Showing posts with label XAUUSD. Show all posts
Showing posts with label XAUUSD. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

XAUUSD Menuju Bullish

Financeroll – Berdasarkan grafik 30 menit untuk XAUUSD mengindikasikan bahwa tekanan beli masih dominan menuju target terdekat di 1301.99. Jika buyer mendominasi di atas level tersebut maka memungkinkan akan mengusik target berikutnya di 1309.25. Kegagalan skenario tersebut akan mengembalikan XAUUSD pada posisi merosot menuju level 1291.98 hingga level kritis di 1290.48.


Resistant : 1299.40, 1302.20, 1306.70

Support : 1292.10, 1287.60, 1284.80


Skenario Transaksi :

Buy di 1298.00, target di 1304.00, stop loss di 1294.00

Sell di 1292.90, target di 1286.90, stop loss di 1296.90

(HP-FR)



XAUUSD Menuju Bullish

Efek SNB Masih Dukung Emas, Minyak Mentah Turun Dihantui Pertumbuhan Ekonomi Global

Financeroll – Pergerakan yang cukup besar terjadi pada perdagangan emas yang masih bergerak naik dalam tujuh hari berturut-turut. Emas untuk pengiriman Februari ditutup naik $17,30, atau 1,4%, pada $1,294.20 per ounce, pada New York Mercantile Exchange, penutupan tertinggi harga emas sejak 19 Agustus. Rally selama tujuh hari ini telah mengakibatkan kenaikan 7,1% pada harga emas. Pada bulan ini, emas telah naik 9,3%. Emas naik setelah Swiss National Bank (SNB) pekan lalu memicu gejolak di pasar mata uang dan investor masih tetap menunggu sebuah pertemuan minggu ini dari Bank Sentral Eropa.


Dari pernyataan SNB terlihat ada kekhawatiran mengenai perkembangan ekonomi global. Hal ini lah yang direspon positif oleh para pelaku perdagangan emas yang pada awalnya sempat beralih untuk membeli dolar namun setelah melihat ada indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi global berbalik memburu aset safe-haven ini.


Di sisi lain euro tetap berada di bawah tekanan di tengah ekspektasi yang semakin meningkat bahwa ECB akan memulai program pelonggaran kuantitatif pada hari Kamis besok, dalam upaya untuk mencegah ancaman deflasi di kawasan euro. Ketidakpastian atas hasil dari pemilu Yunani, yang akan diselenggarakan pada hari Minggu, dengan partai anti-bailout Syriza terkemuka di jajak pendapat juga lebih mendorong permintaan untuk aset safe-haven.


Masih dengan isu yang sama, harga minyak mentah kembali tertekan di sesi Selasa. Minyak mentah berjangka untuk pengiriman Februari  turun $2,30, atau 4,7%, menjadi berakhir pada $46,39 per barel. Di London, Brent untuk pengirman Maret, juga menyerah pada tekanan jual, jatuh 85 sen, atau 1,7%, berakhir di $47,99 per barel. Pertumbuhan ekonomi global yang melambat bisa menekan permintaan terhadap komoditas strategis ini.


Hari ini para pelaku perdagangan masih akan tetap memantau semua berita dan data yang terkait dengan isu utama di atas. Dari jadwal, data ekonomi yang cukup penting untuk diawasi hari ini adalah Claimant Count dari Inggris dan Building Permits dari Amerika Serikat. Trend yang saat ini terjadi pada bursa komoditas untuk hari ini masih mungkin untuk berlanjut.



Efek SNB Masih Dukung Emas, Minyak Mentah Turun Dihantui Pertumbuhan Ekonomi Global

XAUUSD Menanjak Terus, Uji Fibo Kuat

Financeroll – Pergerakan naik harga emas (XAUUSD) akhirnya berlanjut lagi pasca pergerakan sideways di awal pekan. Kemarin XAUUSD melesat naik hingga 1296.95, tertinggi sejak 20 Agustus 2014. Seperti terlihat pada grafik harian, XAUUSD juga menghasilkan penutupan di atas level 61,8% Fibonacci retracement, ditutup di 1294.60.


Performa yang ditunjukkan XAUSD kemarin adalah indikasi yang bagus bagi trend bullish meskipun pagi ini pada kerangka waktu intraday mulai ada indikasi koreksi minor. Support-support intraday yang relatif kuat kini berada di 1284.70 dan 1280.50.


Beberapa agenda ekonomi penting hari ini dari Asia, Inggris dan Amerika berpotensi untuk menghasilkan pergerakan besar pada harga emas. Jika support-support itu tetap bertahan pasca seluruh events tersebut, XAUUSD berpeluang untuk bergerak lebih tinggi dengan target berikutnya di 1306.00.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



XAUUSD Menanjak Terus, Uji Fibo Kuat

Monday, January 19, 2015

Pasca Data Tiongkok, Komoditas Stabil

Financeroll –  Harga emas sempat merosot tipis pada awal Asia pada hari Selasa, investor terfokus pada sekumpulan data dari Tiongkok yaitu data PDB, produksi industri dan penjualan ritel, untuk melihat indikasi lebih lanjut pada kekuatan ekonomi dan masa depan kebijakan moneter negara tersebut.. Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 0,05 menjadi $1,276.50 per troy ounce. Juga di Comex, perak berjangka untuk pengiriman Maret merosot 0,02% diperdagangkan pada $17,708 per troy ounce.


Semalam, emas merosot tipis namun harga tetap di dekat puncak empat-bulan karena investor menunggu pertemuan bulanan Bank Sentral Eropa akhir pekan ini, di tengah spekulasi akan meluncurkan program pembelian obligasi pemerintah.
Euro masih di bawah tekanan di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan meluncurkan program pembelian obligasi pemerintah pada pertemuan Kamis mendatang, dalam upaya untuk mencegah ancaman deflasi di kawasan euro.


