Showing posts with label Saham-saham Unggulan. Show all posts
Showing posts with label Saham-saham Unggulan. Show all posts

Monday, December 29, 2014

Investor Domestik Aktif Bertransaksi, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 11 poin berkat aksi beli investor domestik. Transaksi berjalan sepi karena sudah banyak pelaku pasar yang berlibur.  Aksi beli menyasar saham-saham unggulan. Indeks mampu naik hingga ke titik tertingginya hari ini di 5.185.


Menutup  perdagangan Sesi I, IHSG menguat tipis 5,648 poin (0,11%) ke level 5.172,631. Indeks berhasil menghindari zona merah meski dengan penguatan yang tipis.  Sejumlah saham di sektor agrikultur memimpin penguatan. Tujuh indeks sektoral berhasil menguat, kecuali tiga yang melemah yaitu infrastruktur, finansial, dan pertambangan.


Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (29/12), IHSG ditutup menanjak 11,390 poin (0,22%) ke level 5.178,373. Sementara Indeks LQ45 melaju 1,953 poin (0,22%) ke level 892,815.  Aksi beli banyak dilakukan investor domestik. Sedangkan transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 84,083 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 176.436 kali dengan volume 7,783 miliar lembar saham senilai Rp 4,527 triliun. Sebanyak 150 saham naik, 129 turun, dan 97 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia rata-rata berhasil menutup perdagangan di zona hijau awal pekan ini berkat sentimen positif Wall Street pekan lalu. Hanya pasar saham Jepang yang masih melemah.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 525 ke Rp 14.500, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 9.300, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 23.750, dan Mayora (MYOR) naik Rp 425 ke Rp 20.975.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Batavia (BPII) turun Rp 450 ke Rp 1.350, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 225 ke Rp 59.375, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 175 ke Rp 6.200, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 150 ke Rp 15.450.


Sementara situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 89,12 poin (0,50%) ke level 17.729,84, Indeks Hang Seng melonjak 423,84 poin (1,82%) ke level 23.773,18, Indeks Komposit Shanghai naik 10,41 poin (0,33%) ke level 3.168,02, dan  Indeks Straits Times bertambah 12,05 poin (0,36%) ke level 3.365,73. [geng]



Investor Domestik Aktif Bertransaksi, IHSG Ditutup Menguat

Monday, December 1, 2014

Bursa Global Melambat, IHSG Naik Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 5 poin di tengah negatifnya bursa global dan regional. Neraca perdagangan RI yang surplus bulan lalu memberi dorongan positif. Membuka perdagangan preopening, IHSG naik tipis 5,327 poin (0,10%) ke level 5.169,615. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 1,340 poin (0,15%) ke level 892,039.


Membuka perdagangan, Selasa (1/12), IHSG bertambah 11,641 poin (0,23%) ke level 5.175,929. Indeks LQ45 melaju 2,842 poin (0,32%) ke level 893,541.  Investor masih berani berburu saham-saham unggulan meski banyak sentimen negatif yang beredar. Saham-saham komoditas menguat cukup tinggi.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat 13,374 poin (0,26%) ke level 5.177,662. Sementara Indeks LQ45 naik 2,976 poin (0,33%) ke level 893,834.  Kemarin IHSG naik 14 poin berkat aksi beli selektif di saham-saham unggulan. Indeks semakin mendekati level 5.200.


Sementara situasi di bursa-bursa regional pagi hari Ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 39,54 poin (0,22%) ke level 17.550,56, Indeks Hang Seng anjlok 620,00 poin (2,58%) ke level 23.367,45, Indeks Komposit Shanghai turun 1,10 poin (0,04%) ke level 2.681,25, dan  Indeks Straits Times naik 24,54 poin (0,74%) ke level 3.330,18.


