Showing posts with label Nantikan Sentimen Penggerak. Show all posts
Showing posts with label Nantikan Sentimen Penggerak. Show all posts

Monday, January 19, 2015

Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll - Pada perdagangan Senin (19/1) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pagi hingga siang, bergerak melemah sebesar 13 poin menjadi Rp 12.603 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.590 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan dengan naik tipis 3 poin. Investor domestik menahan IHSG dengan aksi beli di saham unggulan. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,780 poin (0,07%) ke level 5.152,159.


Penurunan harga BBM itu diperkirakan membuat laju inflasi menurun sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah. Namun ekspektasi penurunan inflasi itu sejauh ini hanya mampu mengangkat performa di pasar surat utang negara (SUN) bertenor 10 tahun.  Tekanan rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih bertahan.  Potensi penguatan mata uang rupiah masih ada, namun tetap perlu mewaspadai setiap sentimen negatif yang muncul.  Pasca rilis penurunan harga bahan bakar minyak subsidi hingga harga semen masih berpotensi untuk mendukung rupiah untuk berbalik positif.


Nantinya imbas penurunan tersebut akan dapat membuat harga-harga sejumlah bahan pokok menurun sehingga inflasi dapat dikendalikan.  Di sisi lain,  Bank Indonesia (BI)  yang mempertahankan tingkat suku bunga acauan (BI rate) di level 7,75% masih akan direspon positif seiring tidak terlalu reaktifnya BI menanggapi sentimen yang ada.


Dari bursa saham,  Indeks  sempat naik sampai ke titik tertingginya di 5.171 tapi hanya bertahan sebentar karena aksi jual masih marak.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 0,261 poin (0,01%) ke level 5.148,118. Investor domestik tak kuat mengimbangi aksi jual investor asing.  Sejumlah saham lapis dua yang terkena aksi jual investor asing. Tiga sektor akhirnya melemah, yaitu sektor industri dasar, infrastruktur, dan agrikultur.  Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (19/1), IHSG ditutup menguat tipis 3,714 poin (0,07%) ke level 5.152,093. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup naik tipis 0,921 poin (0,10%) ke level 887,264.


Tercatat transaksi investor asing sampai sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 705,79 miliar di pasar reguler dan negosiasi.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 228.222 kali dengan volume 6,355 miliar lembar saham senilai Rp 5,805 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 141 turun, dan 95 saham stagnan.


Di sisi lain, pasar saham Tiongkok anjlok sangat dalam setelah pemerintah setempat menghentikan perdagangan tiga broker terbesarnya untuk investigasi soal transaksi marjin yang berisiko tinggi.  Bursa-bursa Asia lainnya masih bisa menguat didorong oleh sentimen positif dari Wall Street semalam, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 150,13 poin (0,89%) ke level 17.014,29, Indeks Hang Seng anjlok 365,03 poin (1,51%) ke level 23.738,49, Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 260,14 poin (7,70%) ke level 3.116,35, dan  Indeks Straits Times menguat 5,26 poin (0,16%) ke level 3.305,94. [geng]


 



Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Saturday, January 17, 2015

Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Melambat

Financeroll – Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (16/1) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta hingga siang  melemah sebesar 16 poin menjadi Rp 12.564 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.548 per dolar AS.  Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun  40 poin mengikuti koreksi pasar saham lainnya di Asia. Investor khawatir rendahnya harga minyak dunia akan menggerus pertumbuhan ekonomi dunia.  Indeks masih bergerak dalam rentang tipis.


Investor melihat langkah SNB itu sebagai sinyal bahwa Swiss cemas dengan perekonomiannya dan Eropa.  Di sisi lain, lanjut dia, merebaknya kecemasan atas perekonomian dunia juga cukup membebani kinerja rupiah di awal sesi Asia. Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyatakan aktivitas investasi dan konsumsi di banyak perekonomian cukup lemah, termasuk di Tiongkok.


