Showing posts with label Wall Street. Show all posts
Showing posts with label Wall Street. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

Bursa AS Mendapat Keuntungan di Tengah Perdagangan yang Bergelombang

Financeroll – Bursa AS menutup sesi Selasa (20/1) dengan posisi sedikit lebih tinggi, yang dipimpin oleh keuntungan di bursa teknologi.


Tolok ukur utama berbalik arah dari kerugian besar menjadi keuntungan, tetapi berakhir dengan situasi di mana mereka mulai sesi.


S&P 500 ditutup 3,13 poin atau 0,2% lebih tinggi pada 2.022,55. Dow Jones Industrial Average berdetak naik 3,66 poin menjadi 17.515.23. Nasdaq Composite mengungguli indeks lainnya dengan menambahkan 20,46 poin atau 0,4% ke tingkat 4.654,85.





Bursa AS Mendapat Keuntungan di Tengah Perdagangan yang Bergelombang

Indeks saham AS Dibuka Hijau

Financeroll – Pasar saham AS hari selasa dibuka lebih tinggi daripada harga pentutupan senin kemarin, meskipun slide harga minyak kemungkinan akan mempertahankan kenaikan. Fokus perhatian utama tertuju pada Bank Sentral Eropa, yang diperkirakan akan mengumumkan program pembelian obligasi pada hari Kamis depan.


The S & P 500 SPX, dibuka naik 7 poin, atau 0,4%, pada level 2026. Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, membukukan kenaiakan 44 poin, atau 0,2%, menjadi 17.553 pada sesi pembukaan. The Nasdaq Composite COMP, memulai hari ini dengan mencetak 25 poin, atau 0,6%, ke level 4659.



Indeks saham AS Dibuka Hijau

Tuesday, January 13, 2015

Bursa AS Dibuka Naik Tajam

Financeroll – Bursa AS dibuka naik tajam pada hari Selasa (13/1), atau dengan kata lain mengalami “rebound” dari kerugian dua hari.


Data yang lebih baik dari perkiraan pada sektor usaha kecil memberi harapan bahwa Bank Sentral Eropa akan menerapkan pelonggaran kuantitatif yang mana hal ini akan mengangkat bursa menjelang pasar reguler terbuka.


S&P 500 membuka 23 poin atau 1,1% pada 2.051. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 234 poin atau 1,3% menjadi 17.875 pada pembukaan. Nasdaq Composite memulai hari dengan naik 58 poin atau 1,3% pada 4.722.



Bursa AS Dibuka Naik Tajam

Monday, January 12, 2015

Bursa AS dibuka Menaik

Financeroll – Bursa AS membuka lebih tinggi pada hari Senin (12/1), di saat merosotnya harga minyak terus mengkhawatirkan investor tentang tekanan deflasi global.


The S&P 500 membuka 4 poin atau 0,2% pada tingkat 2.049. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 47 poin atau 0,3% menjadi 17.782 pada pembukaan. Nasdaq Composite naik 11 poin atau 0,2% pada 4.714.



Bursa AS dibuka Menaik

Sunday, December 21, 2014

Pendapatan OPEC Tinggal Separuh, Investor Mulailah Beli Saham

Jatuhnya harga minyak mentah saat ini benar-benar menjadi berkah, terlebih bagi bursa saham AS yang diperkirakan akan mengakhiri catatan penutup tahun ini dengan manis.


FINANCEROLL – Berdasarkan data terkini dari AAA, jatuhnya harga minyak mentah membuat harga ritel gasoline disekitar $2.477, untuk pertama kalinya harga ritel gasoline dibawah $2.50 sejak Januari 2009. Hal ini seiring dengan kesadaran kelas menengah AS dan masyarakat bawah yang ingin bisa menyisihkan uang lebih banyak untuk membeli hadiah Natal dan bepergian mengunjungi sanak saudara.


Syukurlah, apa yang terjadi ini merupakan minyak perangsang bagi kebangkitan ekonomi AS lebih lanjut. Bagaimana tidak, dengan jatuhnya harga minyak membuat jutaan rakyat AS bisa lebih banyak menyisihkan uangnya untuk belanja di akhir tahun dan bepergian kesanak-familinya. Tentunya ini adalah sesuatu yang belum pernah dilihat oleh para investor dalam beberapa bulan ini.


AAA juga menyatakan bahwa setidaknya 98.6 juta rakyat AS akan melakukan perjalanan setidaknya 50 mil atau bahkan lebih selama musim liburan akhir tahun ini, umumnya meraka akan melakukan perjalan darat dengan mengendarai kendaraan sendiri. Bagi sebagian yang memilih moda angkutan udara, jatuhnya harga minyak juga menurunkan harga bahan bakar pesawat terbang. Alhasil harga tiket pesawat juga menurun, sesuatu yang akan menarik minat konsumen untuk bepergian pula dengan pesawat terbang.Kesempatan ini tentu tidak disia-siakan oleh maskapai-maskapai penerbangan untuk meraup penumpang yang lebih banyak lagi. Setidaknya, para investor yang menjadi pemegang saham maskapai tentu sudah melihat potensi dibalik jatuhnya harga minyak mentah saat ini.


