Showing posts with label Emas Batangan. Show all posts
Showing posts with label Emas Batangan. Show all posts

Friday, January 2, 2015

Emas, Minggu Depan Berpeluang Naik

FINANCEROLL – Baik Emas ataupun Perak mengalami kenaikan diatas spekulasi baru bahwa European Central Bank bisa saja menambah kebijakan stimulusnya untuk memerangi perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa. Sebagaimana dikatakan oleh Presiden ECB Mario Draghi bahwa dia tidak bisa mengesampingkan potensi resiko deflasi.


Pernyataan ini mendorong spekulasi ECB akan melakukan kebijakan kuantitatif dalam skala yang besar. Euro merosot ke posisi terendah dalam empat tahun ini, sementara Dolar AS menguat atas 16 mata uang lainnya.


Bagaimanapun juga, emas masih valid untuk menjadi tujuan pengaman investasi. Meskipun perekonomian AS membaik, namun tidak dipungkiri bahwa dibelahan dunia lainnya, ekonomi masih terpuruk.


Tahun lalu, emas mengalami penurunan hingga 1.4 persen, menahan laju penurunan untuk pertama kalinya sejak 2000 atas spekulasi bahwa the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga. Disisi lain, pemegang produk ETP Emas mengalami kontraksi hingga pada jumlah terendah dalam enam tahun ini. Perak mengikuti kenaikan kembali Emas ini dengan naik sebesar 1.2 percent ke $15.859 per ons, setelah sebelumnya dalam tiga minggu turun dan Platinum dan palladium hanya berubah sedikit.


Transaksi perdagangan masih rendah, sebesar 58 persen dibawah rata-rata perdagangan dalam 100 hari terakhir ini untuk. Minggu depan, diperkirakan Emas masih akan naik kembali.(Lukman Hqeem | @hqeem)


 



Emas, Minggu Depan Berpeluang Naik

Thursday, December 11, 2014

Jatuhnya Harga Minyak dan Emas, Berkah Bagi Konsumen

Jatuhnya harga minyak mentah saat ini menjadi berkah bagi kalangan investor yang kembali memburu dengan aksi beli di lantai bursa. Data ekonomi AS yang menunjukkan kondsi ekonomi yang lebih baik, telah membangkitkan kepercayaan diri pelaku pasar, bahkan membuat Indek Dow Jones melejit hingga 180 poin.



FINANCEROLL –  Harga emas menapaki jalur penurunan dalam dua hari ini, setelah data penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan awal meskipun hal ini sudah diantisipasi investor. Harga Emas dalam perdagangan berjangka untuk kiriman bulan Februari mengalami penurunan $11.40, atau 0.9%, ke harga $1,218,00 per ons. Bursa saham AS sendiri merespon positif data ekonomi tersebut dan menguat sejak awal perdagangan. Lazimnya, kondisi ekonomi yang buruk akan membuat investor memilih berinvestasi di emas dan bursa saham mengalami penurunan. Sebaliknya, jika kondisi ekonomi membaik, bursa akan menguat dan Emas akan terkoreksi.


Angka penjualan ritel AS sebagaimana yang diungkapkan Departemen Perdagangan AS telah mengalami kenaikan yang lebih baik dari perkiraan. Alhasil daya pikat Emas sebagai alat investasidan pelindung saat inflasi mengalami peluruhan. Emas memang sudah gentar dan menurun sebelum data tersebut diterbitkan. Jatuhnya harga emas bahkan merupakan kelanjutan dari penurunan yang terjadi sebelumnya. Emas makin terpukul dengan data terkini yang  menyatakan klaim pengangguran AS lebih rendah dari perkiraan pasar. Klaim yang diajukan sebesar  294 ribu sementara perkiraan awal adalah 296 ribu.


Harga emas yang kembali terpuruk, akhiri kenaikannya dan telah menyentuh dasarnya. Meskipun harga emas diangap telah menyentuh dasar, bukan berarti akan langsung berbalik menguat kembali sebagai dampak pentalan harga, mengingat harga emas masih terbuka untuk sementara waktu berada di dasar. (Lukman Hqeem | @hqeem )



Jatuhnya Harga Minyak dan Emas, Berkah Bagi Konsumen

Thursday, November 20, 2014

Harga Emas Turun Lagi, Berharap Tertahan Permintaan Naik


Harga Emas menurun dalam dua hari ini secara beruntun atas spekulasi kenaikan suku bunga AS oleh The Federal Reserve.