Kamis pekan lalu, Swiss National Bank meninggalkan patokan nilai tukar 1,20 per euro yang telah berlangsung selama tiga tahun pada sebuah langkah yang mengejutkan pasar, menandakan bahwa mereka mengharapkan ECB untuk bertindak minggu ini. Langkah SNB ini mengguncang pasar keuangan dan masih tetap dalam ekspektasi franc Swiss akan menguat di seluruh papan.


Sementara itu harga minyak mentah merosot di Asia.Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman Maret turun 2,40% diperdagangkan pada $47,95 per barelSemalam, minyak berjangka berada di bawah tekanan pada Senin, di tengah indikasi produsen OPEC menunjukkan ada tanda-tanda membatasi output. Menteri Perminyakan Irak Adel Abdul Mahdi mengatakan pada hari Minggu bahwa negaranya sedang memompa dengan kecepatan rekor produksi 4 juta barel per hari pada bulan Desember seraya menggarisbawahi kekhawatiran atas melimpahnya pasokan global.


Di tempat lain, di ICE Futures Exchange di London, minyak Brent untuk pengiriman Maret turun 71 sen, atau 1,43%, diperdagangkan pada $49,46 per barel. Harga Brent sempat menguat $1,90, atau 3,94%, pada hari Jumat, ditutup pada $50,17 per barel. Brent mencapai $45,19 pada 13 Januari, level terlemah sejak April 2009.


Kini data-data tersebut telah dirilis, tidak banyak perubahan pada hasilnya. Ekonomi Tiongkok cukup baik untuk menjaga tingkat permintaan komoditas. Emas sendiri tampak masih berusaha untuk tetap menanjak seiring dengan cukup stabilnya sentimen positif. Dan masih berkaitan dengan Eropa, hari ini pelaku perdagangan juga akan menyoroti data Jerman ZEW.


 


 



Pasca Data Tiongkok, Komoditas Stabil

Flat, EMAS Masih Berpeluang Naik

Financeroll – Harga emas (XAUUSD) bergerak mendatar di sesi Senin dan berakhir sedikit negatif di 1276.10. Pada jangka pendek, peluang untuk melanjutkan keberhasilan pasca penetrasi terhadap trend line jangka menengah masih cukup besar. Bahkan trend line tersebut yang pada hari ini berada di 1267.65 sejauh ini belum diuji lagi. Perannya sudah berganti menjadi support. Pada grafik intraday kebetulan juga ada support di area yang sama.


Jadi selama zona itu bertahan, XAUUSD berpeluang untuk menanjak lagi atau setidaknya akan tetap berkonsolidasi untuk sementara waktu. Zona 1281.85 kini berperan sebagai salah satu resistance penting yang menjadi palang pintu pertama sebelum target naik berikutnya di 1291.40.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



Flat, EMAS Masih Berpeluang Naik

Sunday, January 18, 2015

Emas Sukses Tembus Trend Line

Financeroll – Harga emas (XAUUSD) terus melambung di akhir pekan lalu hingga mencapai 1281.85, tertinggi sejak 2 September 2014. Penutupan harian dan mingguan di sesi Jum’at menunjukkan harga emas sukses menembus trend line menurun jangka menengah yang kini berada di 1268.80 dan berubah peran menjadi support.


Harga emas masih berpeluang naik lagi meskipun pada grafik intraday mulai terlihat indikasi koreksi. Target naik berikutnya adalah 1291.40, level 61.8% Fibonacci retracement pada grafik mingguan.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



Emas Sukses Tembus Trend Line

Friday, January 16, 2015

Emas Uji Trend Line jangka Menengah

Financeroll – Sempat bergerak sideways, data CPI Amerika Serikat akhirnya mampu memberikan sedikit dorongan ke atas hingga harga emas (XAUUSD) bisa mencapai 1269.55, menguji trend line menurun jangka menengah yang penting untuk terus dicermati karena bisa memicu terjadinya aksi beli lebih banyak. Jika zona ini ditembus, XAUUSD berpotensi untuk menegejar target berikutnya, salah satunya adalah 1277.10.


Namun jika nanti di awal sesi Amerika atau menjelang penutupan sesi Eropa trend line tersebut tetap bertahan, XAUUSD bisa terkoreksi ke beberapa support intraday yang saat ini terpantau di 1254.85 dan 1249.90. Akan terbentuk potensi konsolidasi pada kerangka waktu intraday jika XAUUSD akhirnya terjebak di antara zona-zona penting itu. Konsolidasi tersebut berpotensi berlangsung hingga awal pekan depan.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



Emas Uji Trend Line jangka Menengah

Thursday, January 15, 2015

XAUUSD Melonjak Pasca SNB

Financeroll – Pernyataan SNB yang bisa dikategorikan sebagai verbal intervention selain menghasilkan penguatan franc Swiss juga berdampak pada harga emas (XAUUSD) yang saat ini telah mencapai 1260.70, tertinggi sejak 8 September 2014. Kini XAUUSD bersiap untuk menerjang level 50% Fibonacci retracement jangka panjang yang berada di 1261.15.


Pasca data-data ekonomi dari Amerika Serikat tidak terlihat pergerakan yang besar. Pada grafik 15-menit masih tampak indikasi ke arah utara dengan dukungan dari support-support dinamis yang kini terpantau di 1251.45 dan 1240.50. Zona support lain yang cukup penting pada kerangka waktu intraday adalah 1245.00.


Untuk jangka pendek hingga menengah, penignkatan XAUUSD hari ini bisa menjadi indikasi yang bagus untuk terjadinya koreksi yang lebih besar terlebih momentum naik ini mampu menjebol trend line menurun pada grafik mingguan yang kini  berada di area 1270.00.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 


 



XAUUSD Melonjak Pasca SNB

Tuesday, January 13, 2015

Sukses Tembus Resistance Kuat, EMAS Melesat Lagi

Financeroll – Di sesi Senin yang terbilang sepi harga emas (XAUUSD) akhirnya mampu menembus dua resistance kuat yaitu level 38,2% Fibonacci retracement di 1229.50 dan batas atas pola segitiga yang hari ini berada di 1228.10. Keduanya kini beralih peran sebagai support.


