Showing posts with label Minyak. Show all posts
Showing posts with label Minyak. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Sesi Senin Pagi, Minyak Turun Tipis

Financeroll – Pada sesi perdagangan pagi ini, minyak terpantau kembali turun setelah membukukan sedikit kenaikan pada pekan lalu.


West Texa Intermediate pengiriman Februari  turun 0.70 persen atau 0.34 basis point dan bertengger pada level $ 48.02 per barel. Sementara itu, Crude Oil atau brent belum diperdagangkan pagi ini dan masih berada pada level penutupan Jumat kemaren, yaitu pada harga $ 50.11 per barel. Di Bursa Tokyo, Tokyo Commodity Exchange, minyak pagi ini turun 1.97 persen atau 800 basis point ke level 39.750 JPY/kl.



Sesi Senin Pagi, Minyak Turun Tipis

Monday, December 22, 2014

Arab Saudi Yakin Minyak Akan Rebound

Financeroll – Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, yakin bahwa harga minyak mentah akan pulih dengan  prospek pertumbuhan ekonomi global yang semakin membaik dan akan mendorong permintaan global.


Harga akan pulih dari kemerosotan  yang tajam akibat banjir supply yang diciptakan oleh kurangnya kerjasama dari produsen luar Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, demikian disampaiakn Menteri Perminyakan Arab Saudi,  Ali Al-Naimi  pada konferensi di Abu Dhabi kemarin. Al-Naimi mengakhiri pidatonya dengan  menunjukkan rasa percaya diri saat ia turun dari panggung sambil tersenyum.


Minyak Brent jatuh tajam  tahun ini karena Amerika Serikat memompa minyak mentah secara berlimpah  lebih dari tiga decade, sementara itu pertumbuhan ekonomi melambat di Tiongkok  dan  Jerman. Peningkatan permintaan minyak mentah global sekitar 700.000 barel per hari tahun ini, di bawah proyeksi 1,2 juta barel per hari, kata Al-Naimi.


“Pasar minyak akan pulih,” kata Al-Naimi. “Bahan bakar fosil akan tetap menjadi sumber utama energi untuk decade-dekade  yang akan datang.”


Minyak melonjak yang turun ke level  terendah dalam  lima tahun terakhir hanya bersifat sementara , kata Al-Naimi . West Texas Intermediate naik 4,5 persen menjadi $ 56,52 per barel pada saat itu  dan Brent naik 3,6 persen menjadi $ 61,38 per barel. Hari ini, Brent naik 1,4 persen dan WTI naik 1,3 persen. Arab Saudi menyumbang sekitar 13 persen dari produksi minyak global tahun lalu, menurut perkiraan BP Plc.



Arab Saudi Yakin Minyak Akan Rebound

Wednesday, December 17, 2014

Minyak Ditutup Naik, Meski Dibayangi Rally Negatif

Financeroll – Minyak bergeliat negatif namun bertahan untuk tidak turun di bawah $ 56 per barel di New York. Iran mengisyaratkan akan menolak menyerahkan pangsa pasar, sementara itu produsen AS terus meningkatkan output.


Patokan Minyak berjangka AS turun sebanyak 1,2 persen. Iran berada pada posisi “tidak akan melepaskan pangsa pasar minyaknya,” walau diberikan pembatasan ekspor dalam beberapa tahun terakhir, ucap Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh, menurut situs berita kementerian, Shana. Produsen di AS, memompa minyak mentah dalam laju tercepat lebih dari tiga dekade terakhir, output semakin melebar sejak pekan lalu, demikian data pemerintah AS menunjukan.


West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari turun sebanyak 67 sen menjadi $ 55,80 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 56,17 pada waktu perdagangan Sydney hari ini. Kontrak yang berakhir besok, naik 54 sen menjadi $ 56,47 dibanding kemarin.


Brent untuk pengiriman Februari naik $ 1,17, atau 2 persen menjadi $ 61,18 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.



