Showing posts with label Minyak Mentah. Show all posts
Showing posts with label Minyak Mentah. Show all posts

Sunday, January 18, 2015

Minyak Tunjukkan Potensi Koreksi

Financeroll – Pekan lalu harga minyak mentah (OIL) terhempas hingga 44.21. Namun di saat penutupan mingguan harga komoditas ini berbalik mendekati level pembukaan sesi pekan itu hingga ditutup di 48.46 pasca rebound ke 51.27. Candlestick pada grafik mingguan memeberi indikasi perlawanan meskipun masih rawan untuk terpukul lagi. Salah satu indikasi masih dominannya kekuatan bearsih adalah posisi OIL yang tetap di bawah moving average yang hari ini berada di 48.80.


Tampaknya dalam beberapa hari ke depan OIL akan tetap berkonsolidasi dengan kisaran 44.21 hingga 51.27. Untuk jangka intraday support yang signifikan kini berada di 48.10 dan 47.45. Resistance intraday yang cukup kuat di 48.86 dan 49.55.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.


 



Minyak Tunjukkan Potensi Koreksi

Thursday, January 8, 2015

OIL Konsolidasi Jelang NFP

Financeroll –  Setelah rebound di sesi Rabu, sejak kemarin hingga siang ini pergerakan harga minyak mentah (OIL) masih tetap saja mendatar. Kisaran pergerakAn sideways dalam tiga hari terakhir adalah 46.84 dan 49.64. Kini para pelaku sedang menunggu data Nonfarm Payroll, jika data ini meningkat bisa berarti baik bagi ekonomi Amerika Serikat dan imbasnya bisa meningkatkan permintaan terhadap minyak mentah.


Pun demikian secara teknikal, seperti terlihat apda garfik harian, OIL maish tetap berada di bawah moving average yang berperan sebagai resistance dinamis jangka pendek-menengah, hari ini berada di 51.90. Selama tidak terjadi penutupan yang cukup jauh di atasnya pada grafik harian, OIL masih rentan untuk terpukul lagi.


Saran Transaksi: untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang pin BB: 215A-2918.



OIL Konsolidasi Jelang NFP

Tuesday, January 6, 2015

Minyak Catak Rekor Terendah Baru

Financeroll – Minyak ditutup pada sesi perdagangan Selasa di bawah $ 48 per barel untuk pertama kalinya sejak April 2009, dan beberapa investor berspekulasi minyak akan terjun ke kisaran $ 20 per barel.

“Dengan kata lain, spekulasi pada sub $ 30 minyak mentah pada bulan Juni tahun ini 1,7 kali lebih besar dari persediaan fisik di terminal persediaan Nymex di Cushing,” kata Stephen Schork, editor Schork Report yang banyak diikuti, mengacu pada titik penyerahan Oklahoma untuk minyak WTI.


Minyak mentah varian WTI ditutup pada level $47.93 per barel dan crude brent pagi ini bertengger pada level $ 51.00 per barel.



Minyak Catak Rekor Terendah Baru

Wednesday, December 3, 2014

Harga Minyak Sawit Malaysia Melambung

Financeroll – Minyak sawit berjangka di Malaysia melambung di akhir perdagangan hari Rabu. Hal ini membalikkan kerugian intraday sebagai keuntungan dalam persaingan pasar minyak sawit.


Ada tanda-tanda pemulihan dalam minyak mentah berjangka. Para pedagang mengharapkan produksi kelapa di bulan Desember turun sebanyak 13-14%.


Kontrak acuan bulan Februari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange berakhir 1,4% lebih tinggi pada 2170 ringgit ($ 631) per ton, dengan harga intraday naik dari 2.102 ringgit mencapai 2.185 ringgit.


Kontrak minyak sawit AS untuk Desember turun sebanyak 3,4% pada hari Selasa ke 31,12 sen per pon, tertekan oleh kekhawatiran akan benturan dengan produksi kedelai Amerika Selatan. Kontrak kemudian naik 1,3% pada 1040 GMT.


Brent naik menjadi $ 70,75 per barel pada 1016 GMT, setelah jatuh $ 2 pada hari Selasa. Minyak mentah AS naik menjadi $ 67,33, naik 45 sen dari sesi sebelumnya ketika harga turun lebih dari $ 2. Sementara kelapa sawit, kedelai, dan minyak mentah dihargai pada tingkat 1047 GMT.



