Showing posts with label frekuensi transaksi. Show all posts
Showing posts with label frekuensi transaksi. Show all posts

Sunday, January 18, 2015

Sesi Pertama: Sempat Menguat, IHSG Bergerak Landai

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat  tinggi di awal perdagangan tapi siang ini berakhir stagnan. Investor domestik tak kuat mengimbangi aksi jual investor asing.  Indeks sempat naik sampai ke titik tertingginya di 5.171 tapi hanya bertahan sebentar karena aksi jual masih marak.


Menutup perdagangan Sesi I, Senin (19/1), IHSG menipis 0,261 poin (0,01%) ke level 5.148,118. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,754 poin (0,09%) ke level 887,097.  Saham-saham lapis dua yang terkena aksi jual. Tiga sektor akhirnya melemah, yaitu sektor industri dasar, infrastruktur, dan manufaktur.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 136.249 kali dengan volume 2,705 miliar lembar saham senilai Rp 2,971 triliun. Sebanyak 152 saham naik, 105 turun, dan 78 saham stagnan.  Pasar saham Tiongkok anjlok sangat dalam setelah pemerintah setempat menghentikan perdagangan tiga broker terbesarnya untuk investigasi soal transaksi marjin yang berisiko tinggi.


Sedangkan saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 425 ke Rp 60.350, Lion Metal (LION) naik Rp 200 ke Rp 9.900, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 200 ke Rp 10.450, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 175 ke Rp 15.075.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 775 ke Rp 14.225, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 21.600, Blue Bird (BIRD) turun Rp 500 ke Rp 11.600, dan Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 400 ke Rp 1.200.


Sementara itu, bursa-bursa Asia lainnya masih bisa menguat didorong oleh sentimen positif dari Wall Street semalam, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 137,29 poin (0,81%) ke level 17.001,45, Indeks Hang Seng anjlok 274,65 poin (1,14%) ke level 23.828,87, Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 212,78 poin (6,30%) ke level 3.163,72, dan  Indeks Straits Times menguat 7,44 poin (0,23%) ke level 3.308,12. [geng]


 



Sesi Pertama: Sempat Menguat, IHSG Bergerak Landai

Thursday, January 15, 2015

Bursa Regional Bergerak Positif, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 29 poin, kompak menguat bersama bursa-bursa regional. Saham-saham unggulan dikoleksi investor domestik.  Indeks sempat naik cukup tinggi di awal perdagangan, sampai ke level 5.193. Aksi jual investor asing menghambat penguatan IHSG.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat 20,648 poin (0,40%) ke level 5.180,316. meski investor asing gencar melepas saham. Saham-saham unggulan menahan Indeks di jalur hijau.  Sembilan indeks sektoral berhasil menguat, hanya sektor perdagangan yang masih merah. Investor juga masih menanti pengumuman BI Rate oleh Bank Indonesia (BI).


Pada akhir perdagangan, Kamis (15/1), IHSG ditutup melaju 29,044 poin (0,56%) ke level 5.188,712. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,749 poin (0,76%) ke level 893,685.  Dana asing belum berhenti mengalir keluar lantai bursa sejak awal tahun ini. Transaksi investor asing sore ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 620,14 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 229.336 kali dengan volume 7,082 miliar lembar saham senilai Rp 6,111 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 99 turun, dan 93 saham stagnan. Bursa regional bisa menepis sentimen negatif dari pasar global, mulai dari melemahnya Wall Street hingga harga minyak dunia yang tiarap. Bursa regional kompak menguat di akhir perdagangan hari ini.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Blue Bird (BIRD) naik Rp 475 ke Rp 11.575, Indocement (INTP) naik Rp 475 ke Rp 24.850, Matahari (LPPF) naik Rp 450 ke Rp 14.650, dan Impack (IMPC) naik Rp 275 ke Rp 5.775.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Trikomsel (TRIO) turun Rp 330 ke Rp 1.065, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 175 ke Rp 11.700, Siloam (SILO) turun Rp 125 ke Rp 13.100, dan Logindo (LEAD) turun Rp 105 ke Rp 2.220.


Sementara situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 melompat 312,74 poin (1,86%) ke level 17.108,70, Indeks Hang Seng naik 238,31 poin (0,99%) ke level 24.350,91, Indeks Komposit Shanghai meroket 114,02 poin (3,54%) ke level 3.336,45, dan  Indeks Straits Times menguat 11,19 poin (0,34%) ke level 3.337,35. [geng]


 



Bursa Regional Bergerak Positif, IHSG Ditutup Menguat

Monday, January 12, 2015

Sesi Pertama: Laju Saham Unggulan Terhambat, IHSG Melambat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menanjak kembali ke level 5.200. Penguatan ini terhambat oleh tekanan jual di saham-saham unggulan.  Beberapa saham lapis dua naik cukup tinggi pagi hari ini. Investor asing masih juga menjual saham, dan ini sudah terjadi sejak awal tahun.


