Showing posts with label Yen. Show all posts
Showing posts with label Yen. Show all posts

Monday, January 19, 2015

Gelombang Naik berlanjut, USDJPY Uji Trend Line

Financeroll – Pasca pergerakan sideways di sesi Senin, pagi ini USDJPY kembali melanjutkan pergerekan ke arah utara meskipun masih menjadi bagian dari fase konsolidasi. Saat analisa ini disusun level tertinggi intraday berada di 118.30, menguji trend line menurun pada grafik 4-jam. Sejauh ini trend line tersebut telah diuji beberapa kali dan tetap bertahan. jadi USDJPY akan membutuhkan tenaga yang cukup besar untuk bisa menerjang resistensi kuat tersebut.


Tanpa penutupan yang cukup jauh di atas trend line itu pada grafik intraday, lebih bagus lagi jika pada grafik 4-jam, USDJPY bisa berbalik ke arah bawah dengan target-target di 118.03, 117.80 dan 117.35.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



Gelombang Naik berlanjut, USDJPY Uji Trend Line

Thursday, January 15, 2015

USDJPY Terus Incar Zona 115

Financeroll – Pasca pergerakan besar pada franc Swiss, USDJPY juga kembali bergreak ke arah selatan. Seperti terlihat pada grafik 4-jam, USDJPY tetap bergerak di bawah kedua moving average yang masing-masing berada di 117.35 dan 118.35. Gambaran di atas menunjukkan pair ini masih berpotensi untuk melanjutkan perjalanan ke selatan dengan zona 115.00 yang menjadi incarannya.


Beberapa saat pasca data US Jobless Claim dan PPI belum terlihat pergerakan yang signifikan pada garfik 15-menit. Indikasi ke bawah masih lebih kuat ketimbang ke arah atas. Jika pasca pembukaan sesi Amerika USDJPY tidak bisa stabil menanjak di atas 117.25, pergerakan intraday bisa jadi akan sideways namun tetap dibayangi kecenderungan ke arah selatan.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



USDJPY Terus Incar Zona 115

Wednesday, January 14, 2015

USDJPY Uji Channel

Financeroll – USDJPY terus bergerak turun hingga mencapai 116.53. Pair ini mulai membentuk sebuah zona support baru berupa trend line menanjak pada grafik 1-jam. Di grafik tersebut juga terlihat pair ini sedang menguji batas bawah pola declining channel yang berada di 116.79. Dengan kata lain pada kerangka waktu intraday USDJPY sedang breada di zona ekstrim.


Zona seperti bisa menahan sebuah trend yang tidak didukung oleh momentum yang kuat. Demikian pula dengan USDJPY yang mulai memperlihatkan indikasi rebound dari zona support tersebut. Traget pertama dari potensi rebound ini adalah 117.15, salah satu resistance dinamis pada grafik 15-menit. Jika hingga menjelang penutupan sesi Eropa tidak terjadi lagi pergerakan yang lebih fluktuatif, USDJPY akan ditutup di antra support dan resistance itu.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



USDJPY Uji Channel

Tuesday, January 13, 2015

USDJPY Choppy, Tetap di Koridor Turun

Financeroll – USDJPY masih terombang-ambing di dalam koridor menurun yang kini batsan bawahnya di 116.97 dan batasan atasnya di 119.27. Seperti terlihat pada grafik per 4-jam, USDJPY juga berada di bawah kedua moving average yang salah satunya selama dua hari ini terus menahan pergerakan naik pair ini, saat ini ada di 119.13, dekat dengan batasan atas channel menurun.


