Showing posts with label USA. Show all posts
Showing posts with label USA. Show all posts

Tuesday, December 30, 2014

Harga Rumah Di Amerika Turun Untuk Bulan Oktober

Financeroll – Harga rumah di bulan Oktober tergelincir jatuh, penurunan bulan kedua berturut-turut. Pertumbuhan tahunan menuju laju lambat dalam dua tahun, menurut data yang dirilis hari Selasa.


Harga rumah AS bergerak turun 0,1% pada bulan Oktober, demikian menurut indeks komposit 20-kota S & P / Case-Shiller yang menunjukkan penurunan di 10 kota, ekspansi dalam 8 kota, dan harga nyaris tidak berubah secara signifikan.


Sementara itu, laju pertumbuhan tahunan juga ikut terseret, dengan kalkulasi year to date harga rumah naik 4,5% pada bulan Oktober – laju paling lambat dalam dua tahun – dibandingkan dengan kenaikan tahunan sebesar 4,8% pada bulan September. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones Newswires telah memperkirakan pertumbuhan harga tahununan akan melambat menjadi 4,7% pada bulan Oktober.


Namun setelah penyesuaian musiman, harga rumah di antara 20 kota tergolong naik sekitar 0,8% pada bulan Oktober – hasil terkuat dalam tujuh bulan – dibandingkan dengan kenaikan 0,2% pada bulan September.



Harga Rumah Di Amerika Turun Untuk Bulan Oktober

Indeks Saham AS Dibuka Turun

Financeroll – Indeks saham AS jatuh di sesi pembukaan perdagangan hari Selasa di New York, setelah sempat dapat napas lega setelah S & P 500 pada hari Senin mencetak rekor penutupan ke-53 tahun ini.


The S & P 500 SPX, jatuh 5 poin,atau 0,3%, menuju level 2,085, sementara Dow Jones Industrial Average DJIA, turun 34 poin, atau 0,2%, ke level 18.003. Saham energi terkerek lebih rendah karena harga minyak terus merosot, dan pasar ekuitas Eropa juga sebagian besar negatif karena pemilu dini Yunani akan kembali menghembuskan kekhawatiran Yunani untuk meninggalkan zona euro. Investor menunggu data kepercayaan konsumen AS yang akan jatuh tempo pada jam 10.00.



Indeks Saham AS Dibuka Turun

Dollar Menguat Terhadap Euro dan Yen

Financeroll – Dolar menguat terhadap euro dan yen Jepang pada perdagangan hari Senin, dengan mata uang zona Eropa yang membukukan level terendah dalam dua tahun terakhir karena Yunani masih berada dalam kondisi kisruh pemilu yang memunculkan gelombang kebencian pemilih terhadap persyaratan bailout internasional terhadap negara itu.


EURUSD euro, turun 0,4% dan diperdagangkan pada level $ 1,2153, level terendah sejak Agustus 2012. Aset-aset Yunani dijual setelah pemerintah negara itu gagal memenangkan dukungan dari anggota parlemen untuk calon presiden, memicu pemilu dini yang ditetapkan untuk Januari 25.


“Pemilihan mendatang akan menjadi resiko acara yang sangat besar bagi euro dan saham Eropa karena jajak pendapat terbaru Yunani mengarah pada kemenangan kelompok radikal sayap kiri Partai Syriza, yang berkemungkinan akan mendukung default atas kewajiban utang Yunani dan membatalkan ketentuan dana talangan Uni Eropa / IMF, “kata Matthew Weller, analis teknikal senior di Forex.com.


Versus yen Jepang, dolar USDJPY, turun 0,68% berada di ¥ 120,63, naik dari 120,38 ¥ akhir Jumat di New York.


Aktivitas pasar agak pasif, dengan banyak investor institusi Jepang dan pelaku pasar lainnya mengambil istirahat dari pasar mata uang untuk akhir tahun musim liburan. Greenback sebagian besar tetap tanpa arah dan tanpa isyarat segar khususnya selama bagian pertama sesi perdagangan Asia.