Menutup perdagangan Sesi I, Selasa (13/1), IHSG menguat 9,165 poin (0,18%) ke level 5.197,098. Sementara Indeks LQ45 bertambah 4,983 poin (0,56%) ke level 895,814.  Indeks sempat menanjak ke titik tertingginya hari ini di level 5.215. Sayangnya penguatan ini terhambat oleh aksi jual investor asing.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 152.186 kali dengan volume 7,276 miliar lembar saham senilai Rp 5,024 triliun. Sebanyak 139 saham naik, 136 turun, dan 83 saham stagnan.  Nilai dan volume perdagangan siang ini melonjak berkat transaksi tutup sendiri saham PT Pakuwon Tbk (PWON) senilai Rp 1,1 triliun. Transaksi di pasar negosiasi ini difasilitais broker UBS Securities (AK).


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 148.000, Unilever (UNVR) naik Rp 975 ke Rp 33.075, Indocement (INTP) naik Rp 475 ke Rp 24.675, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 325 ke Rp 10.800.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 1.500 ke Rp 6.500, SMART (SMAR) turun Rp 500 ke Rp 6.700, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 300 ke Rp 4.800, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 250 ke Rp 12.050.


Sementara itu, pergerakan bursa-bursa di regional masih sama seperti pagi tadi. Sentimen negatif dari Wall Street dan lesunya harga minyak masih memberi tekanan.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 247,15 poin (1,44%) ke level 16.950,58, Indeks Hang Seng menguat 135,28 poin (0,56%) ke level 24.161,74, Indeks Komposit Shanghai naik 9,43 poin (0,29%) ke level 3.238,75, dan  Indeks Straits Times berkurang 7,94 poin (0,24%) ke level 3.336,95. [geng]



Sesi Pertama: Laju Saham Unggulan Terhambat, IHSG Melambat

Thursday, January 8, 2015

Sesi Pertama: Aksi Beli Lebih Masif, IHSG Bertahan di Jalur Hijau

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan positif dengan menguat 17 poin. Indeks hampir menyentuh posisi rekor tertinggi yang diraihnya September lalu.  Kabar baik juga datang dari Eropa, yang beberapa hari lalu sempat menjadi penyebab sentimen negatif. Bank sentral Uni Eropa (ECB) berkomitmen untuk mengerahkan segala daya demi mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan tersebut.


Menutup perdagangan Sesi I, Jumat (9/1), IHSG menguat 17,853 poin (0,34%) ke level 5.229,681. Sementara Indeks unggulan LQ45 naik 4,358 poin (0,49%) ke level 902,359.  Indeks berhasil menghindari zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks sempat naik cukup tinggi hingga ke titik tertingginya di level 5.238,386.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 135.086 kali dengan volume 5,219 miliar lembar saham senilai Rp 4,167 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 92 turun, dan 108 saham stagnan.  Bursa-bursa regional masih kompak bergerak di zona hijau hingga siang hari ini. Sentimen positif dari pasar global bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku pasar.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 850 ke Rp 26.075, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 725 ke Rp 15.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 68.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 325 ke Rp 17.225.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 850 ke Rp 21.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 60.450, Unilever (UNVR) turun Rp 325 ke Rp 33.050, dan Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 250 ke Rp 4.800.


Sementara bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 menguat 101,89 poin (0,59%) ke level 17.268,99, Indeks Hang Seng melonjak 247,83 poin (1,04%) ke level 24.083,36, Indeks Komposit Shanghai naik 8,17 poin (0,25%) ke level 3.301,63, dan  Indeks Straits Times tumbuh 5,87 poin (0,18%) ke level 3.350,98. [geng]


 



Sesi Pertama: Aksi Beli Lebih Masif, IHSG Bertahan di Jalur Hijau

Tuesday, December 9, 2014

Aksi Jual Masih, IHSG Ditutup Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 21 poin akibat aksi jual yang marak dilakukan investor asing. Sentimen negatif banyak beredar dari luar negeri.  Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Posisi terendah yang sempat disinggahi Indeks ada di level 5.122.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG turun tipis 8,686 poin (0,17%) ke level 5.135,328 gara-gara berlajutnya aksi ambil untung. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.  Investor asing paling getol lepas saham hingga siang tadi. Tapi indeks sektoral di lantai bursa bergerak seimbang, ada lima yang turun dan ada lima yang naik.


Pada akhir perdagangan, Selasa (9/12), IHSG ditutup terkoreksi 21,701 poin (0,42%) ke level 5.122,312. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 3,366 poin (0,38%) ke level 880,912.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 461,041 miliar di seluruh pasar. Sedangkan nilai jual bersihnya di pasar reguler Rp 618,287 miliar.


Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 250.541 kali dengan volume 7,482 miliar lembar saham senilai Rp 5,064 triliun. Sebanyak 133 saham naik, 153 turun, dan 94 saham stagnan.  Turunnya harga minyak dunia menjadi sentimen negatif di tengah lemahnya data ekonomi Tiongkok dan Jepang. Bursa-bursa di Asia sore ini rata-rata melemah.