FINANCEROLL – Bebagai data ekonomi terkini AS menunjukkan kondisi ekonomi yang semakin membaik, sehingga menurunkan daya tarik emas sebagai pilihan investasi. Jatuhnya harga emas dalam dua bulan ini banyak disebabkan oleh sinyalemen The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir ini. Berbagai dampak melemahnya pertumbuhan ekonomi global, terlihat tidak banyak berpengaruh terhadap ekonomi nasional AS, sebagaimana dinyatakan dalam hasil pertemuan rutin Bank Sentral AS tersebut di bulan Oktober kemarin.


Kondisi ekonomi AS yang membaik, semakin meningkatkan kepercayaan diri pelaku pasar. Dolar AS menguat hingga ke posisi terkuatnya dalam lima tahun etrakhir ini atas mata uang besar lainnya. Akibatnya harga komoditi semakin terpukul, tak terkecuali harga minyak mentah dan emas. Masa depan yang lebih menjanjikan bagi kenaikan suku bunga AS semakin memudarkan emas bagi para pelaku pasar.


Berbagai ekspektasi mengemuka atas rencana kenaikan suku bunga AS, hanya sebagian kecil yang melihat dukungan bagi kenaikan harga emas saat ini berasal dari permintaan emas menjelang libur akhir tahun. Dalam jangka panjang, semua pihak menyadari tren pasar menurun. Banyak pihak yang lebih suka menempatkan posisi jual saat ini.


Data ekonomi AS terkini menunjukkan biaya hidup di AS hanya berubah sedikit dibulan Oktober, sementara klaim pengangguran terus menurun sebesar 2 ribu dalam sepekan hingga 15 November kemarin.


Swiss akhirnya menjadi salah satu negara pengekspor Emas pada bulan Oktober untuk pertama kalinya di tahun ini. Total ekspor mereka mencapai puncak dibulan Februari kemarin, demikian data terkini dari pemerintah Swiss. Umumnya, emas-emas dari Swedia ini diekspor ke India, Hong Kong dan Cina. Permintaan emas batangan, koin dan perhiasan mengalami peningkatan di bulan ini setelah harga emas terpuruk ke kisaran terendah dalam empat tahun terakhir ini. Dalam jajak pendapat kemarin, para pemilih di Swiss menolak rencana yang menyatakan bank sentral akan memiliki sekurang-kurangnya 20 persen asetnya dalam bentuk logam mulia.


Dalam sejarahnya, harga emas naik sebesar 70 persen sejak 2008 hingga Juni 2011, setelah The Fed mengeluarkan kebijakan untuk membeli obligasi dan menurunkan suku bunga mendekati nol persen guna mendorong ekonomi nasional. Akibatnya, harga emas mengalami dorongan yang kuat oleh aksi beli.


Tahun ini, emas telah jatuh 0.9 persen. Emas di 2013 terjungkal 28 persen, mengakhiri tren kenaikan panjangnya dalam 12 tahun. Jika tahun ini berakhir turun, – nampaknya akan begitu, maka akan menjadi penurunan yang paling panjang sejak 1998.


Saat ini ongkos penambangan emas lebih mahal daripada harga emas itu sendiri, hal ini berpotensi menimbulkan kerugian di tahun buku yang akan datang. Alhasil berbagai kalangan industri penambangan emas baik yang kecil atau besar, sedang tiarap semua.


Harga emas untuk kontrak pengiriman bulan Desember menruun 0.3 persen ke harga $1,190.90 per ons. Sehari sebelumnya, emas jatuh 0.3 persen juga. Sementara itu, perdagangan emas dalam bentuk ETP, mengalami penurunan tajam ke posisi terendah dalam lima tahun ini.



Harga Emas Turun Lagi, Berharap Tertahan Permintaan Naik

Thursday, October 23, 2014

Divali, Harga Emas Membumbung Lagi

FINANCEROLL – Hari Kamis (23/10) adalah awal perayaan Divali di India. Beberapa hari menjelang perayaan ini, rakyat India telah memborong emas kembali. Tak pelak, harga emas kembali naik saat ini.


Rakyat India umumnya telah berbelanja emas jauh-jauh hari sebelum perayaan ini dimulai. Hal ini untuk menghindari kepadatan saat membeli dan kenaikan harga perhiasan emas dipedagang. Saat harga emas mengalami penurunan kemarin, berbondong-bondong orang India memadati toko-toko perhiasan emas.


Meski harga emas saat ini mulai menanjak kembali, namun tidak menyurutkan sebagian rakyat India untuk tetap membeli emas. Harga emas di India saat ini lebih murah 7.4 persen dibandingkan harga setahun lalu. Harga emas memang mulai beranjak naik di India seiring laju pembelian yang marak saat perayaan Divali dan menjelang Moonson.


India merupakan konsumen emas besar dunia, nomer dua setelah mahkota konsumen pertama direbut oleh Cina pada 2013 kemarin. Pihak Serikat Pedagang Perhiasan Emas dan Batu Mulia India menyatakan bahwa dikuartal empat ini terjadi lonjakan impor emas sebesar 75%. Pihak Barclays Plc mengamini kenaikan impor ini sebagai pendukung naiknya harga emas saat ini.