Kecenderungan ke arah bawah ini tampaknya belum akan berakhir hari ini meskipun sedang terjadi pergerakan naik pada kerangka waktu 15-menit. Level terendah intraday yang sementara ini di 117.72 beserta 118.37 kini berperan sebagai support-support intraday yang penting untuk diawasi.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



USDJPY Choppy, Tetap di Koridor Turun

Monday, January 12, 2015

USDJPY Ranging di Alur Menurun

Financeroll – Di akhir pekan lalu USDJPY kembali bergerak ke arah selatan dengan level terendah harian di 118.40 dan ditutup di 118.54. Hari ini USDJPY sempat melanjutkan pergerakan di alur menurun itu dengan level terendah sementara di 118.08 sebelum rebound ke 119.30. Untuk jangka menengah, USDJPY memang masih cenderung untuk bergerak naik seperti tergambarkan pada grafik harian dan mingguan. Namun untuk kerangka waktu yang lebih kecil, USDJPY cenderung untuk melakukan konsolidasi.


Bahkan hingga kini pada grafik 4-jam terlihat pair ini maish tetap berada di dalam alur menurun meskipun terjadi rebound. Batas atas channel menurun kini berada di 119.51 dan batas bawahnya di 117.19. Jadi selama USDJPY tidak keluar dari koridor tersebut, untuk jangka intraday akan tetap mengarah ke bawah meskipun terjadi pergerakan bolak-balik (ranging) dalam kisaran yang relatif besar untuk skala intraday.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



USDJPY Ranging di Alur Menurun

Monday, January 5, 2015

Nikkei Akan Tembus 20,000

FINANCEROLL – Untuk pertama kalinya sejak April 2000, Indek saham Nikkei 225 diperkirakan akan menembus 20,000 pada 2015 ini. Ada enam faktor yang bisa mendorong kenaikan Indek Nikkei 225 ini, yaitu melemahnya Yen, harga minyak mentah yang murah, ekonomi AS yang membaik, pembagian deviden oleh Bank of Japan dan Dana Investasi Pensiun Pemerintah, reformasi tata kelola korporasi, dan proposal pengurangan pajak korporat. Sebuah jajak yang sebelumnya dilakukan oleh Nikkei Veritas di bulan Desember 2014 menyatakan bahwa 36 dari 58 pengamat pasar menyatakan optimisnya bahwa Nikkei tahun ini akan menembus 20,000 dengan level tertinggi bisa mencapai ke 20,440.


Prediksi kenaikan ini juga tercermin dari menguatnya pendapatan korporat di Jepang. Meskipun perekonomian di negeri Jepang masih lambat, pendapatan korporat masih tinggi diatas perekonomian umumnya, ungkap Kathy Matsui dari Goldman Sachs Jepang. Diyakini bahwa keuntungan per saham di lantai bursa utama Tokyo Stock Exchange akan naik 22% pada tahun pertama hingga Maret 2015 ini dibandingkan tahun lalu, melemahnya Yen memberikan keuntungan bagi para eksportir. Dibandingkan rekannya di AS, Eropa dan Asia lainnya, perusahaan-perusahaan di Jepang berpeluang membukukan keuntungan lebih baik.


Menurut perkiraan dari Ryota Sakagami dari SMBC Nikko Securities mengatakan bahwa para investor asing akan menjadi pembeli besar atas saham-saham Jepang ketika nilai keuntungan per saham mengalami peningkatan tajam.  Diperkirakan, total yang akan dibeli oleh investor asing sejak September 2012 akan tumbuh sekitar 28 trilyun yen ($230 milyar) pada September 2015. Laju kenaikan ini tidak terpaut jauh dari pertumbuhan yang terjadi pada periode April 2003 – Juli 2007 sebesar 39 trilyun yen, ketika PM Junichiro Koizumi melakukan serangkaian perubahan sehingga menarik minat investor asing secara besar-besaran.


Reformasi tata kelola perusahaan yang lebih baik juga menjadi daya tarik investor asing kepada saham-saham Jepang. Dominic Rossi, Kepala Investasi Global dari Fidelity Worldwide Investment Inggris menyatakan bahwa jika rata-rata tingkat pendapatan saham jepang bisa naik keatas 10%, dari sekitar 8% saat ini dengan remormasi tersebut, para investor tentu semakin tertarik.