Semantara  situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melemah 122,26 poin (0,68%) ke level 17.813,38, Indeks Hang Seng jatuh 561,84 poin (2,34%) ke level 23.485,83, Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 163,99 poin (5,43%) ke level 2.856,27, dan  Indeks Straits Times naik 11,98 poin (0,36%) ke level 3.309,82.  [geng]



Aksi Jual Masih, IHSG Ditutup Melemah

Monday, December 1, 2014

Data Inflasi Dirilis , Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll - Pada perdagangan Senin (1/12) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  bergerak melemah 90 poin menjadi Rp 12.295 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.205 per dolar AS.  Kondisi mata uang dolar AS yang terus bergerak menguat di pasar Asia berdampak negatif bagi nilai tukar rupiah di pasar uang domestik.  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 14 poin berkat aksi beli selektif di saham-saham unggulan. Indeks semakin mendekati level 5.200.  Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 0,492 poin (0,01%) ke level 5.150,380.


Laju mata uang rupiah masih bergerak stabil menyusul data ekonomi Indonesia yang tidak terlalu buruk, meski mencatatkan inflasi namun itu sudah diprediksi. Sementara neraca perdagangan mencatatkan surplus.  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menyumbang inflasi November 2014 yang sebesar 1,5 %.  Laju inflasi tahun kalender Januari-November 2014 telah mencapai 5,75% dan inflasi secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 6,23 %.


Sementara neraca perdagangan Oktober 2014 mengalami surplus sebesar USD  23,2 juta, dimana kinerja ekspor mencapai USD  15,35 miliar dan impor sebesar USD  15,33 miliar. Keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi meningkatkan harapan akan lebih cepatnya perbaikan defisit neraca transaksi berjalan Indonesia.  Ini mungkin dapat meredam potensi pelemahan rupiah yang berlebihan. Seiring pelemahan  pada transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI)  mata uang lokal ini juga bergerak melemah menjadi Rp 12.264 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.196 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 6,203 poin (0,12%) ke level 5.156,091. Indeks balik arah positif setelah pengumuman inflasi. Pagi tadi aksi jual sempat membawa indeks ke teritori negatif.  Pada akhir  perdagangan awal pekan, Senin (1/12), IHSG ditutup bertambah 14,400 poin (0,28%) ke level 5.164,288. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 4,365 poin (0,49%) ke level 890,699.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 67,711 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 218.731 kali dengan volume 6,346 miliar lembar saham senilai Rp 5,744 triliun. Sebanyak 134 saham naik, 170 turun, dan 79 saham stagnan.  Harga minyak dunia yang masih dalam tren melemah membuat pelaku pasar khawatir, akhirnya banyak terjadi aksi jual. Bursa-bursa regional pun rata-rata berakhir di zona merah hari ini.


Sedangkan situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 130,25 poin (0,75%) ke level 17.590,10, Indeks Hang Seng anjlok 620,00 poin (2,58%) ke level 23.367,45, Indeks Komposit Shanghai menipis 2,68 poin (0,10%) ke level 2.680,16, dan  Indeks Straits Times jatuh 45,72 poin (1,36%) ke level 3.304,78. [geng]



Data Inflasi Dirilis , Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Monday, November 24, 2014

Bursa Regional Menguat, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll – Pada perdagangan Selasa (24/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin sore, menguat sebesar 17 poin menjadi Rp 12.129 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.146 per dolar AS.   Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum penguatan sepanjang hari. Indeks menutup perdagangan dengan melaju 29 poin.  Pada pembukaan  IHSG menguat 21,903 poin (0,43%) ke level 5.133,948 mengekor penguatan bursa-bursa regional.


Kebijakan Tiongkok itu akan merangsang permintaan ekspornya, Indonesia yang merupakan salah satu mitra dagang Tiongkok akan mendapatkan imbas positif.  Dari dalam negeri,  sentimen dari penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diikuti dengan kebijakan Bank Indonesia yang menaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 7,75% masih dirasakan positif meski cenderung mulai mereda.  Keputusan bank sentral Tiongkok yang menurunkan suku bunga pinjaman dan deposito masing-masing menjadi 5,6% dan 2,75% telah meningkatkan harapan akan membaiknya kondisi perekonomian mitra dagang utama Indonesia tersebut.


Investor masih khawatir dengan outlook kebijakan moneter AS. Pasar masih khawatir menghadapi prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed rate) pada tahun 2015 mendatang yang dapat menjaga kinerja dolar AS tetap baik.  Seiring dengan penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah BI, mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.122 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.161 per dolar AS.


Dari bursa saham, Indeks terus menanjak secara perlahan sejak pembukaan perdagangan. Indeks semakin mendekati level psikologis 5.200.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG naik 28,982 poin (0,57%) ke level 5.141,027 berkat aksi beli di saham-saham unggulan. Saham pertambangan dan perkebunan memimpin penguatan.


Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks pada perdagangan hari ini ada di level 5.157,084. Laju penguatan indeks sempat tertahan aksi jual di saham-saham konstruksi.  Menutup perdagangan awal pekan  IHSG melaju 29,719 poin (0,58%) ke level 5.141,764. Sementara Indeks unggulan LQ45 menanjak 8,371 poin (0,95%) ke level 886,929.


Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa bisa menguat, hanya sektor konstruksi yang melemah. Pelaku pasar domestik mendominasi transaksi di bursa hari ini.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 142,943 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler sebesar Rp 212,008 miliar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 247.749 kali dengan volume 6,521 miliar lembar saham senilai Rp 5,042 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 130 turun, dan 91 saham stagnan.  Pergerakan bursa-bursa regional menjadi variatif hingga siang hari ini. Bursa saham Singapura terkena aksi ambil untung setelah naik cukup tinggi. Rencana stimulus pemerintah Tiongkok membuatnya bursanya naik tinggi.


