Showing posts with label comex. Show all posts
Showing posts with label comex. Show all posts

Sunday, January 18, 2015

Harga Emas Fluktuatif Jelang ECB, Potensi Naik Jelang Imlek

FINANCEROLL – Harga emas diawal perdagangan minggu ini bergerak fluktuatif mendekati ke harga termahalnya dalam empat bulan ini menjelang pertemuan European Central Bank (ECB) guna membahas perkenalan kebijakan stimulus baru, sejalan dengan kenaikan kepemilihan ETF kembali.


Harga emas batangan juga beranjak naik turun setidaknya sebesar 0.2 persen dan diperdagangkan lebih rendah 0.3 persen ke harga $1,277.11 per ons di lantai bursa Singapura, demikian paparan singkat Bloomberg. Awalnya, sempat naik ke $1,283, yang merupakan harga termahalnya sejak 2 September, melanjutkan kenaikan mingguan yang terjadi Agustus 2013 setelah pihak Swiss yang secara mengejutkan melakukan gebrakan moneter pada 15 Januari kemarin sehingga meningkatkan kebutuhan akan Emas kembali.


Kenaikan yang terjadi di Emas ini membawa ke level diatas 70 dalam skala indek penguatan relatifnya (RSI) dalam rata-rata 14 hari perdagangan. Ini mengindikasikan kemungkinan berbaliknya harga sangat terbuka lebar setelah harga mengalami jenuh beli (Overbought).


Pihak Swiss National Bank memperkuat nilai kurs Franc atas Euro, sebelum pertemuan ECB pada 22 Januari nanti. Langkah mengantisipasi kemungkinan ECB akan mengeluarkan kebijakan kuantitatif lebih luas lagi disaat Yunani Greece juga bersiap melakukan pemilihan umum pada 25 januari nanti. Assets dalam SPDR Gold Trust naik 1.9 persen ke 730.89 Metrik Ton pada 16 Januari, tercatat sebagai yang paling besar kenaikannya sejak Mei 2010.


Disaat Emas cenderung melemah atas Euro, dimana mata uang Euro juga semakin melemah atas Dolar AS menjelang pertemuan ECB yang diperkirakan akan mengumumkan kebijakan kuantitatif di minggu ini, Emas mendapat berkah dari laju permintana safe haven diatas kondisi yang serba tidak pasti ini. Pemilihan umum Yunani akan menjadi jangkar dukungan bagi kenaikan harga emas yang diperkirakan masih akan berlanjut setidaknya hingga Imlek nanti.


Pada minggu lalu, harga emas mencatat kenaikan harga sebesar 4.7 persen setelah Indek Dolar AS melemah untuk pertama kalinya dalam lima minggu terakhir. Jatuhnya harga komoditi saat ini telah membukakan spekulas bahwa The Federal Reserve diperkirakan menahan diri untuk lekas menaikkan suku bunga, yang selama ini dipertahankan mendekati nol persen sejak 2008, data inflasi AS pada 16 Januari menunjukkan kondisi dibawah target The Fed sebesar 2 persen.


Dalam perdagangan emas berjangka, Emas untuk kontrak pengiriman bulan Februari diperdagangkan di harga $1,279 per ons di bursa Comex, New York naik tipis dari $1,276.90 pada penutupan minggu lalu, harga emas bahkan sempat naik ke $1,282.40, yang menjadi harga termahalnya sejak 2 September silam. Kenaikan harga emas hari ketujuh ini menjadi reli kenaikan harga emas yang paling panjang sejak Februari tahun lalu.


Bursa saham AS tutup pada perdagangan hari Senin (19/01) untuk libur Martin Luther King Day. (Lukman Hqeem | 2AC9FBE6)




Harga Emas Fluktuatif Jelang ECB, Potensi Naik Jelang Imlek

Monday, January 5, 2015

Gas Alam Terus Merosot

Financeroll – Gas alam meluncur turun di sesi perdagangan New York menuju harga terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir karena prakiraan cuaca ringan yang akan membatasi permintaan pemanas setelah cuaca dingin pekan ini.


Suhu mungkin sebagian besar tergolong normal di 48 negara dari 15 Januari sampai 19 Januari setelah ledakan kutub, demikian menurut Komoditi Cuaca Group LLC di Bethesda, Maryland. Produksi gas AS naik 0,6 persen pada bulan Oktober mencapai rekor 80, 95 miliar kaki kubik per hari, demikian data pemerintah menunjukkan.


Gas alam untuk pengiriman Februari turun 12,1 sen, atau 4 persen menjadi $ 2,882 per juta British thermal unit di New York Mercantile Exchange, penutupan terendah sejak 24 September 2012. Volume untuk semua berjangka yang diperdagangkan adalah 11 persen di atas 100-hari rata-rata sesi perdagngan, Harga turun 33 persen dari tahun lalu.


Sekitar 49 persen rumah tangga AS menggunakan gas untuk pemanas, menurut Administrasi Informasi Energi, lengan statistik Departemen Energi.