Semalam Wall Street terkoreksi cukup tajam di awal pekan. Pemicunya data ekonomi yang lesu dari seluruh dunia ditambah musim belanja liburan yang kurang bergairah.  Beberapa bursa di Asia pagi ini rata-rata melemah setelah merespons koreksi tajam Wall Street semalam. Hanya pasar saham Singapura yang bisa menemani IHSG di zona hijau. [geng]


 



Bursa Global Melambat, IHSG Naik Tipis

Wednesday, November 19, 2014

Dana Asing Masuk, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll  - Pada perdagangan Rabu (19/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  melemah tipis sebesar tiga poin menjadi Rp 12.128 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.125 per dolar AS.   Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil keluar dari zona merah sampai penutupan perdagangan. Indeks ditutup naik poin 25 poin.  Saham-saham unggulan kembali menjadi incaran aksi beli investor. Indeks pun sempat menanjak ke titik tertingginya hari ini di 5.140.


Sebagian investor  bersikap waspada menanti publikasi pertemuan Federal Reserve yang akan dirilis pada Kamis besok (20/11) waktu setempat. Pertemuan itu dapat memberikan petunjuk bagi investor menentukan investasinya ke depannya.  Euforia kenaikan harga BBM subsidi juga menjadi salah satu penahan depresiasi mata uang rupiah sehingga fluktuasinya masih dalam kisaran yang stabil.  Selain itu,   keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 7,75%, membuat aset keuangan Indonesia akan terlihat lebih menarik bagi investor asing.


Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat 21,182 poin (0,42%) ke level 5.123,651 berkat aksi beli di saham-saham unggulan. Indeks berhasil menghindari zona merah sejak pembukaan perdagangan. Investor asing paling getol berburu saham. Sembilan sektor pun berhasil menguat, kecuali sektor aneka industri yang terkena aksi ambil untung.


Pada akhir perdagangan  IHSG ditutup bertambah 25,464 poin (0,50%) ke level 5.127,933. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 4,652 poin (0,53%) ke level 881,238.  Dana asing kembali masuk lantai bursa. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 424,214 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 239.613 kali dengan volume 5,836 miliar lembar saham senilai Rp 5,752 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 107 turun, dan 86 saham stagnan.  Rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan dengan negatif sore hari ini, berbeda dengan BEI yang bertahan di zona hijau. Pasar saham Singapura yang berhasil ditutup positif. [geng]



Dana Asing Masuk, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Monday, November 17, 2014

Indeks Unggulan Bergerak Positif, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Financeroll – Setelah pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi,   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 23 poin.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik 23,161 poin (0,46%) ke level 5.077,104. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat 5,824 poin (0,67%) ke level 873,042.


Pada awal perdagangan, Selasa (18/11), IHSG melaju 34,938 poin (0,69%) ke level 5.088,881. Indeks LQ45 menanjak 7,864 poin (0,91%) ke level 875,082.  Aksi beli langsung marak dilakukan investor asing. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli pagi hari ini.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG bertambah 35,036 poin (0,69%) ke level 5.088,979. Sementara Indeks LQ45 menguat 7,685 poin (0,89%) ke level 874,903.  Kemarin IHSG masih bergerak lesu di awal pekan hanya naik 4 poin. Investor masih menanti kepastian rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.


 Adapun  situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 324,37 poin (1,91%) ke level 17.298,17, Indeks Hang Seng menipis 9,12 poin (0,04%) ke level 23.787,96, Indeks Komposit Shanghai melemah 2,84 poin (0,11%) ke level 2.471,17, dan  Indeks Straits Times naik 15,05 poin (0,46%) ke level 3.303,72.


Sementara itu, Indeks S&P 500 di pasar saham Wall Street berhasil mencetak rekor berkat aksi korporasi emiten bernilai USD  100 miliar. Sentimen negatif  Jepang yang masuk resesi bisa ditepis dengan baik. Bursa-bursa di Asia bergerak mixed pagi hari ini. Bursa Jepang sudah pulih dari keterpurukan kemarin pasca ekonominya diumumkan masuk resesi. [geng]


 



Indeks Unggulan Bergerak Positif, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Wednesday, November 12, 2014

Bertahan di Jalur Hijau, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll – Setelah melaju di jalur hijau sepanjang hari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum penguatan sampai penutupan perdagangan. Indeks menguat 16 poin berkat aksi beli investor asing.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 14,957 poin (0,30%) ke level 5.047,241 berkat aksi beli di saham-saham unggulan. Investor asing mulai kembali berani berburu saham.