Minyak Ditutup Naik, Meski Dibayangi Rally Negatif

Thursday, December 11, 2014

Minyak Terjerambab Ke Bawah $ 60

Financeroll – Harga minyak terperosok menembus titik terendah. Untuk pertama kalinya harga patokan minyak mentah AS berada di bawah $ 60 per barel dalam lima tahun.


Harapan terhadap stimulus dari bank sentral dan data-data ekonomi AS yang membaik pada awalnya diharapkan bisa membuat minyak bertahan di atas US $ 60, tapi kemudian para penjual ternyata masih menunjukan bahwa trend penurunan minyak belumlah usai.


Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Januari CLF5, turun 99 sen, atau 1,6%, dan bertengger di level $ 59,95 per barel. Ini merupakan penutupan terendah sejak 14 Juli 2009 untuk kontrak bulan depan.


Varian Brent LCOF5 mentah untuk Januari, juga turun 56 sen, atau 0,9%, dan kemudian bertengger di posisi $ 63,68 per barel di bursa ICE Futures London.



Minyak Terjerambab Ke Bawah $ 60

Tuesday, December 9, 2014

Minyak Naik Tipis

Financeroll – Minyak mentah berjangka naik pada sesi penutupan Selasa di amerika, sehari setelah tersungkur ke level terendah dalam lima tahun di karena kekhawatiran pasar belum menemukan titik terbawah harga.


Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Januari CLF5, naik 77 sen, atau 1,2% dan bertengger di level $ 63,82 per barel.


Minyak varian Brentuntuk pengiriman Januari, LCOF5 mentah di bursa ICE Futures London naik 65 sen, atau 1%, dan berakhir pada level $ 66,84 per barel. Kenaikan ini mengakhiri penurunan lima sesi beruntun.



Minyak Naik Tipis

Sunday, December 7, 2014

Minyak Terus Terdepak Turun

Financeroll – Patokan minyak mentah Amerika, CLF5, turun 1,73%, merosot ke level terendah lima tahun pada hari Jumat. Minyak berdiri di level $ 65,84 per barel – harga terendah sejak Juli 2009.


WTI telah jatuh 33% sampai saat ini dalam satu tahun terakhir, dan total kejatuhan sudah mencapai 55% dari rekor tertinggi $ 145,29 hit pada bulan Juli 2008.


Harga minyak telah dipukul abis-abisan akhir-akhir ini oleh faktor-faktor seperti OPEC memutuskan untuk tidak mengurangi produksi, penguatan dolar dan Arab Saudi memotong harga untuk pengiriman Januari ke AS dan kepada pembeli Asia.


Patokan harga minyak zona Eropa pada hari Jumat juga berada di level terendah dalam lebih dari lima tahun, dengan minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari LCOF5, turun 1.91% dan berakhir pada level $ 69,07 per barel. Ini adalah penutupan terendah untuk kontrak bulan depan sejak Oktober 2009, dan Brent turun 38% pada tahun ini.



Minyak Terus Terdepak Turun

Wednesday, December 3, 2014

Minyak Melambung Setelah Menurunnya Pasokan Minyak di AS

Financeroll – Minyak mentah berjangka naik pada hari Rabu setelah sebuah laporan dari pemerintah AS menunjukkan terjadinya penurunan pasokan secara tak terduga dalam persediaan minyak mentah.


Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah manis ntuk pengiriman Januari naik 50 sen atau 0,8%, untuk menetap di $ 67,38 per barel.


Brent mentah bulan Januari di bursa ICE Futures London berubah haluan saat sesi berlangsung. Brent berakhir turun 62 sen atau 0,9% pada $ 69,92 per barel.


Pasokan minyak mentah AS turun pada hari Rabu sebanyak 3,7 juta barel. EIA juga melaporkan persediaan bensin naik 2,1 juta barel. Bensin berjangka berakhir lebih rendah lima tahun pada hari Rabu.


Di tempat lain dalam perdagangan energi, bensin bulan Januari mundur kurang dari satu sen, atau 0,3%, untuk menetap di $ 1,8070 per galon di Nymex. Itu penutupan terendah untuk bensin sejak Oktober 2009. Minyak panas bulan Januari turun 2 sen, atau 1%, menjadi berakhir pada $ 2,1334 per galon di Nymex.


