Sunday, December 7, 2014

Nikel dan Tembaga Terpukul Data Tiongkok

Financeroll – Nikel dan tembaga mengalami penurunan mingguan secara tak terduga. Penurunan impor Tiongkok mendorong spekulasi bahwa pemerintah akan melonggarkan kebijakan moneter untuk merangsang pertumbuhan dalam negeri. Sedangkan Tiongkok adalah negara pengguna logam terbesar di dunia.


Pengiriman ke Tiongkok pada bulan November turun 6,7 persen dari tahun sebelumnya, demikian administrasi kepabeanan mengatakan hari ini, dibandingkan dengan proyeksi kenaikan 3,8 persen dalam survei Bloomberg News. Ekspor naik 4,7 persen, dibawah perkiraan median 8 persen dan membukukan surplus perdagangan sebesar $ 54.47 miliar. Ekonomi Jepang mengalami penyusutan tahunan sebesar 1,9 persen pada kuartal ketiga, lebih rendah dari penurunan 1,6 persen seperti yang dilaporkan dalam data awal.


“The jatuhnya impor dan membaiknya ekspor mencerminakn konsumsi domestik yang lemah di China,” kata Xu Yongqi, seorang analis senior di Guotai Junan & Futures Co yang berbasis di Shanghai. “Pemerintah pusat dapat melonggarkan pasokan moneter melalui langkah-langkah seperti pemangkasan bunga di awal tahun depan untuk meningkatkan permintaan. Yang akan mendukung harga bahan. ”


Nikel untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange sedikit berubah pada $ 16.804 per metrik ton pada waktu perdagangan Shanghai. Harga naik 3,2 persen pekan lalu.


Tembaga di London sedikit berubah menjadi $ 6.455 per ton. Logam ini naik 1,6 persen pekan lalu. Di New York, tembaga berjangka untuk pengiriman Maret naik 0,3 persen menjadi $ 2,9115 per pon, sedangkan di Shanghai, logam untuk pengiriman Februari turun kurang dari 0,1 persen menjadi 46.050 yuan ($ 7.480) per ton.



Nikel dan Tembaga Terpukul Data Tiongkok

No comments:

Post a Comment