Showing posts with label infrastruktur. Show all posts
Showing posts with label infrastruktur. Show all posts

Sunday, January 18, 2015

Sesi Pertama: Sempat Menguat, IHSG Bergerak Landai

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat  tinggi di awal perdagangan tapi siang ini berakhir stagnan. Investor domestik tak kuat mengimbangi aksi jual investor asing.  Indeks sempat naik sampai ke titik tertingginya di 5.171 tapi hanya bertahan sebentar karena aksi jual masih marak.


Menutup perdagangan Sesi I, Senin (19/1), IHSG menipis 0,261 poin (0,01%) ke level 5.148,118. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,754 poin (0,09%) ke level 887,097.  Saham-saham lapis dua yang terkena aksi jual. Tiga sektor akhirnya melemah, yaitu sektor industri dasar, infrastruktur, dan manufaktur.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 136.249 kali dengan volume 2,705 miliar lembar saham senilai Rp 2,971 triliun. Sebanyak 152 saham naik, 105 turun, dan 78 saham stagnan.  Pasar saham Tiongkok anjlok sangat dalam setelah pemerintah setempat menghentikan perdagangan tiga broker terbesarnya untuk investigasi soal transaksi marjin yang berisiko tinggi.


Sedangkan saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 425 ke Rp 60.350, Lion Metal (LION) naik Rp 200 ke Rp 9.900, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 200 ke Rp 10.450, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 175 ke Rp 15.075.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 775 ke Rp 14.225, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 21.600, Blue Bird (BIRD) turun Rp 500 ke Rp 11.600, dan Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 400 ke Rp 1.200.


Sementara itu, bursa-bursa Asia lainnya masih bisa menguat didorong oleh sentimen positif dari Wall Street semalam, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 137,29 poin (0,81%) ke level 17.001,45, Indeks Hang Seng anjlok 274,65 poin (1,14%) ke level 23.828,87, Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 212,78 poin (6,30%) ke level 3.163,72, dan  Indeks Straits Times menguat 7,44 poin (0,23%) ke level 3.308,12. [geng]


 



Sesi Pertama: Sempat Menguat, IHSG Bergerak Landai

Saturday, January 3, 2015

Pemerintah Akan Suntik BUMN Untuk Genjot Infrastruktur

Financeroll – Pemerintah berencana menyuntikkan dana kepada perusahaan milik negara yang berkegiatan usaha mengelola bandara, pelabuhan, kereta api dan sebagainya pada tahun ini guna mempercepat pembangunan infrastruktur.


Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah memiliki ruang fiskal yang longgar berkat kebijakan terkait bahan bakar minyak. Dengan demikian, pemerintah berencana mengalihkan dana yang dikelola pemerintah tersebut untuk proyek infrastruktur.


“Akan didorong BUMN, sebagian BUMN tahun ini akan disuntik,” katanya saat memberikan sambutan di hadapan para pelaku pasar modal dalam pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jumat.


Jokowi menyebut nama sejumlah BUMN seperti Pelindo, Angkasa Pura, PT Waskita Karya, PT Kereta Api Indonesia PT Hutama Karya. BUMN itu diharapkan membantu proses percepatan pembangunan infrastruktur.


Dengan pembangunan tersebut, pemerintah berharap antar kota, antar provinsi dan antar pulau dapat terhubung. Seperti diketahui, pembangunan infastruktur di Indonesia masih belum merata.


Tidak semua pulau atau provinsi memiliki jaringan kereta api. Tidak semua kota juga memiliki infrastruktur jalan atau pelabuhan yang memadai.



Pemerintah Akan Suntik BUMN Untuk Genjot Infrastruktur

Saturday, December 20, 2014

Hadapi MEA 2015, Pemerintah Perlu Pacu Infrastruktur dan Regulasi Pasar Ekspor

Financeroll – Pelaku logistik menyatakan, perilaku ego sektoral antar instansi serta keterbatasan infrastruktur logistik di Tanah Air masih menjadi momok kalangan dunia usaha sehingga berpotensi menjadi penghambat utama berkompetisi dalam Asean Economic Community / Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.


Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, selain menghapus ego sektoral yang dapat menghambat Indonesia dalam menghadapi MEA 2015, Pemerintah RI juga perlu memacu infrastuktur dan mendorong regulasi yang berpihak pada peningkatan volume pasar ekspor.


Tetapi meningkatkan volume pasar ekspor juga mesti konsisten dalam mengamankan ketersediaan pasar di dalam negeri.


Untuk optimalisasi ekspor tersebut pihaknya sudah mengusulkan kepada Pemerintah agar dilakukan pembenahan infrastruktur maupun regulasi.


Dari sisi infrastruktur, perlu sistem dokumen ekspor yang terintegrasi , sistem pelayanan satu atap, serta penjadwalan keberangkatan kapal dan akses angkutan barang ke pelabuhan.


Yukki mengatakan, sedangkan untuk meningkatkan volume ekspor perlu didorong adanya Fasilitas Berikat, fasilitas KITE (kemudahan impor tujuan ekspor), serta fasilitas pajak terhadap kegiatan re-impor. Dan sudah menyampaikan usulan tersebut kepada instansi terkait termasuk ke Kemendag.


Persoalan infrastruktur logistik di tanah air tidak cukup hanya di respon oleh satu instansi saja, lantaran perlu menyelaraskan program sistem logistik nasional (Sislognas) dengan kebijakan Poros Maritim yang menjadi tagline pemerintahan Jokowi-Jussuf Kalla.


Karena itu ALFI memohon kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perhubungan untuk dapat sebagai leading sectornya.


Asosiasinya juga sudah menginventarisasi masalah pokok dan jalan keluar membenahi infrastruktur moda angkutan laut, udara, dan moda darat di Indonesia.


Untuk moda angkutan laut, yang menjadi masalah yakni belum adanya pelayanan satu atap bagi instansi terkait dengan kegiatan pelabuhan untuk mengurangi waktu proses pemasukan dan pengeluaran.


Selain itu, keberadaan pelabuhan yang melayani pelayaran internasional masih belum terintegrasi dengan pusat industri dan perdagangan serta akses transportasi darat sehingga tidak ada kepastian waktu tempuhnya.


Terhadap persoalan moda angkutan laut tersebut, ALFI mengusulkan untuk diadakan kantor bersama semua instansi yang terkait dengan pengurusan dokumen ekspor-impor , termasuk perwakilan pelayaran dan kantor penerbitan perijinan ekspor-impor.


Juga mengembangkan kawasan perdagangan dan industri perakitan produk akhir dari komoditi tujuan ekspor di sekitar pelabuhan, serta menyediakan banyak akses jalan angkutan barang pelabuhan.


Sedangkan hambatan logistik yang terkait dengan moda angkutan udara, belum seimbangnya ketersediaan jumlah maskapai penerbangan dan tujuan penerbangan pada bandara yang melayani penerbangan internasional, sehingga ekspor komoditi dari daerah tertentu harus dikonsolidasi ke bandara yang memiliki ketersediaan maskapai penerbangan untuk tujuan yang diharapkan. Hal ini berakibat terhadap lamanya waktu pengiriman dan juga biaya kirim barang tersebut .


Selain itu keberadaan Bandara yang melayani penerbangan internasional juga masih belum terintegrasi dengan pusat industri dan perdagangan serta akses transportasi daratnya.


Adapun hambatan logistik pada moda angkutan darat, menurut ALFI, dipicu kemacetan lalu lintas di jalur distribusi, pungutan liar di jalan, belum operasinya depo container kosong selama 24 jam serta lamanya pelayanan bongkar muat di Pelabuhan yang menyebabkan rendahnya produktivitas truk angkutan barang sehingga menjadi salah satu faktor biaya tinggi logistik.