Perolehan positif tersebut berlanjut lagi hari ini hingga XAUUSD mampu berada di 1244 beberapa jam lalu. Level ini adalah level tertinggi sejak 23 Oktober 2014. Dengan dukungan support intraday yang saat ini berada di 1237.25 dan 1230.45 beserta support lain yang disebutkan di atas, XAUUSD berpeluang untuk terus naik dengan target berikutnya di level 50% Fibonaci retracement.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



Sukses Tembus Resistance Kuat, EMAS Melesat Lagi

Monday, January 12, 2015

Gagal Tembus Trend Line, Intraday XAU Menukik

Financeroll – Penutupan positif harga emas (XAUUSD) di akhir pekan lalu masih bisa dilanjutkan pagi hingga siang tadi hingga harga komoditas ini sempat berada di 1231.05, tertinggi sejak 11 Desember 2014. Seperti terihat pada grafik 4-jam atau harian, XAUUSD telah menyentuh sebuah trend line menurun atau batas atas pola segitiga yang menjadi ruang gerak konsolidasi jangka menengah. Batasan atas tersebut hari ini berada di 1227.90. Meskipun sempat berada di atasnya, ternyata momentum naik belum cukup kuat untuk menembusnya.


Kini pergerakan intraday XAUUSD kembali menukik dengan level terendah sementara di 1217.40, berdekatan dengan salah satu moving average pada grafik 1-jam di 1217.50. Tak jauh di bawahnya juga ada sebuah trend line menanjak yang menjadi zona support penting bagi trend intraday, di 1213.50. XAUUSD berpotensi untuk menguji area ini. Jika masih bisa bertahan XAUUSD bisa rebound dari area support tersebut, untuk menguji salah satu resistance intraday di 1224.40 dan selanjutnya bergerak sideways hingga penutupan.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



Gagal Tembus Trend Line, Intraday XAU Menukik

Sunday, January 11, 2015

Emas Kembali Berkilau Pagi Ini

Financeroll – Pada sesi perdagangan pagi ini, emas terpantau naik karena masih dibawah pengaruh data non farm yang jauh dibawah ekspektasi pasar Jumat lalu.


Emas untuk pengiriman Februari naik 0.81 persen atau 9.80 basis point ke level 1,225.90. Sementara itu, di bursa Tokyo emas untuk pengiriman Desember turun 6 basis point atau 0.13 persen ke level JPY/g 4,641.


Pada sesi perdagangan Jumat lalu, Emas untuk pengiriman segera naik 2,9 persen minggu menjadi $ 1,223.25 per ounce. Tahun lalu, harga turun 1,4 persen karena ekuitas naik dan sebuah perbaikan ekonomi AS memangkas permintaan untuk aset safe haven. Pada tahun 2013, logam mulia anjlok 28 persen.


Harga naik 70 persen dari Desember 2008 sampai Juni 2011 karena bank sentral meningkatkan pasokan uang dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, memacu kekhawatiran bahwa inflasi akan lebih cepat terjadi.



Emas Kembali Berkilau Pagi Ini

Thursday, January 8, 2015

Jelang FOMC: Minyak Mentah Rebound, Emas Fluktuatif

Financeroll – Minyak berjangka yang diperdagangkan New York berakhir lebih tinggi pada sesi Kamis, melibas penurunan sebelumnya, sementara harga Brent mencapai terendah baru multi-tahun tetapi masih bertahan di atas $50 per barel. Tercatat minyak mentah light-sweet untuk pengiriman Februari naik 14 sen, atau 0,3%, berakhir di $48,79 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga patokan AS ini telah merosot 8,4% sepanjang bulan ini sebelum menemukan pijakan berkat  laporan persediaan di As pada sesi Rabu yang menunjukkan penurunan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah serta ekspektasi bulanan pekerjaan AS yang kuat yang akan dirilis malam nanti.


Sementara itu minyak mentah Brent di bursa ICE Futures London turun 19 sen, atau 0,4%, ditutup di$ 50,96 per barel. Brent telah jatuh di delapan dari 10 sesi terakhir, dan penutupan sesi Kamis adalah yang terendah untuk kontrak dari price benchmark di bursa ini sejak 30 April 2009. Namun, pasar minyak masih terus bergulat dengan banjirnya pasokan yang akan terus menjadi riak di pasar komoditas startegis ini.


Sementara itu harga emas naik dari posisi terendah sebelumnya di sesi Kamis dan sempat sebentar berbalik positif setelah laporan klaim pengangguran yang sedikit lebih lemah dari yang diperkirakan, namun masih ditutup di bawah level Rabu sore setelah sesi perdagangan yang berombak (choppy) karena investor mengalihkan dananya ke saham. Emas untuk pengiriman Februari turun $2,20, atau 0,2%, akhirnya ditutup di  $1,208.50 per ounce.


Kini fokus pasar sepenuhnya berkonsentrasi pada data Nonfarm Payroll yang diperkirakan oleh para ekonom akan mengalami peningkatan. Sebelumnya di sesi Rabu data ADP juga menunjukkan peningkatan. Meskipun data ini tidak bisa sepenuhnya menjadi patokan, biasanya trend data ADP sejalan dengan data Nonfarm Payroll. Jika semua sesuai perkiraan dan direspon dengan aksi beli dolar, harga komoditas bisa kembali tertekan. Ditambah lagi dengan pernyataan Federal Reserve yang tidak merisaukan penurunan harga minyak mentah dalam kaitannya dengan wacana kenaikan suku bunga. Suku bunga selalu menjadi lawan bagi emas.



