Showing posts with label Nikkei. Show all posts
Showing posts with label Nikkei. Show all posts

Monday, January 5, 2015

Nikkei Akan Tembus 20,000

FINANCEROLL – Untuk pertama kalinya sejak April 2000, Indek saham Nikkei 225 diperkirakan akan menembus 20,000 pada 2015 ini. Ada enam faktor yang bisa mendorong kenaikan Indek Nikkei 225 ini, yaitu melemahnya Yen, harga minyak mentah yang murah, ekonomi AS yang membaik, pembagian deviden oleh Bank of Japan dan Dana Investasi Pensiun Pemerintah, reformasi tata kelola korporasi, dan proposal pengurangan pajak korporat. Sebuah jajak yang sebelumnya dilakukan oleh Nikkei Veritas di bulan Desember 2014 menyatakan bahwa 36 dari 58 pengamat pasar menyatakan optimisnya bahwa Nikkei tahun ini akan menembus 20,000 dengan level tertinggi bisa mencapai ke 20,440.


Prediksi kenaikan ini juga tercermin dari menguatnya pendapatan korporat di Jepang. Meskipun perekonomian di negeri Jepang masih lambat, pendapatan korporat masih tinggi diatas perekonomian umumnya, ungkap Kathy Matsui dari Goldman Sachs Jepang. Diyakini bahwa keuntungan per saham di lantai bursa utama Tokyo Stock Exchange akan naik 22% pada tahun pertama hingga Maret 2015 ini dibandingkan tahun lalu, melemahnya Yen memberikan keuntungan bagi para eksportir. Dibandingkan rekannya di AS, Eropa dan Asia lainnya, perusahaan-perusahaan di Jepang berpeluang membukukan keuntungan lebih baik.


Menurut perkiraan dari Ryota Sakagami dari SMBC Nikko Securities mengatakan bahwa para investor asing akan menjadi pembeli besar atas saham-saham Jepang ketika nilai keuntungan per saham mengalami peningkatan tajam.  Diperkirakan, total yang akan dibeli oleh investor asing sejak September 2012 akan tumbuh sekitar 28 trilyun yen ($230 milyar) pada September 2015. Laju kenaikan ini tidak terpaut jauh dari pertumbuhan yang terjadi pada periode April 2003 – Juli 2007 sebesar 39 trilyun yen, ketika PM Junichiro Koizumi melakukan serangkaian perubahan sehingga menarik minat investor asing secara besar-besaran.


Reformasi tata kelola perusahaan yang lebih baik juga menjadi daya tarik investor asing kepada saham-saham Jepang. Dominic Rossi, Kepala Investasi Global dari Fidelity Worldwide Investment Inggris menyatakan bahwa jika rata-rata tingkat pendapatan saham jepang bisa naik keatas 10%, dari sekitar 8% saat ini dengan remormasi tersebut, para investor tentu semakin tertarik.


Jika Nikkei memang menembus 20,000, kapitalisasi pasar TSE bisa mencapai 600 trilyun yen, kurang lebih sama saat akhir 1989, ketika indek saham ditutup pada angka tertingginya sepanjang masa di 38,915.


Disisi lain, resiko juga bisa saja muncul. Bagi sebagian pihak, saat saham-saham AS kembali mencetak kenaikannya di akhir akhir 2014, menjadi perhatian akan seberapa lama kenaikan ini masih akan berlanjut. David Tepper, seorang manajer investasi AS menyatakan bahwa kondisi saat ini mirip dengan tahun 1998, ketika Russia dinyatakan bangkrut akibat hutang. Bursa saham AS melejit di tahun selanjutnya, namun turun tajam di tahun 2000 saat terjadi ledakan perusahaan-perusahaan dot-com.


Jatuhnya harga minyak disisi lain akan memberikan tekanan bagi negara sedang berkembang. Allan Conway, dari Schroders Inggris menyatakan bahwa para investor telah menarik dana investasinya di negara-negara berkembang sejak tahun lalu, dan dana-dana ini dalam posisi menunggu adanya fluktuasi yang lebih tinggi di 2015.


Kondisi Eropa sendiri masih dibayang-bayangi dengan berbagai masalah. Pemilu di Yunani juga menyisakan persoalan di benua biru. Sementara dibelahan timur, perekonomian Jepang yang menderita dengan enam penyakit utama, yaitu menguatnya Yen, tertundanya kesepakatan perdagangan bebas dengan negara-negara lain, naiknya harga listrik, tingginya pajak korporat, kakunya hukum perburuhan dan regulasi lingkungan yang berat. Enam masalah tersebut nampaknya masih ada di tahun ini, dengan beberapa pengecualian Yen yang saat ini melemah. Jika reformasi Jepang tidak berjalan, maka akan mendorong para investor melakukan aksi jual saham-saham Jepang.


