Showing posts with label bursa Asia. Show all posts
Showing posts with label bursa Asia. Show all posts

Saturday, January 17, 2015

Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Melambat

Financeroll – Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (16/1) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta hingga siang  melemah sebesar 16 poin menjadi Rp 12.564 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.548 per dolar AS.  Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun  40 poin mengikuti koreksi pasar saham lainnya di Asia. Investor khawatir rendahnya harga minyak dunia akan menggerus pertumbuhan ekonomi dunia.  Indeks masih bergerak dalam rentang tipis.


Investor melihat langkah SNB itu sebagai sinyal bahwa Swiss cemas dengan perekonomiannya dan Eropa.  Di sisi lain, lanjut dia, merebaknya kecemasan atas perekonomian dunia juga cukup membebani kinerja rupiah di awal sesi Asia. Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyatakan aktivitas investasi dan konsumsi di banyak perekonomian cukup lemah, termasuk di Tiongkok.


Sikap Bank Indonesia (BI) yang masih mempertahankan level suku bunga acuan (BI rate) mungkin dapat meredam potensi pelemahan rupiah yang berlebih. Bank Indonesia, pada Kamis  (15/1) tetap mempertahankan suku bunga di level 7,75 persen. Kebijakan suku bunga yang tinggi tersebut masih dibutuhkan untuk meredam inflasi dan membantu perbaikan defisit neraca transaksi berjalan.   Mata uang rupiah masih berada dalam sentimen pelemahan, diperkirakan pergerakan rupiah di kisaran Rp 12.520-Rp 12.615 per dolar AS pada akhir pekan ini (Jumat, 16/1) ini.


Pengamat pasar uang dari Bank Himpunan Saudara, Rully Nova menambahkan bahwa level BI rate itu menandakan tingkat inflasi masih sesuai dengan ekspektasi dan masih sesuai dalam menjaga fundamental ekonomi Indonesia di tengah melambatnya perekonomian global.  Masih adanya ekspektasi positif akan menopang rupiah tidak tertekan terlalu dalam.


Dari bursa saham, mengakhiri perdagangan Sesi I, IHSG turun tipis 1,624 poin (0,03%) ke level 5.187,088. Pelaku pasar masih lakukan aksi wait and see menanti kejelasan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).  Aksi jual malah semakin ramai terjadi setelah pengumuman turunnya harga BBM. Indeks langsung meluncur ke titik terendahnya.  Menutup  perdagangan akhir pekan   IHSG anjlok 40,333 poin (0,78%) ke level 5.148,379. Sementara Indeks LQ45 jatuh 7,342 poin (0,82%) ke level 886,343.  Saham-saham unggulan dan lapis dua langsung jadi sasaran aksi jual. Pemodal asing paling semangat melepas saham.


Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 246.477 kali dengan volume 5,32 miliar lembar saham senilai Rp 5,573 triliun. Sebanyak 83 saham naik, 203 turun, dan 94 saham stagnan.


Bursa saham Tiongkok mencuat sendirian dengan penguatan lebih dari satu persen sementara bursa Asia lainnya terjebak di zona merah. Lemahnya harga minyak dunia dikhawatirkan menggerus pertumbuhan ekonomi global.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 244,54 poin (1,43%) ke level 16.864,16, Indeks Hang Seng jatuh 247,39 poin (1,02%) ke level 24.103,52, Indeks Komposit Shanghai melonjak 40,04 poin (1,20%) ke level 3.376,50, dan  Indeks Straits Times amblas 42,57 poin (1,27%) ke level 3.296,27. [geng]



Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Melambat

Thursday, January 8, 2015

Akhir Pekan, IHSG Bergerak Positif

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada akhir pekan ini.  Sentimen positif  dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa mendukung kenaikan IHSG, dan bursa saham Asia.  Sementara Indeks unggulan LQ45 berada di posisi 901,81. Juga naik 3,81 poin atau 0,42%.


Kurs rupiah terhadap dolar AS saat pembukaan pasar tercatat Rp 12.630/USD. Menguat dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.680/USD.  Pergerakan IHSG sejalan dengan penguatan yang terjadi di Wall Street. Investor menyambut positif pernyataan bank sentral AS The Federal Reserves/The Fed yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi di Negeri Paman Sam. The Fed juga kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga setidaknya sampai April 2015.  Sentimen positif juga datang dari Eropa, yang beberapa hari lalu sempat menjadi penyebab sentimen negatif. Bank sentral Uni Eropa (ECB) berkomitmen untuk mengerahkan segala daya demi mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan tersebut.