Sementara Bursa saham Tiongkok dan Hong Kong menanjak cukup tinggi didorong sentimen positif rencana pemberan stimulus dari pemerintah Tiongkok. Bursa saham Jepang hari ini tidak berdagangan menyambut libur nasioanal.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Hang Seng melonjak 456,02 poin (1,95%) ke level 23.893,14,  Indeks Komposit Shanghai menanjak 46,09 poin (1,85%) ke level 2.532,88, dan  ndeks Straits Times turun 4,47 poin (0,13%) ke level 3.340,85. [geng]



Bursa Regional Menguat, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Friday, November 14, 2014

Akhir Pekan, IHSG Ditutup Mendatar

 


Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir datar menutup perdagangan akhir pekan. Setelah bergerak fluktuatif, IHSG ujung-ujungnya hanya naik tipis kurang dari satu poin. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 1,030 poin (0,02%) ke level 5.047,638. Investor kembali memilih lakukan aksi tunggu sampai ada kepastian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.


Indeks bergerak fluktuatif, naik-turun antara zona positif dan negatif. Belum ada katalis positif yang bisa jadi penggerak saham-saham.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936. Investor belum bersemangat sehingga perdagangan berjalan lesu.


Bursa domestik hanya sempat naik ke posisi tertingginya hari ini di 5.068 tapi setelah itu langsung jatuh lagi ke zona merah. Investor domestik yang paling aktif bertransaksi.  Pada akhir perdagangan akhir pekan, Jumat (14/11), IHSG naik tipis 0,820 poin (0,02%) ke level 5.049,488. Sementara Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 0,965 poin (0,11%) ke level 865,517.


Harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak banyak berubah. Investor asing juga masih memilih untuk melepas saham sejak pagi tadi.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 229,803 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler ada pembelian bersih Rp 213,935 miliar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 170.194 kali dengan volume 5,11 miliar lembar saham senilai Rp 4,699 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 154 turun, dan 92 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau. Bursa saham Tiongkok kena koreksi akibat aksi ambil untung.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 1.825 ke Rp 11.600, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 375 ke Rp 15.975, Indocement (INTP) naik Rp 275 ke Rp 24.200, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 260 ke Rp 3.500.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.000 ke Rp 8.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 17.650, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 23.250, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 375 ke Rp 11.975.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini, antara lain:  Indeks Nikkei 225 naik 98,04 poin (0,56%) ke level 17.490,83, Indeks Hang Seng bertambah 67,44 poin (0,28%) ke level 24.087,38, Indeks Komposit Shanghai melemah 6,78 poin (0,27%) ke level 2.478,82, dan  Indeks Straits Times menguat 4,84 poin (0,15%) ke level 3.309,77. [geng]



Akhir Pekan, IHSG Ditutup Mendatar

Wednesday, November 12, 2014

Bertahan di Jalur Hijau, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll – Setelah melaju di jalur hijau sepanjang hari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum penguatan sampai penutupan perdagangan. Indeks menguat 16 poin berkat aksi beli investor asing.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 14,957 poin (0,30%) ke level 5.047,241 berkat aksi beli di saham-saham unggulan. Investor asing mulai kembali berani berburu saham.


Hasil pertemuan Jokowi di tingkat internasional memberi sentimen positif bagi investor. Minat investor asing untuk menanam uang di Indonesia pun makin tinggi.  Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 27,007 poin (0,54%) ke level 5.059,291 setelah dana asing mengalir masuk lagi ke lantai bursa. Posisi IHSG yang sudah rendah dimanfaatkan investor untuk berburu saham.


Pada penutupan  perdagangan, Selasa (11/11), IHSG naik 16,557 poin (0,33%) ke level 5.048,841. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,158 poin (0,48%) ke level 863,198.  Aksi beli investor asing itu berhasil mendorong delapan indeks sektoral menguat. Hanya dua sektor melemah akibat aksi jual, yaitu sektor perdagangan dan pertambangan.


Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih senila Rp 372,877 miliar di pasar reguler.  Sementara di seluruh pasar nilainya Rp 2,144 triliun.  Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 206.686 kali dengan volume 4,685 miliar lembar saham senilai Rp 6 triliun. Sebanyak 176 saham naik, 94 turun, dan 74 saham stagnan.


Volume dan nilai transaksi perdagangan saham hari ini naik tinggi gara-gara transaksi tutup sendiri saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebesar Rp 1,5 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi broker Indo Premier Securities (PD).  Rata-rata bursa regional menutup perdagangan di zona hijau sore hari ini. Hanya pasar saham Singapura yang melemah terkena aksi ambil untung.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 550 ke Rp 24.150, Matahari (LPPF) naik Rp 475 ke Rp 14.900, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 420 ke Rp 2.400, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 350 ke Rp 7.025.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Adira Finance (ADMF) turun Rp 2.275 ke Rp 9.175, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 19.425, United Tractor (UNTR) turun Rp 625 ke Rp 18.500, dan Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 275 ke Rp 12.600.


