Showing posts with label economic. Show all posts
Showing posts with label economic. Show all posts

Sunday, January 4, 2015

Tingkat Penyewaan Kantor Di Singpura Naik

Financeroll – Tingkat penyewaan kantor utama di Singapura mengalami kenaikan terbesar dalam setidaknya empat tahun pada tahun 2014, dan berkemungkinan akan terus memperpanjang trend kenaikan tahun ini ditengah-tengah penawaran yang kian terbatas.


Indeks sewa kantor untuk daerah utama naik 8,7 persen dalam sembilan bulan pertama tahun lalu, menuju kenaikan terbesar sejak 2010, ketika itu naik 12 persen, demikian menurut data dari Urban Redevelopment Authority.


Pasokan terbatas ruang kantor perdana baru selama dua tahun terakhir, dibandingkan dengan permintaan dari perusahaan yang mencari lokasi kantor pusat, mendorong tingkat sewa setinggi 14 persen pada 2014, menurut broker real estate Savills Plc. (SVS) Persediaan terbatas yang sama mungkin akan berlangsung tahun ini dan tahun berikutnya, walau permintaan akan sedikit melambat karena ekonomi melambat.


“Memasuki 2015, permintaan akan cocok dengan pasokan ruang kantor perdana, membuat pasar perkantoran secara fundamental membaik,” kata Alan Cheong, seorang direktur berbasis di Singapura di Savills.


Sekitar 1,15 juta kaki persegi ruang kantor baru akan mulai beroperasi pada tahun 2015, dibandingkan dengan 1,87 juta kaki persegi pada tahun 2014, kata Alice Tan, direktur konsultasi dan penelitian di broker real estate Knight Frank LLP.



Tingkat Penyewaan Kantor Di Singpura Naik

Friday, January 2, 2015

PMI Zona Eropa Melambat

Financerool – Aktifitas di sektor manufaktur untuk zona Eropa tumbuh dengan kecepatan yang lebih lambat dari yang diperkirakan pada bulan Desember. Hal ini menguatkan tekanan pada Bank Sentral Eropa untuk meningkatkan kampanye stimulus.


Data dari survei bulanan perusahaan Data Markit untuk indeks pembelian manager sekitar 3.000 produsen naik menjadi 50,6 dari 50,1 pada bulan November, tetapi lebih rendah dari perkiraan awal yang sebesar 50,8. Angka di atas 50 untuk indeks menunjukkan ekspansi dalam kegiatan, sementara di bawah 50 menandakan kontraksi


Markit mengatakan bahwa selama tiga bulan dari kuartal keempat, PMI berada di level terendah sejak kuartal ketiga 2013. Dan sementara data PMI Jerman rally sedikit, aktivitas sekali lagi menurun di Perancis dan Italia. PMI Italia adalah yang terendah dalam 19 bulan.


Di tempat lain, Irlandia terus melebihi sisa zona euro, sementara aktivitas di Spanyol dan Belanda terus berkembang, meskipun pada kecepatan lebih lambat dari beberapa bulan terakhir.

ECB telah mengatakan akan meninjau kembali kebijakan stimulus yang ada, yang meliputi pinjaman bank murah dan pembelian produk efek yang beragunkan aset dan obligasi tertutup, pada awal 2015, dan memutuskan apakah akan berbuat lebih banyak untuk memastikan bahwa inflasi tahunan bergerak lebih dekat dengan target yang ditetapkan hanya di bawah 2%



PMI Zona Eropa Melambat

PMI Manufaktur Indonesia Bukukan Rekor Terendah

Financeroll – Rilis data aktivitas pabrik Indonesia menunjukan kejatuhan ke rekor rendah dan jatuh dibanding data bulan lalu. Hal ini mencerminkan penurunan sektor manufaktur negara Indonesia.


Indeks pembelian manajer manufaktur HSBC atau PMI, turun menjadi 47,6 pada Desember dari 48,0 pada bulan November.


Penurunan tersebut terjadi “karena melemahnya permintaan eksternal yang sangat berpengaruh besar pada kondisi sektor manufaktur,” kata ekonom HSBC Su Sian Lim.


