Showing posts with label Minim Transaksi. Show all posts
Showing posts with label Minim Transaksi. Show all posts

Thursday, November 27, 2014

Minim Transaksi, IHSG Naik Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rentang tipis tapi bertahan positif sampai penutupan perdagangan. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah sepanjang perdagangan.  Indeks sama sekali menghindari zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Pergerakan indeks dalam rentang tipis, posisi tertingginya saja hanya di 5.148.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat tipis 4,587 poin (0,09%) ke level 5.137,623. Indeks bertahan di zona hijau meski dengan penguatan yang tipis. Kekhawatiran melambatnya ekonomi dunia membuat marak aksi jual di bursa Asia.  Aksi beli selektif terjadi di saham-saham yang kemarin sudah terkoreksi. Saham-saham komoditas memimpin penguatan.


Pada penutupan perdagangan, Kamis (27/11), IHSG naik 12,279 poin (0,24%) ke level 5.145,315. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,253 poin (0,25%) ke level 886,840.  Hanya dua sektor yang terkena pelemahan, yaitu infrastruktur dan perbankan. Investor asing masih mau berburu saham meski tidak terlalu semangat.


Selain itu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) cukup besar berkat aksi tutup sendiri (crossing) saham PT MNC Land Tbk (KPIG) senilai Rp 480 miliar di pasar negosiasi. Transaksi bersih investor asing tercatat Rp 552,721 miliar.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 201.264 kali dengan volume 6,603 miliar lembar saham senilai Rp 4,65 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 124 turun, dan 95 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tigaraksa (TGKA) naik Rp 500 ke Rp 2.900, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 69.950, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 32.000, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 400 ke Rp 4.550.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Siloam (SILO) turun Rp 575 ke Rp 13.450, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 425 ke Rp 13.175, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 375 ke Rp 60.600, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 175 ke Rp 7.475.


Sementara bursa-bursa dia Asia menutup perdagangan dengan variatif. Kekhawatiran melambatnya ekonomi dunia membuat pelaku pasar lakukan aksi jual.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 135,08 poin (0,78%) ke level 17.248,50, Indeks Hang Seng turun 107,70 poin (0,45%) ke level 24.004,28, Indeks Komposit Shanghai menanjak 26,14 poin (1,00%) ke level 2.630,49, dan  Indeks Straits Times melemah 4,35 poin (0,13%) ke level 3.345,31. [geng]



Minim Transaksi, IHSG Naik Tipis

Friday, November 14, 2014

Minim Transaksi,  Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll – Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (14/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  menguat tipis enam poin menjadi Rp 12.194 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.200 per dolar AS.  Laju mata uang rupiah mampu bergerak positif meski masih dalam kisaran yang terbatas, ekonomi Jerman dan Perancis yang tumbuh pada kuartal III 2014 menjadi salah satu sentimen positif.  Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir datar.  Setelah bergerak fluktuatif, IHSG ujung-ujungnya hanya naik tipis kurang dari satu poin. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 1,030 poin (0,02%) ke level 5.047,638.


Selain itu, produk domestik bruto (PDB) Jerman naik sekitar 0,1% periode Juli-September dan Perancis 0,3% pada kuartal ketiga, setelah mengalami kontraksi 0,1% pada kuartal kedua. Meski  demikian,   data dari negara itu yang merupakan salah satu pusat perekonomian di Eropa masih memberikan sinyal pertumbuhan yang lambat sehingga ada kekhawatiran di sebagain kalangan pelaku pasar keuangan.  Kondisi itu membuat pergerakan mata uang rupiah cenderung mendatar.


Sentimen dari tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate) yang dipertahankanm masih menjadi sentimen positif bagi rupiah.  Meski sifatnya spekulatif namun pelaku pasar perlu juga mengantisipasi potensi pembalikan arah setelah kenaikan ini.  Sebaliknya pada kurs tengah Bank Indonesia  (BI) tercatat mata uang lokal ini bergerak melemah menjadi Rp 12.206 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.191 per dolar AS.    Indeks bergerak fluktuatif, naik-turun antara zona positif dan negatif. Belum ada katalis positif yang bisa jadi penggerak saham-saham.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936.