Sedangkan  situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 72,94 poin (0,43%) ke level 17.197,05, Indeks Hang Seng menguat 129,90 poin (0,55%) ke level 23.938,18, Indeks Komposit Shanghai menanjak 24,80 poin (1,00%) ke level 2.494,48, dan  Indeks Straits Times melemah 10,70 poin (0,33%) ke level 3,281.45. [geng]



Bertahan di Jalur Hijau, IHSG Ditutup Menguat

Thursday, November 6, 2014

Investor Asing Lepas Saham, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun  32 poin setelah investor asing memutuskan untuk melepas saham. Ekonomi Indonesia yang melambat juga masih menjadi sentimen negatif.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,113 poin (0,06%) ke level 5.069,945 mengekor penguatan bursa regional dan global. Aksi jual investor asing masih berlanjut.


Tercatat indeks masih bisa bertahan di zona hijau meski dengan penguatan yang tipis. Saham-saham unggulan di sektor komoditas masih bisa menguat.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 4,117 poin (0,08%) ke level 5.062,715. Indeks berjalan datar di tengah perdagangan yang sepi. Investor cenderung wait and see karena minim sentimen positif.


Indeks hanya naik ke titik tertingginya hari ini di 5.074 setelah itu turun lagi. Pelaku pasar masih menunggu rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.  Pada akhir perdagangan, Kamis (6/11), IHSG ditutup terkoreksi 32,601 poin (0,64%) ke level 5.034,231. Sementara Indeks unggulan LQ45 terpangkas 6,442 poin (0,75%) ke level 857,616.


Sejumlah saham unggulan jadi sasaran aksi jual investor asing. Transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net buy) senilai Rp 240,463 di seluruh pasar, sedangkan di pasar reguler net sell Rp 55,234 miliar.


Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 185.334 kali dengan volume 4,791 miliar lembar saham senilai Rp 4,639 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 174 turun, dan 79 saham stagnan.  Beberapa bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed sore hari ini. Minimnya sentimen positif membuat pasar saham regional bergerak lesu.


Untuk saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 475 ke Rp 19.075, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 70.850, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 225 ke Rp 11.025, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 175 ke Rp 7.625.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 525 ke Rp 11.975, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 7.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 61.300, dan Golden Energy (GEMS) turun Rp 290 ke Rp 1.705.


Sedangkan situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 144,84 poin (0,86%) ke level 16.792,48, Indeks Hang Seng turun 46,31 poin (0,20%) ke level 23.649,31, Indeks Komposit Shanghai naik 6,61 poin (0,27%) ke level 2.425,86, dan Indeks Straits Times menguat tipis 2,86 poin (0,09%) ke level 3.290,52. [geng]


 



Investor Asing Lepas Saham, IHSG Melemah

Sunday, November 2, 2014

Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 12 poin terkena aksi ambil untung investor domestik. Pekan lalu IHSG memang sudah naik cukup tinggi.  Namun aksi jual investor domestik membuat Indeks harus jatuh ke zona merah. Indeks terus turun hingga ke titik terendahnya hari ini di level 5.072.


Menutup perdagangan Sesi I, Senin (3/11), IHSG turun 12,287 poin (0,24%) ke level 5.077,260. Sementara Indeks unggulan LQ45 melemah 1,788 poin (0,21%) ke level 866,263.  Penguatan saham-saham berbasis perkebunan menahan koreksi IHSG sehingga tidak jatuh terlalu dalam. Tujuh sektor melemah, dipimpin sektor industri dasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 102.172 kali dengan volume 2,555 miliar lembar saham senilai Rp 2,355 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 148 turun, dan 80 saham stagnan.  Bursa-bursa regional bergerak variatif hingga siang hari ini setelah pasar saham Tiongkok jatuh ke teritori negatif. Rekor Wall Street pekan lalu masih memberi sentimen positif.


Adapun saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 400 ke Rp 23.900, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 375 ke Rp 8.875, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 300 ke Rp 9.100, dan Alakasa (ALKA) naik Rp 150 ke Rp 750.


Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 13.900 ke Rp 388.100, Malindo (MAIN) turun Rp 650 ke Rp 2.475, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 20.575, dan Indospring (INDS) turun Rp 405 ke Rp 1.695.


Sedangkan  bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Hang Seng menipis 24,24 poin (0,10%) ke level 23.973,82, Indeks Komposit Shanghai naik 14,82 poin (0,61%) ke level 2.435,00, Indeks Straits Times menguat 12,05 poin (0,37%) ke level 3.286,30. [geng]


 



Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Friday, October 31, 2014

Aksi Beli Mendominasi, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll – Pada perdagangan Jumat (31/10) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 52 poin menjadi Rp 12.030,  dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.082 per dolar AS. Pernyataan pemerintah mengenai penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebelum awal Januari 2015 menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang rupiah.  Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 30 poin berkat aksi beli  saham jelang akhir perdagangan. Stimulus Bank Sentral Jepang membuat indeks bursa-bursa di Asia melesat, termasuk IHSG.  Penguatan Indeks tertahan oleh aksi jual investor domestik.


