Financeroll – Nikel tergelincir dari tertinggi enam minggu terakhir setelah serangan di Colombia dibatalkan dan setelah stok nikel di London Metal Exchange (LME) mencapai rekor tertinggi.
Logam turun sebanyak 0,7 persen setelah penutupan kemarin berada di level tertinggi sejak Oktober 9. Pekerja di BHP Billiton Ltd, tambang Cerro Matoso, tidak akan menyerang perusahaan tahun ini yang awalnya dianggap bisa menyelesaikan sengketa jam kerja, demikian dinyatakan presiden serikat pekerja dalam sebuah wawancara kemarin. Cerro Matoso adalah wilayah terbesar kedua di dunia yang memproduksi nikel, menurut data dari situs BHP. Persediaan, sebagaimana dipantau oleh LME, meningkat ke level rekor 397.236 metrik ton kemarin, menurut data bursa harian.
“Saham LME terus memecahkan rekor, sebagian besar terjadi di pasar Asia,” kata Mark Keenan, kepala penelitian komoditas untuk Asia di Societe Generale SA yang berbasis di Singapura. “Secara keseluruhan, pasar tampaknya memiliki persedian cukup.” Dia menambahkan.
Nikel untuk pengiriman tiga bulan di LME turun 0,4 persen menjadi $ 16.577 per ton pada perdagangan Hong Kong.
Pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga di Amerika, pengguna terbesar kedua logam industri, akan direvisi dan diperkirakan turun menjadi 3,3 persen dari 3,5 persen, menurut survei Bloomberg News sebelum data dirilis hari ini. Jerman (GRGDPPGQ) tumbuh 0,1 persen pada periode yang sama, menurut sebuah survei terpisah.
Tembaga di London naik 0,2 persen menjadi $ 6.689 per ton. Di New York, kontrak berjangka Maret naik 0,5 persen menjadi $ 3,02 per pon, sementara di Shanghai, logam untuk Januari sedikit berubah pada 47.820 yuan ($ 7.788) per ton.
Di LME, aluminium dan seng memimpin kenaikan harga logam, sedangkan timah tidak diperdagangkan.
Nikel dan Logam Tergelincir