Hasil pertemuan Jokowi di tingkat internasional memberi sentimen positif bagi investor. Minat investor asing untuk menanam uang di Indonesia pun makin tinggi.  Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 27,007 poin (0,54%) ke level 5.059,291 setelah dana asing mengalir masuk lagi ke lantai bursa. Posisi IHSG yang sudah rendah dimanfaatkan investor untuk berburu saham.


Pada penutupan  perdagangan, Selasa (11/11), IHSG naik 16,557 poin (0,33%) ke level 5.048,841. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,158 poin (0,48%) ke level 863,198.  Aksi beli investor asing itu berhasil mendorong delapan indeks sektoral menguat. Hanya dua sektor melemah akibat aksi jual, yaitu sektor perdagangan dan pertambangan.


Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih senila Rp 372,877 miliar di pasar reguler.  Sementara di seluruh pasar nilainya Rp 2,144 triliun.  Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 206.686 kali dengan volume 4,685 miliar lembar saham senilai Rp 6 triliun. Sebanyak 176 saham naik, 94 turun, dan 74 saham stagnan.


Volume dan nilai transaksi perdagangan saham hari ini naik tinggi gara-gara transaksi tutup sendiri saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebesar Rp 1,5 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi broker Indo Premier Securities (PD).  Rata-rata bursa regional menutup perdagangan di zona hijau sore hari ini. Hanya pasar saham Singapura yang melemah terkena aksi ambil untung.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 550 ke Rp 24.150, Matahari (LPPF) naik Rp 475 ke Rp 14.900, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 420 ke Rp 2.400, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 350 ke Rp 7.025.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Adira Finance (ADMF) turun Rp 2.275 ke Rp 9.175, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 19.425, United Tractor (UNTR) turun Rp 625 ke Rp 18.500, dan Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 275 ke Rp 12.600.


Sedangkan  situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 72,94 poin (0,43%) ke level 17.197,05, Indeks Hang Seng menguat 129,90 poin (0,55%) ke level 23.938,18, Indeks Komposit Shanghai menanjak 24,80 poin (1,00%) ke level 2.494,48, dan  Indeks Straits Times melemah 10,70 poin (0,33%) ke level 3,281.45. [geng]



Bertahan di Jalur Hijau, IHSG Ditutup Menguat

Sunday, November 9, 2014

Aksi Beli Mendominasi, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menguat secara perlahan berkat aksi beli selektif. Posisi Indeks sudah cukup rendah akibat tekanan jual di akhir pekan lalu.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik 9,876 poin (0,20%) ke level 4.997,3. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat 2,483 poin (0,29%) ke level 849,769.


Pada awal perdagangan awal pekan, Senin (10/11), IHSG dibuka bertambah 11,123 poin (0,22%) ke level 4.998,547. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 2,474 poin (0,29%) ke level 849,760.  Aksi beli selektif dilakukan investor lokal. Aksi beli ini membuat saham-saham unggulan berhasil menguat pagi hari ini.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat 8,444 poin (0,17%) ke level 4.995,868. Sementara Indeks LQ45 naik 1,532 poin (0,20%) ke level 848,954.  Akhir pekan lalu IHSG anjlok 46 gara-gara tekanan jual investsor asing. Indeks pun balik lagi ke kisaran 4.900-an.


Sementara itu, nilai tukar dolar di pasar dunia turun, sementara pasar saham Wall Street stagnan pada perdagangan akhir pekan lalu. Padahal laporan ekonomi di AS menyatakan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja, dan penurunan pengangguran.  Rata-rata bursa regional pagi hari ini bergerak positif. Hanya bursa saham Jepang yang melemah karena sudah naik tinggi sepanjang pekan lalu.


Sedangkan pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini: Indeks Nikkei 225 melemah 101,37 poin (0,60%) ke level 16.779,01, Indeks Hang Seng melonjak 431,39 poin (1,83%) ke level 23.981,63, Indeks Komposit Shanghai menguat 11,70 poin (0,48%) ke level 2.429,87, dan  Indeks Straits Times naik 24,87 poin (0,76%) ke level 3.311,26.  [geng]



Aksi Beli Mendominasi, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Thursday, November 6, 2014

Sesi Pertama: Aksi Jual Mendominasi, IHSG Terpangkas

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena koreksi cukup dalam gara-gara aksi jual investor asing. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi satu-satunya bursa yang merah di regional. Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 0,866 poin (0,02%) ke level 5.033,365. Namun aksi beli investor domestik membawa IHSG balik arah ke zona hijau.


