Financeroll – Minyak berjangka yang diperdagangkan New York berakhir lebih tinggi pada sesi Kamis, melibas penurunan sebelumnya, sementara harga Brent mencapai terendah baru multi-tahun tetapi masih bertahan di atas $50 per barel. Tercatat minyak mentah light-sweet untuk pengiriman Februari naik 14 sen, atau 0,3%, berakhir di $48,79 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga patokan AS ini telah merosot 8,4% sepanjang bulan ini sebelum menemukan pijakan berkat laporan persediaan di As pada sesi Rabu yang menunjukkan penurunan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah serta ekspektasi bulanan pekerjaan AS yang kuat yang akan dirilis malam nanti.
Sementara itu minyak mentah Brent di bursa ICE Futures London turun 19 sen, atau 0,4%, ditutup di$ 50,96 per barel. Brent telah jatuh di delapan dari 10 sesi terakhir, dan penutupan sesi Kamis adalah yang terendah untuk kontrak dari price benchmark di bursa ini sejak 30 April 2009. Namun, pasar minyak masih terus bergulat dengan banjirnya pasokan yang akan terus menjadi riak di pasar komoditas startegis ini.
Sementara itu harga emas naik dari posisi terendah sebelumnya di sesi Kamis dan sempat sebentar berbalik positif setelah laporan klaim pengangguran yang sedikit lebih lemah dari yang diperkirakan, namun masih ditutup di bawah level Rabu sore setelah sesi perdagangan yang berombak (choppy) karena investor mengalihkan dananya ke saham. Emas untuk pengiriman Februari turun $2,20, atau 0,2%, akhirnya ditutup di $1,208.50 per ounce.
Kini fokus pasar sepenuhnya berkonsentrasi pada data Nonfarm Payroll yang diperkirakan oleh para ekonom akan mengalami peningkatan. Sebelumnya di sesi Rabu data ADP juga menunjukkan peningkatan. Meskipun data ini tidak bisa sepenuhnya menjadi patokan, biasanya trend data ADP sejalan dengan data Nonfarm Payroll. Jika semua sesuai perkiraan dan direspon dengan aksi beli dolar, harga komoditas bisa kembali tertekan. Ditambah lagi dengan pernyataan Federal Reserve yang tidak merisaukan penurunan harga minyak mentah dalam kaitannya dengan wacana kenaikan suku bunga. Suku bunga selalu menjadi lawan bagi emas.
Jelang FOMC: Minyak Mentah Rebound, Emas Fluktuatif
No comments:
Post a Comment