Showing posts with label World Gold Council. Show all posts
Showing posts with label World Gold Council. Show all posts

Tuesday, December 9, 2014

India Perlu Badan Tata Kelola Perdagangan Emas

FINANCEROLL – Sebagai negara kedua terbesar didunia dalam mengkonsumsi Emas, India dibawah Cina – sudah semestinya memiliki sebuah badan yang mengatur perdagangan dan juga aturan harga emas secara nasional, demikian saran World Gold Council. Emas diperdagangkan dalam kisaran $1,205 per ons.


Badan tersebut harus mengatur masalah impor, mendorong ekspor dan meningkatkan pembangunan infrastruktur industri emas nasional. Selain itu juga memberikan acuan dalam pembentukan harga di perdagangan bursa emas yang bisa menjadi acuan nasional dengan melihat perdagangan di bursa London. Saran-saran tersebut dinyatakan oleh WGC pada Selasa (09/12) dalam sebuah laporan bersama dengan Kamar Dagang dan Industri India, Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry.


Sebagaimana diketahui bahwa impor emas India kembali mengalami kenaikan di tahun ini seiring dengan kegagalan dari kebijakan untuk re-ekspor dan kenaikan pajak impor emas untuk menahan keinginan para investor dan pedagang perhiasan emas India. Jalan keluar untuk memuaskan permintaan emas India yang tahan seperti itu adalah mempergunakan secara tepat emas yang ada didalam negeri dan tidak melakukan pelarangan pengirimannya, ungkap Ketua Kamar Dagang  dan Industri India P.R. Somasundaram. Bagaimanapun juga, permintaan emas India terkait erat dengan budaya, tradisi, kecantikan dan perlindungan keuangan ala India, tambah Somasundaram. Sangat sulit untuk melakukan pengawasan permintaan emas apabila kita pahami bahwa semua itu didasarkan pada keinginan belaka. Dalam jangka panjang kebijakan emas India haruslah mendorong terciptanya produk-produk investasi berbasis emas dan mendorong skala kebutuhan ekonomi nasional dengan menemukan jalan bagi mobilisasi dan moneterisasi 22 ribu metrik ton emas yang ada di masyarakat India, pungkasnya.


Impor emas India mengalami lonjakan mencapai 710 ton antara 1 April hingga 15 November kemarin, dibandingkan dengan impor masa yang sama ditahun lalu yang hanya sebesar 640 ton, demikian ungkap salah seorang pejabat Kementrian Keuangan India, pada 28 November kemarin. Kenaikan yang terjadi saat ini sebagai dampak ditariknya kembali kebijakan re-ekspor India yang dikenal sebagai kebijakan 80:20 pada bulan sebelumnya.


Pemerintah India saat ini memang melakukan pengawasan pembelian emas lewat pajak Impor dan membatasi pengiriman emas secara langsung ke sejumlah bank-bank dan perusahaan-perusahaan dagang yang sudah ditunjuk oleh Bank Sentral India. Pengiriman dari luar negeri menjadi kunci penting bagi industri lokal setelah impor nasional emas semuanya itu terkonsumsi.


Alhasil, neraca perdagangan India yang mengalami defisit semakin membengkak. Dalam periode Juli – September 2014, terjadi kenaikan defisit sebesar $10.1 milyar, ini merupakan defisit terbesar sejak Juni 2013, setelah ekspor emas India juga mengalami perlambatan dan impor emas India terus meningkat, tambah Bank Sentral India.


WGC menyarankan agar badan pengawas perdagangan emas ini juga menjadi lembaga pembiayaan kredit emas sebagai jaminannya. Langkah ini dianggap bisa membantu terciptanya pusat penguji yang terkareditasi, petunjuk bagi terciptanya standarisasi dan pembangunan kebijakan untuk membantu moneterisasi investori domestik.