Di sisi lain, ekspektasi pelaku pasar uang terhadap data ekonomi domestik yang sedianya akan dipublikan pada awal pekan depan Senin, (3/10) mengenai inflasi Oktober dan neraca perdagangan Indonesia periode September tahun ini diperkirakan membaik.  Inflasi diperkirakan di bawah 0,5 persen dan neraca perdagangan kembali mengalami surplus meski belum signifikan seiring negara tujuan ekspor Indonesia seperti Tiongkok masih mengalami perlambatan.  Penguatan mata uang rupiah masih dibatasi oleh kondisi eksternal yang cenderung mendukung penguatan dolar AS.


Saat ini Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara maju yang mengalami pertumbuhan ekonomi ekonomi yang baik dibandingkan Tiongkok, Jepang, dan lainnya.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Jumat (31/10) tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp 12.082 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.165 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 9,216 poin (0,18%) ke level 5.068,065 mengekor penguatan bursa-bursa regional. Aksi beli banyak dilakukan investor asing.  Indeks bergerak datar sepanjang perdagangan sesi sore. Sampai muncul aksi borong saham jelang penutupan perdagangan, IHSG pun melesat ke titik tertingginya hari ini.  Mengakhiri perdagangan bulan Oktober ini, IHSG menanjak 30,698 poin (0,61%) ke level 5.089,547. Sementara Indeks LQ45 bertambah 7,760 poin (0,90%) ke level 868,051.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 322,751miliar di pasar reguler dan negosiasi. Sedangkan untuk pasar reguler saja nilainya Rp 373,470 miliar.


Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 199.445 kali dengan volume 4,169 miliar lembar saham senilai Rp 5,684 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 126 turun, dan 87 saham stagnan.  Bank Sentral Jepang memberikan stimulus baru berupa menambah nilai pembelian exchange-traded fund (ETF) dan real estate investment trust, serta memperpanjang durasi portofolio di surat utang pemerintah Jepang.


Penguatan IHSG masih kalah dibandingkan dengan indek saham di bursa-bursa regional lain. Rata-rata penguatan indeks di bursa regional lebih dari 1%.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 terbang 755,56 poin (4,83%) ke level 16.413,76, Indeks Hang Seng melonjak 296,02 poin (1,25%) ke level 23.998,06, dan  Indeks Komposit Shanghai melesat 29,10 poin (1,22%) ke level 2.420,18, dan  Indeks Straits Times menanjak 33,82 poin (1,05%) ke level 3.268,13. [geng]



Aksi Beli Mendominasi, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Aksi Beli Lebih Masif, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 30 poin berkat aksi beli  saham jelang akhir perdagangan. Stimulus Bank Sentral Jepang membuat indeks bursa-bursa di Asia melesat, termasuk IHSG.  Penguatan Indeks tertahan oleh aksi jual investor domestik. Lajunya mulai melambat gara-gara investor lokal yang terus melepas saham.


Menutup  perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 9,216 poin (0,18%) ke level 5.068,065 mengekor penguatan bursa-bursa regional. Aksi beli banyak dilakukan investor asing.  Indeks bergerak datar sepanjang perdagangan sesi sore. Sampai muncul aksi borong saham jelang penutupan perdagangan, IHSG pun melesat ke titik tertingginya hari ini.


Mengakhiri perdagangan bulan Oktober ini, IHSG menanjak 30,698 poin (0,61%) ke level 5.089,547. Sementara Indeks LQ45 bertambah 7,760 poin (0,90%) ke level 868,051.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 322,751miliar di pasar reguler dan negosiasi. Sedangkan untuk pasar reguler saja nilainya Rp 373,470 miliar.


Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 199.445 kali dengan volume 4,169 miliar lembar saham senilai Rp 5,684 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 126 turun, dan 87 saham stagnan.  Bank Sentral Jepang memberikan stimulus baru berupa menambah nilai pembelian exchange-traded fund (ETF) dan real estate investment trust, serta memperpanjang durasi portofolio di surat utang pemerintah Jepang.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.400 ke Rp 57.750, United Tractor (UNTR) naik Rp 700 ke Rp 18.375, Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 23.500, dan Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 24.000.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.225 ke Rp 28.275, Emtek (EMTK) turun Rp 750 ke Rp 6.000, Tigaraksa (TGKA) turun Rp 475 ke Rp 2.500, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 71.100.


Penguatan IHSG masih kalah dibandingkan dengan indek saham di bursa-bursa regional lain. Rata-rata penguatan indeks di bursa regional lebih dari 1%.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 terbang 755,56 poin (4,83%) ke level 16.413,76, Indeks Hang Seng melonjak 296,02 poin (1,25%) ke level 23.998,06, dan  Indeks Komposit Shanghai melesat 29,10 poin (1,22%) ke level 2.420,18, dan  Indeks Straits Times menanjak 33,82 poin (1,05%) ke level 3.268,13. [geng]



Aksi Beli Lebih Masif, IHSG Ditutup Menguat

Thursday, October 23, 2014

Nantikan Sentimen Pendukung, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll - Pada perdagangan Kamis (23/10) nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah 40 poin menjadi Rp 12.053 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.013 per dolar AS.  Penguatan dolar AS pada pasar global membebani kinerja nilai tukar rupiah.   Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil tembus lagi level psikologis 5.100 setelah naik 29 poin. Investor mengoleksi saham secara selektif sambil menunggu pengumuman jajaran kabinet pemerintahan baru.