Mohamed El-Erian, Kepala Penasehat Ekonomi Allianz, menyatakan bahwa tahun 2015 ini merupakan tahun “divergence,” mengacu pada terbelahnya pertumbuhan ekonomi dan lingkungan moneter di AS, Jepang dan negara-negara berkembang yang tidak lazim. Hal ini membuat neraca perekonomian dunia tidak nyaman, alhasil ini menjadi sebuah pertanyaan terbuka bahwa sejauh Saham-saham Jepang bisa naik di tahun ini. (Lukman Hqeem | @hqeem)



Nikkei Akan Tembus 20,000

Thursday, December 25, 2014

Nikkei Ditutup Naik 0.1%

Financeroll – Bursa Jepang Nikkei ditutup naik di hari ini, Jumat (26/12) dengan sentimen yang didukung oleh harapan untuk bullish di tahun depan mengambil keuntungan pada sesi pagi.


Indeks Nikkei ditutup naik 0,1 persen ke level 17,818.96, indeks Topix utama naik 0,4 persen ke level 1,427.50, sementara indeks JPX 400 naik 0,3 persen ke level 12,693.12.


Adapun penguatan ditopang saham Fanuc Corp yang menguat 0,4 persen.



Nikkei Ditutup Naik 0.1%

Tuesday, December 23, 2014

Indeks Saham Asia Rata-Rata Bergerak Positif

Financeroll – Bursa saham Asia sebagian besar bergerak lebih tinggi pada sesi perdagangan Rabu setelah berita ekonomi AS yang positif serta dukungan saham – saham Wall Street mencetak rekor di sesi penutupannya.


Saham-saham di Tokyo memimpin pembukuan kenaikan, dengan indeks Nikkei 225 NIK, naik sampai 1,2% ke level 17.838,89. Saham-saham Eksportir utama diperdagangkan lebih tinggi setelah data menunjukkan ekonomi AS pada kuartal ketiga tumbuh dengan kecepatan terbaiknya dalam lebih dari satu dekade. Belanja konsumen di ekonomi terbesar dunia juga mengalami perbaikan yang signifikan.


Saham di tempat lain di Asia juga bergerak sedikit lebih tinggi, dengan Indeks Hang Seng HSI, naik sampai 0,3% ke level 23.410,28 dan Korea Kospi Composite SEU, naik sampai 0,2% dan bertengger di level 1.943,68.


Indeks saham Tiongkok menjadi satu-satunya indeks acuan yang mengalami penurunan di wilayah Asia. The Shanghai Composite SHCOMP, turun sampai 0,5% ke level 3.017,91 setelah melesat 3% pada hari Selasa. Hao Hong, Managing Director Bank of Communications International, mengatakan bahwa indeks telah terhenti di atas 3000 paska lonjakan pembelian asing yang mengikuti kenaikan suku bunga Tiongkok bulan lalu. NJamun The Shanghai Composite tetap naik 43% dalam pergerakan tahunannya.



Indeks Saham Asia Rata-Rata Bergerak Positif

Sunday, December 7, 2014

MSCI Bergerak Positif

Financeroll – Bursa Asia menguat setelah data payroll AS menguat mendorong optimisme perekonomian negara tersebut. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% ke level 140,14 pada perdagangan Senin (8/12/2014) pukul 09.01 waktu Tokyo atau pukul 07.01 WIB.


Bagusnya data ekonomi membuat bursa bergerak positif,” ujar Stan Shamu, Market Strategist IG Ltd, seperti dikutip Bloomberg.


Indeks Jepang Topix naik 0,5%, indeks Korea Selatan Kospi naik 0,1%, indeks Australia S&P/ASX 200 naik 0,9%, indeks Selandia Baru NZX 50 turun 0,1%.



MSCI Bergerak Positif

Sunday, November 30, 2014

Nikkei Dibuka Naik 0.1%

Financeroll – Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat, Senin (1/12) ditopang dari belanja modal Jepang yang mengalami kenaikan.


Indeks Nikkei Average naik 0.1% ke level 17.475.10, indeks Topix utama naik 0.4% ke level 1.415.74.


Pelemahan yen adalah positif untuk eksportir Jepang karena membuat mereka lebih kompetitif di luar negeri dan meningkatkan keuntungan. Dari Wall Street, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0.49 poin pada hari Jumat, merangkak ke rekor baru tinggi di 17,828.24, sementara saham yang terkait dengan energi turun setelah keputusan OPEC.



Nikkei Dibuka Naik 0.1%

Thursday, November 27, 2014

Nikkei Dibuka Naik 0.5%

Financeroll – Perdagangan bursa Jepang Nikkei terpantau naik meskipun dari inflasi mengalami penurunan, Jumat (28/11).


Indeks Nikkei Average dibuka naik 0.5% ke level 17. 360.


Laju inflasi Jepang melambat ke tingkat terendah dalam setahun mencerminkan penurunan harga minyak mentah dan permintaan domestik yang lemah.


Selain daripad aitu, keraguan lebih lanjut tercermin pada Bank of Japan dalam upaya untuk mencapai target inflasi 2%, dikarenakan keterpurukan perekonommian yang jatuh hingga resesi. Disesuaikan untuk meningkatkan pajak penjualan 8% dari 5% pada bulan April, indeks harga konsumen Nasional inti naik 0,9% dari tahun sebelumnya pada bulan Oktober, setelah naik 1,0% di bulan sebelumnya.