Terpantau Indeks tak bertahan lama di zona hijau, hanya mampu naik ke titik tertingginya hari ini di 5.040,971. Tekanan jual dari investor asing membuat indeks jatuh lagi ke teritori negatif.  Menutup perdagangan Sesi I, Jumat (7/11), IHSG turun 24,939 poin (0,50%) ke level 5.009,292. Sementara Indeks unggulan LQ45 melemah 5,493 poin (0,64%) ke level 852,123.


Selain itu, tak satu pun indeks sektoral yang mampu menguat, semua merah gara-gara aksi jual. Saham-saham unggulan yang pagi tadi naik siang ini langsung kena koreksi.  Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 101.469 kali dengan volume 2,864 miliar lembar saham senilai Rp 2,097 triliun. Sebanyak 97 saham naik, 147 turun, dan 78 saham stagnan.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tower Bersama (TBIG) naik Rp 400 ke Rp 9.125, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 250 ke Rp 11.050, First Media (KBLV) naik Rp 205 ke Rp 2.900, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 175 ke Rp 6.375.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indofood (INDF) turun Rp 425 ke Rp 23.125, Pioneerindo (PTSP) turun Rp 350 ke Rp 5.500, Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 225 ke Rp 8.575, dan BCA (BBCA) turun Rp 200 ke Rp 12.775.


Beberapa bursa regional kompak menguat hingga siang hari ini. Sentimen positif datang dari Wall Street yang semalam berhasil cetak rekor baru.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini: Indeks Nikkei 225 naik 72,13 poin (0,43%) ke level 16.864,61, Indeks Hang Seng bertambah 33,33 poin (0,14%) ke level 23.682,64, Indeks Komposit Shanghai menguat 14,43 poin (0,59%) ke level 2.440,29, dan  Indeks Straits Times tumbuh 4,14 poin (0,13%) ke level 3.295,10. [geng]



Sesi Pertama: Aksi Jual Mendominasi, IHSG Terpangkas

Sempat Melemah, IHSG Berbalik ke Jalur Hijau

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan akhir pekan dengan melemah tipis. Namun aksi beli investor domestik membawa IHSG balik arah ke zona hijau.  Membuka perdagangan preopening, IHSG menipis 0,866 poin (0,02%) ke level 5.033,365. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 berkurang 0,217 poin (0,03%) ke level 857,399.


Pada awal perdagangan akhir pekan, Jumat (7/11), IHSG naik tipia 3,274 poin (0,07%) ke level 5.037,505. Indeks LQ45 menguat tipis 0,697 poin (0,08%) ke level 858,313.  Aksi beli belum terlalu ramai pagi hari ini. Saham-saham unggulan yang diincar investor akhirnya bisa menguat, seperti di sektor tambang dan konsumer.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG bertambah 2,416 poin (0,05%) ke level 5.036,647. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 0,248 poin (0,03%) ke level 857,828.  Kemarin IHSG terpangkas 32 poin setelah investor asing memutuskan untuk melepas saham. Ekonomi Indonesia yang melambat juga masih menjadi sentimen negatif.


Adapun situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 menguat 103,39 poin (0,62%) ke level 16.895,87, Indeks Hang Seng melemah 46,31 poin (0,20%) ke level 23.649,31, Indeks Komposit Shanghai naik 6,61 poin (0,27%) ke level 2.425,86, dan  Indeks Straits Times bertambah 5,22 poin (0,16%) ke level 3.296,18.


Sementara itu, Wall Street bertahan di zona hijau setelah melawati perdagangan yang fluktuatif. Dow Jones dan S&P 500 berhasil cetak rekor baru.  Bursa-bursa regional pagi ini rata-rata dibuka di zona hijau memanfaatkan momentum rekor Wall Street semalam. Pasar saham Hong Kong malah ketinggalan di teritori negatif. [geng]


 



Sempat Melemah, IHSG Berbalik ke Jalur Hijau