Showing posts with label wti. Show all posts
Showing posts with label wti. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Sesi Senin Pagi, Minyak Turun Tipis

Financeroll – Pada sesi perdagangan pagi ini, minyak terpantau kembali turun setelah membukukan sedikit kenaikan pada pekan lalu.


West Texa Intermediate pengiriman Februari  turun 0.70 persen atau 0.34 basis point dan bertengger pada level $ 48.02 per barel. Sementara itu, Crude Oil atau brent belum diperdagangkan pagi ini dan masih berada pada level penutupan Jumat kemaren, yaitu pada harga $ 50.11 per barel. Di Bursa Tokyo, Tokyo Commodity Exchange, minyak pagi ini turun 1.97 persen atau 800 basis point ke level 39.750 JPY/kl.



Sesi Senin Pagi, Minyak Turun Tipis

Tuesday, January 6, 2015

Minyak Catak Rekor Terendah Baru

Financeroll – Minyak ditutup pada sesi perdagangan Selasa di bawah $ 48 per barel untuk pertama kalinya sejak April 2009, dan beberapa investor berspekulasi minyak akan terjun ke kisaran $ 20 per barel.

“Dengan kata lain, spekulasi pada sub $ 30 minyak mentah pada bulan Juni tahun ini 1,7 kali lebih besar dari persediaan fisik di terminal persediaan Nymex di Cushing,” kata Stephen Schork, editor Schork Report yang banyak diikuti, mengacu pada titik penyerahan Oklahoma untuk minyak WTI.


Minyak mentah varian WTI ditutup pada level $47.93 per barel dan crude brent pagi ini bertengger pada level $ 51.00 per barel.



Minyak Catak Rekor Terendah Baru

Monday, December 22, 2014

Arab Saudi Yakin Minyak Akan Rebound

Financeroll – Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, yakin bahwa harga minyak mentah akan pulih dengan  prospek pertumbuhan ekonomi global yang semakin membaik dan akan mendorong permintaan global.


Harga akan pulih dari kemerosotan  yang tajam akibat banjir supply yang diciptakan oleh kurangnya kerjasama dari produsen luar Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, demikian disampaiakn Menteri Perminyakan Arab Saudi,  Ali Al-Naimi  pada konferensi di Abu Dhabi kemarin. Al-Naimi mengakhiri pidatonya dengan  menunjukkan rasa percaya diri saat ia turun dari panggung sambil tersenyum.


Minyak Brent jatuh tajam  tahun ini karena Amerika Serikat memompa minyak mentah secara berlimpah  lebih dari tiga decade, sementara itu pertumbuhan ekonomi melambat di Tiongkok  dan  Jerman. Peningkatan permintaan minyak mentah global sekitar 700.000 barel per hari tahun ini, di bawah proyeksi 1,2 juta barel per hari, kata Al-Naimi.


“Pasar minyak akan pulih,” kata Al-Naimi. “Bahan bakar fosil akan tetap menjadi sumber utama energi untuk decade-dekade  yang akan datang.”


Minyak melonjak yang turun ke level  terendah dalam  lima tahun terakhir hanya bersifat sementara , kata Al-Naimi . West Texas Intermediate naik 4,5 persen menjadi $ 56,52 per barel pada saat itu  dan Brent naik 3,6 persen menjadi $ 61,38 per barel. Hari ini, Brent naik 1,4 persen dan WTI naik 1,3 persen. Arab Saudi menyumbang sekitar 13 persen dari produksi minyak global tahun lalu, menurut perkiraan BP Plc.



Arab Saudi Yakin Minyak Akan Rebound

Wednesday, December 17, 2014

Minyak Ditutup Naik, Meski Dibayangi Rally Negatif

Financeroll – Minyak bergeliat negatif namun bertahan untuk tidak turun di bawah $ 56 per barel di New York. Iran mengisyaratkan akan menolak menyerahkan pangsa pasar, sementara itu produsen AS terus meningkatkan output.


Patokan Minyak berjangka AS turun sebanyak 1,2 persen. Iran berada pada posisi “tidak akan melepaskan pangsa pasar minyaknya,” walau diberikan pembatasan ekspor dalam beberapa tahun terakhir, ucap Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh, menurut situs berita kementerian, Shana. Produsen di AS, memompa minyak mentah dalam laju tercepat lebih dari tiga dekade terakhir, output semakin melebar sejak pekan lalu, demikian data pemerintah AS menunjukan.


West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari turun sebanyak 67 sen menjadi $ 55,80 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 56,17 pada waktu perdagangan Sydney hari ini. Kontrak yang berakhir besok, naik 54 sen menjadi $ 56,47 dibanding kemarin.


Brent untuk pengiriman Februari naik $ 1,17, atau 2 persen menjadi $ 61,18 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.



Minyak Ditutup Naik, Meski Dibayangi Rally Negatif

Tuesday, December 9, 2014

Minyak Naik Tipis

Financeroll – Minyak mentah berjangka naik pada sesi penutupan Selasa di amerika, sehari setelah tersungkur ke level terendah dalam lima tahun di karena kekhawatiran pasar belum menemukan titik terbawah harga.


Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Januari CLF5, naik 77 sen, atau 1,2% dan bertengger di level $ 63,82 per barel.


Minyak varian Brentuntuk pengiriman Januari, LCOF5 mentah di bursa ICE Futures London naik 65 sen, atau 1%, dan berakhir pada level $ 66,84 per barel. Kenaikan ini mengakhiri penurunan lima sesi beruntun.



Minyak Naik Tipis

Sunday, December 7, 2014

Minyak Terus Terdepak Turun

Financeroll – Patokan minyak mentah Amerika, CLF5, turun 1,73%, merosot ke level terendah lima tahun pada hari Jumat. Minyak berdiri di level $ 65,84 per barel – harga terendah sejak Juli 2009.


WTI telah jatuh 33% sampai saat ini dalam satu tahun terakhir, dan total kejatuhan sudah mencapai 55% dari rekor tertinggi $ 145,29 hit pada bulan Juli 2008.


Harga minyak telah dipukul abis-abisan akhir-akhir ini oleh faktor-faktor seperti OPEC memutuskan untuk tidak mengurangi produksi, penguatan dolar dan Arab Saudi memotong harga untuk pengiriman Januari ke AS dan kepada pembeli Asia.


Patokan harga minyak zona Eropa pada hari Jumat juga berada di level terendah dalam lebih dari lima tahun, dengan minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari LCOF5, turun 1.91% dan berakhir pada level $ 69,07 per barel. Ini adalah penutupan terendah untuk kontrak bulan depan sejak Oktober 2009, dan Brent turun 38% pada tahun ini.



Minyak Terus Terdepak Turun