 



Nikkei Dibuka Naik 0.5%

Wednesday, November 26, 2014

Nikkei Lanjutkan Penurunan 0.4%

Financeroll – Bursa Nikkei Jepang terpantau turun Kamis (27/11) pagi, dipicu dari lemahnya data AS dan menurunnya mata uang Yen.


Indeks Nikkei turun 0,4 persen menjadi 17,321.60, indeks Topix utama turun 0,5 persen ke level 1,399.50, indeks JPX 400 jatuh 0,5 persen ke 12,749.84.


Adapun saham pemicunya ialah Nissan Motor Co turun 1,2 persen, Fuji turun 2,6 persen dan Sony Corp turun 1,2 persen.


 


 


 



Nikkei Lanjutkan Penurunan 0.4%

Nikkei Turun 0.4%

Financeroll – Bursa perdagangan Nikkei Jepang terpantau turun, Kamis (27/11) dipicu dari pelemahan yen dan harga minyak yang menurun.


Indeks Nikkei Jepang Nikkei Average turun 0.4% ke level 17,310.49, indeks Topix utama turun 0.3% ke level 1,402.26.


INPEX Corp, minyak explorer Jepang terbesar  turun 1,7 persen. Yakult Honsha Co turun 6,3 persen. Honda Motor Co yang mendapat sekitar 80 persen dari penjualan di luar negeri turun 1,9 persen. Tokyo elektron Ltd naik 3,5 persen setelah seorang analis mengatakan Samsung Electronics Co akan keberatan dengan otoritas Korea Selatan terhadap pengambilalihan perusahaan Jepang.



Nikkei Turun 0.4%

Tuesday, November 18, 2014

Nikkei Berbalik Turun

Financeroll – Bursa saham Jepang Nikkei berbalik rendah didorong dari PM Jepang Shinzo Abe yang menunda kenaikan pajak penjualan dan membuat kebijakan untuk membangkitkan kembali sektor energi.


Indeks Nikkei turun 0,3 persen ke level 17,288.75, indeks Topix utama naik 0,1 persen ke level 1,396.54, sementara indeks JPX 400 naik 0,2 persen ke level 12,750.82. Para pelaku pasar masih berfokus dari kebijakan PM Jepang Shinzo Abe yang mengatakan kepada wartawan bahwa ekonomi mungkin dapat tumbuh di atas potensi, karena kebijakan moneter BoJ yang tidak berubah seperti yang diharapkan, meskipun tetap titik lemah ekonomi Jepang cukup pulih.


Operator ponsel Softbank turun 1,6 persen, dan pakaian merek Uniqlo turun 1,2 persen, Sony Corp turun 1,5 persen.



Nikkei Berbalik Turun

Sunday, November 16, 2014

Nikkei Anjlok 517.03 Poin

Financeroll – Bursa perdagangan Nikkei Jepang ditutup anjlok pasca data resmi yang menunjukkan ekonomi Jepang merosot ke dalam resesi. Hal tersebut merupakan pukulan bagi rencana revitalisasi dari Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.


Indeks Nikkei 225 turun 517,03 poin ke level 16,973.80, indeks Topix utama turun 2,45 persen atau 34,28 poin ke level 1,366.13.


Angka prelim GDP menyusut 0,4 persen pada kuartal Juli-September, atau tingkat tahunan 1,6 persen, menandai secara berturut-turut kontraksi per kuartal. Memang mengejutkan bagi pasar dan PM Shinzo Abe menunda kenaikan pajak penjualan. Perekenomian telah meluas dalam tiga bulan pertama tahun ini, tapi 1 April kemarin peningkatan pajak penjualan Jepang ditujukan untuk melunasi utang nasional yang besar.



Nikkei Anjlok 517.03 Poin

Thursday, November 13, 2014

Nikkei Naik 0.6%

Financeroll – Bursa saham nIkkei Jepang terpantau naik, Jumat (14/11) ditopang dari mata uang yen yang rendah terhadap greenback.


Indeks Nikkei naik 0.6% ke level 17490.83.


Adapaun saham Honda dan Takata berada dalam fokus setelah produsen mobil mengumumkan pada kemarin malam menggantikan inflators kantong udara. Saham produsen mobil tersebut keduanya diperdagangkan 2,6 persen lebih tinggi.


Mizuho Financial naik 0,4 persen, sementara Mitsubishi UFJ turun 0,3 persen.



Nikkei Naik 0.6%

Thursday, October 16, 2014

Neraca Perdagangan Eropa Menjulang

Financeroll – Neraca perdagangan zona euro terpantau naik lebih dari yang diharapkan pada kuartal terakhir, seperti yang ditunjukkan dari data resmi hari ini, Kamis (16/10).


Dalam sebuah laporan Eurostat mengatakan bahwa Saldo perdagangan Zona Euro naik menjadi 15.8B dari 12.7B pada kuartal tahun sebelumnya, para pelaku pasar mengharapkan Saldo perdagangan Zona Euro naik ke 13.5B pada kuartal terakhir.


Pasca dirilisnya data tersebut, EURUSD mengalami penurunan 0.30% di level 1.2796



Neraca Perdagangan Eropa Menjulang