Showing posts with label USDJPY. Show all posts
Showing posts with label USDJPY. Show all posts

Wednesday, January 14, 2015

USDJPY Uji Channel

Financeroll – USDJPY terus bergerak turun hingga mencapai 116.53. Pair ini mulai membentuk sebuah zona support baru berupa trend line menanjak pada grafik 1-jam. Di grafik tersebut juga terlihat pair ini sedang menguji batas bawah pola declining channel yang berada di 116.79. Dengan kata lain pada kerangka waktu intraday USDJPY sedang breada di zona ekstrim.


Zona seperti bisa menahan sebuah trend yang tidak didukung oleh momentum yang kuat. Demikian pula dengan USDJPY yang mulai memperlihatkan indikasi rebound dari zona support tersebut. Traget pertama dari potensi rebound ini adalah 117.15, salah satu resistance dinamis pada grafik 15-menit. Jika hingga menjelang penutupan sesi Eropa tidak terjadi lagi pergerakan yang lebih fluktuatif, USDJPY akan ditutup di antra support dan resistance itu.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



USDJPY Uji Channel

Sunday, January 11, 2015

Dollar Masih dalam Pengaruh Data Non Farm

Financeroll – Yen menguat ke level tertinggi sejak Desember terhadap dolar karena kekhawatiran akan berlanjutnya pasar tenaga kerja AS yang terlalu lemah untuk menaikan suku bunga bagi Federal Reserve.


Dolar mundur dari titik tertinggi multi-tahun dekat terhadap Aussie, kiwi dan euro karena para pedagang terbebani laporan pekerjaan AS yang menunjukkan pendapatan menurun pada bulan Desember.


Mata uang Jepang naik 0,2 persen menjadi 118,30 per dolar pada perdagangan pagi di Sydney dan menyentuh 118,22, level tertinggi sejak 118,06 dicapai 6 Januari lalu yang terkuat sejak 17 Desember. Pasar Jepang ditutup hari ini untuk liburan. Yen pekan lalu naik untuk pertama kalinya dalam empat minggu, menambahkan 1,7 persen, setelah mencapai 121,85, level terlemah sejak Juli 2007 Desember.


Euro menguat 0,2 persen menjadi $ 1,1864, setelah pekan lalu turun ke level terendah sembilan tahun $ 1,1754. Dolar Australia naik 0,3 persen menjadi 82,29 sen AS, 2,4 persen lebih tinggi dari titik rendah lima tahun tahun. Mata uang Selandia Baru naik 0,4 persen menjadi 78,64 sen AS. Ini mencapai 76,09 sen 9 Desember lalu, terlemah sejak Juni 2012.


Kemajuan dolar terhadap mata uang utama terhenti pekan lalu karena data pekerjaan AS mengungkapkan gambaran beragam. Sementara pengusaha Amerika mempekerjakan 252.000 pekerja pada bulan Desember, lebih dari 240.000 perkiraan median dari 99 analis yang disurvei oleh Bloomberg News, upah merosot. Penghasilan per jam rata-rata turun menjadi $ 24,57, 0,2 persen lebih rendah, dan kenaikan 0,4 persen pada November direvisi turun menjadi 0,2 persen.



Dollar Masih dalam Pengaruh Data Non Farm

Tuesday, January 6, 2015

Dollar Cendrung Perkasa Pada Sesi Selasa

Financeroll – Dolar naik Selasa ke level tertinggi terhadap krone Norwegia sejak Juli 2002 karena harga minyak melemah yang terus membebani ekonomi negara-negara eksportir minyak utama.


Organisasi Negara Pengekspor Minyak telah membiarkan harga minyak meluncur pada titik yang lebih rendah dengan menolak untuk memotong produksi dalam upaya untuk mengganggu produsen shale AS. Tapi sebagian besar anggota OPEC terlihat berat mengelola mata uang mereka, hanya memungkinkan mereka untuk melakukan perdagangan dalam situasi yang ketat.


The CADUSD dolar Kanada, turun 0.02% dan diperdagangkan pada level 84,46 sen, level terendah terhadap sejak Mei 2009. Dolar RUBUSD, naik 0,02% dan diperdagangkan pada level 63,66 rubel, level tertinggi terhadap mata uang Rusia sejak 17 Desember yang diperdagangkan pada 61,60 rubel Senin kemaren.


Greenback USDNOK, jatuh 0,05% dan diperdagangkan pada 7.76 krone sesi Selasa, dibandingkan dengan 7.63 krone Senin.


