Showing posts with label Logam. Show all posts
Showing posts with label Logam. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Tembaga Turun Tipis Akibat Data Ekonomi Global Yang Suram

Financeroll – Tembaga di London diambang harga terlemah dalam lebih dari lima tahun terakhir karena spekulasi pertumbuhan permintaan yang kian goyah dan tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang tidak merata di AS, Jerman dan China, konsumen logam terbesar.


Tembaga sedikit berubah setelah mengakhiri pekan lalu di level terendah sejak Oktober 2009. Penurunan terbesar upah per jam di AS sejak pencatatan dimulai pada tahun 2006 dibayangi titik curam dari perkiraan gaji yang semula meningkat, sementara produksi industri Jerman pada bulan November tak terduga jatuh untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, demikian data menunjukkan Jumat keraren. Tiongkok pun bulan lalu mengalami penurunan paling dalam selama dua tahun, memperpanjang rekor penurunan.


Tembaga untuk pengiriman tiga bulan ke depan tidak berubah di $ 6.090 per metrik ton di London Metal Exchange pada sesi perdagangan Hong Kong. Logam menetap 0,2 persen $ 6.090 per ton pada akhir pekan lalu. harga Penutupan belum mencatat kenaikan sejak 30 Desember.


Di New York, kontrak berjangka Maret tergelincir 0,1 persen menjadi $ 2,752 per pon, sedangkan logam untuk bulan yang sama di Shanghai turun 0,2 persen menjadi 44.170 yuan ($ 7.126) per ton.



Tembaga Turun Tipis Akibat Data Ekonomi Global Yang Suram

Tuesday, January 6, 2015

Nikel Menggeliat Positif

Financeroll – Harga nikel naik, capping reli dua hari terbesar dalam sebulan terakhir, karena spekulasi bahwa peningkatan stimulus ekonomi akan meningkatkan permintaan di China, pengguna terbesar di dunia industri logam.


Cina sedang mempercepat 300 proyek infrastruktur senilai 7 triliun yuan ($ 1,1 triliun) tahun ini karena pembuat kebijakan sedang berusaha untuk menopang pertumbuhan yang masih dalam bayang-bayang bahaya tergelincir di bawah 7 persen, demikian menurut para analis. Pada paruh kedua 2014, nikel turun 20 persen di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan di negara Asia melambat.


Nikel untuk pengiriman tiga bulan naik 0,4 persen menjadi $ 15.260 per metrik ton di London Metal Exchange. Sebelumnya, harga mencapai $ 15,525, tertinggi sejak 24 Desember Dalam dua hari, harga naik 2,9 persen, terbesar sejak 4 Desember.



Nikel Menggeliat Positif

Monday, December 29, 2014

Emas Terhempas Tipis

Financeroll – Emas jatuh karena spekulasi bahwa kenaikan minggu lalu dinaggap cendrung dibesar-besarkan di tengah prospek untuk dolar yang lebih kuat dan permintaan investor yang kian melemah.


Logam naik 1,9 persen pada 26 Desember, kenaikan terbesar dalam lebih dari dua minggu, karena spekulasi bahwa China akan mengambil langkah-langkah lebih untuk meningkatkan perekonomian. Holdings di SPDR Gold Trust, exchange-traded product terbesar didukung oleh logam, telah turun ke posisi terendah enam tahun dan Bloomberg Indeks Dollar Spot berada dekat level tertinggi dalam lima tahun.


Emas untuk pengiriman segera (imediate delivery) turun 0,2 persen menjadi $ 1,193.18 per ounce pada sesi perdagangan di London, demikian menurut data harga generik Bloomberg. Emas sedang menuju kerugian kuartal kedua. Emas untuk pengiriman Februari melemah 0,2 persen menjadi $ 1,193.10 per ounce di Comex New York.


Penguatan permintaan fisik emas masih dapat memberikan dukungan pada stabilitas harga emas, kata Hansen, kepala strategy komoditas Saxo Bank. Tiongkok mengimpor 149.257 kilogram emas dari Hong Kong pada bulan November, naik 34 persen dari bulan sebelumnya, menurut data hari ini dari Departemen Sensus dan Statistik kota.