Jika Nikkei memang menembus 20,000, kapitalisasi pasar TSE bisa mencapai 600 trilyun yen, kurang lebih sama saat akhir 1989, ketika indek saham ditutup pada angka tertingginya sepanjang masa di 38,915.


Disisi lain, resiko juga bisa saja muncul. Bagi sebagian pihak, saat saham-saham AS kembali mencetak kenaikannya di akhir akhir 2014, menjadi perhatian akan seberapa lama kenaikan ini masih akan berlanjut. David Tepper, seorang manajer investasi AS menyatakan bahwa kondisi saat ini mirip dengan tahun 1998, ketika Russia dinyatakan bangkrut akibat hutang. Bursa saham AS melejit di tahun selanjutnya, namun turun tajam di tahun 2000 saat terjadi ledakan perusahaan-perusahaan dot-com.


Jatuhnya harga minyak disisi lain akan memberikan tekanan bagi negara sedang berkembang. Allan Conway, dari Schroders Inggris menyatakan bahwa para investor telah menarik dana investasinya di negara-negara berkembang sejak tahun lalu, dan dana-dana ini dalam posisi menunggu adanya fluktuasi yang lebih tinggi di 2015.


Kondisi Eropa sendiri masih dibayang-bayangi dengan berbagai masalah. Pemilu di Yunani juga menyisakan persoalan di benua biru. Sementara dibelahan timur, perekonomian Jepang yang menderita dengan enam penyakit utama, yaitu menguatnya Yen, tertundanya kesepakatan perdagangan bebas dengan negara-negara lain, naiknya harga listrik, tingginya pajak korporat, kakunya hukum perburuhan dan regulasi lingkungan yang berat. Enam masalah tersebut nampaknya masih ada di tahun ini, dengan beberapa pengecualian Yen yang saat ini melemah. Jika reformasi Jepang tidak berjalan, maka akan mendorong para investor melakukan aksi jual saham-saham Jepang.


Mohamed El-Erian, Kepala Penasehat Ekonomi Allianz, menyatakan bahwa tahun 2015 ini merupakan tahun “divergence,” mengacu pada terbelahnya pertumbuhan ekonomi dan lingkungan moneter di AS, Jepang dan negara-negara berkembang yang tidak lazim. Hal ini membuat neraca perekonomian dunia tidak nyaman, alhasil ini menjadi sebuah pertanyaan terbuka bahwa sejauh Saham-saham Jepang bisa naik di tahun ini. (Lukman Hqeem | @hqeem)



Nikkei Akan Tembus 20,000

Sunday, January 4, 2015

MSCI Terdepak Karena Yen Menguat

Financeroll – Indeks acuan Asia Pasifik terdepak jatuh karena semakin bergairahnya pergerakan yen yang membuat pelaku pasar semakin percaya pada mata uang Jepang tersebut. Perdagangan cendrung mengendor dan mendorong sentiment penurunan karena indek acuan jepang membukukan penurunan yang cukup signifikan


MSCI Asia Pacific Index (MXAP) tenggelam 0,7 persen, membukukan  penurunan terbesar sejak 23 Desember karena indeks Topix Jepang turun 1,1 persen setelah istirahat tiga hari. Standard & Poor 500 Index berjangka turun 0,4 persen. Minyak mentah jatuh untuk hari perdagangan ketiga yang tergolong datar, sementara perak naik 1,5 persen.



MSCI Terdepak Karena Yen Menguat

Sesi Asia, Dollar Mendepak Mata Uang Zona Eropa

Financeroll – Euro merosot ke level terendah dalam rentang hampir sembilan tahun terhadap dolar di tengah memburuknya prospek Bank Sentral Eropa yang akan memulai pembelian obligasi pemerintah besar-besaran untuk menangkal deflasi.