Tercatat indeks hanya sempat naik ke posisi tertingginya hari ini di 5.068 tapi setelah itu langsung jatuh lagi ke zona merah. Investor domestik yang paling aktif bertransaksi.  Pada akhir perdagangan akhir pekan, Jumat (14/11), IHSG naik tipis 0,820 poin (0,02%) ke level 5.049,488. Sementara Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 0,965 poin (0,11%) ke level 865,517.  Harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak banyak berubah. Investor asing juga masih memilih untuk melepas saham sejak pagi tadi.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 229,803 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler ada pembelian bersih Rp 213,935 miliar.


Perdagangan kemarin  berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 170.194 kali dengan volume 5,11 miliar lembar saham senilai Rp 4,699 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 154 turun, dan 92 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau. Bursa saham Tiongkok kena koreksi akibat aksi ambil untung. [geng]



Minim Transaksi,  Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Monday, November 10, 2014

Minim Transaksi, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif Financeroll - Pada perdagangan Senin (10/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 29 poin menjadi Rp 12.149 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.178 per dolar AS. Penguatan indeks dolar AS terhenti di pasar uang dalam negeri menyusul data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan pasar. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 22 poin lantaran tekanan jual investor asing. Banyak investor lakukan aksi tunggu, perdagangan berjalan sepi. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 9,876 poin (0,20%) ke level 4.997,3. Indeks mulai menguat secara perlahan berkat aksi beli selektif. Data "Non-Farm Payrolls" hanya tumbuh sekitar 214.000 pekerja dan "Average Hourly Earnings" sebesar 0,1% untuk bulan Oktober tahun ini, di bawah perkiraan analis yang masing-masing sebesar 235.000 dan 0,2%. Hasil data tenaga kerja itu cukup berpengaruh ke pergerakan pasar keuangan global. Dolar AS pun berbalik melemah terhadap mata uang utama dunia. Laju rupiah terapresiasi setelah pelaku pasar merespon positif rilis data-data Jerman dan Perancis yang lebih baik dari sebelumnya sehingga berimbas pada laju mata uang euro. Laju rupiah sedang mencoba berbalik menguat. Namun demikian, lajunya masih rentan terhadap pembalikan arah menyusul sentimen BBM di dalam negeri yang masih dipantau pasar. Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.138 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.149 per dolar AS. Dari bursa saham, Indeks tak mampu bertahan lama di zona hijau. Setelah mencapai titik tertingginya di 5.008, Indeks langsung jatuh lagi ke zona merah. Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 6,463 poin (0,13%) ke level 4.980,961 akibat tekanan jual investor asing. Indeks pun gagal balik ke level 5.000. Aksi jual investor asing terjadi di saham-saham lapis dua. Saham-saham unggulan masih diburu oleh investor dalam negeri. Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (10/11), IHSG melemah 22,037 poin (0,44%) ke level 4.965,387. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup turun 3,748 poin (0,44%) ke level 843,538. Akhirnya hanya satu sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi. Saham-saham lapis dua terkena koreksi cukup dalam. Transaksi hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.04 kali dengan volume 4,568 miliar lembar saham senilai Rp 3,958 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 173 turun, dan 79 saham stagnan. Di sisi lain, rata-rata bursa di Asia berhasil ditutup positif pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Bursa saham Jepang menemani Indonesia di teritori negatif karena sama-sama terkena tekanan jual. Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melemah 99,85 poin (0,59%) ke level 16.780,53, Indeks Hang Seng naik 194,46 poin (0,83%) ke level 23.744,70, Indeks Komposit Shanghai melonjak 55,50 poin (2,30%) ke level 2.473,67, dan Indeks Straits Times menguat 17,85 poin (0,54%) ke level 3.304,24. [geng]

