Showing posts with label Brent. Show all posts
Showing posts with label Brent. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Sesi Senin Pagi, Minyak Turun Tipis

Financeroll – Pada sesi perdagangan pagi ini, minyak terpantau kembali turun setelah membukukan sedikit kenaikan pada pekan lalu.


West Texa Intermediate pengiriman Februari  turun 0.70 persen atau 0.34 basis point dan bertengger pada level $ 48.02 per barel. Sementara itu, Crude Oil atau brent belum diperdagangkan pagi ini dan masih berada pada level penutupan Jumat kemaren, yaitu pada harga $ 50.11 per barel. Di Bursa Tokyo, Tokyo Commodity Exchange, minyak pagi ini turun 1.97 persen atau 800 basis point ke level 39.750 JPY/kl.



Sesi Senin Pagi, Minyak Turun Tipis

Monday, January 5, 2015

Minyak Kembali Bukukan Rekor Terendah Baru

Financeroll – Minyak berjangka jatuh pada sesi penutupan pasar Amerika Senin, penurunan beruntun untuk sesi ketiga dan memecahkan rekor tingkat terendah dalam lebih dari lima tahun terakhir di tengah kekhawatiran atas dolar AS yang melonjak dan kekhawatiran atas gangguan pasokan minyak.


Minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Februari CLG5, jatuh $ 2,65, atau 5%, dan stand by di level $ 50,04 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga diperdagangkan rendah, yakni di level $ 49,77 per barel pada awal sesi.


Penutupan harga ini merupakan yang terendah untuk kontrak minyak mentah bulan depan sejak 28 April 2009. Harga telah kehilangan 7,5% selama tiga sesi terakhir.


Brent di ICE Futures exchange LCOG5 London, menurun $ 3,31, atau 5,9%, dan mengakhiri sesi pada level $ 53,11 per barel, penutupan terendah sejak 1 Mei 2009. Brent telah kehilangan 8,3% selama tiga sesi terakhir.



Minyak Kembali Bukukan Rekor Terendah Baru

Monday, December 22, 2014

Arab Saudi Yakin Minyak Akan Rebound

Financeroll – Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, yakin bahwa harga minyak mentah akan pulih dengan  prospek pertumbuhan ekonomi global yang semakin membaik dan akan mendorong permintaan global.


Harga akan pulih dari kemerosotan  yang tajam akibat banjir supply yang diciptakan oleh kurangnya kerjasama dari produsen luar Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, demikian disampaiakn Menteri Perminyakan Arab Saudi,  Ali Al-Naimi  pada konferensi di Abu Dhabi kemarin. Al-Naimi mengakhiri pidatonya dengan  menunjukkan rasa percaya diri saat ia turun dari panggung sambil tersenyum.


Minyak Brent jatuh tajam  tahun ini karena Amerika Serikat memompa minyak mentah secara berlimpah  lebih dari tiga decade, sementara itu pertumbuhan ekonomi melambat di Tiongkok  dan  Jerman. Peningkatan permintaan minyak mentah global sekitar 700.000 barel per hari tahun ini, di bawah proyeksi 1,2 juta barel per hari, kata Al-Naimi.


“Pasar minyak akan pulih,” kata Al-Naimi. “Bahan bakar fosil akan tetap menjadi sumber utama energi untuk decade-dekade  yang akan datang.”


Minyak melonjak yang turun ke level  terendah dalam  lima tahun terakhir hanya bersifat sementara , kata Al-Naimi . West Texas Intermediate naik 4,5 persen menjadi $ 56,52 per barel pada saat itu  dan Brent naik 3,6 persen menjadi $ 61,38 per barel. Hari ini, Brent naik 1,4 persen dan WTI naik 1,3 persen. Arab Saudi menyumbang sekitar 13 persen dari produksi minyak global tahun lalu, menurut perkiraan BP Plc.



Arab Saudi Yakin Minyak Akan Rebound

Wednesday, December 17, 2014

Minyak Ditutup Naik, Meski Dibayangi Rally Negatif

Financeroll – Minyak bergeliat negatif namun bertahan untuk tidak turun di bawah $ 56 per barel di New York. Iran mengisyaratkan akan menolak menyerahkan pangsa pasar, sementara itu produsen AS terus meningkatkan output.


Patokan Minyak berjangka AS turun sebanyak 1,2 persen. Iran berada pada posisi “tidak akan melepaskan pangsa pasar minyaknya,” walau diberikan pembatasan ekspor dalam beberapa tahun terakhir, ucap Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh, menurut situs berita kementerian, Shana. Produsen di AS, memompa minyak mentah dalam laju tercepat lebih dari tiga dekade terakhir, output semakin melebar sejak pekan lalu, demikian data pemerintah AS menunjukan.


West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari turun sebanyak 67 sen menjadi $ 55,80 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 56,17 pada waktu perdagangan Sydney hari ini. Kontrak yang berakhir besok, naik 54 sen menjadi $ 56,47 dibanding kemarin.


Brent untuk pengiriman Februari naik $ 1,17, atau 2 persen menjadi $ 61,18 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.