Mata uang 18 negara di zona Eropa  turun 0,4 persen menjadi $ 1,1960 pada sesi perdagangan Tokyo, setelah sebelumnya menyentuh level terlemah sejak Maret 2006. Greenback menguat terhadap 11 dari 16 mata uang utama, sementara yen justru menguat.



Sesi Asia, Dollar Mendepak Mata Uang Zona Eropa

Tuesday, December 30, 2014

Dollar Menguat Terhadap Euro dan Yen

Financeroll – Dolar menguat terhadap euro dan yen Jepang pada perdagangan hari Senin, dengan mata uang zona Eropa yang membukukan level terendah dalam dua tahun terakhir karena Yunani masih berada dalam kondisi kisruh pemilu yang memunculkan gelombang kebencian pemilih terhadap persyaratan bailout internasional terhadap negara itu.


EURUSD euro, turun 0,4% dan diperdagangkan pada level $ 1,2153, level terendah sejak Agustus 2012. Aset-aset Yunani dijual setelah pemerintah negara itu gagal memenangkan dukungan dari anggota parlemen untuk calon presiden, memicu pemilu dini yang ditetapkan untuk Januari 25.


“Pemilihan mendatang akan menjadi resiko acara yang sangat besar bagi euro dan saham Eropa karena jajak pendapat terbaru Yunani mengarah pada kemenangan kelompok radikal sayap kiri Partai Syriza, yang berkemungkinan akan mendukung default atas kewajiban utang Yunani dan membatalkan ketentuan dana talangan Uni Eropa / IMF, “kata Matthew Weller, analis teknikal senior di Forex.com.


Versus yen Jepang, dolar USDJPY, turun 0,68% berada di ¥ 120,63, naik dari 120,38 ¥ akhir Jumat di New York.


Aktivitas pasar agak pasif, dengan banyak investor institusi Jepang dan pelaku pasar lainnya mengambil istirahat dari pasar mata uang untuk akhir tahun musim liburan. Greenback sebagian besar tetap tanpa arah dan tanpa isyarat segar khususnya selama bagian pertama sesi perdagangan Asia.

WSJ Dollar Index BUXX, turun 0,32%, ukuran dolar terhadap rival mata uang utama, turun 2 basis poin menjadi 83,04. Indeks DXY ICE dolar, ukuran mata uang AS terhadap enam rival utama, naik 0,2% menjadi 90,20



Dollar Menguat Terhadap Euro dan Yen

Monday, December 29, 2014

Won Terkerek Jatuh

Financeroll – Won Korea Selatan membukukan penurunan kuartalan secara back-to-back, terbesar sejak 2009 karena tertekan oleh penurunan yen dan prospek suku bunga AS yang diprediksi akan berakhir lebih tinggi.


Mobil Korea, perusahaan elektronik dan perkapalan bersaing dengan rival Jepang di pasar luar negeri dan telah berada di bawah tekanan karena Jepang menggunakan stimulus moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendorong ekonomi domestik Jepang yang sempat mengalami penurunan 16 persen yen sejak akhir Juni. Sementara itu, The Federal Reserve menaikkan biaya pinjaman yang mengurangi daya tarik aset emerging market.


Won turun 4 persen kuartal ini ke level 1,099.05 per dolar pada sesi perdagangan siang di Seoul, demikian data harga yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Hal ini menambah penurunan 4,1 persen dalam tiga bulan sebelumnya, sehingga terburuk dalam dua kuartal berturut-turut sejak Maret 2009. Mata uang turun 0,1 persen hari ini dan 4,5 persen tahun ini. Won menguat 9,1 persen terhadap yen pada tahun 2014.


“Slide yen yang mendorong intervensi pemerintah dan menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar memberi sinyal pelemahan pada won kuartal ini,” kata Hong Seok Chan, analis Daishin Ekonomi Research Institute di Seoul. “Won akan terus melemah pada kuartal pertama,” katanya, diprediksi mata uang akan bergerak antara 1.060 dan 1.150 dolar tahun depan.