Jelang FOMC: Minyak Mentah Rebound, Emas Fluktuatif

Tuesday, January 6, 2015

Emas Alami Kenaikan Beruntun Sesi Ketiga

Financeroll – Harga emas menguat untuk sesi ketiga pada hari Selasa di pasar Amerika, didorong oleh semakin membaiknya kenaikan permintaan untuk instrument investasi yang aman di tahun baru dibanding dengan instrument ekuitas dan aset berisiko lainnya.


Emas untuk GCG5 pengiriman Februari, rally $ 15,40, atau 1,3%, sempat ditengah sesi diperdagangkan pada level $ 1,219.40 per ounce,namun pada akhirnya ditutup pada level $ 1,219.00 per ounce. Sementara perak untuk pengiriman Maret SIH5, naik 42 sen, atau 2,6%, ke level $ 16,64 per ounce.



Emas Alami Kenaikan Beruntun Sesi Ketiga

Sunday, January 4, 2015

Emas Terombang Ambing Sikap ECB, Eropa Butuh Reformasi Struktural

Pada Senin pagi (05/01) di bursa Singapura, emas batangan diperdagangkan pada harga $1,190.94 per ons atau menguat tipis dari akhir perdagangan minggu lalu di harga $1,188.39.


Harga emas diperdagangkan terombang-ambing diawal minggu ini, beriringan dengan kebijakan bank sentral Eropa dan kondisi ekonomi AS yang mengalami divergensi ditengah prospek kenaikan suku bunga The Fed. Kebijakan lanjutan Eropa untuk melakukan pembelian aset sendiri juga mengundang penguatan Dolar AS yang berdampak negatif bagi daya pikat Emas.


Harga Emas di tahun 2014 berakhir turun, seiring dengan penguatan Dolar AS yang terdorong oleh keputusan The Fed untuk mengakhiri kebijakan stimulus pada Oktober kemarin. The Fed juga akan mulai menaikkan suku bunganya di 2015 ini. Indek Dolar AS Bloomberg menunjukkan penguatan yang signifikan sejak 2005. Sebaliknya Euro makin terpukul dan berada pada posisi terlemah sejak Maret 2006. Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi menyatakan pada minggu lalu bahwa dia tidak bisa mengesampingkan potensi deflasi yang ada, oleh sebab itu prospek kebijakan pembelian obligasi Eropa kembali dalam jumlah besar semakin terbuka.


Kebijakan ECB tersebut membuat Dolar AS semakin perkasa. Dalam perdagangan berjangka, untuk kontrak pengiriman emas dibulan Februari berakhir diharga $1,187.30 per ons di lantai bursa Comex, dari minggu lalu di harga $1,186.20.


Mario Draghi memang belum memberikan sinyal yang cukup kuat kapan akan mulai melakukan pembelian dalam skala besar-besaran atas aset-aset Eropa meski sudah menyatakan tidak bisa mengesampingkan potensi deflasi yang ada.


Langkah ECB yang demikian ini mendapat kecaman, setidaknya dari para eksekutif yang menilai hal itu akan menimbulkan ancaman bagi stabilitas keuangan di kawasan Euro, dapat mengurangi insentif bagi berbagai pemerintahan untuk melakukan restrukturisasi perekonomian dan diaggap sebagai cara yang melawan hukum.


Draghi berdalih bahwa resiko tersebut memang tidak bisa dihilangkan bergitu saja, namun setidaknya bisa dibatasi. Setidaknya kita akan menghadapai resiko turunnya harga dan jatuhnya upah serta menurunnya konsumsi sebagai efek lanjutan.


Jens Weidman, Presiden Bundesbank beralasan bahwa berbagai langkah tersebut tidak bisa menjamin dengan jatuhnya harga minyak akan menghadirkan kebijakan stimulus, sementara yang lain mengingatkan bahwa jatuhnya harga minyak mentah akan menyeret deflasi pada zona euro. Indikasi ini bisa terlihat dari data prakiraan yang disajikan oleh Bloomberg survey dimana menunjukkan harga konsumen di zona Euro akan mengalami penurunan sebesat 0.1 persen di bulan Desember dari tahun alu, ini merupakan penurunan yang pertama kali sejak 2009.


Para pengambil kebijakan tradisional yang cenderung “hawkish”, yang menginginkan berbagai instrumen kebijakan moneter tetap berpegang teguh pada standar yang ada dengan mengacu pada krisis keuangan yang terjadi 80 tahun silam telah membuktikan salah dan kini mengulang kesalahannya kembali, ungkap Holger Schmieding, kepala ekonom Berenberg Bank di London. “Alih-alih bisa menangani inflasi dan moral hazard atas hasil yang ditakutkan apabila kebijakan-kebijakan tidak dijalankan sesuai dengan standar yang ada, Zona Euro justru semakin mendekati kearah deflasi”.


Euro sendiri terperosok ke posisi terlemahnya dalam empat tahun terakhir ini setelah sejumlah investor bertaruh bahwa QE Eropa akan dijalankan will secepat mungkin di kuartal ini. Euro anjlok 0.6 persen ke $1.2034. Para 25 anggota Dewan Pemerintahan Eropa akan mengevaluasi paket kebijakan WE dalam pertemuan moneter yang akan datang, 22 Januari nanti. Peristiwa ini akan menjadi satu hal yang penting untuk menilai reaksi Eropa dalam menyikapi periode inflasi rendah yang panjang ini. Pertemuan sela akan dilakukan pada 7 Januari lusa bertepatan dengan pengumuman tingkat inflasi Eropa.


Resiko yang belum terjadi berkenaan dengan mandat ECB untuk menjaga stabilitas harga lebih besar saat ini dibandingkan enam bulan yang lalu, ungkap Draghi. Sulit dikatakan berapa jumlah angaran yang akan dikeluarkan untuk membeli obligasi pemerintah, tambahnya.