Dolar AS menguat setalah naiknya inflasi Amerika Serikat, itu menegaskan bahwa ekspektasi berakhirnya program pembelian obligasi bank sentral AS (the Fed) menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 30 Oktober mendatang.  Tercatat  indeks dolar AS juga terbantu oleh data indeks harga konsumen AS yang lebih bagus dari perkiraan pasar. Selain itu, kekhawatiran baru soal banyaknya perbankan Eropa yang tidak lulus “stress test” juga menjadi salah satu pendorong dolar AS.


Di sisi lain,  investor juga masih mengambil posisi “wait and see” terhadap susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang mendampingi selama lima tahun ke depan.  Diharapkan, pemerintahan Jokowi-JK dapat menjalankan kebijakan reformasi struktural yang diekspektasikan dapat mendorong perekonomian Indonesia.  Nilai tukar rupiah mengalami koreksi terhadap dolar AS pada Kamis ini (23/10), outlook mata uang domestik masih cukup netral berada di kisaran Rp 12.000-Rp 12.060 per dolar AS.  Seiring pelemahannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) mata uang domestik juga bergerak melemah menjadi Rp 12.034 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.026 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG naik 12,927 poin (0,25%) ke level 5.087,250. Indeks mendekati level 5.100 berkat aksi beli investor asing. Perdagangan berjalan sepi karena aksi tunggu investor.  Saham-saham yang kemarin naik cukup tinggi sempat dilepas untuk ambil untung. Untungnya aksi beli kembali muncul dan mendorong indeks balik arah ke zona hijau.


Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup 29,195 poin (0,58%) ke level 5.103,518. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 5,255 poin (0,61%) ke level 867,719.  Perdagangan berjalan sepi karena aksi tunggu investor menunggu pengumuman jajaran kabinet Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Aksi beli masih dilakukan oleh investor asing. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 7,55 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 193.612 kali dengan volume 4,486 miliar lembar saham senilai Rp 5,361 triliun. Sebanyak 165 saham naik, 123 turun, dan 102 saham stagnan.  Hanya pasar saham Singapura yang berhasil menemani BEI di teritori positif. Bursa-bursa Asia lainnya terjebak di zona merah.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 56,81 poin (0,37%) ke level 15.138,96, Indeks Hang Seng turun 70,79 poin (0,30%) ke level 23.333,18, Indeks Komposit Shanghai anjlok 24,14 poin (1,04%) ke level 2.302,42, dan  Indeks Straits Times menanjak 34,07 poin (1,06%) ke level 3.236,81. [geng]


 



Nantikan Sentimen Pendukung, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Wednesday, October 15, 2014

Aksi Beli Lebih Dominan, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 40 poin berkat aksi beli di saham-saham yang sudah murah. Indeks makin mendekati lagi level 5.000.  Indeks terus menanjak sejak awal perdagangan sampai ke titik tertingginya hari ini di 4.972. IHSG masih terus berusaha kembali ke level psikologis 5.000.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG melaju 36,793 poin (0,75%) ke level 4.959,375 setelah mulai ramai aksi beli di lantai bursa. Investor lokal paling banyak berburu saham ketimbang asing.  Saham-saham yang harganya sudah murah akibat koreksi kini jadi incaran investor. Saham-saham lapis dua naik cukup tinggi berkat aksi beli ini.


Pada akhir perdagangan, Rabu (15/10), IHSG ditutup menguat 40,358 poin (0,82%) ke level 4.962,940. Sementara Indeks LQ45 menanjak 7,769 poin (0,93%) ke level 839,113.  Saham-saham komoditas jadi penghambat laju IHSG setelah kena koreksi akibat dilepas investor asing. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 182,897 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 237.564 kali dengan volume 4,352 miliar lembar saham senilai Rp 6,204 triliun. Sebanyak 165 saham naik, 137 turun, dan 67 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia mempertahankan momentum dan menutup perdagangan dengan kompak di zona hijau. Bursa saham Jepang masih melaju paling kencang sampai sore ini.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Taisho (SQBI) naik Rp 6.000 ke Rp 333.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 410.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.525 ke Rp 58.325, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 1.100 ke Rp 7.100.


Sedangkan saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 85.000 ke Rp 1,3 juta, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.600 ke Rp 19.700, Astra Agro (AALI) turun Rp 975 ke Rp 20.825, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 17.200.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:  Indeks Nikkei 225 menguat 137,01 poin (0,92%) ke level 15.073,52,  Indeks Hang Seng naik 92,08 poin (0,40%) ke level 23.140,05, Indeks Komposit Shanghai menanjak 14,19 poin (0,60%) ke level 2.373,67, dan  Indeks Straits Times tumbuh 9,02 poin (0,28%) ke level 3.203,42. [geng]



Aksi Beli Lebih Dominan, IHSG Ditutup Menguat

Tuesday, October 14, 2014

Aksi Jual Terus Berlangsung, Pasar Uang Domestik Melemah

Financeroll - Pada perdagangan Selasa (14/10) nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore, melemah enam poin menjadi Rp 12.184 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.178 per dolar AS.  Penguatan mata uang dolar AS terhadap rupiah cenderung mulai tertahan menyusul kekhawatiran ivestor terhadap ekonomi global dan menigkatnya ketidakpastian waktu kenaikan tingkat suku bunga pertama oleh bank sentral AS (the Fed).   Sementara Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound 9 poin di tengah perdagangan yang sepi. Aksi beli selektif terhadap saham-saham murah jadi pendorong naiknya IHSG.