Won Terkerek Jatuh

Won Korea Terapresiasi Terhadap Dollar dan Yen

Financeroll – Won Korea Selatan naik untuk hari ketiga karena eksportir berspekulasi untuk menjual dolar sebelum akhir tahun. Hal ini juga membantu mengimbangi kekhawatiran atas intervensi pemerintah untuk mengekang kekuatan mata uang Won terhadap yen.


Won menguat 0,1 persen menjadi 1,097.65 per dolar pada sesi perdagangan mutakhir di Seoul, demikian menurut harga yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Mata uang Won naik sebanyak 0,2 persen ke level tertinggi secara mingguan dari level 1,096.55 sebelumnya. Won mencapai 9,11 terhadap yen hari ini, posisi terkuat sejak 2008 lalu, sebelum diperdagangkan pada posisi 9.13 pada sesi perdagangan sore di Tokyo. Pasar keuangan Korea Selatan akan ditutup tanggal 31 Desember.



Won Korea Terapresiasi Terhadap Dollar dan Yen

Dollar Cendrung Melemah Terhadap Yen

Financeroll – Dolar bergerak lebih rendah terhadap yen dalam sesi perdagangan yang cendrung “sideway” di bursa Asia pada Senin, karena penurunan pada sore hari yang dialami Nikkei Stock Average yang memberi isyarat akan masifnya pembelian mata uang Jepang akibat perdagangan yang tanpa arah.


Data perdagangan mutakhir menunjukan, USDJPY, naik 0,04% dan berada di level ¥ 120,32, dari posisi 120,38 ¥ pada akhir perdagangan Jumat di New York.


Perdagangan cuma bergerak tipis, dengan banyaknya investor institusional Jepang dan pelaku pasar lainnya beristirahat dari perdagangan pasar mata uang untuk akhir tahun musim liburan. Greenback sebagian besar tetap tanpa arah dan tanpa isyarat penyegaran, terutama selama sesi pertama perdagangan Asia.

Sementara itu, peserta perdagangan mengharapkan peningkatan volume perdagangan mata uang karena beberapa investor Eropa dan AS kembali ke pasar setelah liburan Natal nanti Senin, ada beberapa analis yang mengatakan bahwa mata uang AS masih kekurangan momentum untuk membukukan kenaikan daripada posisi saat ini.



Dollar Cendrung Melemah Terhadap Yen

Thursday, December 11, 2014

Dollar Semakin Perkasa

Financeroll – Dolar memperpanjang rally positifnya terhadap mata uang rubel, krone Norwegia dan dolar Kanada pada perdagangan Kamis di Amerika karena harga minyak mentah turun ke bawah $ 60 per barel. Ini adalah pertanda bahwa pelemahan mata uang rubel selama dua minggu terakhir telah menyebar ke mata uang eksportir minyak utama lainnya.


Dolar mencapai puncak tertinggi selama 11-tahun terhadap mata uang krone dan menembus titik tertinggi lima setengah tahun terhadap dolar Kanada . Sementara itu, dollar diperdagangkan di level 56,40 rubel.


Mata Uang lainya, USDNOK, turun 0,16% dan diperdagangkan pada posisi 7.32 krone. USDCAD, turun 0,03% dan diperdagangkan pada level 1,155 dolar Kanada, level tertinggi sejak Juli 2009, dibandingkan dengan 7.13 krone dan 1.140 dolar Kanada pada perdagangan hari Rabu.


Keputusan mengejutkan Norges Bank untuk menurunkan suku bunga acuan menjadi 1,25% dari 1,5% juga menekan krone. Bank sentral Norwegia memangkas suku dalam upaya untuk melindungi ekonomi dari penurunan harga minyak, menurut Jameel Aslam, kepala analis pasar di ForexTime.


