Showing posts with label Pertumbuhan. Show all posts
Showing posts with label Pertumbuhan. Show all posts

Sunday, December 28, 2014

Tiongkok Turunkan Target Pertumbuhan Perdagangan

Financeroll – China terus memangkas target pertumbuhan perdagangan eksternal, pemotongan target sudah menyentuh level 6% untuk tahun 2015, jauh turun jika dibandingkan dengan target 7,5% yang pernah digagas sebelumnya untuk tahun ini ,demikian menurut China Daily pada senin ini.


Target impor khususnya jatuh jauh dari harapan, Tiongkok tampak kurang yakin atas pertumbuhan perdagangan untuk tahun ini. Dalam 11 bulan pertama tahun 2014, total perdagangan naik hanya 3,5% berdasarkan data tahun-ke tahun atau year on year dalam bentuk dolar AS, demikian menurut perhitungan Dow Jones Newswires.


Pertumbuhan perdagangan bergerak jauh lebih lambat dari laju pertumbuhan resmi seluruh perekonomian secara nasional, yang disesuaikan menjadi 7,4% dari tahun sebelumnya di tiga kuartal pertama.



Tiongkok Turunkan Target Pertumbuhan Perdagangan

Sunday, December 21, 2014

Korea Menurunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Financeroll – Pemerintah Korea Selatan memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun depan. Walaupun permintaan domestik dalam rally panjang menuju titik terlemah bagi negara – tapi pemerintah tetap yakin itu akan memberikan kontribusi lebih banyak untuk kegiatan ekonomi domestik.


Pada tahun 2015, proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto diturunkan menjadi 3,8% dari proyeksi Juli sebesar 4,0%, demikian disampaikan Kementerian Strategi dan Keuangan pada Senin ini dalam laporan prospek ekonomi dua tahunannya.


Perkiraan untuk pertumbuhan PDB tahun ini juga direvisi turun, menjadi 3,4% dari 3,7% sebelumnya. Ekonomi tumbuh 3% pada tahun 2013.


Kementerian mengatakan, ekspor Korea kemungkinan akan sedikit terbantu tahun depan oleh pemulihan ekonomi di AS dan India, sementara permintaan domestik dapat memperoleh manfaat dari harga minyak yang lebih rendah, mendukung belanja fiskal dan dukungan pemerintah untuk investasi bisnis tahun depan.


Namun, kelemahan ekonomi di Cina dan Eropa, serta diharapkan pengetatan kebijakan Federal Reserve AS, mungkin sedikit membebani pertumbuhan di Korea Selatan, katanya.


Kementerian itu mengatakan harga konsumen diperkirakan meningkat 2% pada tahun 2015, lebih lambat dari perkiraan Juli sebesar 2,3% namun lebih cepat dari perkiraan tingkat 1,3% tahun ini.


Tingkat inflasi yang direvisi untuk tahun depan mencerminkan dampak dari kenaikan pajak rokok yang direncanakan. Perkiraan inflasi masih tetap di bawah target band bank sentral sebesar 2,5% -3.5%.


Current account Korea Selatan yang surplus untuk tahun 2015 kemungkinan akan mengecil ke angka $ 82 Miliar dari tahun ini yang diperkirakan $ 89 miliar, kata kementerian itu.


Sebanyak 450.000 pekerjaan baru kemungkinan akan ditambahkan pada tahun 2015, kurang dari 530.000 pekerjaan yang diprediksi telah dibuat tahun ini, kata kementerian itu.



Korea Menurunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Thursday, December 18, 2014

Ekonomi Indonesia Akan Tumbuh 7% Tahun 2016-2017

Financeroll – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7% bisa tercapai pada tahun 2016 nanti. Untuk mencapai target itu pemerintah akan mengandalkan kegiatan penanaman modal, baik dari pengusaha domestik maupun luar negeri.


Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghitung, dana investasi yang dibutuhkan untuk menyokong target pertumbuhan itu sebesar Rp 700 triliun per tahun. Asumsinya, setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi 1%, perlu investasi langsung Rp 100 triliun.


Tahun 2015, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,8%, seperti ditetapkan di anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2015. Untuk mencapai target itu, target penanaman modal Rp 550 triliun. “Agar tumbuh 7% perlu tambahan lagi sekitar 1,5%, jadi kebutuhan total dana investasinya sekitar Rp 700 triliun” ujar JK, Kamis (18/12).


Oleh karenanya Kalla ingin pemerintah daerah membantu pemerintah pusat dalam menyederhanakan perizinan. Saat ini perizinan investasi masih melibatkan pemerintah daerah. Antara lain seputar izin lingkungan, izin lokasi, dan izin prinsip dari bupati/walikota dan dinas di daerah.


Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro mengatakan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% bisa tercapai pada tahun 2016. Dengan catatan semua skenario rencana pembangunan tahun 2015 berjalan mulus. Misalnya, kebijakan yang mendorong pertumbuhan lapangan kerja, hingga pembangunan infrastruktur.


Jika pada tahun 2016 pemerintah tidak dapat mencapai target pertumbuhan tersebut, Bambang akan menolelirnya setahun selanjutnya atau 2017. “Yang penting, sebelum 2019 sudah tercapai target yang dijanjikan Pak Jokowi agar pertumbuhan mencapai 7%,” papar Bambang.



Ekonomi Indonesia Akan Tumbuh 7% Tahun 2016-2017

Sunday, December 14, 2014

Tim Peneliti PBOC: Pertumbuhan Tiongkok Melemah di Tahun 2015

Financeroll – Hasil penelitian dari tim bank sentral Tiongkok mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia ini bisa mengalami perlambatan menjadi 7,1% tahun depan, turun dari tahun ini yang berkisar 7,4%. Hal ini terjadi karena terbebani oleh penurunan pasar properti dalam negeri.


Para peneliti mengatakan bahwa indeks harga konsumen bisa mencapai 2,2%, sedikit lebih baik ketimbang sekitar 2% untuk tahun ini.


Para peneliti juga memperkirakan bahwa ekspor barang bisa mengalami perbaikan pertumbuhan tahun-ke-tahun, yakni sebesar 6,9% pada tahun 2015, naik dari 6,1% tahun ini, dengan neraca transaksi berjalan berposisi di sekitar 2,4% dari produk domestik bruto, sebagian besar tidak berubah dari 2014.


Perkiraan dibuat dalam kertas kerja yang diterbitkan di situs Bank Rakyat Cina yang bertanggal 13 November Jumat lalu. Namun Bank sentral mengatakan, bagaimanapun, tim tidak mewakili pandangan resmi bank.


Pembuat kebijakan top Tiongkok pekan lalu mengadakan pertemuan kunci untuk memetakan prioritas ekonomi tahun depan. Tapi mereka tidak mengumumkan target ekonomi tertentu. Secara umum mereka akan berencana untuk mengurangi target pertumbuhan ekonomi yang diawasi secara ketat untuk 2015. Kisaran target resmi tahun ini untuk pertumbuhan adalah sekitar 7,5%



Tim Peneliti PBOC: Pertumbuhan Tiongkok Melemah di Tahun 2015