zona support penting tersebut masih cukup besar atau setidaknya untuk sementara pair ini akan berkonsolidasi di kisaran 1.1752 hinga 1.1869.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 


 



Jauh dari Target Koreksi, EURUSD Mulai Turun Lagi

Sunday, January 11, 2015

Dollar Masih dalam Pengaruh Data Non Farm

Financeroll – Yen menguat ke level tertinggi sejak Desember terhadap dolar karena kekhawatiran akan berlanjutnya pasar tenaga kerja AS yang terlalu lemah untuk menaikan suku bunga bagi Federal Reserve.


Dolar mundur dari titik tertinggi multi-tahun dekat terhadap Aussie, kiwi dan euro karena para pedagang terbebani laporan pekerjaan AS yang menunjukkan pendapatan menurun pada bulan Desember.


Mata uang Jepang naik 0,2 persen menjadi 118,30 per dolar pada perdagangan pagi di Sydney dan menyentuh 118,22, level tertinggi sejak 118,06 dicapai 6 Januari lalu yang terkuat sejak 17 Desember. Pasar Jepang ditutup hari ini untuk liburan. Yen pekan lalu naik untuk pertama kalinya dalam empat minggu, menambahkan 1,7 persen, setelah mencapai 121,85, level terlemah sejak Juli 2007 Desember.


Euro menguat 0,2 persen menjadi $ 1,1864, setelah pekan lalu turun ke level terendah sembilan tahun $ 1,1754. Dolar Australia naik 0,3 persen menjadi 82,29 sen AS, 2,4 persen lebih tinggi dari titik rendah lima tahun tahun. Mata uang Selandia Baru naik 0,4 persen menjadi 78,64 sen AS. Ini mencapai 76,09 sen 9 Desember lalu, terlemah sejak Juni 2012.


Kemajuan dolar terhadap mata uang utama terhenti pekan lalu karena data pekerjaan AS mengungkapkan gambaran beragam. Sementara pengusaha Amerika mempekerjakan 252.000 pekerja pada bulan Desember, lebih dari 240.000 perkiraan median dari 99 analis yang disurvei oleh Bloomberg News, upah merosot. Penghasilan per jam rata-rata turun menjadi $ 24,57, 0,2 persen lebih rendah, dan kenaikan 0,4 persen pada November direvisi turun menjadi 0,2 persen.



Dollar Masih dalam Pengaruh Data Non Farm

Tuesday, January 6, 2015

Euro Tunggu Data CPI

Financeroll – Indeks Dollar AS kembali membentuk level tertinggi baru di 2015 hari ini. Indeks mencapai level tertinggi 91.81. Kemarin indeks membentuk level tertinggi di 91.68. Meskipun data PMI Manufaktur dan Pesanan Pabrik AS yang dirilis kemarin di bawah prediksi pasar,dollar AS masih menunjukkan penguatannya karena terbantu oleh peluang diberlakukannya program pelonggaran kuantitatif Bank Sentral Eropa (ECB) pada rapat moneter bulan ini dan kecemasan terhadap keluarnya Yunani dari Zona Euro.


Sore ini data perkiraan CPI (Indeks Harga Konsumen) Zona Euro bulan Desember akan menjadi perhatian pelaku pasar. Penurunan CPI berpeluang memicu pelemahan nilai tukar euro. ECB sudah menyerukan kekhawatirannya terhadap penurunan tingkat inflasi dan akan bertindak dengan kebijakan pelonggaran moneter lanjutan untuk mengangkat tingkat inflasi kembali agar tidak masuk ke zona deflasi.


Sementara pada malam hari, para pelaku pasar akan fokus pada data Non-farm Payrolls AS versi ADP. Data tenaga kerja AS yang kembali membaik berpeluang mendorong kembali penguatan dollar AS.


Harga minyak mentah WTI kembali membentuk level terendah baru 2015, kemarin. Harga mencapai kisaran $47.50 per barel dan hingga pagi ini masih bergerak di dekat kisaran tersebut. Penurunan harga minyak mentah ini memberikan sentimen negatif ke indeks-indeks saham global. Indeks saham Asia sempat tertekan turun di awal sesi. Namun aksi bargain-hunting membantu rebound indeks kembali.