Angka di bawah 50 PMI menunjukkan kontraksi dalam kegiatan manufaktur, sementara angka di atas 50 menunjukkan ekspansi.



PMI Manufaktur Indonesia Bukukan Rekor Terendah

Thursday, January 1, 2015

Harga Perumahan di Beijing Catatkan Rekor Baru

Financeroll – Harga Perumahan dan real estate Beijing mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah pada tahun 2014, meskipun volume transaksi tahunan jatuh ke level terendah dalam tiga tahun di tengah perlambatan nasional untuk sektor ini,demikian laporan mengatakan Jumat.


Harga jual rata-rata properti perumahan swasta di ibukota negara Tiongkok mencapai 25.286 yuan per meter persegi ($ 376 per kaki persegi) tahun lalu, naik 7,6% dari 2013, demikian Beijing News mengutip laporan penelitian terbaru oleh Badan Properti Centaline mengatakan. Namun, volume penjualan tampak cukup lemah untuk tahun ini, dengan hanya 66.078 unit yang terjual, tingkat terendah sejak 2012.


Pasar melamban dalam tiga kuartal pertama, namun sedikit rebound setelah bank sentral menggagas pembatasan kredit properti dan menurunkan suku bunga pada kuartal keempat, kata laporan Centaline.



Harga Perumahan di Beijing Catatkan Rekor Baru

Wednesday, December 31, 2014

PBOC: Tiongkok Butuh Kebijakan Moneter Yang Fleksibel

Financeroll – Bank sentral Tiongkok, PBOC, mengatakan bahwa mereka akan mempertahankan kebijakan moneter yang fleksibel karena ekonomi terbesar kedua di dunia ini tumbuh dalam “kisaran yang wajar.”


Bank Rakyat Tiongkok juga mengatakan akan mempertahankan kebijakan moneter yang bijaksana sambil memastikan bahwa kebijakan moneter tidak akan terlalu longgar atau terlalu ketat.


Pernyataan, yang diterbitkan di situs web bank sentral, juga mengatakan bahwa pertemuan yang membahas kebijakan moneter kuartal keempat telah diselenggarakan baru-baru.


Bank sentral China memangkas suku bunga pada akhir November, dalam upaya untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang melambat. Para ekonom telah memperkirakan bahwa Beijing mungkin akan melonggarkan kebijakan moneter lebih jauh karena ekonomi masih lemah meskipun ada kebijakan penurunan suku bunga.


Pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat menjadi 7,3% pada kuartal ketiga, turun dari ekspansi 7,5% dalam pertumbuhan kedua dan 7,7% untuk 2013.


The PBOC mengatakan dalam pernyataannya hari ini, Rabu, bahwa restrukturisasi ekonomi Tiongkok telah menunjukkan kemajuan yang positif tapi situasi masih rumit dan tidak dapat diremehkan diremehkan begitu saja.


Bank sentral mengatakan akan mempertahankan pertumbuhan kredit yang wajar dan likuiditas yang tepat dalam sistem keuangan. Hal ini juga memberi sinyal untuk mendorong reformasi dan liberalisasi suku bunga serta nilai tukar.



PBOC: Tiongkok Butuh Kebijakan Moneter Yang Fleksibel

Tuesday, December 30, 2014

Harga Rumah Di Amerika Turun Untuk Bulan Oktober

Financeroll – Harga rumah di bulan Oktober tergelincir jatuh, penurunan bulan kedua berturut-turut. Pertumbuhan tahunan menuju laju lambat dalam dua tahun, menurut data yang dirilis hari Selasa.


Harga rumah AS bergerak turun 0,1% pada bulan Oktober, demikian menurut indeks komposit 20-kota S & P / Case-Shiller yang menunjukkan penurunan di 10 kota, ekspansi dalam 8 kota, dan harga nyaris tidak berubah secara signifikan.


Sementara itu, laju pertumbuhan tahunan juga ikut terseret, dengan kalkulasi year to date harga rumah naik 4,5% pada bulan Oktober – laju paling lambat dalam dua tahun – dibandingkan dengan kenaikan tahunan sebesar 4,8% pada bulan September. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones Newswires telah memperkirakan pertumbuhan harga tahununan akan melambat menjadi 4,7% pada bulan Oktober.


