Showing posts with label neraca perdagangan. Show all posts
Showing posts with label neraca perdagangan. Show all posts

Sunday, December 21, 2014

Korea Menurunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Financeroll – Pemerintah Korea Selatan memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun depan. Walaupun permintaan domestik dalam rally panjang menuju titik terlemah bagi negara – tapi pemerintah tetap yakin itu akan memberikan kontribusi lebih banyak untuk kegiatan ekonomi domestik.


Pada tahun 2015, proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto diturunkan menjadi 3,8% dari proyeksi Juli sebesar 4,0%, demikian disampaikan Kementerian Strategi dan Keuangan pada Senin ini dalam laporan prospek ekonomi dua tahunannya.


Perkiraan untuk pertumbuhan PDB tahun ini juga direvisi turun, menjadi 3,4% dari 3,7% sebelumnya. Ekonomi tumbuh 3% pada tahun 2013.


Kementerian mengatakan, ekspor Korea kemungkinan akan sedikit terbantu tahun depan oleh pemulihan ekonomi di AS dan India, sementara permintaan domestik dapat memperoleh manfaat dari harga minyak yang lebih rendah, mendukung belanja fiskal dan dukungan pemerintah untuk investasi bisnis tahun depan.


Namun, kelemahan ekonomi di Cina dan Eropa, serta diharapkan pengetatan kebijakan Federal Reserve AS, mungkin sedikit membebani pertumbuhan di Korea Selatan, katanya.


Kementerian itu mengatakan harga konsumen diperkirakan meningkat 2% pada tahun 2015, lebih lambat dari perkiraan Juli sebesar 2,3% namun lebih cepat dari perkiraan tingkat 1,3% tahun ini.


Tingkat inflasi yang direvisi untuk tahun depan mencerminkan dampak dari kenaikan pajak rokok yang direncanakan. Perkiraan inflasi masih tetap di bawah target band bank sentral sebesar 2,5% -3.5%.


Current account Korea Selatan yang surplus untuk tahun 2015 kemungkinan akan mengecil ke angka $ 82 Miliar dari tahun ini yang diperkirakan $ 89 miliar, kata kementerian itu.


Sebanyak 450.000 pekerjaan baru kemungkinan akan ditambahkan pada tahun 2015, kurang dari 530.000 pekerjaan yang diprediksi telah dibuat tahun ini, kata kementerian itu.



Korea Menurunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Sunday, November 9, 2014

Neraca Perdagangan September Defisit Karena Tekanan Harga Komoditas

Financeroll – Neraca perdagangan pada September diprediksi kembali defisit karena tekanan harga komoditas yang terus berlanjut.


Defisit perdagangan September mencapai US$280 juta. Dari 19 ekonom yang disurvei, hanya tiga yang memprediksi surplus. Jika terbukti benar, maka defisit itu yang kelima kalinya sepanjang tahun ini.


Harga komoditas andalan Indonesia masih berada dalam tren pelemahan, seperti batubara, minyak sawit, dan minyak mentah, sehingga tidak cukup mampu memacu ekspor.


Ekspor mineral pun ternyata tidak sesuai harapan meskipun dua perusahaan tambang mineral raksasa, yakni PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara, telah memperoleh dispensasi bea keluar.


Pada saat yang sama, pengapalan produk manufaktur masih lamban sehingga tidak mampu mengompensasi penurunan ekspor komoditas. Secara keseluruhan, ekspor September turun sekitar 0,2% (year on year).


Minyak bumi turun 3% dibandingkan Agustus. CPO masih turun 1% . Batubara lebih tajam lagi, sekitar 4%. Secara umum, pelemahan harga komoditas masih membayangi neraca perdagangan.


Impor memang turun lebih tajam sekitar 3,25%, tetapi secara nilai masih lebih tinggi dibandingkan dengan nominal ekspor.


Badan Pusat Statistik akan mengumumkan kinerja perdagangan September.



Neraca Perdagangan September Defisit Karena Tekanan Harga Komoditas

Monday, November 3, 2014

Neraca Perdagangan Australia Anjlok

Financeroll – Sebuah data yang dirilis pada hari Rabu (4/11) menunjukan bahwa neraca perdagangan Australia mengalami penurunan di bulan September.


Menurut data yang dikumpulkan oleh Biro Statistik Australia, bahwa neraca perdagangan Australia telah menurun -2.26B dari -1.01B di bulan sebelumnya.


Pasar telah memperkirakan neraca perdagangan Australia turun menjadi -1.78B.


Paska dirilisnya data tersebut, AUDUSD diperdagangkan melemah 0.15% ke level 0.8665.



Neraca Perdagangan Australia Anjlok