Sejatinya pertempuran masalah QE ini mengemuka diberbagai media di Jerman. Peter Praet, ekonom ECB menyampaikan pada Boersen-Zeitung pada pekan ini bahwa para pejabat tidak bisa melihat jatuhnya harga minyak sebagai efek putaran kedua menjadi “lebih tinggi dari biasanya”. Sementara Wakil Presiden Vitor Constancio menyatakan pada WirtschaftsWoche bulan lalu bahwa ECB ingin menjaga berbagai bahaya yang muncul dengan sebagai efek jatuhnya tingkat upah, konsumsi, permintaan dan keuntungan sebagai efek spiral. Weidmann sendiri sebelumnya juga sudah menyatakan bahwa ECB semestinya tidak menarik busur atas tekanan pasar untuk memulai langkah pembelian Obligasi kembali.


Dalam pertemuan di awal bulan Desember sebelumnya, Draghi menyatakan kepercayaan dirinya bahwa kebijakan stimulus dapat di buat aman dengan kesepakatan yang ada didalam Dewan Pemerintahan Eropa,  meski hal itu juga tidak perlu disetujui semua anggotanya. Klaas Knot salah satu anggota Dewan Pemerintah menyatakan bahwa hanya satu hal yang menjadi perhatian, yaitu bagaimana membagi resiko atas aksi beli kembali obligasi tersebut.


Gubernur Bank Sentral Jerman menyatakan bahwa selama Eropa tidak memiliki niat politis untuk berbagi resiko diantara anggota zona Euro, maka bukan masalah bagi kita untuk mengambil sejumlah keputusan sendiri lewat jalan belakang.


Draghi mengambarkan pertumbuhan zona Euro saat ini akan sangat lemah hingga pemerintah di Eropa melakukan tekanan untuk reformasi. Sejumlah struktur penting pwerlu direformasi, seperti pasar tenaga kerja agar lebih lentur, birokrsi yang lebih sederhana dengan pajak yang lebih rendah. Dragi menegaskan bahwa jelas sudah kebijakan moneter kita tidak akan efektif jika pemerintah tidak melaksanakan sejumlah reformasi struktural. (Lukman Hqeem | @hqeem)



Emas Terombang Ambing Sikap ECB, Eropa Butuh Reformasi Struktural

Friday, January 2, 2015

Emas, Minggu Depan Berpeluang Naik

FINANCEROLL – Baik Emas ataupun Perak mengalami kenaikan diatas spekulasi baru bahwa European Central Bank bisa saja menambah kebijakan stimulusnya untuk memerangi perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa. Sebagaimana dikatakan oleh Presiden ECB Mario Draghi bahwa dia tidak bisa mengesampingkan potensi resiko deflasi.


Pernyataan ini mendorong spekulasi ECB akan melakukan kebijakan kuantitatif dalam skala yang besar. Euro merosot ke posisi terendah dalam empat tahun ini, sementara Dolar AS menguat atas 16 mata uang lainnya.


Bagaimanapun juga, emas masih valid untuk menjadi tujuan pengaman investasi. Meskipun perekonomian AS membaik, namun tidak dipungkiri bahwa dibelahan dunia lainnya, ekonomi masih terpuruk.


Tahun lalu, emas mengalami penurunan hingga 1.4 persen, menahan laju penurunan untuk pertama kalinya sejak 2000 atas spekulasi bahwa the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga. Disisi lain, pemegang produk ETP Emas mengalami kontraksi hingga pada jumlah terendah dalam enam tahun ini. Perak mengikuti kenaikan kembali Emas ini dengan naik sebesar 1.2 percent ke $15.859 per ons, setelah sebelumnya dalam tiga minggu turun dan Platinum dan palladium hanya berubah sedikit.


Transaksi perdagangan masih rendah, sebesar 58 persen dibawah rata-rata perdagangan dalam 100 hari terakhir ini untuk. Minggu depan, diperkirakan Emas masih akan naik kembali.(Lukman Hqeem | @hqeem)


 



Emas, Minggu Depan Berpeluang Naik

Monday, December 29, 2014

Emas Terhempas Tipis

Financeroll – Emas jatuh karena spekulasi bahwa kenaikan minggu lalu dinaggap cendrung dibesar-besarkan di tengah prospek untuk dolar yang lebih kuat dan permintaan investor yang kian melemah.


Logam naik 1,9 persen pada 26 Desember, kenaikan terbesar dalam lebih dari dua minggu, karena spekulasi bahwa China akan mengambil langkah-langkah lebih untuk meningkatkan perekonomian. Holdings di SPDR Gold Trust, exchange-traded product terbesar didukung oleh logam, telah turun ke posisi terendah enam tahun dan Bloomberg Indeks Dollar Spot berada dekat level tertinggi dalam lima tahun.


Emas untuk pengiriman segera (imediate delivery) turun 0,2 persen menjadi $ 1,193.18 per ounce pada sesi perdagangan di London, demikian menurut data harga generik Bloomberg. Emas sedang menuju kerugian kuartal kedua. Emas untuk pengiriman Februari melemah 0,2 persen menjadi $ 1,193.10 per ounce di Comex New York.


Penguatan permintaan fisik emas masih dapat memberikan dukungan pada stabilitas harga emas, kata Hansen, kepala strategy komoditas Saxo Bank. Tiongkok mengimpor 149.257 kilogram emas dari Hong Kong pada bulan November, naik 34 persen dari bulan sebelumnya, menurut data hari ini dari Departemen Sensus dan Statistik kota.