Sebelumnya Kamis, Bank Sentral Rusia menaikkan suku bunga acuan dari 9,5% menjadi 10,5% juga dalam upaya untuk mencegah rubel dari trend pelemahan lebih lanjut.


Di Amerika. laporan Penjualan ritel mendorong dolar menguat terhadap saingan, membantu penguatan tiga hari secara berturut-turut. EURUSD euro, turun 0,05% dan diperdagangkan sedikit di bawah $ 1,24, dibandingkan dengan $ 1,245 pada perdagangan Rabu.


USDJPY berada diposisi 118.90, melemah 0,19% dibandingkan dengan ¥ 117,57 pada perdagangan Rabu. Dollar diperdagangkan flat terhadap GBPUSD pound, naik tipis 0,01% dan berada pada posisi $ 1,57.


Index US Dollar Index, DXY, naik 0,38% menjadi 88,60.



Dollar Semakin Perkasa

Tuesday, December 2, 2014

Won Mendekati Level Terendah 15 Bulan

Financeroll – Won mendekati level terendah 15 bulan saat pemerintah Korea Selatan akan berusaha untuk melemahkan nilai mata uang demi melindungi eksportir nasional dari yen yang melemah.


Won turun 0,8% menjadi 1,115.96 per dolar pada pukul 10:04 di Seoul. Mata uang itu menyentuh posisi 1,119.95 pada tanggal 1 Desember, dan merupakan terendah sejak Agustus 2013. Mata uang ini melemah 0,8% menjadi 9,3573 terhadap yen.


Eksport merosot tak terduga sebesar 1,9% pada November dari tahun sebelumnya. Gubernur Bank of Korea, Lee Ju Yeol mengatakan pada tanggal 18 November bahwa pemerintah menyadari dampak negatif melemahnya yen terhadap perekonomian Korea Selatan dan akan bertindak untuk menjaga stabilitas nilai tukar jika diperlukan.



Won Mendekati Level Terendah 15 Bulan

Sunday, November 30, 2014

Dolar Australia Turun Tajam

Financeroll – Dolar Australia turun tajam di Asia pada hari Senin ketika indeks perusahaan resmi Tiongkok datang dengan nilai lebih lemah dari yang diharapkan.


AUD / USD berpindah posisi pada 0,8438, turun 0,78%. Sedangkan USD / JPY yang diperdagangkan di 118,95, naik 0,30%.


Aktivitas perusahaan resmi Tiongkiok pada bulan November datang pada level 50,3 di wilayah ekspansi, tetapi lebih rendah dari 50,6 yang diharapkan dan dibandingkan dengan 50,8 pada bulan Oktober. Di Australia, persediaan pada kuartal ketiga naik 0,7% dan keuntungannya naik 0,5% menjelang indeks harga komoditas RBA yang menurun 16,9% pada bulan sebelumnya.


Indeks dolar AS yang terhadap enam mata uang utama, naik 0,06% menjadi 88,46. Di zona euro, data pada hari Jumat menunjukkan bahwa inflasi tahunan melambat ke level terendah lima tahun sebesar 0,3% pada bulan November. Data yang lemah dipandang sebagai meningkatkan kemungkinan bahwa Bank Sentral Eropa akan menerapkan langkah-langkah pelonggaran kuantitatif.



Dolar Australia Turun Tajam

Won Korea Jatuh ke Level Rendah

Financeroll – Won jatuh ke level rendah 15-bulan pada spekulasi dimana bank sentral akan melakukan intervensi untuk melawan kelemahan dalam yen.


Pengiriman ke luar negeri turun 1,9% pada bulan November dari tahun sebelumnya. Yen mengalami penurunan di Asia pada kuartal ini setelah Bank of Japan menambah stimulus moneter. Eksportir Korea dan Jepang bersaing di pasar internasional untuk produk seperti ponsel dan perangkat elektronik.