Financeroll  - Pada perdagangan Senin (10/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  menguat 29 poin menjadi Rp 12.149 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.178 per dolar AS.  Penguatan indeks dolar AS terhenti di pasar uang dalam negeri menyusul data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan pasar.  Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 22 poin lantaran  tekanan jual investor asing. Banyak investor lakukan aksi tunggu, perdagangan berjalan sepi.  Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 9,876 poin (0,20%) ke level 4.997,3. Indeks mulai menguat secara perlahan berkat aksi beli selektif.


Data “Non-Farm Payrolls” hanya tumbuh sekitar 214.000 pekerja dan “Average Hourly Earnings” sebesar 0,1% untuk bulan Oktober tahun ini, di bawah perkiraan analis yang masing-masing sebesar 235.000 dan 0,2%.  Hasil data tenaga kerja itu cukup berpengaruh ke pergerakan pasar keuangan global. Dolar AS pun berbalik melemah terhadap mata uang utama dunia.  Laju rupiah terapresiasi setelah pelaku pasar merespon positif rilis data-data Jerman dan Perancis yang lebih baik dari sebelumnya sehingga berimbas pada laju mata uang euro.


Laju rupiah sedang mencoba berbalik menguat. Namun demikian, lajunya masih rentan terhadap pembalikan arah menyusul sentimen BBM di dalam negeri yang masih dipantau pasar.   Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.138 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.149 per dolar AS.


Dari bursa saham, Indeks tak mampu bertahan lama di zona hijau. Setelah mencapai titik tertingginya di 5.008, Indeks langsung jatuh lagi ke zona merah.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 6,463 poin (0,13%) ke level 4.980,961 akibat tekanan jual investor asing. Indeks pun gagal balik ke level 5.000.  Aksi jual investor asing terjadi di saham-saham lapis dua. Saham-saham unggulan masih diburu oleh investor dalam negeri.


Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (10/11), IHSG melemah 22,037 poin (0,44%) ke level 4.965,387. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup turun 3,748 poin (0,44%) ke level 843,538.  Akhirnya hanya satu sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi. Saham-saham lapis dua terkena koreksi cukup dalam.  Transaksi hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.04 kali dengan volume 4,568 miliar lembar saham senilai Rp 3,958 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 173 turun, dan 79 saham stagnan.


Di sisi lain, rata-rata bursa di Asia berhasil ditutup positif pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Bursa saham Jepang menemani Indonesia di teritori negatif karena sama-sama terkena tekanan jual.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 99,85 poin (0,59%) ke level 16.780,53,  Indeks Hang Seng naik 194,46 poin (0,83%) ke level 23.744,70, Indeks Komposit Shanghai melonjak 55,50 poin (2,30%) ke level 2.473,67, dan  Indeks Straits Times menguat 17,85 poin (0,54%) ke level 3.304,24. [geng]