Emas Terhempas Tipis

Tuesday, December 9, 2014

India Perlu Badan Tata Kelola Perdagangan Emas

FINANCEROLL – Sebagai negara kedua terbesar didunia dalam mengkonsumsi Emas, India dibawah Cina – sudah semestinya memiliki sebuah badan yang mengatur perdagangan dan juga aturan harga emas secara nasional, demikian saran World Gold Council. Emas diperdagangkan dalam kisaran $1,205 per ons.


Badan tersebut harus mengatur masalah impor, mendorong ekspor dan meningkatkan pembangunan infrastruktur industri emas nasional. Selain itu juga memberikan acuan dalam pembentukan harga di perdagangan bursa emas yang bisa menjadi acuan nasional dengan melihat perdagangan di bursa London. Saran-saran tersebut dinyatakan oleh WGC pada Selasa (09/12) dalam sebuah laporan bersama dengan Kamar Dagang dan Industri India, Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry.


Sebagaimana diketahui bahwa impor emas India kembali mengalami kenaikan di tahun ini seiring dengan kegagalan dari kebijakan untuk re-ekspor dan kenaikan pajak impor emas untuk menahan keinginan para investor dan pedagang perhiasan emas India. Jalan keluar untuk memuaskan permintaan emas India yang tahan seperti itu adalah mempergunakan secara tepat emas yang ada didalam negeri dan tidak melakukan pelarangan pengirimannya, ungkap Ketua Kamar Dagang  dan Industri India P.R. Somasundaram. Bagaimanapun juga, permintaan emas India terkait erat dengan budaya, tradisi, kecantikan dan perlindungan keuangan ala India, tambah Somasundaram. Sangat sulit untuk melakukan pengawasan permintaan emas apabila kita pahami bahwa semua itu didasarkan pada keinginan belaka. Dalam jangka panjang kebijakan emas India haruslah mendorong terciptanya produk-produk investasi berbasis emas dan mendorong skala kebutuhan ekonomi nasional dengan menemukan jalan bagi mobilisasi dan moneterisasi 22 ribu metrik ton emas yang ada di masyarakat India, pungkasnya.


Impor emas India mengalami lonjakan mencapai 710 ton antara 1 April hingga 15 November kemarin, dibandingkan dengan impor masa yang sama ditahun lalu yang hanya sebesar 640 ton, demikian ungkap salah seorang pejabat Kementrian Keuangan India, pada 28 November kemarin. Kenaikan yang terjadi saat ini sebagai dampak ditariknya kembali kebijakan re-ekspor India yang dikenal sebagai kebijakan 80:20 pada bulan sebelumnya.


Pemerintah India saat ini memang melakukan pengawasan pembelian emas lewat pajak Impor dan membatasi pengiriman emas secara langsung ke sejumlah bank-bank dan perusahaan-perusahaan dagang yang sudah ditunjuk oleh Bank Sentral India. Pengiriman dari luar negeri menjadi kunci penting bagi industri lokal setelah impor nasional emas semuanya itu terkonsumsi.


Alhasil, neraca perdagangan India yang mengalami defisit semakin membengkak. Dalam periode Juli – September 2014, terjadi kenaikan defisit sebesar $10.1 milyar, ini merupakan defisit terbesar sejak Juni 2013, setelah ekspor emas India juga mengalami perlambatan dan impor emas India terus meningkat, tambah Bank Sentral India.


WGC menyarankan agar badan pengawas perdagangan emas ini juga menjadi lembaga pembiayaan kredit emas sebagai jaminannya. Langkah ini dianggap bisa membantu terciptanya pusat penguji yang terkareditasi, petunjuk bagi terciptanya standarisasi dan pembangunan kebijakan untuk membantu moneterisasi investori domestik.


Pemerintah India perlu untuk mengembangkan pengolah emas terakreditasi yang sesuai dengan standar internasional, memberikan kelonggaran bagi perbankan untuk menggunakan emas sebagai bagian dari cadangan likuiditas mereka dan menilai kembali rencana cadangan emas untuk memangkas ketergantungan akan impor.


Harga emas sendiri diawal minggu ini menunjukkan pemulihan kenaikan harganya sejalan dengan terkoreksinya Dolar AS dan jatuhnya bursa saham global. Dolar terpelanting dari singgasana tertingginya dalam lima tahun terakhir ini sementara bursa saham masih terpukul dengan jatuhnya harga minyak mentah yang mendekati ke harga termurahnya sejak 2009. Banyak perusahaan yang berbasis pertambangan mengalami penurunan nilai sahamnya. Sementara data ekonomi lainnya menunjukkan impor Jerman mengalami kontraksi dibulan Oktober ini. Akibatnya Indek saham di AS dan Asia mengalami penurunan.


Dolar AS masih memegang peran penting dalam pergerakan harga emas saat ini. Disisi lain, perdagangan bursa saham juga mengekor untuk memberikan pengaruhnya terhadap fluktuasi harga emas. Setelah Dolar mengalami perjalanan panjang dan diikuti dengan bursa saham, koreksi saat ini memberikan nafas baru bagi Emas untuk menguat kembali.


Pertemuan reguler Bank Sentral AS, The Federal Reserve pada minggu depan akan menjadi sentimen kuat bagi pergerakan harga pasar. Diperkirakan akan terjadi perdebatan sengit mengenai pemilihan waktu yang tepat bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga kembali. Semakin dekat waktunya, semakin cepat pulih Dolar AS menapaki kembali jalur pendakiannya. Sebagain pelaku pasar bertaruh dengan harapan kenaikan harga emas masih bisa mencapai ke harga termahalanya dalam tiga bulan ini. (Lukman Hqeem)



India Perlu Badan Tata Kelola Perdagangan Emas

Sunday, November 30, 2014

Emas Masih Akan Tertekan, SNB Batasi Pembelian Emas


Referendum Swiss berpeluang besar dimenangkan putusan untuk tidak mempertebal cadangan emasnya. Investor siap-siap mengalami penurunan harga emas kembali.