Euro Tunggu Data CPI

Dollar Cendrung Perkasa Pada Sesi Selasa

Financeroll – Dolar naik Selasa ke level tertinggi terhadap krone Norwegia sejak Juli 2002 karena harga minyak melemah yang terus membebani ekonomi negara-negara eksportir minyak utama.


Organisasi Negara Pengekspor Minyak telah membiarkan harga minyak meluncur pada titik yang lebih rendah dengan menolak untuk memotong produksi dalam upaya untuk mengganggu produsen shale AS. Tapi sebagian besar anggota OPEC terlihat berat mengelola mata uang mereka, hanya memungkinkan mereka untuk melakukan perdagangan dalam situasi yang ketat.


The CADUSD dolar Kanada, turun 0.02% dan diperdagangkan pada level 84,46 sen, level terendah terhadap sejak Mei 2009. Dolar RUBUSD, naik 0,02% dan diperdagangkan pada level 63,66 rubel, level tertinggi terhadap mata uang Rusia sejak 17 Desember yang diperdagangkan pada 61,60 rubel Senin kemaren.


Greenback USDNOK, jatuh 0,05% dan diperdagangkan pada 7.76 krone sesi Selasa, dibandingkan dengan 7.63 krone Senin.


USDJPY greenback, naik 0,26% dan diperdagangkan pada level 118,50 ¥, level terlemah terhadap mata uang Jepang sejak pertengahan Desember. Jepang bergantung pada impor minyak untuk memenuhi permintaan energinya.


EURUSD euro, jatuh 0,13% jatuh ke $ 1,1859, terendah dalam sembilan tahun untuk kedua kalinya dalam dua sesi. Mata uang ini diperdagangkan sedikit di atas $ 1,19 pada Senin sore.



Dollar Cendrung Perkasa Pada Sesi Selasa

Monday, January 5, 2015

Dollar Melemah Tipis Atas Mata Uang Zona Eropa

Financeroll – Euro diperdagangkan stabil pada sesi perdagangan Amerika Senin meskipun data inflasi Jerman untuk Desember dirilis lemah. Stabilitas Euro ini disebabkan oleh investor yang membeli euro untuk mengunci keuntungan.


Indeks harga konsumen Jerman untuk 2014 menunjukkan bahwa harga bulanan flat lebih dari satu bulan, begitupun perkiraan konsensus pertumbuhan 0,1% dari ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal.

Penjualan di euro dipicu oleh ekspektasi analis bahwa Presiden ECB Mario Draghi akan segera mulai pembelian besar-besaran obligasi pemerintah, kebijakan yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif, yang dapat menambahkan liquiditas sekitar € 1 triliun sampai sekitar € 2 triliun. Hal ini akan meningkatkan jumlah euro yang beredar, namun juga akan menurunkan nilainya. Pertemuan kebijakan moneter ECB berikutnya adalah 22 Januari.


EURUSD euro, turun sangat tipis 0.00%, jatuh ke level $ 1,18 terhadap dolar AS pada awal perdagangan Senin – level terendah sejak Maret 2006 – dan diperdagangkan di akhir sesi di atas $ 1,19.


ICE US Dollar Index, yang mengukur kekuatan greenback terhadp mata uang lainyamata uang, DXY, naik karena investor global bertaruh pada pemulihan ekonomi AS.


Pound GBPUSD Inggris, juga menguat 0,02% ke $ 1,525 Senin, setelah mencapai titik terendah dalam 17-bulan di level $ 1,51 pada awal sesi.



Dollar Melemah Tipis Atas Mata Uang Zona Eropa

Monday, December 29, 2014

Dollar Melemah Terhadap Mata Uang Zona Eropa

Financeroll – Dollar terpantau tertekan terhadap rival-rivalnya pada sesi pembukaan perdagangan di Amerika. Ketidakpastian masa depna politik Yunani kembali mengirim sinyal negatif terhadap mata uang Amerika.


Dollar melemah terhadap Euro 0.11 % dan berada pada posisi 1.2197. Sementara itu, Swiss Frank juga mengalami penguatan terhadap US Dollar sebear 0.11% dan bertengger di posisi 0.5540. dollarpubn melemah terhadap Poundsterling sebesar 0.12% dan berada pada level 1.5540.



Dollar Melemah Terhadap Mata Uang Zona Eropa

Wednesday, December 17, 2014

Dollar Menguat Terhadap Euro dan Yen

Financeroll – Dolar naik terhadap yen dan euro, setelah tertinggal oleh kedua mata uang tersebut selama seminggu terakhir dan setelah Janet Yellen mengatakan bahwa Fed akan menunggu serta menunda peningkatan suku.