Minim Transaksi, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif Financeroll - Pada perdagangan Senin (10/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 29 poin menjadi Rp 12.149 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.178 per dolar AS. Penguatan indeks dolar AS terhenti di pasar uang dalam negeri menyusul data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan pasar. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 22 poin lantaran tekanan jual investor asing. Banyak investor lakukan aksi tunggu, perdagangan berjalan sepi. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 9,876 poin (0,20%) ke level 4.997,3. Indeks mulai menguat secara perlahan berkat aksi beli selektif. Data "Non-Farm Payrolls" hanya tumbuh sekitar 214.000 pekerja dan "Average Hourly Earnings" sebesar 0,1% untuk bulan Oktober tahun ini, di bawah perkiraan analis yang masing-masing sebesar 235.000 dan 0,2%. Hasil data tenaga kerja itu cukup berpengaruh ke pergerakan pasar keuangan global. Dolar AS pun berbalik melemah terhadap mata uang utama dunia. Laju rupiah terapresiasi setelah pelaku pasar merespon positif rilis data-data Jerman dan Perancis yang lebih baik dari sebelumnya sehingga berimbas pada laju mata uang euro. Laju rupiah sedang mencoba berbalik menguat. Namun demikian, lajunya masih rentan terhadap pembalikan arah menyusul sentimen BBM di dalam negeri yang masih dipantau pasar. Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.138 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.149 per dolar AS. Dari bursa saham, Indeks tak mampu bertahan lama di zona hijau. Setelah mencapai titik tertingginya di 5.008, Indeks langsung jatuh lagi ke zona merah. Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 6,463 poin (0,13%) ke level 4.980,961 akibat tekanan jual investor asing. Indeks pun gagal balik ke level 5.000. Aksi jual investor asing terjadi di saham-saham lapis dua. Saham-saham unggulan masih diburu oleh investor dalam negeri. Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (10/11), IHSG melemah 22,037 poin (0,44%) ke level 4.965,387. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup turun 3,748 poin (0,44%) ke level 843,538. Akhirnya hanya satu sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi. Saham-saham lapis dua terkena koreksi cukup dalam. Transaksi hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.04 kali dengan volume 4,568 miliar lembar saham senilai Rp 3,958 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 173 turun, dan 79 saham stagnan. Di sisi lain, rata-rata bursa di Asia berhasil ditutup positif pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Bursa saham Jepang menemani Indonesia di teritori negatif karena sama-sama terkena tekanan jual. Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melemah 99,85 poin (0,59%) ke level 16.780,53, Indeks Hang Seng naik 194,46 poin (0,83%) ke level 23.744,70, Indeks Komposit Shanghai melonjak 55,50 poin (2,30%) ke level 2.473,67, dan Indeks Straits Times menguat 17,85 poin (0,54%) ke level 3.304,24. [geng]

Monday, November 3, 2014

Minim Transaksi, IHSG Melambat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 6 poin mengikuti lesunya pergerakan bursa-bursa utama dunia. Indeks akan memantapkan posisi dulu sebelum melaju ke level support berikutnya.


Membuka perdagangan preopening, IHSG melemah tipis 6,988 poin (0,14%) ke level 5.078,521. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 turun tipis 1,752 poin (0,20%) ke level 866,554.  Pada awal perdagangan, Selasa (4/11), IHSG dibuka turun 8,718 poin (0,17%) ke level 5.076,791. Indeks LQ45 dibuka melemah 2,435 poin (0,28%) ke level 865,871.


Terpantau Indeks bergerak lesu dan cenderung melemah. Aksi jual terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua.  Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG berkurang 11,482 poin (0,23%) ke level 5.073,645. Sementara Indeks LQ45 mundur 3,071 poin (0,35%) ke level 865,363.


Kemarin IHSG berakhir turun tipis 4 poin setelah seharian berada di zona merah. Aksi borong saham jelang penutupan berhasil mengurangi koreksi IHSG.  Wall Street berakhir mixed. Indeks S&P 500 dan Dow Jones berakhi negatif setelah sentuh rekor intraday, tapi Nasdaq menguat didorong saham semikonduktor.


Sementara beberapa bursa di Asia pagi hari ini rata-rata dibuka melemah karena tidak ada sentimen positif dari pasar global. Hanya bursa saham Jepang yang melonjak tinggi berkat rencana stimulus bank sentral setempat.


Adapun situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 522,98 poin (3,19%) ke level 6.936,74, Indeks Hang Seng melemah 82,09 poin (0,34%) ke level 23.915,97, Indeks Komposit Shanghai berkurang 6,46 poin (0,27%) ke level 2.423,57, dan  Indeks Straits Times turun 8,71 poin (0,26%) ke level 3.282,13. [geng]


 



Minim Transaksi, IHSG Melambat