FINANCEROLL – Harga emas sekonyong-konyong terus turun hingga mencapai ke harga termurahnya dalam empat tahun ini di $1,132.16 per ons pada 7 November kemarin. Data yang dirilis oleh Bloomberg menyatakan terjadinya penjualan 146.7 ton emas oleh para investor dalam perdagangan exchange-traded products (ETP) sepanjang 2014, setara dengan penurunan nilai produknya sebesar $7.5 milyar.


Tanda-tanda inflasi yang masih terkendali didunia ini membuat emas semakin tidak menarik untuk menjadi pilihan investasi. Laju inflasi di Eropa saat ini mengalami perlambatan pula, bahkan dibulan November ini telah berada di posisi terendah dalam lima tahun ini. Alhasil pihak European Central Bank (ECB) sudah siap sedia dengan kebijakan stimulus yang sebelumnya belum pernah mereka jalankan.


Laju penurunan harga emas memang tertahan dengan aksi beli yang dilakukan sejumlah bank-bank sentral untuk meningkatkan cadanga devisa mereka dalam bentuk emas. Data yang dihimpun oleh Dewan Emas Dunia menyebutkan setidaknya 372 ton emas telah dibeli rata-rata pertahun sejak 2010 hingga 2013 oleh bank-bank sentral. Tahun ini, diperkirakan terjadi kenaikan jumlah yang bisa mencapai 400 – 500 ton. Aksi beli yang dilakukan oleh bank-bank sentral ini dianggap masih menjadi komponen yang cukup penting dalam menentukan fluktuasi harga emas.


Para pembuat kebijakan di Swiss National Bank (SNB)  sendiri telah mengingatkan berkali-kali bahwa devisa emas akan sulit untuk bisa bertahan stabil nilainya sehingga bank sentral juga akan kesulitan apabila mematok nilai tukar franc sebesar 1.20 per euro. Angka ini merupakan nilai tukar paling yang ditetapkan pada tiga tahun lalu, dimana SNB memutuskan rencanannya untuk membeli devisa-devisa asing dalam jumlah tak terbatas agar bisa mempertahankan nilai tukar mata uangnya.


Aset SNB kemudian mengalami peningkatan lebih dari sepertiga hingga September 2011 untuk menghindari deflasi dan kubangan resesi di zona Euro akibat krisis hutang. Saat ini mereka diperkirakan memegang 1,040 ton emas. Mentasbihkan Swiss sebagai salah satu negara dengan angka kepemilikan emas tertinggi secara per kapita di dunia ini.


Rakyat Swiss memang memiliki ketertarikan dengan emas. Terkait dengan jatuhnya harga emas saat ini, digelar sebuah referendum untuk memutuskan apakah SNB akan menambah cadangan emasnya atau sudah cukup dengan batasan saat ini. Jika SNB bisa melakukan pembelian emas kembali dan lebih tinggi, jatuhnya harga emas diperkirakan akan tertahan.


Referendum yang akan dilakukan tersebut nampaknya akan dimenangkan oleh putusan agar Swiss tidak menambah cadangan emasnya kembali. Para pemilih yang melakukan pungutan suara hari ini diperkirakan akan menolak usulan untuk menambah cadangan emas oleh SNB sekitar 20 persen atau setara dengan 520 milyar franc ($540 milyar ) neraca anggarannya dalam bentuk emas. Sebelumnya, telah disetujui untuk menambah cadangan emas sebesar 1,500 metrik ton emas dalam lima tahun. Seiring dengan penurunan harga komoditi, termasuk emas dan minyak mentah sehingga laju inflasi juga menurun, disaat potensi kenaikan suku bunga AS membesar, kebutuhan akan emas menurun tajam sebagai alat lindung investasi.


Sejak Maret kemarin dimana harga emas mencapai puncaknya, kini telah merosot sebesar 16% dan membuat para investor kelimpungan dengan melakukan aksi jualnya. Para investor yang bertransaksi di ETP juga sudah melepas posisi mereka sehingga kini posisinya menduduki angka terendah dalam lima tahun terakhir ini.


Harga emas disisi lain memang tidak akan banyak dipengaruhi dengan keputusan “Tidak” pada hasil referendum Swiss kali ini. Persetujuan yang diminta lewat referendum bertajun “Save Our Swiss Gold,” diperkirakan hanya akan mempengaruhi kenaikan harga emas sebesar $50 per ons saja. Harga emas sendiri dalam beberapa minggu ini memang mendapat sentimen positif sebelum referendum dilakukan. Kedepannya, tetap diperkirakan bahwa harga emas masih akan tertekan, masa depan emas memang masih buram.


Dukungan hasil referendum untuk memberikan kewenangan SNB menambah cadangan emasnya sebesar 8 persen mengalami penurunan dari 77 persen dukungan menjadi tinggal 23 persen saja saat ini. Referendum Swiss ini juga memberikan larangan bagi SNB untuk melepaskan cadangan emasnya dan meminta agar setidaknya 30 persen emas mereka yang ada di Kanada dan Inggris agar dibawa pulang.


Jajak pendapat yang dilakukan sejauh ini memang menolak inisiasi kenaikan cadangan emas. Jika persetujuan ini diberikan, maka Swiss akan menjadi negara terbesar ketiga pemilik emas didunia. Dalam lima tahun terakhir ini diperkirakan setidaknya Swiss telah belanja emas sebanyak 1,500 ton. Tambahan sebesar 300 ton per tahun sama dengan sekitar 7 persen konsumsi global pertahun. Para eksekutif SNB telah memperkirakan anggaran 70 milyar francs dalam bentuk emas setara dengan 1,932 ton.