Pemerintah India perlu untuk mengembangkan pengolah emas terakreditasi yang sesuai dengan standar internasional, memberikan kelonggaran bagi perbankan untuk menggunakan emas sebagai bagian dari cadangan likuiditas mereka dan menilai kembali rencana cadangan emas untuk memangkas ketergantungan akan impor.


Harga emas sendiri diawal minggu ini menunjukkan pemulihan kenaikan harganya sejalan dengan terkoreksinya Dolar AS dan jatuhnya bursa saham global. Dolar terpelanting dari singgasana tertingginya dalam lima tahun terakhir ini sementara bursa saham masih terpukul dengan jatuhnya harga minyak mentah yang mendekati ke harga termurahnya sejak 2009. Banyak perusahaan yang berbasis pertambangan mengalami penurunan nilai sahamnya. Sementara data ekonomi lainnya menunjukkan impor Jerman mengalami kontraksi dibulan Oktober ini. Akibatnya Indek saham di AS dan Asia mengalami penurunan.


Dolar AS masih memegang peran penting dalam pergerakan harga emas saat ini. Disisi lain, perdagangan bursa saham juga mengekor untuk memberikan pengaruhnya terhadap fluktuasi harga emas. Setelah Dolar mengalami perjalanan panjang dan diikuti dengan bursa saham, koreksi saat ini memberikan nafas baru bagi Emas untuk menguat kembali.


Pertemuan reguler Bank Sentral AS, The Federal Reserve pada minggu depan akan menjadi sentimen kuat bagi pergerakan harga pasar. Diperkirakan akan terjadi perdebatan sengit mengenai pemilihan waktu yang tepat bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga kembali. Semakin dekat waktunya, semakin cepat pulih Dolar AS menapaki kembali jalur pendakiannya. Sebagain pelaku pasar bertaruh dengan harapan kenaikan harga emas masih bisa mencapai ke harga termahalanya dalam tiga bulan ini. (Lukman Hqeem)



India Perlu Badan Tata Kelola Perdagangan Emas

Thursday, October 23, 2014

Divali, Harga Emas Membumbung Lagi

FINANCEROLL – Hari Kamis (23/10) adalah awal perayaan Divali di India. Beberapa hari menjelang perayaan ini, rakyat India telah memborong emas kembali. Tak pelak, harga emas kembali naik saat ini.


Rakyat India umumnya telah berbelanja emas jauh-jauh hari sebelum perayaan ini dimulai. Hal ini untuk menghindari kepadatan saat membeli dan kenaikan harga perhiasan emas dipedagang. Saat harga emas mengalami penurunan kemarin, berbondong-bondong orang India memadati toko-toko perhiasan emas.


Meski harga emas saat ini mulai menanjak kembali, namun tidak menyurutkan sebagian rakyat India untuk tetap membeli emas. Harga emas di India saat ini lebih murah 7.4 persen dibandingkan harga setahun lalu. Harga emas memang mulai beranjak naik di India seiring laju pembelian yang marak saat perayaan Divali dan menjelang Moonson.


India merupakan konsumen emas besar dunia, nomer dua setelah mahkota konsumen pertama direbut oleh Cina pada 2013 kemarin. Pihak Serikat Pedagang Perhiasan Emas dan Batu Mulia India menyatakan bahwa dikuartal empat ini terjadi lonjakan impor emas sebesar 75%. Pihak Barclays Plc mengamini kenaikan impor ini sebagai pendukung naiknya harga emas saat ini.


Minat beli masyarakat India atas perhiasan Emas diperkirakan masih akan meningkat, bahkan akan menembus angka tahun lalu. Tradisi yang mengakr dan berlangsung selama berabad-abad ini menjadi sokongan yang kuat bagi naiknya harga emas. Emas dalam budaya India menjadi symbol kemakmuran dan sebagai alat investasi, emas juga sebagai bagian budaya yang dipergunakan dalam kegiatan peradatan dan ibadah.