USDJPY greenback, naik 0,26% dan diperdagangkan pada level 118,50 ¥, level terlemah terhadap mata uang Jepang sejak pertengahan Desember. Jepang bergantung pada impor minyak untuk memenuhi permintaan energinya.


EURUSD euro, jatuh 0,13% jatuh ke $ 1,1859, terendah dalam sembilan tahun untuk kedua kalinya dalam dua sesi. Mata uang ini diperdagangkan sedikit di atas $ 1,19 pada Senin sore.



Dollar Cendrung Perkasa Pada Sesi Selasa

Monday, January 5, 2015

Nikkei Akan Tembus 20,000

FINANCEROLL – Untuk pertama kalinya sejak April 2000, Indek saham Nikkei 225 diperkirakan akan menembus 20,000 pada 2015 ini. Ada enam faktor yang bisa mendorong kenaikan Indek Nikkei 225 ini, yaitu melemahnya Yen, harga minyak mentah yang murah, ekonomi AS yang membaik, pembagian deviden oleh Bank of Japan dan Dana Investasi Pensiun Pemerintah, reformasi tata kelola korporasi, dan proposal pengurangan pajak korporat. Sebuah jajak yang sebelumnya dilakukan oleh Nikkei Veritas di bulan Desember 2014 menyatakan bahwa 36 dari 58 pengamat pasar menyatakan optimisnya bahwa Nikkei tahun ini akan menembus 20,000 dengan level tertinggi bisa mencapai ke 20,440.


Prediksi kenaikan ini juga tercermin dari menguatnya pendapatan korporat di Jepang. Meskipun perekonomian di negeri Jepang masih lambat, pendapatan korporat masih tinggi diatas perekonomian umumnya, ungkap Kathy Matsui dari Goldman Sachs Jepang. Diyakini bahwa keuntungan per saham di lantai bursa utama Tokyo Stock Exchange akan naik 22% pada tahun pertama hingga Maret 2015 ini dibandingkan tahun lalu, melemahnya Yen memberikan keuntungan bagi para eksportir. Dibandingkan rekannya di AS, Eropa dan Asia lainnya, perusahaan-perusahaan di Jepang berpeluang membukukan keuntungan lebih baik.


Menurut perkiraan dari Ryota Sakagami dari SMBC Nikko Securities mengatakan bahwa para investor asing akan menjadi pembeli besar atas saham-saham Jepang ketika nilai keuntungan per saham mengalami peningkatan tajam.  Diperkirakan, total yang akan dibeli oleh investor asing sejak September 2012 akan tumbuh sekitar 28 trilyun yen ($230 milyar) pada September 2015. Laju kenaikan ini tidak terpaut jauh dari pertumbuhan yang terjadi pada periode April 2003 – Juli 2007 sebesar 39 trilyun yen, ketika PM Junichiro Koizumi melakukan serangkaian perubahan sehingga menarik minat investor asing secara besar-besaran.


Reformasi tata kelola perusahaan yang lebih baik juga menjadi daya tarik investor asing kepada saham-saham Jepang. Dominic Rossi, Kepala Investasi Global dari Fidelity Worldwide Investment Inggris menyatakan bahwa jika rata-rata tingkat pendapatan saham jepang bisa naik keatas 10%, dari sekitar 8% saat ini dengan remormasi tersebut, para investor tentu semakin tertarik.


Jika Nikkei memang menembus 20,000, kapitalisasi pasar TSE bisa mencapai 600 trilyun yen, kurang lebih sama saat akhir 1989, ketika indek saham ditutup pada angka tertingginya sepanjang masa di 38,915.


Disisi lain, resiko juga bisa saja muncul. Bagi sebagian pihak, saat saham-saham AS kembali mencetak kenaikannya di akhir akhir 2014, menjadi perhatian akan seberapa lama kenaikan ini masih akan berlanjut. David Tepper, seorang manajer investasi AS menyatakan bahwa kondisi saat ini mirip dengan tahun 1998, ketika Russia dinyatakan bangkrut akibat hutang. Bursa saham AS melejit di tahun selanjutnya, namun turun tajam di tahun 2000 saat terjadi ledakan perusahaan-perusahaan dot-com.


Jatuhnya harga minyak disisi lain akan memberikan tekanan bagi negara sedang berkembang. Allan Conway, dari Schroders Inggris menyatakan bahwa para investor telah menarik dana investasinya di negara-negara berkembang sejak tahun lalu, dan dana-dana ini dalam posisi menunggu adanya fluktuasi yang lebih tinggi di 2015.