Gas Alam Terus Merosot

Tembaga Makin Terpuruk

Financeroll – Tembaga jatuh ke level terendah dalam lebih dari empat tahun terakhir di tengah kekhawatiran bahwa Yunani akan meninggalkan zona euro dan ketakutan default utang, mengurangi prospek permintaan Eropa.


Tembaga berjangka untuk pengiriman Maret turun 1,8 persen menjadi $ 2,766 per pon di Comex di New York, penurunan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 15 Desember Sebelumnya, harga mencapai $ 2,744, terendah sejak Juni 2010.


Di London Metal Exchange, tembaga untuk pengiriman tiga bulan juga turun 1,8 persen menjadi $ 6.145 per metrik ton ($ 2,79 per pon), penurunan terbesar sejak 28 November.


Persediaan logam dipantau oleh LME naik 0,8 persen menjadi 178.425 ton, tertinggi sejak Mei. Persediaan di Tiongkok sebagaimana dipantau oleh Shanghai Futures Exchange naik menjadi 111.915 ton, tertinggi sejak April, data menunjukkan 1 Januari.



Tembaga Makin Terpuruk

Emas Semakin Membaik

Financeroll – Emas berjangka naik untuk sesi kedua berturut-turut pada waktu perdagangan Amerika karena krisis politik Yunani dan penurunan perdagangan ekuitas mendorong permintaan untuk logam mulia sebagai aset alternatif.


Di Comex New York, emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 1,5 persen ke level $ 1.204 per ounce pada pertengahan sesi perdagangan Amerika dan bertahan sampai akhir sesi perdagangan. Pada 2 Januari, harga naik 0,2 persen.



Emas Semakin Membaik

Sunday, January 4, 2015

Emas Ditutup Naik Tipis Pada Sesi Jumat

Financeroll – Dollar menyentuh level tertinggi terhadap euro yang mengakibatkan emas kembali terpuruk pada awal tahun. Namun pada sesi perdagangan jumat, emas terlihat kembali berangsur membaik dengan membukukan kenaikan tipis.


Emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 0,2 persen untuk menetap di $ 1,186.20 per ounce pada sesi perdagngan Comex di New York. Sebelumnya, harga menyentuh $ 1,167.30, terendah sejak 1 Desember, karena dolar naik ke level tertinggi 4 1/2-tahun terhadap euro.


Nilai Perdagangan adalah 22 persen di bawah rata-rata 100-hari untuk saat ini, demikian data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan. Emas tahun lalu membukukan kerugian tahunan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak tahun 1998.



Emas Ditutup Naik Tipis Pada Sesi Jumat

Tuesday, December 23, 2014

Tembaga Pengiriman Tiga Bulan Turun Tipis

Financeroll – Pada sesi perdagangan siang ini, tembaga untuk perdagangan spot di bursa COMEX terpantau naik tipis. Namun tembaga berjangka di bursa London Metal Exchange untuk pengiriman Maret 2015 membukukan penurunan tipis.


Tembaga COMEX naik tipis 0.10 persen atau 0.30 basis point dan bertengger pada level 286.90 USD/lb. Sementara itu, tembaga berjangka LME untuk pengiriman Maret jatuh 25 bais point atau 0.39 persen dan berada pada posisi 6,330 USD/MT.



Tembaga Pengiriman Tiga Bulan Turun Tipis

Monday, December 15, 2014

Tembaga Kembali Keok

Financeroll – Tembaga mengalami penurunan terbesar dalam dua minggu karena indeks kepercayaan di kalangan home builders pada bulan Desember membuntuti perkiraan analis, sementara output industri juga mengalami kenaikan terbesar sejak Mei 2010 di Amerika Serikat, konsumen terbesar kedua di dunia logam.


National Association of Home Builders / Wells Fargo indeks sentimen jatuh ke angka 57 pada bulan Desember. Padahal Perkiraan median dalam survei Bloomberg memproyeksikan 59. Output industri pada bulan November naik 1,3 persen, demikian data pemerintah Amerika menunjukkan. Tembaga turun 15 persen tahun ini, sebagian karena tanda-tanda penyuurutan permintaan dari Tiongkok, pengguna teratas dunia. The Federal Reserve memulai pertemuan dua hari besok dalam rangka mempertimbangkan kebijakan kenaikan suku bunga acuan Amerika.


Harga tembaga untuk pengiriman Maret turun 1,9 persen untuk kemudian stand by di level $ 2,8785 per pon di Comex di New York, penurunan terbesar untuk kontrak teraktif sejak November 28. Nilai total perdagangan adalah 22 persen di bawah rata-rata 100-hari perdagangan untuk saat ini, demikian data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan.


Di London Metal Exchange, tembaga untuk pengiriman tiga bulan turun 1,4 persen menjadi $ 6.400 per metrik ton ($ 2,90 per pon). Sementara itu, Stok dipantau oleh LME naik 0,6 persen menjadi 167.425 ton, tertinggi sejak Juni.