Lukman - Gold Jewellry Shop at India - BloombergPemerintah India memang sempat melakukan pembatasan impor emas untuk menstabilkan neraca keuangan mereka. Hal ini membuat impor emas menurun hingga 34 % dan membuat Rupee melemah hingga semester awal 2014. Setelah pembatasan ini mulai dikendurkan, pembelian emas kembali naik dan kondisi hari ini sudah berangsur pulih sebagaimana di tahun 2012. Penjualan ritel emas mulai dari cincin dan kalung mengalami peningkatan hingga 30 persen ke 40 persen selama Dhanteras, awal perayaan dimana pembelian emas marak terjadi seperti hari ini.


Perayaan Divali mulai 23 Oktober dirayakan oleh tak kurang 800 juta umat Hindu di India, tentu angka yang sangat fantastis sebagai pembeli potensial emas. CPM Group memperkirakan bahwa konsumsi emas di musim liburan ini bisa mencapai seperlima dari konsumsi tahunan India, paling besar daripada masa-masa lain sepanjang tahun di Negara yang kental sekali dengan budaya mengkonsumsi emas ini. Sekitar 20,000 metrik ton Emas tersimpan di rumah-rumah dan kuil-kuil di India, masyarakat India memiliki kebiasaan menempatkan emas batangan dalam ornament-ornamen harta keluarga.


Perdagangan perhiasan Emas di India juga merepresentasikan 25 persen konsumsi emas batangan dunia pada tahun lalu. Diperkirakan dengan jatuhnya harga emas saat ini membuat konsumsi perhiasan emas akan meningkat pesat. Harga perhiasan emas India, hanya terpaut $17 per ons dengan harga emas premium London, angka ini jauh menurun dari harga setahun sebelumnya yang bisa terpaut hingga $120 per ons. Kondisi ini tentu sangat menarik konsumen untuk memborong perhiasan emas kembali.


Jatuhnya harga emas beberapa waktu lalu dianggap tepat atau berkah, ungkap Bachhraj Bamalwa, Direktur Serikat Pedagang Perhiasan Emas dan Batu Mulia India, yang menaungi lebih dari 300,000 pedagang ritel dan agen emas. Hingga akhir tahun, diperkirakan terjadi kenaikan permintaan emas antara 15 persen hingga 20 persen dimana nilai impor emas India diyakini bisa mencapai 175 ton hingga 200 ton, padahal tahun lalu hanya 114 ton, tandas Bamalwa pada pertengahan Oktober lalu sebagaimana dilansir Bloomberg.


Harga emas di pasar London sempat ke $1,183.24 per ons pada 6 Oktober kemarin. Ini merupakan harga termurah di tahun ini. Dalam dua tahun terakhir, harga emas jatuh 28 persen setelah The Federal Reserve isyaratkan untuk mengakhiri kebijakan stimulus setelah perekonomian AS menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang berarti. Inflasi masih menjadi barometer sejauh mana kebijakan ini akan diubah. Meski dengan harga emas yang murah ini telah meningkatkan permintaan emas fisik di Cina, namun para investor masih belum bergeming. Kontrak ETP Emas telah menurun 12 persen di tahun lalu,  dengan penurunan nilai sebesar $13 milyar.


Sinyalemen kenaikan permintaan di India mulai terlihat sejak September kemarin. Sebagai persiapan perayaan Divali, impor emas batangan mengalami kenaikan senilai $3.75 milyar, melonjak 450 persen dari tahun sebelumnya, ungkap Departemen Perdagangan. Kiriman perhiasan emas melonjak pula untuk memenuhi permintaan perhiasan emas yang meningkat. Harga emas batangan masih diperdagangkan pada kisaran $1,250, dimana harga emas berjangka di bursa MCE India adalah 27,551 Rupee per 10 gram (setara $1,397 per ons).


 


Masyarakat India membeli emas dalam perayaan ini dan bagi calon pengantin, emas tersebut akan menjadi mas kawin dalam bentuk perhiasan. Tahun ini diperkirakan permintaan emas India akan sebesar 850 hingga 950 ton



Divali, Harga Emas Membumbung Lagi