Showing posts with label MSCI. Show all posts
Showing posts with label MSCI. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

MSCI Melemah, Kekhawatiran Landa Pasar Asia

Financeroll – Sebagian besar bursa Asia melemah ditengah kekhawatiran rencana stimulus Eropa tidak akan cukup menyelamati ekonomi wilayah Euro. Selain itu, penurunan upah Amerika secara tidak terduga juga ikut mempengaruhi outlook tingkat suku bunga AS.


Sebanyak dua saham melemah dari setiap saham yang menguat di indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang yang berfluktuasi  ke 470,28 pada perdagangan Senin pagi waktu Seoul.


“Ketidakpastian antara deflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga di AS menyebabkan volatilitas di pasar modal,” ujar Nader Naeimi, Head of Dynamic Asset Allocation AMP Capital Investors, seperti dikutip Bloomberg.


Bursa Australia S&P/ASX 200 turun 0,5%, bursa Selandia Baru NZX 50 naik 0,3%, bursa Korea Selatan Kospi turun 0,2%.



MSCI Melemah, Kekhawatiran Landa Pasar Asia

Thursday, January 8, 2015

MSCI Kembali Ikuti Wall Street

Financeroll – Bursa Asia menguat untuk hari kedua setelah indeks Standard & Poor’s 500 menghapus pelemahannya pada 2015 dan nilai tukar yen melemah.


Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5% ke level 137,07 pada perdagangan Jumat  waktu Tokyo. “Meskipun tetap akan ada volatilitas, tetapi reli ini kelihatannya akan berlanjut seiring ekspektasi kebijakan The Fed dan ECB,” ujar Tim Radford, Strategist Rivkin Securities, seperti dikutip Bloomberg.


Indeks Jepang Topix naik 0,6%, indeks Korea Kospi dan indeks Australia S&P/ASX 200 naik 0,9%, indeks Selandia Baru NZX 50 naik 0,6%.



MSCI Kembali Ikuti Wall Street

Monday, January 5, 2015

Bursa Asia Merosot Diseruduk Minyak Dunia

Financeroll – Bursa Asia melanjutkan penurunan untuk hari kedua, Selasa. Aksi jual ini berlanjut seiring dengan penurunan harga minyak mentah dunia.


Indeks bursa kawasan MSCI Asia Pacific turun 1,1% pada pukul 9:25 waktu Tokyo, dan menuju penurunan terbesar dalam tiga pekan terakhir. Indeks Topix di Tokyo dan S&P/ASX 200 di Sidney merosot lebih dari 1,7%.


Penurunan harga minyak mentah dunia memicu investor keluar dari instrumen investasi berisiko. Meskipun hari ini harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,4%, belum bisa menutup kekhawatiran investor setelah kemarin WTI sempat turun 5,5% menyentuh US$ 49,7 per barel.


“Tahun 2015 baru berjalan tiga hari perdagangan tapi sudah ada dua tema besar yang akan mempengaruhi pasar: suplai komoditas berlebih dan zona euro. Harga minyak sepertinya akan tetap rendah dalam beberapa bulan mendatang,” ramal Evan Lucas, Markets Strategist di Melbourne IG Ltd.



Bursa Asia Merosot Diseruduk Minyak Dunia

Sunday, January 4, 2015

MSCI Terdepak Karena Yen Menguat

Financeroll – Indeks acuan Asia Pasifik terdepak jatuh karena semakin bergairahnya pergerakan yen yang membuat pelaku pasar semakin percaya pada mata uang Jepang tersebut. Perdagangan cendrung mengendor dan mendorong sentiment penurunan karena indek acuan jepang membukukan penurunan yang cukup signifikan


MSCI Asia Pacific Index (MXAP) tenggelam 0,7 persen, membukukan  penurunan terbesar sejak 23 Desember karena indeks Topix Jepang turun 1,1 persen setelah istirahat tiga hari. Standard & Poor 500 Index berjangka turun 0,4 persen. Minyak mentah jatuh untuk hari perdagangan ketiga yang tergolong datar, sementara perak naik 1,5 persen.



MSCI Terdepak Karena Yen Menguat

Wednesday, December 24, 2014

MSCI Ketularan Wall Street

Financeroll – Bursa Asia dibuka mendaki pada transaksi perdagangan hari ini. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.24 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4%. Sementara itu, indeks Topix Jepang melaju 0,9% setelah kemarin tak beroperasi karena libur nasional.


Bursa Asia terkerek oleh sentimen kenaikan bursa AS pada transaksi tadi malam. Asal tahu saja, kemarin, indeks Dow Jones Industrial Average mendaki ke atas level 18.000 untuk kali pertama. Pencapaian level tersebut pada indeks acuan di AS itu lebih cepat ketimbang prediksi para analis.


Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones naik 0,4% ke rekor tertingginya di level 18.024. Sedangkan indeks S&P 500 naik 0,2% menjadi 2.082,17. Ini juga merupakan level tertingginya di sepanjang sejarah.


Lompatan bursa AS sendiri disebabkan oleh data positif ekonomi Paman Sam itu.


“Pasar mendapatkan kenyamanan dari perekonomian AS yang positif. Pernyataan the Federal Reserve yang menenangkan pada pekan lalu juga memberikan kontribusi besar pada reli saham,” jelas Michael McCarthy, chief market strategist CMC Markets di Sydney.