Gas alam untuk pengiriman Januari turun 7 sen atau 1,8%, menjadi berakhir pada $ 3,8050 per juta British thermal unit. Gas alam berjangka berakhir lebih rendah selama lima sesi berturut-turut.



Minyak Melambung Setelah Menurunnya Pasokan Minyak di AS

Tuesday, December 2, 2014

Minyak Turun 3,1%

Financeroll – Minyak mentah berjangka jatuh pada hari Selasa, menyerahkan 4% bagian keuntungan yang didapat di hari sebelumnya.


Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah berjangka untuk pengiriman bulan Januari turun $ 2,12, atau 3,1% dan menetap di $ 66,88 per barel. Minyak berjangka telah turun lima dari enam sesi terakhir.


Brent mentah bulan Januari, turun $ 2 atau 2,8%, ke $ 70,54 per barel. Brent turun enam dari tujuh sesi terakhir.


Pada perdagangan lain, bensin Nymex untuk bulan Januari, turun 7 sen atau 3,7% menjadi berakhir pada $ 1,8116 per galon. Minyak pemanas Nymex bulan Januari, turun 6 sen, atau 2,6%, untuk menetap di $ 2,1544 per galon.


Gas alam untuk pengiriman Januari menurun 13 sen, atau 3,3%, menjadi berakhir pada $ 3,8740 per juta British thermal unit. Gas alam berjangka turun untuk empat sesi berturut-turut.


 



Minyak Turun 3,1%

Sunday, November 30, 2014

Harga Minyak Mentah Turun di Asia

Financeroll – Harga minyak mentah di Asia turun pada awal hari Senin menjelang data kunci PMI di Tiongkok.


Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman Januari yang diperdagangkan pada $ 66,51 per barel, turun 0,83%.


Di tempat lain, di ICE Futures Exchange di London, Brent untuk pengiriman Januari turun sebesar $ 2,43, atau 3,35%. Pada hari Jumat menetap di $ 70,15 per barel pada penutupan perdagangan.


Pekan lalu, minyak berjangka jatuh ke tingkat yang tidak terlihat dalam lebih dari empat tahun pada hari Jumat, setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak memutuskan untuk tidak memangkas produksi pada akhir pertemuan.


Kelompok 12 anggota bertanggung jawab untuk sekitar 40% dari pasokan global. Pertemuan mereka yang berikutnya dijadwalkan untuk tanggal 5 Juni 2015.


Kekhawatiran atas melemahnya permintaan global yang dikombinasikan dengan indikasi bahwa produsen OPEC tidak akan mengurangi produksi, telah menekan harga tersebut dalam beberapa bulan terakhir.



Harga Minyak Mentah Turun di Asia

Saham AS

Financeroll – Pasar sedang berjuang melawan salah satu musuh berbahaya mereka, yaitu minyak murah.


S&P 500 naik 11,86% tahun ini, 3,5% untuk bulan ini. Nasdaq telah maju 14,7% tahun ini, naik 3,5% di bulan ini, sementara Dow Jones menambahkan 7,5% sepanjang tahun ini, berada pada posisi 2,5% di bulan November.


Minyak manis berjangka untuk pengiriman Januari mencatat penurunan 18% pada bulan November. Ini merupakan penurunan tertajam bulanan sejak 2008. Brent mentah juga mengalami penurunan bulanan yang sama, belum lagi ditambah penurunan harian yang signifikan.


Meskipun penurunan minyak ini baik bagi konsumen, hal itu bisa menyebabkan masalah untuk ekonomi AS pada umumnya, atau setidaknya, menjadi berita buruk bagi produsen minyak mentah, yang telah membantu perkembangan lapangan kerja di AS.



Saham AS

Thursday, November 27, 2014

Harga Minyak Lesu

Financeroll – Saham minyak di London dijual pada hari Kamis setelah Organisasi Pengekspor Minyak Negara memutuskan untuk tidak menurunkan target produksi minyak tersebut.