Sementara bursa saham regional juga cenderung bergerak di jalur hijau. Berikut perkembangan sejumlah bursa Asia:  Nikkei 225 naik 78,35 poin (0,46%) menjadi 17.245,45, Hang Seng menguat 121,88 poin (0,51%) di posisi 23.957,41, KOSPI naik 16,09 poin (0,84%) menjadi 1.920,74, dan Straits Times menguat 12,96 poin (0,39%) di posisi 3.358,07. [geng]



Akhir Pekan, IHSG Bergerak Positif

Monday, January 5, 2015

Bursa Asia Merosot Diseruduk Minyak Dunia

Financeroll – Bursa Asia melanjutkan penurunan untuk hari kedua, Selasa. Aksi jual ini berlanjut seiring dengan penurunan harga minyak mentah dunia.


Indeks bursa kawasan MSCI Asia Pacific turun 1,1% pada pukul 9:25 waktu Tokyo, dan menuju penurunan terbesar dalam tiga pekan terakhir. Indeks Topix di Tokyo dan S&P/ASX 200 di Sidney merosot lebih dari 1,7%.


Penurunan harga minyak mentah dunia memicu investor keluar dari instrumen investasi berisiko. Meskipun hari ini harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,4%, belum bisa menutup kekhawatiran investor setelah kemarin WTI sempat turun 5,5% menyentuh US$ 49,7 per barel.


“Tahun 2015 baru berjalan tiga hari perdagangan tapi sudah ada dua tema besar yang akan mempengaruhi pasar: suplai komoditas berlebih dan zona euro. Harga minyak sepertinya akan tetap rendah dalam beberapa bulan mendatang,” ramal Evan Lucas, Markets Strategist di Melbourne IG Ltd.



Bursa Asia Merosot Diseruduk Minyak Dunia

Monday, December 15, 2014

Bursa Asia Terus Tertekan

Financeroll – Bursa Asia melemah dengan indeks acuan regional melanjutkan pelemahannya ke level terendah dalam 8 pekan. Hal ini terjadi seiring dengan turunnya harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap ekonomi global serta penguatan yen yang memberatkan bursa Jepang.


Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3% ke level 135,24 pada perdagangan Selasa waktu perdagangan  Tokyo. “Pada akhir tahun ini, akan banyak risiko serta anda akan melihat banyaknya aksi jual di pasar modal,” ujar Stephen Halmarick, Head of Investment Markets Research Colonial First State Global Asset Management, seperti dikutip Bloomberg.


Indeks Jepang Topix turun 1,2%, indeks Korea Selatan Kospi dan indeks Australia S&P/ASX 200 turun 0,7%, indeks Selandia Baru NZX 50 turun 0,2%.



Bursa Asia Terus Tertekan

Thursday, December 4, 2014

Bursa Asia Menguat,  Pasar Uang Domestik Begerak Variatif

Financeroll - Pada perdagangan Kamis (4/12) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta kembali mengalami pelemahan. Rupiah bergerak melemah tiga poin menjadi Rp 12.297 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.294 per dolar AS.  Dalam fluktuasinya mata uang domestik itu sempat jatuh ke Rp 12.395 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikuti  laju penguatan bursa Asia dengan ditutup naik 11 poin. Aksi beli selektif di saham-saham unggulan berhasil menahan Indeks di zona hijau.  Indeks sempat jatuh ke zona merah sampai mendarat di 5.160 pagi tadi.


Dolar AS cenderung menguat di tengah kondisi bearish mata uang yen Jepang dan euro.  Hasil keputusan rapat Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan menambah stimulusnya rentan memicu pelemahan kurs euro sehingga memperkuat dolar AS di pasar uang dunia, sehingga terbuka kemungkinan bagi rupiah untuk melanjutkan pelemahannya.  Penguatan dolar AS juga didukung dari meningkatnya aktivitas sektor jasa Amerika Serikat dan optimisme laporan Fed’s Beige Book atas kondisi perekonomian AS sehingga membuat investor lebih yakin dengan keberlanjutan pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam itu.