Kondisi Eropa sendiri masih dibayang-bayangi dengan berbagai masalah. Pemilu di Yunani juga menyisakan persoalan di benua biru. Sementara dibelahan timur, perekonomian Jepang yang menderita dengan enam penyakit utama, yaitu menguatnya Yen, tertundanya kesepakatan perdagangan bebas dengan negara-negara lain, naiknya harga listrik, tingginya pajak korporat, kakunya hukum perburuhan dan regulasi lingkungan yang berat. Enam masalah tersebut nampaknya masih ada di tahun ini, dengan beberapa pengecualian Yen yang saat ini melemah. Jika reformasi Jepang tidak berjalan, maka akan mendorong para investor melakukan aksi jual saham-saham Jepang.


Mohamed El-Erian, Kepala Penasehat Ekonomi Allianz, menyatakan bahwa tahun 2015 ini merupakan tahun “divergence,” mengacu pada terbelahnya pertumbuhan ekonomi dan lingkungan moneter di AS, Jepang dan negara-negara berkembang yang tidak lazim. Hal ini membuat neraca perekonomian dunia tidak nyaman, alhasil ini menjadi sebuah pertanyaan terbuka bahwa sejauh Saham-saham Jepang bisa naik di tahun ini. (Lukman Hqeem | @hqeem)



Nikkei Akan Tembus 20,000

Monday, December 29, 2014

Dollar Cendrung Melemah Terhadap Yen

Financeroll – Dolar bergerak lebih rendah terhadap yen dalam sesi perdagangan yang cendrung “sideway” di bursa Asia pada Senin, karena penurunan pada sore hari yang dialami Nikkei Stock Average yang memberi isyarat akan masifnya pembelian mata uang Jepang akibat perdagangan yang tanpa arah.


Data perdagangan mutakhir menunjukan, USDJPY, naik 0,04% dan berada di level ¥ 120,32, dari posisi 120,38 ¥ pada akhir perdagangan Jumat di New York.


Perdagangan cuma bergerak tipis, dengan banyaknya investor institusional Jepang dan pelaku pasar lainnya beristirahat dari perdagangan pasar mata uang untuk akhir tahun musim liburan. Greenback sebagian besar tetap tanpa arah dan tanpa isyarat penyegaran, terutama selama sesi pertama perdagangan Asia.

Sementara itu, peserta perdagangan mengharapkan peningkatan volume perdagangan mata uang karena beberapa investor Eropa dan AS kembali ke pasar setelah liburan Natal nanti Senin, ada beberapa analis yang mengatakan bahwa mata uang AS masih kekurangan momentum untuk membukukan kenaikan daripada posisi saat ini.



Dollar Cendrung Melemah Terhadap Yen

Wednesday, December 17, 2014

Dollar Menguat Terhadap Euro dan Yen

Financeroll – Dolar naik terhadap yen dan euro, setelah tertinggal oleh kedua mata uang tersebut selama seminggu terakhir dan setelah Janet Yellen mengatakan bahwa Fed akan menunggu serta menunda peningkatan suku.


EURUSD, turun 0,06% dan diperdagangkan pada level $ 1,23, level terendah sejak 8 Desember lalu, sedangkan USDJPY dollar, naik 0,16% serta diperdagangkan pada level 118,70 ¥, level tertinggi sejak 12 Desember yang diperdagangkan pada level $ 1,25 dan 117,07 ¥.


Seperti perdagangan aset lainnya, pedagang mata uang awalnya bingung dengan pernyataan the Fed yang sempat membuat dolar melemah terhadap rival-rivalnya, sebelum akhirnya berbalik naik.


Investor sekarang terfokus pada pertemuan April the Fed, kata Naeem Aslam, kepala analis pasar di AvaTrade, setelah Yellen mengatakan tidak akan memulai proses menaikkan suku bunga untuk “beberapa” pertemuan ke depan.



Dollar Menguat Terhadap Euro dan Yen

Tuesday, December 16, 2014

Dollar Cuma Menguat Terhadap Rubel dan Krone

Financeroll – Kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Rusia ternyata belum mampu menghentikan kerugian curam yang dialami mata uang rubel terhadap dolar pada sesi perdagangan hari Selasa.


Dolar AS mencatat kenaiakn pada sesi kesembilannya terhadap rubel dan berhasil menekuk rubel di posisi 73 rubel per dollar setelah sempat turun di awal sesi perdagangan. Penurunan tajam ini sangat dipicu oleh rally-rally negatif minyak mentah dunia yang telah banyak memangkas keuntungan ekspor Rusia.