Sikap Bank Indonesia (BI) yang masih mempertahankan level suku bunga acuan (BI rate) mungkin dapat meredam potensi pelemahan rupiah yang berlebih. Bank Indonesia, pada Kamis  (15/1) tetap mempertahankan suku bunga di level 7,75 persen. Kebijakan suku bunga yang tinggi tersebut masih dibutuhkan untuk meredam inflasi dan membantu perbaikan defisit neraca transaksi berjalan.   Mata uang rupiah masih berada dalam sentimen pelemahan, diperkirakan pergerakan rupiah di kisaran Rp 12.520-Rp 12.615 per dolar AS pada akhir pekan ini (Jumat, 16/1) ini.


Pengamat pasar uang dari Bank Himpunan Saudara, Rully Nova menambahkan bahwa level BI rate itu menandakan tingkat inflasi masih sesuai dengan ekspektasi dan masih sesuai dalam menjaga fundamental ekonomi Indonesia di tengah melambatnya perekonomian global.  Masih adanya ekspektasi positif akan menopang rupiah tidak tertekan terlalu dalam.


Dari bursa saham, mengakhiri perdagangan Sesi I, IHSG turun tipis 1,624 poin (0,03%) ke level 5.187,088. Pelaku pasar masih lakukan aksi wait and see menanti kejelasan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).  Aksi jual malah semakin ramai terjadi setelah pengumuman turunnya harga BBM. Indeks langsung meluncur ke titik terendahnya.  Menutup  perdagangan akhir pekan   IHSG anjlok 40,333 poin (0,78%) ke level 5.148,379. Sementara Indeks LQ45 jatuh 7,342 poin (0,82%) ke level 886,343.  Saham-saham unggulan dan lapis dua langsung jadi sasaran aksi jual. Pemodal asing paling semangat melepas saham.


Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 246.477 kali dengan volume 5,32 miliar lembar saham senilai Rp 5,573 triliun. Sebanyak 83 saham naik, 203 turun, dan 94 saham stagnan.


Bursa saham Tiongkok mencuat sendirian dengan penguatan lebih dari satu persen sementara bursa Asia lainnya terjebak di zona merah. Lemahnya harga minyak dunia dikhawatirkan menggerus pertumbuhan ekonomi global.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 244,54 poin (1,43%) ke level 16.864,16, Indeks Hang Seng jatuh 247,39 poin (1,02%) ke level 24.103,52, Indeks Komposit Shanghai melonjak 40,04 poin (1,20%) ke level 3.376,50, dan  Indeks Straits Times amblas 42,57 poin (1,27%) ke level 3.296,27. [geng]



Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Melambat

Sunday, November 30, 2014

Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Masih Stagnan

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan stagnan. Investor masih wait and see alias menunggu pengumuman data inflasi siang nanti.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik tipis 0,492 poin (0,01%) ke level 5.150,380. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 0,124 poin (0,01%) ke level 886,458.


Membuka perdagangan awal pekan, Senin (1/12), IHSG dibuka bertambah 2,985 poin (0,06%) ke level 5.152,871. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 1,375 poin (0,16%) ke level 887,709.  Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan tingkat inflasi siang nanti. Investor masih menahan diri dalam bertransaksi.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat tipis 1,046 poin (0,02%) ke level 5.150,934. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,647 poin (0,07%) ke level 886,628.  Akhir pekan lalu IHSG bergerak di teritori negatif sepanjang hari. Namun jelang penutupan, terjadi lonjakan yang membuat IHSG mengakhiri perdagangan di zona hijau.


Sementara itu, Wall Street berakhir stagnan menjelang hari raya Thanksgiving. Untungnya perdagangan berakhir lebih awal karena saham-saham energi sudah mulai merosot gara-gara harga minyak dunia yang anjlok.  Bursa-bursa di Asia bergerak variatif pagi hari ini. Harga minyak dunia yang terus-terusan jatuh memberi sentimen negatif.


Sedangkan  situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 155,66 poin (0,89%) ke level 17.615,51, Indeks Hang Seng menipis 16,83 poin (0,07%) ke level 23.987,45, Indeks Komposit Shanghai menguat 19,53 poin (0,73%) ke level 2.702,37, dan  Indeks Straits Times turun tipis 3,52 poin (0,11%) ke level 3.346,98. [geng]



Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Masih Stagnan

Thursday, November 13, 2014

Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Melambat

Financeroll – Setelah seharian bergerak di zona merah,  pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali stagnan. Investor cenderung lakukan aksi tunggu menanti kepastian naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.