Harga Minyak Sawit Malaysia Melambung

Minyak Melambung Setelah Menurunnya Pasokan Minyak di AS

Financeroll – Minyak mentah berjangka naik pada hari Rabu setelah sebuah laporan dari pemerintah AS menunjukkan terjadinya penurunan pasokan secara tak terduga dalam persediaan minyak mentah.


Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah manis ntuk pengiriman Januari naik 50 sen atau 0,8%, untuk menetap di $ 67,38 per barel.


Brent mentah bulan Januari di bursa ICE Futures London berubah haluan saat sesi berlangsung. Brent berakhir turun 62 sen atau 0,9% pada $ 69,92 per barel.


Pasokan minyak mentah AS turun pada hari Rabu sebanyak 3,7 juta barel. EIA juga melaporkan persediaan bensin naik 2,1 juta barel. Bensin berjangka berakhir lebih rendah lima tahun pada hari Rabu.


Di tempat lain dalam perdagangan energi, bensin bulan Januari mundur kurang dari satu sen, atau 0,3%, untuk menetap di $ 1,8070 per galon di Nymex. Itu penutupan terendah untuk bensin sejak Oktober 2009. Minyak panas bulan Januari turun 2 sen, atau 1%, menjadi berakhir pada $ 2,1334 per galon di Nymex.


Gas alam untuk pengiriman Januari turun 7 sen atau 1,8%, menjadi berakhir pada $ 3,8050 per juta British thermal unit. Gas alam berjangka berakhir lebih rendah selama lima sesi berturut-turut.



Minyak Melambung Setelah Menurunnya Pasokan Minyak di AS

Tuesday, December 2, 2014

Minyak Turun 3,1%

Financeroll – Minyak mentah berjangka jatuh pada hari Selasa, menyerahkan 4% bagian keuntungan yang didapat di hari sebelumnya.


Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah berjangka untuk pengiriman bulan Januari turun $ 2,12, atau 3,1% dan menetap di $ 66,88 per barel. Minyak berjangka telah turun lima dari enam sesi terakhir.


Brent mentah bulan Januari, turun $ 2 atau 2,8%, ke $ 70,54 per barel. Brent turun enam dari tujuh sesi terakhir.


Pada perdagangan lain, bensin Nymex untuk bulan Januari, turun 7 sen atau 3,7% menjadi berakhir pada $ 1,8116 per galon. Minyak pemanas Nymex bulan Januari, turun 6 sen, atau 2,6%, untuk menetap di $ 2,1544 per galon.


Gas alam untuk pengiriman Januari menurun 13 sen, atau 3,3%, menjadi berakhir pada $ 3,8740 per juta British thermal unit. Gas alam berjangka turun untuk empat sesi berturut-turut.


 



Minyak Turun 3,1%

Monday, December 1, 2014

Harga Minyak Sawit Berakhir Rendah

Financeroll – Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives berakhir lebih rendah kemarin di tengah sentimen negatif yang berlaku di pasar.


Harga CPO dipengaruhi oleh harga minyak mentah yang lebih rendah setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak memutuskan untuk tidak memangkas produksi.


Desember 2014, RM47 jatuh ke RM2,100 per ton. Januari 2015, RM57 menurun ke RM2,117 per ton. Februari 2015, RM63 menurun ke RM2,109 per ton. Maret 2015 turun RM64 ke RM2,112 per ton.



Harga Minyak Sawit Berakhir Rendah

Minyak Mentah di AS Naik 4%

Financeroll – Minyak mentah berjangka AS naik lebih dari 4% pada hari Senin, pulih dari posisi terendah lima tahun setelah OPEC memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi.


Minyak mentah manis untuk pengiriman bulan Januari naik $ 2,85, atau 4,3%, untuk menetap pada posisi $ 69 per barel di New York Mercantile Exchange. Itu persentase kenaikan terbesar minyak sejak Agustus 2012. Minyak mentah berjangka anjlok 10% pada hari Jumat dan menetap di level terendah sejak September 2009.


Minyak mentah Brent bulan Januari di bursa ICE Futures London naik $ 2,39, atau 3,4% menjadi berakhir pada $ 72,54 per barel. Itu persentase kenaikan tertinggi bagi Brent sejak Oktober 2012.


Bensin bulan Januari naik 5 sen, atau 2,9%, ke $ 1,8810 per galon di Nymex. Minyak pemanas bulan Januari naik 5 sen, atau 2,4%, menjadi berakhir pada $ 2,2124 per galon juga di Nymex.



Minyak Mentah di AS Naik 4%