Minyak Ditutup Naik, Meski Dibayangi Rally Negatif

Thursday, December 11, 2014

Minyak Terjerambab Ke Bawah $ 60

Financeroll – Harga minyak terperosok menembus titik terendah. Untuk pertama kalinya harga patokan minyak mentah AS berada di bawah $ 60 per barel dalam lima tahun.


Harapan terhadap stimulus dari bank sentral dan data-data ekonomi AS yang membaik pada awalnya diharapkan bisa membuat minyak bertahan di atas US $ 60, tapi kemudian para penjual ternyata masih menunjukan bahwa trend penurunan minyak belumlah usai.


Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Januari CLF5, turun 99 sen, atau 1,6%, dan bertengger di level $ 59,95 per barel. Ini merupakan penutupan terendah sejak 14 Juli 2009 untuk kontrak bulan depan.


Varian Brent LCOF5 mentah untuk Januari, juga turun 56 sen, atau 0,9%, dan kemudian bertengger di posisi $ 63,68 per barel di bursa ICE Futures London.



Minyak Terjerambab Ke Bawah $ 60

Tuesday, December 9, 2014

Minyak Naik Tipis

Financeroll – Minyak mentah berjangka naik pada sesi penutupan Selasa di amerika, sehari setelah tersungkur ke level terendah dalam lima tahun di karena kekhawatiran pasar belum menemukan titik terbawah harga.


Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Januari CLF5, naik 77 sen, atau 1,2% dan bertengger di level $ 63,82 per barel.


Minyak varian Brentuntuk pengiriman Januari, LCOF5 mentah di bursa ICE Futures London naik 65 sen, atau 1%, dan berakhir pada level $ 66,84 per barel. Kenaikan ini mengakhiri penurunan lima sesi beruntun.



Minyak Naik Tipis

Sunday, December 7, 2014

Minyak Terus Terdepak Turun

Financeroll – Patokan minyak mentah Amerika, CLF5, turun 1,73%, merosot ke level terendah lima tahun pada hari Jumat. Minyak berdiri di level $ 65,84 per barel – harga terendah sejak Juli 2009.


WTI telah jatuh 33% sampai saat ini dalam satu tahun terakhir, dan total kejatuhan sudah mencapai 55% dari rekor tertinggi $ 145,29 hit pada bulan Juli 2008.


Harga minyak telah dipukul abis-abisan akhir-akhir ini oleh faktor-faktor seperti OPEC memutuskan untuk tidak mengurangi produksi, penguatan dolar dan Arab Saudi memotong harga untuk pengiriman Januari ke AS dan kepada pembeli Asia.


Patokan harga minyak zona Eropa pada hari Jumat juga berada di level terendah dalam lebih dari lima tahun, dengan minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari LCOF5, turun 1.91% dan berakhir pada level $ 69,07 per barel. Ini adalah penutupan terendah untuk kontrak bulan depan sejak Oktober 2009, dan Brent turun 38% pada tahun ini.



Minyak Terus Terdepak Turun

Tuesday, December 2, 2014

Minyak Turun 3,1%

Financeroll – Minyak mentah berjangka jatuh pada hari Selasa, menyerahkan 4% bagian keuntungan yang didapat di hari sebelumnya.


Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah berjangka untuk pengiriman bulan Januari turun $ 2,12, atau 3,1% dan menetap di $ 66,88 per barel. Minyak berjangka telah turun lima dari enam sesi terakhir.


Brent mentah bulan Januari, turun $ 2 atau 2,8%, ke $ 70,54 per barel. Brent turun enam dari tujuh sesi terakhir.


Pada perdagangan lain, bensin Nymex untuk bulan Januari, turun 7 sen atau 3,7% menjadi berakhir pada $ 1,8116 per galon. Minyak pemanas Nymex bulan Januari, turun 6 sen, atau 2,6%, untuk menetap di $ 2,1544 per galon.


Gas alam untuk pengiriman Januari menurun 13 sen, atau 3,3%, menjadi berakhir pada $ 3,8740 per juta British thermal unit. Gas alam berjangka turun untuk empat sesi berturut-turut.


 



Minyak Turun 3,1%

Monday, December 1, 2014

Minyak Mentah di AS Naik 4%

Financeroll – Minyak mentah berjangka AS naik lebih dari 4% pada hari Senin, pulih dari posisi terendah lima tahun setelah OPEC memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi.


Minyak mentah manis untuk pengiriman bulan Januari naik $ 2,85, atau 4,3%, untuk menetap pada posisi $ 69 per barel di New York Mercantile Exchange. Itu persentase kenaikan terbesar minyak sejak Agustus 2012. Minyak mentah berjangka anjlok 10% pada hari Jumat dan menetap di level terendah sejak September 2009.


Minyak mentah Brent bulan Januari di bursa ICE Futures London naik $ 2,39, atau 3,4% menjadi berakhir pada $ 72,54 per barel. Itu persentase kenaikan tertinggi bagi Brent sejak Oktober 2012.


Bensin bulan Januari naik 5 sen, atau 2,9%, ke $ 1,8810 per galon di Nymex. Minyak pemanas bulan Januari naik 5 sen, atau 2,4%, menjadi berakhir pada $ 2,2124 per galon juga di Nymex.



Minyak Mentah di AS Naik 4%