Emas Terhempas Tipis

Wednesday, December 24, 2014

Alumunium Akhiri Penurunan Lima Terakhir

Financeroll – Aluminium di LME naik untuk pertama kalinya dalam lima hari, malesat 0,6 persen menjadi $ 1,880.25 per ton. Penurunan ini diakibatkan kekurangan persediaan aluminium global yang hanya tersisa 387.000 ton pada tahun 2015, dari perkiraan 125.000 ton tahun ini.


Marubeni Corp mengatakan dalam laporannya hari ini bahwa defisit mungkin akan terus melebar menjadi 872.000 ton pada 2016, katanya. Kenaikan ini juga didorong oleh membaiknya data-data dari Amerika pada sesi perdagangan selasa kemaren yang menambah gairah harga pada banyak komoditas dan pasar ekuitas, demikian menurut para analist.



Alumunium Akhiri Penurunan Lima Terakhir

Monday, December 22, 2014

Tembaga Bereaksi Positif

Financeroll –  Harga tembaga berjangka juga terkerek naik berkat prospek ekonomi cerah yang diperkirakan akan berlangsung di Amerika. Prospek pertumbuhan yang baik ini akan member sinyal pada kenaikan permintaan logam pada umumnya dan tembaga pada khususnya yang member sinyal kenaikan pada harga tembaga berjangka di pasaran dunia.


Tembaga di London naik 0,3 persen menjadi $ 6,370.75 per ton. Di New York, kontrak berjangka Maret naik 0,2 persen menjadi $ 2,879 per pon, sementara di Shanghai, kontrak untuk bulan yang sama tergelincir 0,5 persen menjadi 45.710 yuan ($ 7.342) per ton karena  ancaman perlambatan ekonomi Tiongkok untuk tahun mendatang.



Tembaga Bereaksi Positif

Wednesday, December 17, 2014

Logam Berbalik Naik

Financeroll – Nikel rebound dari level terendah dalam sebulan terakhir karena turunnya harga perumahan di tiongkok yang memunculkan spekulasi stimulus lebih lanjut dari bank sentral Tiongkok dan juga karena Federal Reserve mengisyaratkan tidak akan ada perubahan suku bunga dalam kurun waktu dekat.


Nikel naik sebanyak 1,4 persen, naik untuk pertama kalinya dalam empat hari.

Surplus global atas Nickel semakin menyusut sebesar 33.800 metrik ton selama 10 bulan pertama tahun ini, dari 123.100 ton pada periode yang sama tahun lalu, demikian menurut data dari International Nickel Study Group yang dirilis dua hari lalu, 16 Desember.


Logam untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange naik 0,9 persen menjadi $ 15.765 per ton pada waktu perdagangan Hong Kong. Harga rebound setelah meluncur 6,3 persen selama tiga hari terakhir.


Tembaga di London turun 0,1 persen menjadi $ 6,361.25 per ton. Di New York, kontrak tembaga berjangka untuk pengiriman Maret tidak berubah dan tetap pada level $ 2,8705 per pon, sedangkan di Shanghai kontrak untuk bulan yang sama naik 0,4 persen menjadi 45.440 yuan ($ 7.324) per to



Logam Berbalik Naik

Tuesday, December 16, 2014

Tembaga Terpukul Kontraksi Ekonomi Tiongkok

Financeroll – Laporan Indeks Pembelian Manajer awal ‘dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics jatuh ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir menjadi 49,5 pada Desember dari 50 pada bulan sebelumnya. Angka 50 berarti sinyal kontraksi dalam ekonomi Tiongkok. Berbagai harga komoditas terpukul,seperti timbal batrai otomotif untuk semi konduktor telah bergerak negatif sebesar 13 persen tahun ini karena perlambatan di Tiongkok.


“Jika pasar mulai merasa seolah-olah pertumbuhan industri tidak akan terus berlanjut di Tiongkok, maka Anda melihat dan bertanya-tanya darimana asal muasal persoalanya,” ucap Tim Evans, kepala strategi pasar di Long Leaf Trading Group Inc yang berbasis Chicago, dalam sebuah wawancara telepon.


Timbal untuk pengiriman tiga bulan turun 2,4 persen dan bertahan pada di level $ 1.920 per metrik ton di London Metal Exchange, setelah menyentuh level $ 1,911.25, terendah sejak 22 Agustus 2012.