Saham Tullow Oil PLC anjlok 7,2% dan Petrofac Ltd turun 6,2%. BG Group PLCmengelupas” 5,9%. Royal Dutch Shell PLC juga turun 4,3%. BP PLC turun 2,7%. FTSE 100 turun 0,1% menjadi 6,723.42, dengan kerugian terbatas dikarenakan oleh kenaikan saham perusahaan. Saham EasyJet PLC melambung 5,8% meskipun mengalami penurunan peringkat di RBC Capital Markets Kamis. British Airways International Konsolidasi Airlines Group menguat 4,9%, dan TUI Travel PLC mendekat pada posisi 3,9%. Saham Barclays PLC naik 2,5%. Di luar patokan utama, saham Stagecoach Group PLC naik 8,2% setelah bekerja sama dengan pihak dari Virgin.


Menjelang pertemuan di Wina, ada spekulasi di pasar bahwa organisasi akan membawa pengurangan, sebagai upaya untuk menghentikan penurunan harga minyak global.



Harga Minyak Lesu

Wednesday, November 26, 2014

Minyak Masih Bearish, Pasar Menanti Keputusan Dari OPEC

Financeroll – Harga minyak Brent dan West Texas Intermediate memperpanjang penurunan harga terendah lebih dari empat tahun di tengah-tengah spekulasi bahwa OPEC akan menahan diri untuk memangkas output ketika para petinggi bertemu di Wina hari ini, Kamis (27/11).


Minyak Brent untuk Januari turun 1.47 ke level 76.28 barel di ICE Futures Eropa yang berbasis di London penutupan terendah sejak 9 September 2010. Sedangkan minyak WTI untuk pengiriman Januari turun sebanyak $1,08 atau 1,5 persen ke $72.61 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak jatuh 40 sen menjadi $73.69 kemarin, penutupan terendah sejak 21 September 2010.


Volume yang diperdagangkan untuk kesemua adalah dua kali lipat rata-rata 100 hari. Harga telah menurun 26 persen tahun ini.


Pertemuan dari OPEC pada hari ini di Wina akan mengambil posisi bersatu, seperti yang dikatakan kata Menteri energi Uni Emirat Arab. Tanpa merinci lebih jelas maksudnya seperti apa, akan tetapi yang pasti pertemuan tersebut akan melakukan apa pun untuk menyeimbangkan pasar,


Harga minyak telah runtuh ke dalam posisi bearish di tengah output AS tertinggi dalam tiga dekade dan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan permintaan global. Sebuah survei Bloomberg News yang diberikan kepada 20 analis mengatakan OPEC akan mengurangi pasokan untuk mendukung harga. Akan tetapi berbeda dengan tindakan Arab Saudi yang menunjukkan ketidak setujuannya untuk pemotongan produksi.



Minyak Masih Bearish, Pasar Menanti Keputusan Dari OPEC

Tuesday, November 25, 2014

Stok Minyak Merosot di AS

Financeroll – Stok minyak menurun di London pada hari Selasa. Hal ini diharapkan mampu mengurangi produksi minyak dunia.


FTSE 100 naik walau masih kurang 2 poin untuk ditutup pada posisi 6,731.14 dengan kontribusi dari beberapa kelompok industri.


Tetapi sektor minyak dan gas merosot 0,9%. Minyak mentah Nymex WTI untuk pengiriman Januari jatuh di bawah $ 75 per barel setelah laporan berita pertama menunjukkan bahwa tidak ada kesepakatan untuk mengurangi produksi minyak pada pertemuan para pejabat dari Venezuela, Arab Saudi, Meksiko dan minyak Rusia OAO Rosneft.


Saham minyak utama BP PLC berakhir 1,1% lebih rendah, Royal Dutch Shell PLC turun 1%, BG Group PLC berakhir 1,2% dan Tullow Oil PLC ditutup 0,4%. Saham supermarket juga berakhir dengan kondisi buruk, meninggalkan J. Sainsbury PLC di posisi bawah FTSE 100 dimana sahamnya turun 4,4%. Wm. Morrison Supermarket PLC menyerah pada posisi 3,3% dan Tesco berakhir 2,8% lebih rendah.


