Financeroll – Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, yakin bahwa harga minyak mentah akan pulih dengan prospek pertumbuhan ekonomi global yang semakin membaik dan akan mendorong permintaan global.
Harga akan pulih dari kemerosotan yang tajam akibat banjir supply yang diciptakan oleh kurangnya kerjasama dari produsen luar Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, demikian disampaiakn Menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali Al-Naimi pada konferensi di Abu Dhabi kemarin. Al-Naimi mengakhiri pidatonya dengan menunjukkan rasa percaya diri saat ia turun dari panggung sambil tersenyum.
Minyak Brent jatuh tajam tahun ini karena Amerika Serikat memompa minyak mentah secara berlimpah lebih dari tiga decade, sementara itu pertumbuhan ekonomi melambat di Tiongkok dan Jerman. Peningkatan permintaan minyak mentah global sekitar 700.000 barel per hari tahun ini, di bawah proyeksi 1,2 juta barel per hari, kata Al-Naimi.
“Pasar minyak akan pulih,” kata Al-Naimi. “Bahan bakar fosil akan tetap menjadi sumber utama energi untuk decade-dekade yang akan datang.”
Minyak melonjak yang turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir hanya bersifat sementara , kata Al-Naimi . West Texas Intermediate naik 4,5 persen menjadi $ 56,52 per barel pada saat itu dan Brent naik 3,6 persen menjadi $ 61,38 per barel. Hari ini, Brent naik 1,4 persen dan WTI naik 1,3 persen. Arab Saudi menyumbang sekitar 13 persen dari produksi minyak global tahun lalu, menurut perkiraan BP Plc.
Arab Saudi Yakin Minyak Akan Rebound