WSJ Dollar Index BUXX, turun 0,32%, ukuran dolar terhadap rival mata uang utama, turun 2 basis poin menjadi 83,04. Indeks DXY ICE dolar, ukuran mata uang AS terhadap enam rival utama, naik 0,2% menjadi 90,20



Dollar Menguat Terhadap Euro dan Yen

Monday, December 29, 2014

Dollar Cendrung Melemah Terhadap Yen

Financeroll – Dolar bergerak lebih rendah terhadap yen dalam sesi perdagangan yang cendrung “sideway” di bursa Asia pada Senin, karena penurunan pada sore hari yang dialami Nikkei Stock Average yang memberi isyarat akan masifnya pembelian mata uang Jepang akibat perdagangan yang tanpa arah.


Data perdagangan mutakhir menunjukan, USDJPY, naik 0,04% dan berada di level ¥ 120,32, dari posisi 120,38 ¥ pada akhir perdagangan Jumat di New York.


Perdagangan cuma bergerak tipis, dengan banyaknya investor institusional Jepang dan pelaku pasar lainnya beristirahat dari perdagangan pasar mata uang untuk akhir tahun musim liburan. Greenback sebagian besar tetap tanpa arah dan tanpa isyarat penyegaran, terutama selama sesi pertama perdagangan Asia.

Sementara itu, peserta perdagangan mengharapkan peningkatan volume perdagangan mata uang karena beberapa investor Eropa dan AS kembali ke pasar setelah liburan Natal nanti Senin, ada beberapa analis yang mengatakan bahwa mata uang AS masih kekurangan momentum untuk membukukan kenaikan daripada posisi saat ini.



Dollar Cendrung Melemah Terhadap Yen

Tuesday, December 16, 2014

The FED: Putusan Bank Tak Terpengaruh Krisis Rusia

Financeroll – Krisis ekonomi Rusia tidak akan menghentikan bank sentral AS untuk menarik janjinya mempertahankan tingkat bunga rendah dalam “jangka waktu tertentu” meski para pembuat kebijakan mengakui kian tingginya risiko global, menurut sejumlah ekonom.


“Para pejabat bank sentral yang melakukan pertemuan hari ini dan besok kemungkinan akan mengatakan tengah memantau pasar secara hati-hati setelah pelemahan nilai tular rubel Rusia mengancam destabilisasi kawasan lainnya,” ujar David Stockton, mantan direktur riset the Fed.


Pada waktu yang sama, jelasnya, mereka akan fokus pada penguatan ekonomi AS dan kemungkinan bahasa yang akan digunakan adalah mereka akan bersabar untuk menaikkan tingkat bunga.


“Kebijakan bergerak lambat dan hal itu dilakukan dengan sengaja sebagai bentuk respons atas bukti yang kuat hasil akumulasi pada pertemuan terakhir, dan bukan sebagai respons atas data yang menumpuk akibat guncangan pasar keuangan,” ujar Stockton, seorang senior fellow pada Peterson Institute for International Economics sebagaimana dikutip Bloomberg, Rabu (17/12/2014).


Sejumlah pejabat tidak ingin mengisyaratkan bahwa krisis Rusia akan “mengalihkan mereka dari alur kebijakan yang sudah ditentukan yang kemungkinan akan diperketat pada pertengahan 2015.


Nilai tukar rubel anjlok hari ini setelah investor panik menyusul langkah penaikan tingkat bunga yang dilakukan pemerintah yang gagal mengerem pelemahan nilai tukar tersebut. Kondisi itu kotras dengan Amerika Serikat yang mengalami perbaikan bursa tenaga kerja dan tingginya akibat bahan bakar yang murah



The FED: Putusan Bank Tak Terpengaruh Krisis Rusia

Sunday, December 7, 2014

Meski Sempat Terhempas, Emas Ditutup Naik

Financeroll – Harga emas merosot pada perdagangan Jumat karena laporan pekerjaan yang lebih bagus dari perkiraan. Namun logam mulia masih berhasil membukukan kenaikan mingguan 1,3% lebih tinggi pada penutupan perdagangan Amerika.