Saham Glencore turun 0,4%, sementara saham Rio Tinto berakhir naik 0,3%.



Stok Minyak Merosot di AS

Monday, November 24, 2014

Minyak Berjangka Turun Jelang Pertemuan OPEC

Financeroll – Harga minyak lebih rendah pada hari Senin setelah deadline. Hal ini terjadi setelah adanya pembicaraan tentang program nuklir di Iran dan para investor memperdebatkan apakah organisasi negara pengekspor minyak akan bergerak untuk meringankan pasokan banjir global dengan memotong produksi.


Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Januari turun sebesar 73 sen atau 1%, dan bertahan pada posisi $ 75,78 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak ICE Brent berjangka Januari turun 68 sen, atau 0,9%, dan terhenti pada posisi $ 79,68 per barel.


Sementara itu, AS memberikan “tekanan” pada gas alam berjangka, dengan kontrak Desember turun 11 sen atau 2,7%, menjadi berakhir pada posisi $ 4,1510 per juta British Thermal Unit.


Pada bulan Desember, bensin, mengalami penurunan 2 sen, atau 1,1%, untuk menetap di posisi $ 2,0334 per galon di Nymex. Pada Desember ini juga terjadi penguapan minyak yang menyebabkan nilainya turun kurang dari satu sen, atau 0,4%, ke $ 2,3955 per galon, juga di Nymex.



Minyak Berjangka Turun Jelang Pertemuan OPEC

Sunday, November 23, 2014

Minyak Mentah NYMEX Masih Stabil

Financeroll – Harga minyak mentah tetap stabil di Asia pada hari Senin menjelang pertemuan OPEC akhir pekan ini.


Di ICE Futures Exchange London, Pengiriman minyak NYMEX di bulan Januari naik $ 1,19, atau 1,3% untuk tetap $ 80,36 per barel pada penutupan perdagangan di hari Jumat. Minyak Brent London diperdagangkan secara berjangka mencapai nilai tertinggi, yaitu $ 81,61 per barel pada hari sebelumnya, Ini adalah nilai terbesar sejak 12 November. Bank Rakyat China memotong patokan suku bunga deposito satu tahun sebesar 25 poin menjadi 2,75% dan dipotong satu tahun suku bunga pinjaman sebesar 40 poin menjadi 5,6%.


Sementara itu, Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi pada hari Jumat menegaskan bahwa bank sentral siap untuk memperluas program stimulus untuk meningkatkan inflasi dan mendorong pertumbuhan secepat mungkin. Menteri minyak dari Venezuela dan Ekuador telah meminta tindakan untuk mencegah penurunan harga lebih lanjut, sementara Arab Saudi dan Kuwait telah menolak permintaan untuk produksi yang lebih rendah. Kekhawatiran atas melemahnya permintaan global yang digabungkan dengan indikasi bahwa produsen OPEC tidak akan mengurangi produksi, telah menekan harga dalam beberapa bulan terakhir.



Minyak Mentah NYMEX Masih Stabil

Wednesday, November 19, 2014

Minyak Merosot, Pasar Cemas

Financeroll – Harga komoditi minyak diperdagangkan rendah, Rabu (19/11) pelaku pasar menilai kemungkinan bahwa OPEC akan memangkas output untuk mendukung harga apabila memenuhi akhir bulan ini.


Di ICE Futures Exchange di London, minyak Brent untuk pengiriman Januari turun 36 sen atau 0,46% diperdagangkan di level $78,11 per barel.


Di tempat lain, di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman pada bulan Januari turun 70 sen atau 0.94% diperdagangkan di level $73.94 barel.


Kekhawatiran atas melemahnya permintaan global dikombinasikan dengan indikasi bahwa produsen OPEC tidak akan memotong output ditimbang harga dalam beberapa bulan terakhir. 12-anggota minyak kartel dijadwalkan untuk bertemu di Wina pada 27 November untuk membicarakan apakah harga disesuaikan untuk target produksi tahun 2015.


 



Minyak Merosot, Pasar Cemas