Pelemahan mata uang rupiah masih tertahan seiring dengan langkah Bank Indonesia (BI) yang cukup aktif melakukan intervensi di pasar uang domestik.   Kurs Rupiah melemah bersama dengan beberapa mata uang lainnya di Asia. BI menyatakan telah melakukan intervensi untuk mengurangi tekanan pelemahan.  Kurs rupiah masih akan berada dalam area pelemahan walaupun ruang depresiasinya sudah semakin terbatas. Seiring pelemahannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah BI mata uang lokal ini juga bergerak melemah menjadi Rp 12.318 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.295 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi, IHSG naik tipis 9,799 poin (0,19%) ke level 5.175,843. Indeks mendekati level psikologis 5.200. Aksi beli investor lokal yang membuat saham-saham bisa menguat.  Saham-saham yang kemarin melemah kini mulai menanjak kembali secara perlahan. Hanya satu sektor yang masih melemah, yaitu sektor finansial.


Pada awal perdagangan IHSG bertambah 11,116 poin (0,22%) ke level 5.177,160. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 1,750 poin (0,20%) ke level 892,182.  Transaksi investor asing sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis sebesar Rp 5,461 miliar di seluruh pasar.  Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 252.494 kali dengan volume 7,879 miliar lembar saham senilai Rp 6,084 triliun. Sebanyak 170 saham naik, 140 turun, dan 74 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan dengan kompak menguat. Bursa saham Tiongkok memimpin penguatan dengan lonjakan 4% atas harapan pemberian stimulus.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 menanjak 166,78 poin (0,94%) ke level 17.887,21, Indeks Hang Seng melonjak 403,94 poin (1,72%) ke level 23.832,56, Indeks Komposit Shanghai melompat 119,93 poin (4,31%) ke level 2.899,46, dan  Indeks Straits Times naik tipis 1,94 poin (0,06%) ke level 3.305,33. [geng]



Bursa Asia Menguat,  Pasar Uang Domestik Begerak Variatif

Thursday, November 27, 2014

Minim Transaksi, IHSG Naik Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rentang tipis tapi bertahan positif sampai penutupan perdagangan. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah sepanjang perdagangan.  Indeks sama sekali menghindari zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Pergerakan indeks dalam rentang tipis, posisi tertingginya saja hanya di 5.148.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat tipis 4,587 poin (0,09%) ke level 5.137,623. Indeks bertahan di zona hijau meski dengan penguatan yang tipis. Kekhawatiran melambatnya ekonomi dunia membuat marak aksi jual di bursa Asia.  Aksi beli selektif terjadi di saham-saham yang kemarin sudah terkoreksi. Saham-saham komoditas memimpin penguatan.


Pada penutupan perdagangan, Kamis (27/11), IHSG naik 12,279 poin (0,24%) ke level 5.145,315. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,253 poin (0,25%) ke level 886,840.  Hanya dua sektor yang terkena pelemahan, yaitu infrastruktur dan perbankan. Investor asing masih mau berburu saham meski tidak terlalu semangat.


Selain itu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) cukup besar berkat aksi tutup sendiri (crossing) saham PT MNC Land Tbk (KPIG) senilai Rp 480 miliar di pasar negosiasi. Transaksi bersih investor asing tercatat Rp 552,721 miliar.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 201.264 kali dengan volume 6,603 miliar lembar saham senilai Rp 4,65 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 124 turun, dan 95 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tigaraksa (TGKA) naik Rp 500 ke Rp 2.900, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 69.950, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 32.000, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 400 ke Rp 4.550.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Siloam (SILO) turun Rp 575 ke Rp 13.450, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 425 ke Rp 13.175, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 375 ke Rp 60.600, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 175 ke Rp 7.475.


Sementara bursa-bursa dia Asia menutup perdagangan dengan variatif. Kekhawatiran melambatnya ekonomi dunia membuat pelaku pasar lakukan aksi jual.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 135,08 poin (0,78%) ke level 17.248,50, Indeks Hang Seng turun 107,70 poin (0,45%) ke level 24.004,28, Indeks Komposit Shanghai menanjak 26,14 poin (1,00%) ke level 2.630,49, dan  Indeks Straits Times melemah 4,35 poin (0,13%) ke level 3.345,31. [geng]



Minim Transaksi, IHSG Naik Tipis