Departemen Tenaga Kerja mengatakan AS menambah 321.000 pekerjaan pada bulan November, kenaikan terbesar sejak Januari 2012 dan jauh melampaui 235.000 yang diharapkan. Rata-rata upah per jam melonjak 9 sen, atau 0,4%, setelah dua pembacaan lemah, meskipun peningkatan 12 bulan sedikit berubah pada 2,1%.


Emas untuk pengiriman Februari GCG5 turun sebanyak $ 17,30, atau 1,4%, dan berada diposisi $ 1,190.40 per ounce.


Data ekonomi yang lebih bagus dari perkiraan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang yang akan melemahkan permintaan emas karena tidak menghasilkan bunga yang menjanjikan.


Sehari sebelumnya, emas ditutup di posisi merah tapi tetap berdiri dekat di level US $ 1.200 per ounce setelah Bank Sentral Eropa memutuskan untuk menunda stimulus tambahan. ECB mempertahankan suku bunga utamanya pada level 0,05% dan mengumumkan bahwa mereka akan menunggu sampai 2015 untuk mempertimbangkan langkah-langkah dukungan pasar tambahan, termasuk membeli utang Eropa.



Meski Sempat Terhempas, Emas Ditutup Naik

Thursday, November 27, 2014

Aussie Kembali Melemah Terhadap Dolar

Financeroll – Pergerakan Aussie terhadap dolar AS pada pagi ini terpantau melemah, Jumat (28/11). Dipicu dari kenaikan penjualan rumah yang meningkat di Australia.


AUDUSD melemah 0.28% ke level 0.8516, pair ini berkonsolidasi ke level 0.8512 rendah dan level 0.8549 tinggi. Sempat rebound sejenak kemudian kembali melemah.


Data dari Asosiasi industri perumahan (HIA) merilis penjualan rumah baru, Kamis (27/11) mengalami kenaikan di bulan Oktober. Dilaporkan dari HIA, penjualan rumah baru di Australia naik 3 persen. Namun, apartemen mengalami sebaliknya yaitu turun 10.5% mengikuti dalam bulan sebelumnya. Oleh para pelaku pasar dikatakan tren pinjaman dana untuk perumahan baru masih lebih tinggi meskipun belum samapi pada bulannya, HIA juga mencatat lonjakan 24.8% terlepas penjualan rumah di Australia Barat, meskipun ada juga yang turun masing-masing di New South Wales 7,8% dan Queensland 3%.



Aussie Kembali Melemah Terhadap Dolar

Tuesday, November 4, 2014

Pemilu AS, Partai Republik Kuasai Senat

Financeroll – Pemilihan suara AS yang dimenangkan oleh partai Republik di Rabu (5/11) WIB secara langsung bisa memperoleh kekuasan penuh atas kursi senat.


Dari hasil tersebut, presiden Obama yang berasal dari partai oposisi demokrat mungkin merasa sudah mulai kehilangan penggemarnya. Kemenangan partai Republik sebetulnya telah diramalkan secara luas, pemungutan suara ini dimaksudkan untuk memilih 36 Senator, 36 negara Gubernur dan semua 435 anggota DPR.


Apa yang menyebabkan partai Demokrat bisa kalah? Kira-kira 40 persen dari pemilih mengatakan mereka menyukai Obama sebagai presiden, meskipun mereka terbagi atas bisa meningkatkan perekonomian ataupun sebaliknya di tahun yang akan datang.


Mitch Mc Connell yang digadang-gadang menjadi pemimpin senat AS, dirinya mengatakan sudah waktunya perubahan dari negara ini. Senator dari partai Republik ini melawan dari pihak Demokrat Alison Lundergan Grimes


 



Pemilu AS, Partai Republik Kuasai Senat