Showing posts with label IHSG Terpangkas. Show all posts
Showing posts with label IHSG Terpangkas. Show all posts

Wednesday, January 14, 2015

Bursa Regional Melambat, IHSG Terpangkas

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 54 poin mengikuti jatuhnya bursa-bursa regional. Lemahnya harga minyak dan komoditas lain memberi sentimen negatif.  Indeks tak bertahan lama di zona hijau. Aksi jual investor asing memaksa Indeks jatuh ke teritori negatif, setelah itu sulit balik lagi ke zona hijau.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 0,687 poin (0,01%) ke level 5.213,672. Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang sempit.  Investor asing masih terus melepas saham. Sejak awal tahun ini pemodal asing sudah mencatat penjualan bersih senilai Rp 268,7 miliar.


Pada akhir perdagangan, Rabu (14/1), IHSG terjun 54,691 poin (1,05%) ke level 5.159,668. Sementara Indeks LQ45 menukik 10,618 poin (1,18%) ke level 886,936.  Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual. Investor asing semakin semangat melepas saham sehingga tak satu pun sektor yang bisa menguat.


Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 623,24 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler sebesar Rp 396,936 miliar. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 246.564 kali dengan volume 7,667 miliar lembar saham senilai Rp 5,439 triliun. Sebanyak 79 saham naik, 219 turun, dan 86 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 14.975, Blue Bird (BIRD) naik naik Rp 400 ke Rp 11.100, Inti Bangun (IBST) naik Rp 260 ke Rp 3.265, dan SMART (SMAR) naik Rp 100 ke Rp 6.900.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 1.000 ke Rp 24.900, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 650 ke Rp 3.255, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 600 ke Rp 7.100, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 475 ke Rp 4.500.


Sementara bursa di Asia kompak berjatuhan ke zona merah jelang penutupan perdagangan. Tak satu pun pasar saham yang bisa menguat.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 anjlok 291,75 poin (1,71%) ke level 16.795,96, Indeks Hang Seng melemah 103,37 poin (0,43%) ke level 24.112,60, Indeks Komposit Shanghai turun 12,86 poin (0,40%) ke level 3.222,44, dan  Indeks Straits Times berkurang 8,40 poin (0,25%) ke level 3.332,67. [geng]



Bursa Regional Melambat, IHSG Terpangkas

Thursday, November 6, 2014

Sesi Pertama: Aksi Jual Mendominasi, IHSG Terpangkas

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena koreksi cukup dalam gara-gara aksi jual investor asing. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi satu-satunya bursa yang merah di regional. Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 0,866 poin (0,02%) ke level 5.033,365. Namun aksi beli investor domestik membawa IHSG balik arah ke zona hijau.


Terpantau Indeks tak bertahan lama di zona hijau, hanya mampu naik ke titik tertingginya hari ini di 5.040,971. Tekanan jual dari investor asing membuat indeks jatuh lagi ke teritori negatif.  Menutup perdagangan Sesi I, Jumat (7/11), IHSG turun 24,939 poin (0,50%) ke level 5.009,292. Sementara Indeks unggulan LQ45 melemah 5,493 poin (0,64%) ke level 852,123.


Selain itu, tak satu pun indeks sektoral yang mampu menguat, semua merah gara-gara aksi jual. Saham-saham unggulan yang pagi tadi naik siang ini langsung kena koreksi.  Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 101.469 kali dengan volume 2,864 miliar lembar saham senilai Rp 2,097 triliun. Sebanyak 97 saham naik, 147 turun, dan 78 saham stagnan.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tower Bersama (TBIG) naik Rp 400 ke Rp 9.125, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 250 ke Rp 11.050, First Media (KBLV) naik Rp 205 ke Rp 2.900, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 175 ke Rp 6.375.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indofood (INDF) turun Rp 425 ke Rp 23.125, Pioneerindo (PTSP) turun Rp 350 ke Rp 5.500, Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 225 ke Rp 8.575, dan BCA (BBCA) turun Rp 200 ke Rp 12.775.


Beberapa bursa regional kompak menguat hingga siang hari ini. Sentimen positif datang dari Wall Street yang semalam berhasil cetak rekor baru.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini: Indeks Nikkei 225 naik 72,13 poin (0,43%) ke level 16.864,61, Indeks Hang Seng bertambah 33,33 poin (0,14%) ke level 23.682,64, Indeks Komposit Shanghai menguat 14,43 poin (0,59%) ke level 2.440,29, dan  Indeks Straits Times tumbuh 4,14 poin (0,13%) ke level 3.295,10. [geng]



Sesi Pertama: Aksi Jual Mendominasi, IHSG Terpangkas

Thursday, October 9, 2014

Sentimen Negatif Menerpa, IHSG Terpangkas

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas  45 poin  terkena sentimen negatif pelemahan bursa global tadi malam. Bursa Asia yang kompak melemah juga ikut menekan pergerakan IHSG.  Membuka perdagangan preopening, IHSG melemah 45,595 poin (0,91%) ke level 4.948,284. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 turun 11,423 poin (1,35%) ke level 832,973.


Pada awal perdagangan akhir pekan, Jumat (10/10), IHSG anjlok 57,742 poin (1,16%) ke level 4.936,137. Indeks LQ45 jatuh 13,073 poin (1,55%) ke level 831,323.  Aksi jual saham langsung muncul sejak pembukaan perdagangan. Seluruh lapisan saham jadi sasaran aksi jual.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG amblas 54,128 poin (1,08%) ke level 4.939,751. Sementara Indeks LQ45 terjun 11,338 poin (1,34%) ke level 833,058.  Kemarin IHSG rebound 43 poin didorong positifnya bursa global dan regional. Indeks gagal balik ke level 5.000.


Sementara itu, situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 185,65 poin (1,20%) ke level 15.293,28, Indeks Hang Seng jatuh 346,58 poin (1,47%) ke level 23.187,95, Indeks Komposit Shanghai amblas 14,54 poin (0,61%) ke level 2.374,83, dan  Indeks Straits Times melemah 30,53 poin (0,94%) ke level 3.228,72.


Sementara itu, Wall Street terkoreksi tajam akibat aksi jual masif. Investor khawatir pertumbuhan ekonomi dan kinerja emiten yang mengecewakan.  Bursa-bursa di Asia kompak bergerak di teritori negatif pagi hari ini. Maraknya sentimen negatif membuat bursa regional sulit bergerak ke atas. [geng]



Sentimen Negatif Menerpa, IHSG Terpangkas