Tembaga Kembali Keok

Thursday, December 11, 2014

Emas Terpukul Untuk Hari Kedua

Financeroll – Harga emas turun pada sesi kedua hari Kamis di waktu perdagangan Amerika karena membaiknya laporan penjualan ritel yang memukul permintaan emas dan sangat membantu pergerakan positif pasar ekuitas AS.


Emas untuk pengiriman Februari GCG5, sempat jatuh sebesar $ 3,80, atau 0,3%, ke level$ 1,225.60 per ounce namun berhasil kembali pada level 1,227.70.


Departemen Perdagangan Amerika merilis sebuah laporan perkiraan penjualan ritel yang diperkirakan lebih baik dari sebelumnya. Sementara itu, David Gurwitz Charles mengatakan bahwa ia mengharapkan emas untuk kembali ke level tertinggi, tetapi itu tidak berarti akan terjadi dalam waktu dekat.


“Untuk Siklus jangka panjang, emas terbukti telah menjadi instrument dipercaya,” katanya. “Ini hanya karena siklus temporer saja, tapi bukan berarti bisa kembali seperti semula dengan cepat. Bagaimanapun emas bisa tetap dipercaya untuk sementara waktu, ” katanya menambahkan



Emas Terpukul Untuk Hari Kedua

Tuesday, December 9, 2014

Emas Mulai Bercahaya Kembali

Financeroll – Emas berjangka melonjak ke level tertinggi sejak enam minggu terakhir karena penurunan yang terjadi di pasar ekuitas yang menghidupkan kembali permintaan untuk logam mulia.


Sejak 7 November, logam telah naik 9 persen dari level terendah empat tahun. Tanda-tanda bahwa bank sentral di Eropa dan Asia akan meningkatkan jumlah uang beredar yang akan menghidupkan kembali daya tarik emas sebagai alat penyimpan nilai yang populer.


Emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 3,1 persen menjadi ditutup pada $ 1.232 per ounce di Comex di New York. Sebelumnya, harga mencapai $ 1.239, tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 23 Oktober,nilaisecara perdagangan agregat adalah 54 persen di atas rata-rata 100 hari, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.



Emas Mulai Bercahaya Kembali

Wednesday, November 26, 2014

Emas Akan Cenderung Turun

Financeroll – Perdagangan harga logam mulia Emas bergerak flat di Asia, Kamis (27/11) meskipun pasar AS tutup karena hari Thanksgiving tetapi menandai sebagai awal musim belanja untuk akhir tahun yang merupakan banyaknya permintaan kembali.


Pada Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Februari diperdagangkan turun $1,198.00 troy ons, setelah sentuh sesi rendah semalam dari $1,194.70 dan tinggi $1,201.50.


Emas cendeung melemah kelmbali selama dua bulan dikarenakan Federal Reserve pada suatu waktu bergerak lebih dekat untuk meningkatkan biaya pinjaman. Indeks Spot Bloomberg dolar juga terpantau melemah setelah data menunjukkan pengeluaran konsumen AS mengikuti data penjualan rumah baru yang juga turun pada bulan Oktober, sementara klaim pengangguran naik sampai tiga bulan.


Kami berpendapat pandangan bahwa ekonomi AS tetap kuat, sehingga uptrend dolar tidak berubah dan akan sulit untuk komoditas secara umum ke tahap pemulihan. Divergen kebijakan moneter akan tetap menudkung dolar.


Sementara perak untuk pengiriman diperdagangkan di $16.5389 per ons dari hari sebelumnya $16.517 ketika harga jatuh 1 persen. Platinum turun $1,228.13 per ons dari $1,228.63, setelah dua hari dari keuntungan. Paladium naik 0,2 persen menjadi $805.22 per ons meningkat terpanjang sejak Agustus lalu.



Emas Akan Cenderung Turun

Friday, November 14, 2014

Emas Tidak Semangat Jelang Data Ritel AS

Financeroll – Didorong dari penguatan greenback, pergerakan bursa komoditi logam mulia jelang data ekonomi ritel sales AS masih terpantau melemah, Jumat (13/11).


Pada perdagangan Comex, emas untuk pengiriman Desember turun 0,71% menjadi $1,153.20 per ons. Emas berjangka di level support $1.149.00, dan level resisten di level 1.162.30 tinggi. Perak untuk pengiriman Desember turun 1.78% ke level $15,348 per ons.


Logam mulia emas diperdagangkan ketat, terkait dari penguatan dolar terhadap mata uang utama lainnya. Seperti yang dikatakan analis pasar masih berjalan sangat pendek dan jika dolar berubah maka reli terbalik bisa terjadi seperti pekan lalu.


Indeks Dolar AS meningkat menjadi 87.89 dari 87.822 kemarin. Dari data ekonomi ritel AS akan dilaporkan pada pukul 20.30 WIB dan Prelim UoM consumer sentiment akan dilaporkan pada pukul 21.55 WIB.



Emas Tidak Semangat Jelang Data Ritel AS