Won turun sebesar 1% menjadi 1,119,50 per dolar pada pukul 10:15 di Seoul. Mata uang tersebut jatuh ke 1,119.95 pada waktu sebelumnya dan menjadi level terendah sejak Agustus 2013. Serta, turun 0,7% terhadap yen ke nominal 9,40.


Pemerintah Korea menyadari dampak negatif pada perekonomian Korea Selatan atas yen yang melemah dan akan bertindak untuk menjaga stabilitas nilai tukar jika diperlukan.



Won Korea Jatuh ke Level Rendah

Thursday, November 27, 2014

Yen Melemah Menjelang Dirilisnya Data Utama di Jepang

Financeroll – Yen Jepang sedikit lebih lemah di Asia pada awal Jumat setelah keputusan OPEC untuk meninggalkan tingkat produksi.


USD / JPY diperdagangkan di 117,79, naik 0,04%, sementara AUD / USD berpindah posisi pada 0,8534, turun 0,10%. EUR / USD diperdagangkan pada 1,2466. NZD / USD turun 0,21% menjadi 0,8532 setelah data dikeluarkan.


Minyak mentah untuk pengiriman Januari turun $ 4,64, atau 6,3%, ke $ 69,05 per barel dimana perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dihentikan untuk hari. Ini merupakan level terendah sejak Mei 2010. Nymex ditutup Kamis dengan memperhatikan momen Thanksgiving dan akan dibuka kembali pada hari Jumat, sementara perdagangan elektronik dihentikan pada 01:00 EST dan akan kembali pada 6:00 EST. Brent yang sebagai patokan global, turun $ 4,93, atau 6,3%, ke $ 72,82 per barel di bursa ICE Futures Europe.



Yen Melemah Menjelang Dirilisnya Data Utama di Jepang

USDJPY Melemah Pasca Data Ritel Sales

Financeroll – Penutupan perdagangan waktu New York tadi pagi. Pergerakan valuta asing Yen terhadap Dolar mengalami pelemahan.


USDJPY menguat 0.17% ke level 117.95, pair ini berkonsolidasi ke level support 117.69 rendah dan level resisten 117.99 tinggi.


Secara keseluruhan untuk fokus fundamental Jepang yang dirlis pagi ini mengalami penurunan, seperti dari data Household spending untuk bulan Oktober turun ke -4.0% dari bulan sebelumnya -5.6%, unemployment rate 3.5% dari 3.6%.


Selain itu, data retail sales untuk bulan Oktober juga menurun tipis yaitu hanya 1.4% dari bulan sebelumnya 2.3%, sedangkan perkiraan pasar memprediksikan 1.5%.



USDJPY Melemah Pasca Data Ritel Sales

Tuesday, November 25, 2014

Dolar Melemah terhadap Rivalnya

Financeroll – Kepercayaan konsumen yang rendah mendorong dolar lebih lemah terhadap yen, euro, dan pound pada hari Selasa lalu.


Indeks Dollar turun 0,30% menjadi 87,8940, yang diperdagangkan di bawah level 88,00 untuk pertama kalinya sejak hari Jumat. Euro diperdagangkan pada $ 1,2473, dibandingkan dengan $ 1,2430 akhir Senin. Di tempat lain,yen diperdagangkan pada posisi 117,99 yen. Pada hari Senin sore, yen diperdagangkan pada posisi 118,29 yen. Pound diperdagangkan pada $ 1,5704 terhadap dolar, menandai sesi kedua berturut-turut pada masa keuntungannya. Mata uang ini akan ditutup dengan nilai lebih tinggi terhadap dolar untuk minggu pertama sejak pertengahan Oktober, jika berhasil memegang posisi di atas $ 1,5658 hingga Jumat. Pound diperdagangkan di posisi $ 1,5694 hari Senin. Dolar Australia diperdagangkan pada 85,24 sen. Dolar Ini diperdagangkan di tingkat 86,09 sen pada akhir Senin.



Dolar Melemah terhadap Rivalnya