Tembaga untuk pengiriman tiga bulan turun 0,5 persen menjadi $ 6.365 per ton ($ 2,89 per pon) di LME, penurunan kedua berturut-turut. Seng, aluminium, nikel dan timah juga turun di London.



Tembaga Terpukul Kontraksi Ekonomi Tiongkok

Sunday, December 14, 2014

Nikel Akhirnya Kembali Naik

Financeroll – Nikel terpantau naik setelah mengalami lima sesi kerugian karena keuntungan atas produk pinjaman perbankan untuk logam memicu spekulasi bahwa permintaan akan naik di Tiongkok.


Pembiayaan agregat bulan lalu naik ke level tertinggi sejak Juni, demikian menurut bank sentral Tiongkok. The LMEX Indeks enam logam utama yang diperdagangkan di London telah menurun 4,1 persen tahun ini di tengah kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan di Tiongkok akan mengurangi permintaan.


“Jika data Tiongkok mulai terlihat membaik, maka itu akan meningkatkan sentimen untuk nikel,” kata Mike Dragosits, ahli strategi komoditas senior di TD Securities yang berbasis Toronto, dalam sebuah wawancara telepon.


Nikel untuk pengiriman tiga bulan naik 2,4 persen menjadi $ 16.675 per metrik ton pada sesi perdagangan London Metal Exchange Jumat kemaren, kenaikan untuk pertama kalinya sejak 4 desember Desember lalu. Harga telah turun 4,9 persen dalam lima sesi sebelumnya.


Logam telah naik 20 persen tahun ini setelah pembatasan eksport dan pengapalan bijih nikel di Indonesia, produsen terbesar di dunia untuk nikel mentah. Harga berkemungkinan akan memperpanjang rally di tahun 2015, menurut para analis komoditas



Nikel Akhirnya Kembali Naik

Sunday, December 7, 2014

Nikel dan Tembaga Terpukul Data Tiongkok

Financeroll – Nikel dan tembaga mengalami penurunan mingguan secara tak terduga. Penurunan impor Tiongkok mendorong spekulasi bahwa pemerintah akan melonggarkan kebijakan moneter untuk merangsang pertumbuhan dalam negeri. Sedangkan Tiongkok adalah negara pengguna logam terbesar di dunia.


Pengiriman ke Tiongkok pada bulan November turun 6,7 persen dari tahun sebelumnya, demikian administrasi kepabeanan mengatakan hari ini, dibandingkan dengan proyeksi kenaikan 3,8 persen dalam survei Bloomberg News. Ekspor naik 4,7 persen, dibawah perkiraan median 8 persen dan membukukan surplus perdagangan sebesar $ 54.47 miliar. Ekonomi Jepang mengalami penyusutan tahunan sebesar 1,9 persen pada kuartal ketiga, lebih rendah dari penurunan 1,6 persen seperti yang dilaporkan dalam data awal.


“The jatuhnya impor dan membaiknya ekspor mencerminakn konsumsi domestik yang lemah di China,” kata Xu Yongqi, seorang analis senior di Guotai Junan & Futures Co yang berbasis di Shanghai. “Pemerintah pusat dapat melonggarkan pasokan moneter melalui langkah-langkah seperti pemangkasan bunga di awal tahun depan untuk meningkatkan permintaan. Yang akan mendukung harga bahan. ”


Nikel untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange sedikit berubah pada $ 16.804 per metrik ton pada waktu perdagangan Shanghai. Harga naik 3,2 persen pekan lalu.


Tembaga di London sedikit berubah menjadi $ 6.455 per ton. Logam ini naik 1,6 persen pekan lalu. Di New York, tembaga berjangka untuk pengiriman Maret naik 0,3 persen menjadi $ 2,9115 per pon, sedangkan di Shanghai, logam untuk pengiriman Februari turun kurang dari 0,1 persen menjadi 46.050 yuan ($ 7.480) per ton.



Nikel dan Tembaga Terpukul Data Tiongkok

Wednesday, December 3, 2014

Emas Kembali Berada di $ 1.200

Financeroll – Emas yang naik pada Rabu ditutup di atas $ 1.200 dimana data AS dan harga minyak yang lebih tinggi menghidupkan kembali minat beli masyarakat.


