Showing posts with label metal. Show all posts
Showing posts with label metal. Show all posts

Tuesday, January 6, 2015

Tembaga Jatuh, Alumunium Naik Tipis

Financeroll – Tembaga diperdagangkan di dekat level terendah empat-tahun terakhir sementara aluminium merana dengan menempati posisi terlemah dalam tujuh bulan karena ketakutan terhadap kemerosotan harga minyak dan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang bisa berakibat pada pelemahan permintaan komoditas.


“Perpanjangan jatuh minyak membuat orang cemas, dengan kekhawatiran sell-off akan menyebar ke pasar yang lebih luas,” kata Zhang Yu, seorang analis di Yongan Futures Co di Hangzhou. Investor menunggu data ekonomi untuk memperbanyak petunjuk tentang prospek harga logam, katanya.


Tembaga untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange turun 0,1 persen menjadi $ 6.139 pada sesi perdagangan Shanghai, dinilai sebagai posisi penutupan terendah sejak Juni 2010. Aluminium naik 0,2 persen menjadi $ 1.791 per ton setelah melandai pada hari ke-11 kemarin ke $ 1,787 kemarin, terendah sejak 21 Mei.


Di New York, tembaga berjangka untuk bulan Maret sedikit mengalami perubahan pada $ 2,7655 per pon sementara kontrak untuk bulan yang sama di Shanghai Futures Exchange turun 0,2 persen menjadi 44.700 yuan ($ 77.201) per ton.



Tembaga Jatuh, Alumunium Naik Tipis

Wednesday, December 24, 2014

Alumunium Akhiri Penurunan Lima Terakhir

Financeroll – Aluminium di LME naik untuk pertama kalinya dalam lima hari, malesat 0,6 persen menjadi $ 1,880.25 per ton. Penurunan ini diakibatkan kekurangan persediaan aluminium global yang hanya tersisa 387.000 ton pada tahun 2015, dari perkiraan 125.000 ton tahun ini.


Marubeni Corp mengatakan dalam laporannya hari ini bahwa defisit mungkin akan terus melebar menjadi 872.000 ton pada 2016, katanya. Kenaikan ini juga didorong oleh membaiknya data-data dari Amerika pada sesi perdagangan selasa kemaren yang menambah gairah harga pada banyak komoditas dan pasar ekuitas, demikian menurut para analist.



Alumunium Akhiri Penurunan Lima Terakhir

Tuesday, November 25, 2014

Nikel dan Logam Tergelincir

Financeroll – Nikel tergelincir dari tertinggi enam minggu terakhir setelah serangan di Colombia dibatalkan dan setelah stok nikel di London Metal Exchange (LME) mencapai rekor tertinggi.


Logam turun sebanyak 0,7 persen setelah penutupan kemarin berada di level tertinggi sejak Oktober 9. Pekerja di BHP Billiton Ltd, tambang Cerro Matoso, tidak akan menyerang perusahaan tahun ini yang awalnya dianggap bisa menyelesaikan sengketa jam kerja, demikian dinyatakan presiden serikat pekerja dalam sebuah wawancara kemarin. Cerro Matoso adalah wilayah terbesar kedua di dunia yang memproduksi nikel, menurut data dari situs BHP. Persediaan, sebagaimana dipantau oleh LME, meningkat ke level rekor 397.236 metrik ton kemarin, menurut data bursa harian.


“Saham LME terus memecahkan rekor, sebagian besar terjadi di pasar Asia,” kata Mark Keenan, kepala penelitian komoditas untuk Asia di Societe Generale SA yang berbasis di Singapura. “Secara keseluruhan, pasar tampaknya memiliki persedian cukup.” Dia menambahkan.


Nikel untuk pengiriman tiga bulan di LME turun 0,4 persen menjadi $ 16.577 per ton pada perdagangan Hong Kong.


Pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga di Amerika, pengguna terbesar kedua logam industri, akan direvisi dan diperkirakan turun menjadi 3,3 persen dari 3,5 persen, menurut survei Bloomberg News sebelum data dirilis hari ini. Jerman (GRGDPPGQ) tumbuh 0,1 persen pada periode yang sama, menurut sebuah survei terpisah.


Tembaga di London naik 0,2 persen menjadi $ 6.689 per ton. Di New York, kontrak berjangka Maret naik 0,5 persen menjadi $ 3,02 per pon, sementara di Shanghai, logam untuk Januari sedikit berubah pada 47.820 yuan ($ 7.788) per ton.


Di LME, aluminium dan seng memimpin kenaikan harga logam, sedangkan timah tidak diperdagangkan.



Nikel dan Logam Tergelincir