MSCI Ketularan Wall Street

Thursday, December 18, 2014

Indeks Acaun Asia Perpanjang Rally Positif

Financeroll – Bursa Asia memperpanjang reli penguatan hari kedua, Jumat ini. Acuan bursa kawasan, MSCI Asia Pacific Index melompat 1% pada pukul 9:59 waktu perdagangan  Tokyo.


Indeks Topix di Jepang melaju 1,8%, kenaikan terbesar dalam bulan Desember. Nilai tukar yen di sekitar level terlemahnya pekan ini juga mendorong investor masuk pasar Jepang. Hari ini, Bank of Japan akan mengumumkan langkah-langkah kebijakan moneternya.


Bursa di kawasan menguat setelah Gubernur bank sentral AS Federal Reserve, Janet Yellen memberi sinyal menahan bunga AS di level rendah untuk beberapa waktu.


Di sisi lain, harga minyak mentah masih fluktuatif. Pagi ini, harga minyak mentah sempat naik 1,6% setelah merosot 4,2% kemarin.


Berapa indeks acuan di Asia bergerak menguat. Indeks S&P/ASX 200 di Australia memanjat 1,4%.Sedangkan NZX 50 Index di Selandia Baru menguat 0,3%. Indeks Kospi di Korea Selatan bertambah 1,4%, naik untuk pertama kalinya di pekan ini.



Indeks Acaun Asia Perpanjang Rally Positif

Wednesday, December 17, 2014

MSCI Kembali Naik Paska The Fed

Financeroll – Bursa Asia menguat setelah The Federal Reserve akan bersabar untuk meningkatkan suku bunga, dan pelemahan yen mendorong penguatan bursa Jepang.


Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,7% ke level 134,55 pada perdagangan Kamis (18/12/2014) pukul 09.04 waktu Tokyo atau pukul 07.04 WIB.


“Bursa Asia cukup nyaman dengan apa yang terjadi di AS,” ujar Angus Gluskie, Managing Director White Funds Management, seperti dikutip Bloomberg.


Indeks Jepang Topix naik 2,4%, indeks Korea Selatan Kospi naik 0,6%, indeks Australia S&P/ASX 200 naik 1,6%, indeks Selandia Baru NZX 50 naik 0,4%.



MSCI Kembali Naik Paska The Fed

Tuesday, December 16, 2014

MSCI Naik Tipis

Financeroll – Saham Asia menguat dengan indeks ekuitas regional yang naik dari level terendah dua bulan, sebelum Federal Reserve melaporkan kebijakan moneter.


Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2% pada perdagangan Rabu (17/12/2014), 09:37 waktu Tokyo. Kenaikan ini merupakan yang pertama dari level terendah sejak 17 Oktober. Indeks Australia S & P / ASX 200 naik 0,5%, sedangkan indeks Kospi di Seoul naik 0,2%.

The Fed mengeluarkan pernyataan pada akhir pertemuan dua hari mereka hari ini, dengan investor terfokus pada kebijakan suku bunga sebagai upaya pemulihan ekonomi AS di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan di negara lain.


Data inflasi AS dan kawasan euro juga menjadi perhatian di tengah kekhawatiran merosotnya harga minyak. Apalagi, tanda-tanda krisis keuangan meningkat di Rusia, mengingat Rubel jatuh bahkan setelah suku bunga dinaikkan, terbesar sejak 1998.


“Ada rasa kehati-hatian yang kuat terhadap pasar global. Ada tanda-tanda bahwa saham di Jepang, Amerika Serikat dan Eropa semua jatuh terlalu jauh,” ujar Hiroichi Nishi, manajer ekuitas di SMBC Nikko Securities Inc di Tokyo, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (17/12/2014).



MSCI Naik Tipis

Monday, December 15, 2014

Bursa Asia Terus Tertekan

Financeroll – Bursa Asia melemah dengan indeks acuan regional melanjutkan pelemahannya ke level terendah dalam 8 pekan. Hal ini terjadi seiring dengan turunnya harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap ekonomi global serta penguatan yen yang memberatkan bursa Jepang.


Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3% ke level 135,24 pada perdagangan Selasa waktu perdagangan  Tokyo. “Pada akhir tahun ini, akan banyak risiko serta anda akan melihat banyaknya aksi jual di pasar modal,” ujar Stephen Halmarick, Head of Investment Markets Research Colonial First State Global Asset Management, seperti dikutip Bloomberg.


Indeks Jepang Topix turun 1,2%, indeks Korea Selatan Kospi dan indeks Australia S&P/ASX 200 turun 0,7%, indeks Selandia Baru NZX 50 turun 0,2%.



Bursa Asia Terus Tertekan

Sunday, December 7, 2014

MSCI Bergerak Positif

Financeroll – Bursa Asia menguat setelah data payroll AS menguat mendorong optimisme perekonomian negara tersebut. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% ke level 140,14 pada perdagangan Senin (8/12/2014) pukul 09.01 waktu Tokyo atau pukul 07.01 WIB.


Bagusnya data ekonomi membuat bursa bergerak positif,” ujar Stan Shamu, Market Strategist IG Ltd, seperti dikutip Bloomberg.


Indeks Jepang Topix naik 0,5%, indeks Korea Selatan Kospi naik 0,1%, indeks Australia S&P/ASX 200 naik 0,9%, indeks Selandia Baru NZX 50 turun 0,1%.



MSCI Bergerak Positif