Namun disisi lain, dolar jatuh terhadap yen, karena kekhawatiran atas bergejolaknya pasar Rusia dan penurunan tajam harga minyak menggiring investor berpindah ke dalam mata uang Jepang. Dolar USDJPY diperdagangkan naik dan berada pada 116,58 ¥, dari level 117,73 ¥ pada sesi perdagangan Senin di New York.


EURUSD, mata uang zona Eropa, membukukan kenaikan 0,04% dan diperdagangkan pada $ 1,25, dibandingkan dengan $ 1,24 pada hari Senin.


Dolar menguat terhadap krone USDNOK, naik 0,39% di awal sesi dan perdagangan datar sekitar 7.48 krone per dolar pada hari Selasa.


Pound GBPUSD, naik 0,04% menjadi $ 1,575, naik dari $ 1,56 pada hari Senin. Penguatan Pound ini terjadi setelah data menunjukkan bahwa inflasi Inggris untuk bulan November jatuh ke level terendah sepanjang 12-tahun terakhir.


ICE US Dollar Index DXY, melemah 0,64% menjadi 87,8940.



Dollar Cuma Menguat Terhadap Rubel dan Krone

Monday, December 15, 2014

Dollar Masih Perkasa

Financeroll – Dolar membukukan rekor tertinggi baru terhadap Rubel Rusia pada sesi perdagangan senin Amerika karena harga minyak terjerumus ke titik terendah dan diperparah oleh kekhawatiran bahwa beberapa perusahaan terbesar Rusia bisa default terhadap utang dalam mata uang dolar mereka.


Dalam perdagangan terakhir, dolar naik menjadi 65,5870 rubel RUBUSD, naik 1,33% – tingkat tertinggi yang pernah dicapai – karena harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari tenggelam di bawah $ 56 per barel. Pada perdagangan Jumat, Dolar masih bernilai 58 rubel.


Rubel jatuh lebih dari 13% terhadap dolar pada sesi perdagangan Senin, melebihi hryvnia Ukraina sebagai mata uang dengan performa terburuk tahun 2014.


Kekhawatiran tentang jatuhnya harga minyak mendorong dolar lebih rendah terhadap yen di hari Senin waktu perdagangan Amerika. The buck USDJPY, turun 0,06% menjadi ¥ 117,64 Senin, dibandingkan dengan 118,80 ¥ Jumat.


Sementara itu, euro diperdagangkan lebih rendah terhadap dolar pada $ 1,24, dibandingkan dengan $ 1,25 Jumat, setelah data industri produksi untuk November mengalahkan ekspektasi analis.


ICE US Dollar Index DXY, naik 0,29%, ukuran kekuatan greenback terhadap enam mata uang rivalnya, menjadi 88,4360.



Dollar Masih Perkasa

Sunday, December 7, 2014

US Dollar Semakin Perkasa

Financeroll – Index US Dollar mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam lima minggu terakhir pada sesi penutupan perdagangan Jumat kemaren setelah data utama tentang nonfarm payrolls menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS telah berkembang lebih bagus daripada perkiraan ekonom.


Indeks DXY mengalami kenaikan dan menunjukan keperkasaan greenback terhadap enam rivalnya, yakni naik 1,237% secara mingguan ke level 89,3000, level tertinggi sejak April 2006. Ini adalah langkah terbesar sejak 31 Oktober, ketika itu ditutup pada level 1.380% lebih tinggi.


Dolar terhadap Yen, USDJPY mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam lima minggu, ditutup 2,317% lebih tinggi, yakni pada level ¥ 121,4090, tertinggi dalam tujuh tahun.


Euro terpukul 1,285% dan berada pada level $ 1,2300 per Dollar, penurunan terbesar dalam dua minggu. EUR/USD diperdagangkan pada kamis sebelumnya di level $1.2380.



US Dollar Semakin Perkasa

Sunday, October 26, 2014

BOJ Mengambil Langkah Untuk Pembelian ETF, Yen Ikut Melemah

Financeroll – Harapan dari peningkatan BOJ untuk mengambil langkah-langkah tambahan, termasuk tambahan membeli ETF (Exchange Traded Fund). 


Apabila BOJ mengambil tindakan dini akan lebih cenderung dilakukan di bulan November atau Desember. Disamping itu pembelian tersebut dimaksudkan agar membantu kenaikan pajak penjualan yang direncanakan.


Kurangnya dari tindakan yang signifikan pada pertemuan dua hari BOJ menurunkan USDJPY yang saat ini berad ada di level 108.11.



BOJ Mengambil Langkah Untuk Pembelian ETF, Yen Ikut Melemah