Disisi lain, jatuhnya harga minyak mentah ini memang tidak bisa membahagiakan semua pihak. Kartel minyak, OPEC diperkirakan kehilangan separuh pendapatannya. Sebagaimana kita pahami bahwa jatuhnya harga minyak mentah dan komoditi lainnya telah menjadi pukulan yang hebat. Setidaknya sejak pertemuan OPEC pada 27 November kemarin, baik Arab Saudi dan Kuwait telah sama-sama berusaha untuk menunjukkan langkah-langkah penyelamatan pasar disaat harus berjuang pula agar bahtera ini tidak tenggelam oleh sekutu-sekutu mereka yang menurun pendapatannya akibat jatuhnya harga minyak.


Pihak EIA memperkirakan pendapatan di 2014 akan sekitar $700 milyar atau mengalami penurunan sebesar 8% dari 2013. Sesuatu yang tidak terlalu buruk memang. Sebaliknya, bagi kartel minyak diperkirakan mereka akan kehilangan pendapatan hampir $400 milyar di tahun 2015 ini. Ini merupakan separuh pendapatan mereka di 2013 yang bisa menjadi sebuah ancaman serius bagi negara-negara anggota OPEC yang sangat tergantung pendapatannya dari dari minyak untuk membiayai sejumlah program sosial.


Arab Saudi, Kuwait, dan Irak memiliki separuh dari total pendapatan negara-negara OPEC, sehingga saat negara-negara seperti Venezuela dan Angola tidak bisa bertahan dengan jatuhnya harga minyak, hanya masalah waktu saja sebelum kartel tersebut membuat keputusan lain atau sama-sama memangkas produksi minyak jika tidak ingin melihat sejawatnya tenggelam.


Memang OPEC yang telah kehilangan separuh pendapatannya dalam dua tahun ini dan Rubel Rusia yang turun seiring dengan jatuhnya harga minyak, namun belum tentu harga minyak sendiri masih akan seburuk itu.


Mustahil memang untuk merujuk harga pasar secara tepat, namun dari padangan umum terbersit bahwa setidaknya diakhir Juni nanti harga minyak mentah akan kembali naik. Dengan asumsi yang demikian, diyakini bahwa saham-saham sektor ini akan menjadi tujuan yang tepat untuk menjadi sasaran aksi beli kembali saat ini. Khususnya saham-saham sektor minyak dan energi dari daratan Amerika Utara.


Sebelumnya, ketakutan pasar akan jatuhnya harga minyak membuat saham-saham tersebut ditinggalkan oleh para investor. Aksi jual yang dilakukan dan berpaling dari mereka saat menyentuh harga termurahnya dalam lima tahun terakhir ini adalah sesuatu yang absurb. Jika kita berharap harga saham tersebut akan kembali semurah saat 2009 silam dan baru kita akan membelinya, maka langkah ini kurang tepat.


Jadi kenapa masih terbang kesana-kemari, apakah panik ? nampaknya memang demikian. Harga minyak tidak akan kemana-mana, meski harga minyak telah jatuh. Buktinya perusahaan-perusahaan minyak tetap saja mengebor minyak . Ini berarti bahwa harga minyak tidak akan jatuh begitu dalam. Menunggu harga minyak mentah naik kembali, Investor bisa memilah untuk membeli saham-saham di lantai bursa.



Pendapatan OPEC Tinggal Separuh, Investor Mulailah Beli Saham

Tuesday, December 9, 2014

Wall Street Ditutup Lesu

Financeroll – Pasar saham AS sempat rebound pada awal sesi perdagangan Amerika hari Rabu tapi pada akhirnya ditutup lebih rendah. Sentiment ini dimotori oleh isu pengetatan aturan pinjaman di Tiongkok dan Pengumuman pemilu Yunani mengejutkan.


The S & P 500 SPX, turun 0.02% mengakhiri sesi dengan datar di level 2,059.88 setelah pertunjukan rebound mengesankan dari posisi terendah di awal sesi.


Nasdaq Composite mengakhiri sesi dengan kenaikan 25,77 poin, atau 0,5% dan ditutup pada level 4,766.47.


Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, turun 0,29% atau sebanyak 218 poin, dan ditutup lebih rendah pada level 17,801.20.