Pada awal perdagangan pagi tadi IHSG menipis 2,343 poin (0,05%) ke level 5.046,498 terkena aksi ambil untung. Saham-saham unggulan yang kemarin sudah naik kini terkena koreksi.  Investor domestik sudah semangat jual saham sejak pagi tadi. Sementara asing masih wait and see sambil menanti pengumuman tingkat suku bunga acuan alias BI Rate.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG berkurang 12,417 poin (0,25%) ke level 5.036,424 terkena aksi jual di tengah perdagangan yang sepi.   Indeks hanya sempat naik sampai titik tertingginya di level 5.052. Selebihnya pergerakan Indeks lebih banyak dihabiskan di zona merah.


Pada akhir perdagangan, Kamis (13/11), IHSG ditutup menipis 0,173 poin (0,01%) ke level 5.048,668. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup naik tipis 1,354 poin (0,16%) ke level 864,552.  Bank Indonesia (BI) mengumumkan tingkat suku bunga acuan alias BI Rate ditahan di 7,5%. Posisi ini sama dengan posisi BI rate dalam setahun terakhir.


Tercatat dana asing masih mengalir masuk lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 149,661 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 180.405 kali dengan volume 3,843 miliar lembar saham senilai Rp 3,539 triliun. Sebanyak 130 saham naik, 145 turun, dan 102 saham stagnan.


Volume dan nilai perdagangan setengah hari ini jauh di bawah rata-rata harian sebesar volume 5 miliar lembar saham dan Rp 6 triliun.   Bursa-bursa di Asia rata-rata mengakhiri perdagangan di zona hijau, hanya pasar saham Tiongkok yang melemah. Sentimen negatif sempat datang dari Eropa setelah regulator setempat menjatuhkan penalti atas skandal manipulasi pasar valuta asing.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 19.000, Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 23.925, Matahari (LPPF) naik Rp 325 ke Rp 15.225, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 225 ke Rp 7.250.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.225 ke Rp 9.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.225 ke Rp 18.200, Adira Finance (ADMF) turun Rp 1.075 ke Rp 8.100, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 1.020 ke Rp 4.180.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 195,74 poin (1,14%) ke level 17.392,79, Indeks Hang Seng naik 81,76 poin (0,34%) ke level 24.019,94, Indeks Komposit Shanghai melemah 8,87 poin (0,36%) ke level 2.485,61, dan  Indeks Straits Times bertambah 25,20 poin (0,77%) ke level 3.308,91. [geng]



Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Melambat

Tuesday, November 4, 2014

Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Menguat Tipis

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat  tipis menjelang pengumuman data pertumbuhan ekonomi. Masuknya sama Blue Bird ke lantai bursa memberi semangat pelaku pasar. Membuka perdagangan preopening, IHSG naik tipis 4,304 poin (0,08%) ke level 5.075,244. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 1,082 poin (0,13%) ke level 865,371.


Pada awal perdagangan, Rabu (4/11), IHSG bertambah 6,121 poin (0,12%) ke level 5.077,577. Indeks LQ45 tumbuh 0,562 poin (0,07%) ke level 864,851.  IHSG menanjak secara perlahan di zona hijau meski poin yang dicetaknya tidak terlalu banyak. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG maju 5,351 poin (0,11%) ke level 5.076,291. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,317 poin (0,06%) ke level 846,844.  Kemarin IHSG ditutup di zona merah. Minimnya sentimen positif baik di dalam dan luar negeri menyebabkan aktivitas pasar tidak terlalu semarak.


Turunnya harga minyak dunia memberi sentimen negatif ke Indeks S&P 500 dan Nasdaq di Wall Street. Saham-saham energi langsung kena koreksi.  Bursa-bursa regional kompak melemah pagi hari ini gara-gara sentimen negatif dari pasar global. Hanya Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bisa menguat pagi ini.


Sedangkan  situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 menipis 8,72 poin (0,05%) ke level 16.853,75, Indeks Komposit Shanghai melemah 6,84 poin (0,28%) ke level 2.423,84, dan  Indeks Straits Times turun 6,09 poin (0,19%) ke level 3.275,48. [geng]



Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Menguat Tipis