FINANCEROLL – Harga emas diawal perdagangan minggu ini bergerak fluktuatif mendekati ke harga termahalnya dalam empat bulan ini menjelang pertemuan European Central Bank (ECB) guna membahas perkenalan kebijakan stimulus baru, sejalan dengan kenaikan kepemilihan ETF kembali.
Harga emas batangan juga beranjak naik turun setidaknya sebesar 0.2 persen dan diperdagangkan lebih rendah 0.3 persen ke harga $1,277.11 per ons di lantai bursa Singapura, demikian paparan singkat Bloomberg. Awalnya, sempat naik ke $1,283, yang merupakan harga termahalnya sejak 2 September, melanjutkan kenaikan mingguan yang terjadi Agustus 2013 setelah pihak Swiss yang secara mengejutkan melakukan gebrakan moneter pada 15 Januari kemarin sehingga meningkatkan kebutuhan akan Emas kembali.
Kenaikan yang terjadi di Emas ini membawa ke level diatas 70 dalam skala indek penguatan relatifnya (RSI) dalam rata-rata 14 hari perdagangan. Ini mengindikasikan kemungkinan berbaliknya harga sangat terbuka lebar setelah harga mengalami jenuh beli (Overbought).
Pihak Swiss National Bank memperkuat nilai kurs Franc atas Euro, sebelum pertemuan ECB pada 22 Januari nanti. Langkah mengantisipasi kemungkinan ECB akan mengeluarkan kebijakan kuantitatif lebih luas lagi disaat Yunani Greece juga bersiap melakukan pemilihan umum pada 25 januari nanti. Assets dalam SPDR Gold Trust naik 1.9 persen ke 730.89 Metrik Ton pada 16 Januari, tercatat sebagai yang paling besar kenaikannya sejak Mei 2010.
Disaat Emas cenderung melemah atas Euro, dimana mata uang Euro juga semakin melemah atas Dolar AS menjelang pertemuan ECB yang diperkirakan akan mengumumkan kebijakan kuantitatif di minggu ini, Emas mendapat berkah dari laju permintana safe haven diatas kondisi yang serba tidak pasti ini. Pemilihan umum Yunani akan menjadi jangkar dukungan bagi kenaikan harga emas yang diperkirakan masih akan berlanjut setidaknya hingga Imlek nanti.
Pada minggu lalu, harga emas mencatat kenaikan harga sebesar 4.7 persen setelah Indek Dolar AS melemah untuk pertama kalinya dalam lima minggu terakhir. Jatuhnya harga komoditi saat ini telah membukakan spekulas bahwa The Federal Reserve diperkirakan menahan diri untuk lekas menaikkan suku bunga, yang selama ini dipertahankan mendekati nol persen sejak 2008, data inflasi AS pada 16 Januari menunjukkan kondisi dibawah target The Fed sebesar 2 persen.
Dalam perdagangan emas berjangka, Emas untuk kontrak pengiriman bulan Februari diperdagangkan di harga $1,279 per ons di bursa Comex, New York naik tipis dari $1,276.90 pada penutupan minggu lalu, harga emas bahkan sempat naik ke $1,282.40, yang menjadi harga termahalnya sejak 2 September silam. Kenaikan harga emas hari ketujuh ini menjadi reli kenaikan harga emas yang paling panjang sejak Februari tahun lalu.
Bursa saham AS tutup pada perdagangan hari Senin (19/01) untuk libur Martin Luther King Day. (Lukman Hqeem | 2AC9FBE6)