Wall Street Ditutup Lesu

Monday, December 1, 2014

Bursa Global Melambat, IHSG Naik Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 5 poin di tengah negatifnya bursa global dan regional. Neraca perdagangan RI yang surplus bulan lalu memberi dorongan positif. Membuka perdagangan preopening, IHSG naik tipis 5,327 poin (0,10%) ke level 5.169,615. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 1,340 poin (0,15%) ke level 892,039.


Membuka perdagangan, Selasa (1/12), IHSG bertambah 11,641 poin (0,23%) ke level 5.175,929. Indeks LQ45 melaju 2,842 poin (0,32%) ke level 893,541.  Investor masih berani berburu saham-saham unggulan meski banyak sentimen negatif yang beredar. Saham-saham komoditas menguat cukup tinggi.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat 13,374 poin (0,26%) ke level 5.177,662. Sementara Indeks LQ45 naik 2,976 poin (0,33%) ke level 893,834.  Kemarin IHSG naik 14 poin berkat aksi beli selektif di saham-saham unggulan. Indeks semakin mendekati level 5.200.


Sementara situasi di bursa-bursa regional pagi hari Ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 39,54 poin (0,22%) ke level 17.550,56, Indeks Hang Seng anjlok 620,00 poin (2,58%) ke level 23.367,45, Indeks Komposit Shanghai turun 1,10 poin (0,04%) ke level 2.681,25, dan  Indeks Straits Times naik 24,54 poin (0,74%) ke level 3.330,18.


Semalam Wall Street terkoreksi cukup tajam di awal pekan. Pemicunya data ekonomi yang lesu dari seluruh dunia ditambah musim belanja liburan yang kurang bergairah.  Beberapa bursa di Asia pagi ini rata-rata melemah setelah merespons koreksi tajam Wall Street semalam. Hanya pasar saham Singapura yang bisa menemani IHSG di zona hijau. [geng]


 



Bursa Global Melambat, IHSG Naik Tipis

Sunday, November 23, 2014

Bursa Wall Street AS Mengalami Kenaikan

Financeroll – Bursa pasar saham AS ditutup naik, dipicu dari komentar dovish oleh Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi pada hari Jumat. ekuitas AS mencatatkan pada minggu kelima secara beruntun.


Indeks S & P 500 ditutup naik 10,75 poin atau 0,5% ke level 2,063.50. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 91,06 poin, atau 0,5%, ke 17,810.06. Indeks Nasdaq Composite naik 11 poin, atau 0,2%, ke 4,712.97 dan menambahkan 0,5% selama lima sesi terakhir.


ECB mengatakan akan mulai membeli efek beragun aset pada hari Jumat kemarin. Sebelum itu, Draghi mengatakan ECB akan melakukan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan inflasi dan ekspektasi inflasi secepat mungkin pada konferensi perbankan di Frankfurt.


Saham yang menjadi pendorongnya ialah retail Hibbett Sports Inc. melonjak 4%. Splunk Inc naik 3,1% setelah hasil melampaui proyeksi analis. Gap Inc turun 4,2%. GameStop Corp turun 13%.



Bursa Wall Street AS Mengalami Kenaikan

Friday, November 14, 2014

Wall Street AS Dibuka Menguat, S & P naik 0.1%

Financeroll – Bursa perdagangan saham Wall Street AS terpantau naik, Jumat (14/11) pasca dari data ritel AS yang menguat.


Indeks Dow Jows up 0.1%, indeks S & P 500 naik 0.1%, Nasdaq 100 naik  0.2%


Dari laporan Perdagangan, penjualan ritel naik secara musiman 0,3% di bulan lalu, memantul kembali dari penurunan pertama dalam delapan bulan. Pasar memproyeksikan sebesar 0,2%, minus sektor auto yang mengalami kenaikan 0,3%.


 



Wall Street AS Dibuka Menguat, S & P naik 0.1%

Pre Open AS Naik Jelang Data Ekonomi

Financeroll – Bursa perdagangan pre open AS dibuka naik di akhir pekan, Jumat (13/11) Dipicu dari penurunan emas dan penguatan dolar AS. Pasar berfokus jelang data ekonomi AS nanti malam.


Indeks Dow Jones Industrial Average naik 22 points atau 0.1% kre level 17,618, indeks S&P 500 naik 2.60 points atau 0.1%, ke level 2,036.70, indeks Nasdaq 100 naik 7 points atau or 0.2% ke level 4,212.


Pasar masih berfokus terhadap data ekonomi ritel sales, core ritel sales dan para pelaku pasar yang disurvei oleh MarketWatch memproyeksikan 0,2% peningkatan pembelanjaan setelah 0,3% penurunan pada bulan September. Hal tersebut merupakan penurunan pertama dalam delapan bulan ritel.


 



Pre Open AS Naik Jelang Data Ekonomi