Pelaku pasar uang juga masih menanti kepastian susunan kabinet pemerintahan baru mendatang dan kebijakan yang akan direalisasikan dalam jangka pendek.  Pelaku pasar uang di dalam negeri mengharapkan pemerintahan baru nanti dapat merealisasikan kenaikan harga BBM bersubsidi. Dinaikkannya harga BBM subsidi itu dapat membuat ruang fiskal lebih terbuka.


Ruang fiskal yang besar dapat mendorong pengembangan infrastruktur, selama ini sektor itu menjadi salah satu  faktor pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi tertahan.   Potensi nilai tukar rupiah masuk ke dalam area positif cukup terbuka.  Seiring pelemahannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini juga bergerak melemah menjadi Rp 12.195 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.202 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG naik 10,083 poin (0,21%) ke level 4.923,136 berkat aksi beli di saham-saham yang sudah murah. Posisi IHSG sudah jenuh jual alias oversold.  Indeks sempat menanjak ke titik tertingginya hari ini di level 4.941. Saham-saham yang sudah terkoreksi tajam alias murah langsung dibeli investor.


Pada akhir  perdagangan, Selasa (14/10), IHSG naik tipis 9,529 poin (0,19%) ke level 4.922,582. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 3,041 poin (0,37%) ke level 831,344.  Aksi beli didominasi investor lokal. Pelaku pasar asing masih melepas saham, sore ini transaksinya tercatat (foreign net sell) senilai Rp 435,162 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.422 kali dengan volume 3,697 miliar lembar saham senilai Rp 4,078 triliun. Sebanyak 144 saham naik, 129 turun, dan 97 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan dengan kompak melemah. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi satu-satunya pasar modal yang menguat di Asia.


Sementara  situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:  Indeks Nikkei 225 terjun 364,04 poin (2,38%) ke level 14.936,51, Indeks Hang Seng melemah 95,41 poin (0,41%) ke level 23.047,97, Indeks Komposit Shanghai naik 6,53 poin (0,28%) ke level 2.359,47, dan  Indeks Straits Times menipis 1,65 poin (0,05%) ke level 3.200,50. [geng]



Aksi Jual Terus Berlangsung, Pasar Uang Domestik Melemah

Monday, October 13, 2014

Dana Asing Keluar, Pasar Domestik Bergerak  Variatif

Financeroll – Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat  di level Rp 12.200 per USD.  Merujuk  Bloomberg Dollar Index, Senin (13/10), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) ditutup menguat 21 poin atau 0,18 persen di Rp 12.200 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp 12.189-Rp 12.225 per USD.  Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 49 poin lantaran   tekanan jual sejak awal perdagangan. Dana asing masih terus mengalir keluar lantai bursa.  Indeks terus bergerak ke bawah sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat menyentuh titik terendahnya hari ini di level 4.920.


Pada transaksi kemarin, kurs  Rupiah sempat menguat hingga Rp12.189 per USD dan posisi terendah di Rp 12.225 per USD. Dalam pergerakan 52 mingguannya, Rupiah berada di kisaran Rp 10.766-Rp 12.282 per USD.  Bank Indonesia (BI) mencatat kurs tengah Rupiah berada di level Rp12.202 per USD. Angka tersebut menguat dibandingkan periode sebelumnya di level Rp12.207 per USD.


Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG berkurang 32,308 poin (0,65%) ke level 4.930,652 gara-gara tekanan jual yang belum mereda. Tak satu pun indeks sektoral yang bergerak di zona hijau.  Seluruh indeks sektoral pun berjatuhan ke zona merah. Sektor tambang memimpin pelemahan dengan koreksi terdalam hingga 2,3%.


Pada akhiur perdagangan awal pekan,  IHSG ditutup terkoreksi 49,907 poin (1,01%) ke level 4.913,053. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 10,373 poin (1,24%) ke level 828,303.  Dana asing kembali mengalir ke luar lantai bursa. Sore ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 590,577 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 196.109 kali dengan volume 3,252 miliar lembar saham senilai Rp 3,691 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 191 turun, dan 80 saham stagnan.  Bursa Asia rata-rata menutup perdagangan di zona merah hari ini, hanya pasar saham Hong Kong yang bisa menguat.


Adapun  situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Hang Seng naik 54,84 poin (0,24%) ke level 23.143,38,  Indeks Komposit Shanghai turun 8,53 poin (0,36%) ke level 2.366,01, dan Indeks Straits Times melemah 24,35 poin (0,76%) ke level 3.199,52. [geng]



Dana Asing Keluar, Pasar Domestik Bergerak  Variatif