Minat beli masyarakat India atas perhiasan Emas diperkirakan masih akan meningkat, bahkan akan menembus angka tahun lalu. Tradisi yang mengakr dan berlangsung selama berabad-abad ini menjadi sokongan yang kuat bagi naiknya harga emas. Emas dalam budaya India menjadi symbol kemakmuran dan sebagai alat investasi, emas juga sebagai bagian budaya yang dipergunakan dalam kegiatan peradatan dan ibadah.


Lukman - Gold Jewellry Shop at India - BloombergPemerintah India memang sempat melakukan pembatasan impor emas untuk menstabilkan neraca keuangan mereka. Hal ini membuat impor emas menurun hingga 34 % dan membuat Rupee melemah hingga semester awal 2014. Setelah pembatasan ini mulai dikendurkan, pembelian emas kembali naik dan kondisi hari ini sudah berangsur pulih sebagaimana di tahun 2012. Penjualan ritel emas mulai dari cincin dan kalung mengalami peningkatan hingga 30 persen ke 40 persen selama Dhanteras, awal perayaan dimana pembelian emas marak terjadi seperti hari ini.


Perayaan Divali mulai 23 Oktober dirayakan oleh tak kurang 800 juta umat Hindu di India, tentu angka yang sangat fantastis sebagai pembeli potensial emas. CPM Group memperkirakan bahwa konsumsi emas di musim liburan ini bisa mencapai seperlima dari konsumsi tahunan India, paling besar daripada masa-masa lain sepanjang tahun di Negara yang kental sekali dengan budaya mengkonsumsi emas ini. Sekitar 20,000 metrik ton Emas tersimpan di rumah-rumah dan kuil-kuil di India, masyarakat India memiliki kebiasaan menempatkan emas batangan dalam ornament-ornamen harta keluarga.


Perdagangan perhiasan Emas di India juga merepresentasikan 25 persen konsumsi emas batangan dunia pada tahun lalu. Diperkirakan dengan jatuhnya harga emas saat ini membuat konsumsi perhiasan emas akan meningkat pesat. Harga perhiasan emas India, hanya terpaut $17 per ons dengan harga emas premium London, angka ini jauh menurun dari harga setahun sebelumnya yang bisa terpaut hingga $120 per ons. Kondisi ini tentu sangat menarik konsumen untuk memborong perhiasan emas kembali.


Jatuhnya harga emas beberapa waktu lalu dianggap tepat atau berkah, ungkap Bachhraj Bamalwa, Direktur Serikat Pedagang Perhiasan Emas dan Batu Mulia India, yang menaungi lebih dari 300,000 pedagang ritel dan agen emas. Hingga akhir tahun, diperkirakan terjadi kenaikan permintaan emas antara 15 persen hingga 20 persen dimana nilai impor emas India diyakini bisa mencapai 175 ton hingga 200 ton, padahal tahun lalu hanya 114 ton, tandas Bamalwa pada pertengahan Oktober lalu sebagaimana dilansir Bloomberg.


Harga emas di pasar London sempat ke $1,183.24 per ons pada 6 Oktober kemarin. Ini merupakan harga termurah di tahun ini. Dalam dua tahun terakhir, harga emas jatuh 28 persen setelah The Federal Reserve isyaratkan untuk mengakhiri kebijakan stimulus setelah perekonomian AS menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang berarti. Inflasi masih menjadi barometer sejauh mana kebijakan ini akan diubah. Meski dengan harga emas yang murah ini telah meningkatkan permintaan emas fisik di Cina, namun para investor masih belum bergeming. Kontrak ETP Emas telah menurun 12 persen di tahun lalu,  dengan penurunan nilai sebesar $13 milyar.


Sinyalemen kenaikan permintaan di India mulai terlihat sejak September kemarin. Sebagai persiapan perayaan Divali, impor emas batangan mengalami kenaikan senilai $3.75 milyar, melonjak 450 persen dari tahun sebelumnya, ungkap Departemen Perdagangan. Kiriman perhiasan emas melonjak pula untuk memenuhi permintaan perhiasan emas yang meningkat. Harga emas batangan masih diperdagangkan pada kisaran $1,250, dimana harga emas berjangka di bursa MCE India adalah 27,551 Rupee per 10 gram (setara $1,397 per ons).


 


Masyarakat India membeli emas dalam perayaan ini dan bagi calon pengantin, emas tersebut akan menjadi mas kawin dalam bentuk perhiasan. Tahun ini diperkirakan permintaan emas India akan sebesar 850 hingga 950 ton



Divali, Harga Emas Membumbung Lagi