EURUSD, turun 0,06% dan diperdagangkan pada level $ 1,23, level terendah sejak 8 Desember lalu, sedangkan USDJPY dollar, naik 0,16% serta diperdagangkan pada level 118,70 ¥, level tertinggi sejak 12 Desember yang diperdagangkan pada level $ 1,25 dan 117,07 ¥.


Seperti perdagangan aset lainnya, pedagang mata uang awalnya bingung dengan pernyataan the Fed yang sempat membuat dolar melemah terhadap rival-rivalnya, sebelum akhirnya berbalik naik.


Investor sekarang terfokus pada pertemuan April the Fed, kata Naeem Aslam, kepala analis pasar di AvaTrade, setelah Yellen mengatakan tidak akan memulai proses menaikkan suku bunga untuk “beberapa” pertemuan ke depan.



Dollar Menguat Terhadap Euro dan Yen

Tuesday, December 16, 2014

Dollar Cuma Menguat Terhadap Rubel dan Krone

Financeroll – Kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Rusia ternyata belum mampu menghentikan kerugian curam yang dialami mata uang rubel terhadap dolar pada sesi perdagangan hari Selasa.


Dolar AS mencatat kenaiakn pada sesi kesembilannya terhadap rubel dan berhasil menekuk rubel di posisi 73 rubel per dollar setelah sempat turun di awal sesi perdagangan. Penurunan tajam ini sangat dipicu oleh rally-rally negatif minyak mentah dunia yang telah banyak memangkas keuntungan ekspor Rusia.


Namun disisi lain, dolar jatuh terhadap yen, karena kekhawatiran atas bergejolaknya pasar Rusia dan penurunan tajam harga minyak menggiring investor berpindah ke dalam mata uang Jepang. Dolar USDJPY diperdagangkan naik dan berada pada 116,58 ¥, dari level 117,73 ¥ pada sesi perdagangan Senin di New York.


EURUSD, mata uang zona Eropa, membukukan kenaikan 0,04% dan diperdagangkan pada $ 1,25, dibandingkan dengan $ 1,24 pada hari Senin.


Dolar menguat terhadap krone USDNOK, naik 0,39% di awal sesi dan perdagangan datar sekitar 7.48 krone per dolar pada hari Selasa.


Pound GBPUSD, naik 0,04% menjadi $ 1,575, naik dari $ 1,56 pada hari Senin. Penguatan Pound ini terjadi setelah data menunjukkan bahwa inflasi Inggris untuk bulan November jatuh ke level terendah sepanjang 12-tahun terakhir.


ICE US Dollar Index DXY, melemah 0,64% menjadi 87,8940.



Dollar Cuma Menguat Terhadap Rubel dan Krone

Monday, December 15, 2014

Dollar Masih Perkasa

Financeroll – Dolar membukukan rekor tertinggi baru terhadap Rubel Rusia pada sesi perdagangan senin Amerika karena harga minyak terjerumus ke titik terendah dan diperparah oleh kekhawatiran bahwa beberapa perusahaan terbesar Rusia bisa default terhadap utang dalam mata uang dolar mereka.


Dalam perdagangan terakhir, dolar naik menjadi 65,5870 rubel RUBUSD, naik 1,33% – tingkat tertinggi yang pernah dicapai – karena harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari tenggelam di bawah $ 56 per barel. Pada perdagangan Jumat, Dolar masih bernilai 58 rubel.


Rubel jatuh lebih dari 13% terhadap dolar pada sesi perdagangan Senin, melebihi hryvnia Ukraina sebagai mata uang dengan performa terburuk tahun 2014.


Kekhawatiran tentang jatuhnya harga minyak mendorong dolar lebih rendah terhadap yen di hari Senin waktu perdagangan Amerika. The buck USDJPY, turun 0,06% menjadi ¥ 117,64 Senin, dibandingkan dengan 118,80 ¥ Jumat.


Sementara itu, euro diperdagangkan lebih rendah terhadap dolar pada $ 1,24, dibandingkan dengan $ 1,25 Jumat, setelah data industri produksi untuk November mengalahkan ekspektasi analis.