Namun setelah penyesuaian musiman, harga rumah di antara 20 kota tergolong naik sekitar 0,8% pada bulan Oktober – hasil terkuat dalam tujuh bulan – dibandingkan dengan kenaikan 0,2% pada bulan September.



Harga Rumah Di Amerika Turun Untuk Bulan Oktober

Indeks Kepercayaan Bisnis Manufaktur Italia Dirilis Naik

Financeroll – Tingkat Kepercayaan bisnis manufaktur Italia naik pada bulan Desember untuk bulan ketiga berturut-turut, didorong oleh harapan besar pada perbaikan produsen barang setengah jadi dan investasi manufaktur, demikian lembaga statistik nasional Istat menyampaikan hari Selasa ini.


Tingkat kepercayaan diantara sesama produsen Italia naik menjadi 97,5 pada bulan Desember dari 96,5 pada bulan November, menurut survei bulanan Istat. Angka bulan lalu direvisi sedikit lebih tinggi dari perkiraan awal yang berada di 96,3.


Indeks kepercayaan bisnis komposit Italia, indikator yang lebih luas termasuk ritel, pasar-jasa dan sektor konstruksi, tetap stabil di 87,6 dari bulan November.



Indeks Kepercayaan Bisnis Manufaktur Italia Dirilis Naik

Jepang Pangkas Pajak Corporasi

Financeroll – Pemerintah Jepang pada Selasa ini menyetujui reformasi pajak yang akan memotong tarif pajak penghasilan corporasi yang dinilai tinggi di negara itu dalam upaya untuk memacu pertumbuhan ekonomi.


Berdasarkan kesepakatan, disetujui oleh Partai Demokrat Liberal yang menjadi pendukung Perdana Menteri Shinzo Abe dan mitra koalisinya Komeito, tarif pajak akan dipotong menjadi 32,11% dari 34,62% pada tahun fiskal berikutnya dimulai pada bulan April, dan kemudian dipotong lebih lanjut menjadi 31,33% di tahun berikutnya, demikian menurut laporan media.


Asumsinya adalah bahwa pajak perusahaan yang lebih rendah akan mendorong perusahaan untuk mempekerjakan lebih banyak pekerja, menaikkan upah dan meningkatkan investasi. Awal tahun ini, Abe mengumumkan penundaan untuk kenaikan pajak penjualan yang pernah direncanakan sebelumnya.



Jepang Pangkas Pajak Corporasi

Sunday, December 28, 2014

Tiongkok Turunkan Target Pertumbuhan Perdagangan

Financeroll – China terus memangkas target pertumbuhan perdagangan eksternal, pemotongan target sudah menyentuh level 6% untuk tahun 2015, jauh turun jika dibandingkan dengan target 7,5% yang pernah digagas sebelumnya untuk tahun ini ,demikian menurut China Daily pada senin ini.


Target impor khususnya jatuh jauh dari harapan, Tiongkok tampak kurang yakin atas pertumbuhan perdagangan untuk tahun ini. Dalam 11 bulan pertama tahun 2014, total perdagangan naik hanya 3,5% berdasarkan data tahun-ke tahun atau year on year dalam bentuk dolar AS, demikian menurut perhitungan Dow Jones Newswires.


Pertumbuhan perdagangan bergerak jauh lebih lambat dari laju pertumbuhan resmi seluruh perekonomian secara nasional, yang disesuaikan menjadi 7,4% dari tahun sebelumnya di tiga kuartal pertama.



Tiongkok Turunkan Target Pertumbuhan Perdagangan

Tuesday, December 23, 2014

Consumer Spending Prancis Dirilis Naik

Financeroll – Belanja konsumen Prancis mengalami kenaikan melebihi prediksi sebelumnya. Consumer Spending dirilis 0.4 , diatas prediksi sebelumnya yang berada pada angka 0.2 persen.


Consumen spending Prancis mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibanding bulan lalu yang sebesar minus 0.9 persen untuk bulan November dan minus 0.8 persen untuk bulan Oktober.



Consumer Spending Prancis Dirilis Naik