Bagi para pendukung kebijakan untuk menambah cadangan emas tersebut, berpijak bahwa kepemilikan yang lebih besar akan membuat jaminan kesejahteraan bangsa lebih baik. SNB dan pemerintah sendiri beralasan bahwa menyetujui rencana tersebut bisa menjadi langkah menjaga penguatan Franc dari Euro dan mengikis deviden tahunan bank sentral yang distribusikan bagi pemerintah-pemerintahan daerah.(Lukman Hqeem | @hqeem)



Emas Masih Akan Tertekan, SNB Batasi Pembelian Emas

Thursday, November 20, 2014

Harga Emas Turun Lagi, Berharap Tertahan Permintaan Naik


Harga Emas menurun dalam dua hari ini secara beruntun atas spekulasi kenaikan suku bunga AS oleh The Federal Reserve.



FINANCEROLL – Bebagai data ekonomi terkini AS menunjukkan kondisi ekonomi yang semakin membaik, sehingga menurunkan daya tarik emas sebagai pilihan investasi. Jatuhnya harga emas dalam dua bulan ini banyak disebabkan oleh sinyalemen The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir ini. Berbagai dampak melemahnya pertumbuhan ekonomi global, terlihat tidak banyak berpengaruh terhadap ekonomi nasional AS, sebagaimana dinyatakan dalam hasil pertemuan rutin Bank Sentral AS tersebut di bulan Oktober kemarin.


Kondisi ekonomi AS yang membaik, semakin meningkatkan kepercayaan diri pelaku pasar. Dolar AS menguat hingga ke posisi terkuatnya dalam lima tahun etrakhir ini atas mata uang besar lainnya. Akibatnya harga komoditi semakin terpukul, tak terkecuali harga minyak mentah dan emas. Masa depan yang lebih menjanjikan bagi kenaikan suku bunga AS semakin memudarkan emas bagi para pelaku pasar.


Berbagai ekspektasi mengemuka atas rencana kenaikan suku bunga AS, hanya sebagian kecil yang melihat dukungan bagi kenaikan harga emas saat ini berasal dari permintaan emas menjelang libur akhir tahun. Dalam jangka panjang, semua pihak menyadari tren pasar menurun. Banyak pihak yang lebih suka menempatkan posisi jual saat ini.


Data ekonomi AS terkini menunjukkan biaya hidup di AS hanya berubah sedikit dibulan Oktober, sementara klaim pengangguran terus menurun sebesar 2 ribu dalam sepekan hingga 15 November kemarin.


Swiss akhirnya menjadi salah satu negara pengekspor Emas pada bulan Oktober untuk pertama kalinya di tahun ini. Total ekspor mereka mencapai puncak dibulan Februari kemarin, demikian data terkini dari pemerintah Swiss. Umumnya, emas-emas dari Swedia ini diekspor ke India, Hong Kong dan Cina. Permintaan emas batangan, koin dan perhiasan mengalami peningkatan di bulan ini setelah harga emas terpuruk ke kisaran terendah dalam empat tahun terakhir ini. Dalam jajak pendapat kemarin, para pemilih di Swiss menolak rencana yang menyatakan bank sentral akan memiliki sekurang-kurangnya 20 persen asetnya dalam bentuk logam mulia.


Dalam sejarahnya, harga emas naik sebesar 70 persen sejak 2008 hingga Juni 2011, setelah The Fed mengeluarkan kebijakan untuk membeli obligasi dan menurunkan suku bunga mendekati nol persen guna mendorong ekonomi nasional. Akibatnya, harga emas mengalami dorongan yang kuat oleh aksi beli.


Tahun ini, emas telah jatuh 0.9 persen. Emas di 2013 terjungkal 28 persen, mengakhiri tren kenaikan panjangnya dalam 12 tahun. Jika tahun ini berakhir turun, – nampaknya akan begitu, maka akan menjadi penurunan yang paling panjang sejak 1998.


Saat ini ongkos penambangan emas lebih mahal daripada harga emas itu sendiri, hal ini berpotensi menimbulkan kerugian di tahun buku yang akan datang. Alhasil berbagai kalangan industri penambangan emas baik yang kecil atau besar, sedang tiarap semua.


Harga emas untuk kontrak pengiriman bulan Desember menruun 0.3 persen ke harga $1,190.90 per ons. Sehari sebelumnya, emas jatuh 0.3 persen juga. Sementara itu, perdagangan emas dalam bentuk ETP, mengalami penurunan tajam ke posisi terendah dalam lima tahun ini.



Harga Emas Turun Lagi, Berharap Tertahan Permintaan Naik

Wednesday, November 19, 2014

Inflasi AS Terkendali, Harga Emas Dibawah $1,200

FINANCEROLL – Harga emas diperkirakan akan bergerak kembali dibawah $1,200 per ons setelah pejabat The Federal Reserve menyatakan mereka akan melihat sinyalemen penurunan ekspektasi publik atas laju inflasi AS.

Inflasi AS diperkirakan masih belum akan beranjak, sebagaimana diperkirakan sebagian investor. Sementara bursa saham AS mengalami kenaikan. Alhasil Harga emas makin menurun, bahkan tahun ini diperkirakan akan melanjutkan penurunan yang terjadi di tahun lalu. Salah satu pendorong keyakinan ini adalah membaiknya lapangan kerja AS yang membuat The Federal Reserve AS cukup percaya diri mengakhiri Kebijakan Kuantitatif (QE) jilid tiganya.

Efek melemahnya pertumbuhan ekonomi global nampaknya akan terbatasi di tanah AS. Hasil pertemuan bulan Oktober kemarin, yang diumumkanpada Rabu (19/11) menggaris bawahi alasan-alasan The Fed mengakhiri QE3 yang direspon menurun oleh harga emas.

Harga Emas bergerak turun hingga ke $1,182.62 per ons. Emas pada 7 November kemarin sempat ke harag terendah sejak April 2010, yaitu di harga $1,132.16 per ons.



Inflasi AS Terkendali, Harga Emas Dibawah $1,200