ICE US Dollar Index DXY, naik 0,29%, ukuran kekuatan greenback terhadap enam mata uang rivalnya, menjadi 88,4360.



Dollar Masih Perkasa

Sunday, December 7, 2014

US Dollar Semakin Perkasa

Financeroll – Index US Dollar mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam lima minggu terakhir pada sesi penutupan perdagangan Jumat kemaren setelah data utama tentang nonfarm payrolls menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS telah berkembang lebih bagus daripada perkiraan ekonom.


Indeks DXY mengalami kenaikan dan menunjukan keperkasaan greenback terhadap enam rivalnya, yakni naik 1,237% secara mingguan ke level 89,3000, level tertinggi sejak April 2006. Ini adalah langkah terbesar sejak 31 Oktober, ketika itu ditutup pada level 1.380% lebih tinggi.


Dolar terhadap Yen, USDJPY mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam lima minggu, ditutup 2,317% lebih tinggi, yakni pada level ¥ 121,4090, tertinggi dalam tujuh tahun.


Euro terpukul 1,285% dan berada pada level $ 1,2300 per Dollar, penurunan terbesar dalam dua minggu. EUR/USD diperdagangkan pada kamis sebelumnya di level $1.2380.



US Dollar Semakin Perkasa

Monday, November 24, 2014

IFO Jerman; Sentimen Bisnis Naik, Mengejutkan.

Sentimen bisnis Jerman, secara mengejutkan mengalami kenaikan di bulan November ini, mengindikasikan negara Eropa ini telah mendapatkan salah satu pijakan pertumbuhan ekonomi yang kuat dibulan-bulan ini.



FINANCEROLL – The Ifo Institute menyatakan pada Senin (24/11) bahwa Indek Sentimen Bisnis mengalami kenaikanke angka 104.7 dari sebelumnya 103.2 dibulan Oktober, pecahkan penurunan yang terjadi selama enak bulan terakhir ini. Prakiraan awal adalah diangka 103.


Presiden IFO, Werner Sinn menyatakan bahwa penurunan yang terjadi dalam perekomian Jerman nampaknya telah terhenti sejenak, memang pada musim semi dan panas kemarin mengalami sedikit kontraksi produksi di kuartal kedua yang terkikis kecil pada kuartal ketiga. Banyak pihak yang memperkirakan pada kuartal empat ini pertumbuhannya akan melemah.


Meski demikian, ekspansi ekonomi Jerman ini masih sesuai dengan lajurnya dan berharap terus membaik di tahun yang akan datang. Optimisme ini didukung tingkat pengangguran yang rendah, harga minyak yang turun serta depresiasi Euro. Tentunya akan menguntungkan negara exportir, seperti Jerman.(Lukman Hqeem | @hqeem)




IFO Jerman; Sentimen Bisnis Naik, Mengejutkan.

Thursday, October 30, 2014

CPI Jerman Flat Di Oktober

Financeroll – Indeks harga konsumen di Jerman bergerak stabil di bulan Oktober, Kamis (30/10) akan tetapi risiko deflasi di kawasan euro juga masih berlanjut.


Dalam sebuah laporan Biro Statistik Federal Jerman inflasi harga konsumen pada tingkat tahunan stabil di level 0,8% bulan ini, prakiran dari parapelaku pasar sebesar 0,9%.


Sedangkan untuk harga bulanan harga konsumen Jerman menurun 0.3% bulan ini, setelah flat dari bulan sebelumnya.


Pasca dirilisnya data EURUSD diperdagangkan menguat di level 1.2609 dari 1.2604, sementara EURGBP menguat di level 0.7877 dari 0.7876.



CPI Jerman Flat Di Oktober

Thursday, October 16, 2014

Neraca Perdagangan Eropa Menjulang

Financeroll – Neraca perdagangan zona euro terpantau naik lebih dari yang diharapkan pada kuartal terakhir, seperti yang ditunjukkan dari data resmi hari ini, Kamis (16/10).


Dalam sebuah laporan Eurostat mengatakan bahwa Saldo perdagangan Zona Euro naik menjadi 15.8B dari 12.7B pada kuartal tahun sebelumnya, para pelaku pasar mengharapkan Saldo perdagangan Zona Euro naik ke 13.5B pada kuartal terakhir.


Pasca dirilisnya data tersebut, EURUSD mengalami penurunan 0.30% di level 1.2796



Neraca Perdagangan Eropa Menjulang