Emas untuk pengiriman bulan Februari naik US $ 9,30 atau 0,8% untuk menetap di $ 1,208,70 per ons. Perak bulan Maret turun 4 sen menjadi $ 16,41 per ons.


Sehari sebelumnya, kekuatan dolar AS terhadap saingan utamanya mendorong emas kembali di bawah $ 1.200 mark setelah ditutup di atas level pada hari Senin untuk pertama kalinya sejak Oktober.


Dalam perdagangan logam lainnya, platinum Januari naik $ 10,00 atau 0,8%, menjadi US $ 1,227.50 per ons, sedangkan paladium bulan Maret jatuh $ 6,20 atau 0,8%, ke $ 797,55 per ons.


Tembaga bermutu tinggi untuk pengiriman bulan Maret kehilangan 2 sen atau 0,7%, ke $ 2,87 per pon.



Emas Kembali Berada di $ 1.200

Sunday, November 30, 2014

Harga Emas Terpantau Turun Tajam

Financeroll – Pada penutupan perdagangan mingguan di bursa komoditi logam, harga emas terpantau jatuh ke posisi terendah dua pekan pada hari Jumat, sebagai wujud penurunan tajam harga minyak dunia dan dolar AS secara luas.


Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Februari menyentuh sesi rendah $ 1,164.00 per troy ons (level terendah pada 14 November), sebelum menetap di $ 1,175.50 pada penutupan perdagangan dan turun sebesar $ 22,00, atau 1,84%.


Pada minggu ini, harga emas turun $ 22,20, atau 1,85%, yang merupakan kerugian mingguan pertama dalam tiga minggu terakhir. Harga emas kemungkinan akan tetap rentan dalam waktu dekat di tengah indikasi penguatan pemulihan kembali ekonomi AS dimana akan memaksa Federal Reserve untuk mulai menaikkan suku bunga lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.



Harga Emas Terpantau Turun Tajam

Tuesday, November 25, 2014

Nikel dan Logam Tergelincir

Financeroll – Nikel tergelincir dari tertinggi enam minggu terakhir setelah serangan di Colombia dibatalkan dan setelah stok nikel di London Metal Exchange (LME) mencapai rekor tertinggi.


Logam turun sebanyak 0,7 persen setelah penutupan kemarin berada di level tertinggi sejak Oktober 9. Pekerja di BHP Billiton Ltd, tambang Cerro Matoso, tidak akan menyerang perusahaan tahun ini yang awalnya dianggap bisa menyelesaikan sengketa jam kerja, demikian dinyatakan presiden serikat pekerja dalam sebuah wawancara kemarin. Cerro Matoso adalah wilayah terbesar kedua di dunia yang memproduksi nikel, menurut data dari situs BHP. Persediaan, sebagaimana dipantau oleh LME, meningkat ke level rekor 397.236 metrik ton kemarin, menurut data bursa harian.


“Saham LME terus memecahkan rekor, sebagian besar terjadi di pasar Asia,” kata Mark Keenan, kepala penelitian komoditas untuk Asia di Societe Generale SA yang berbasis di Singapura. “Secara keseluruhan, pasar tampaknya memiliki persedian cukup.” Dia menambahkan.


Nikel untuk pengiriman tiga bulan di LME turun 0,4 persen menjadi $ 16.577 per ton pada perdagangan Hong Kong.


Pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga di Amerika, pengguna terbesar kedua logam industri, akan direvisi dan diperkirakan turun menjadi 3,3 persen dari 3,5 persen, menurut survei Bloomberg News sebelum data dirilis hari ini. Jerman (GRGDPPGQ) tumbuh 0,1 persen pada periode yang sama, menurut sebuah survei terpisah.


Tembaga di London naik 0,2 persen menjadi $ 6.689 per ton. Di New York, kontrak berjangka Maret naik 0,5 persen menjadi $ 3,02 per pon, sementara di Shanghai, logam untuk Januari sedikit berubah pada 47.820 yuan ($ 7.788) per ton.


Di LME, aluminium dan seng memimpin kenaikan harga logam, sedangkan timah tidak diperdagangkan.



Nikel dan Logam Tergelincir