Pemanfaatan angkutan kereta barang hingga kini juga masih belum maksimal dikarenakan proses operasionalnya tidak sederhana dibanding truk, selain itu banyak fasilitas stasiun KA yang tidak strategis untuk angkutan barang.



Hadapi MEA 2015, Pemerintah Perlu Pacu Infrastruktur dan Regulasi Pasar Ekspor

Dari 49 Bendungan, Proyek Raknamo NTT Yang Pertama Dikembangkan

Financeroll – Pembangunan Bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur, menjadi bendungan pertama yang dikembangkan dari target 49 bendungan yang direncakan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam 5 tahun ke depan.


Jokowi memastikan pada tahun depan pemerintah segera mengembangkan lebih dari enam bendungan di beberapa lokasi. NTT menjadi lokasi yang dianggap memiliki kebutuhan yang sangat tinggi terhadap keberadaan bendungan. Dia menargetkan pembangunan selesai pada 2017 mendatang.


“Di sini baru memiliki satu bendungan, dan sudah 17 tahun tidak pernah dibangun bendungan lagi. Kita harapkan bendungan ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku, irigasi, dan sumber tenaga listrik,” ujarnya saat memberi sambutan pada acara Groundbreaking Bendungan Raknamo.


Dia meminta masyarakat dapat menjaga lingkungan area bendungan. Selama ini fungsi bendungan sebagai penampung air sering tereduksi hingga separuhnya, karena banyak pepohonan di kawasan sekitar yang ditebang. Hal tersebut membuat munculnya endapan yang pada akhirnya mengurangi kapasistas daya tampung bendungan.


Bendungan Raknamo dibangun di atas lahan seluas 147 hektare dengan daya tampung hingga 14 juta m3. Bendungan tersebut diperkirakan bisa mengairi kawasan seluas hingga 1.250 hektare, dan memasok air baku 100 liter/detik.


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan faktor kunci dalam pembangunan bendungan adalah seberapa besar volume air yang bisa ditampung bendungan tersebut. Untuk kawasan kering seperti NTT, mayoritas air akan dimanfaatkan sebagai air baku.


“Di NTT ini menjadi bendungan kedua. Sebagai pembanding, di NTB saat ini jumlah bendungannya sudah lebih dari 10 buah. Mungkin sebelumnya prioritas pembangunan pada embung dengan daya tampung lebih kecil. Dalam lima tahun ke depan, akan kita kejar lagi,” ungkapnya.


Dia menyebutkan jumlah investasi yang disiapkan untuk pembangunan Bendungan Raknamo mencapai Rp710 miliar. Adapun total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan bendungan pada 2015 mencapai Rp9 triliun.


Secara lebih terperinci, pemerintah menargetkan akan membangun 13 bendungan pada tahun pertama pemerintahan.


Selain di NTT, terdapat empat bendungan lainnya yang telah melewati proses tender, dan akan segera dibangun. Bendungan tersebut yakni Bendungan Kerto di Aceh, Bendungan Karian (Banten), Logung (Jawa Tengah), dan Lolak (Sulawesi Utara).


Frans Lebu Raya, Gubernur NTT, menambahkan pembangunan bendungan yang sudah dimulai diharapkan bisa menampung air selama musim penghujan. Dia mengatakan bendungan juga menjadi solusi untuk kebutuhan pangan, sumber tenaga listrik, dan pariwisata.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT Andre W. Koreh menyebutkan terdapat kebutuhan hingga 75 bendungan untuk bisa memfasilitasi kebutuhan air di 1.192 pulau di provinsi tersebut. Bendungan Tilong yang sudah berdiri mempunyai kapasitas 19 juta m3.


“Masih defisit air sekitar 1,8 miliar m3 lagi. Dan untuk mengatasi itu, harus dikembangkan 75 bendungan, 4.000 embung kecil, 100 embung irigasi, dan 3.000 sumur bor,” paparnya.


Persoalan yang paling utama dalam pembangunan bendungan, tutur dia, adalah ketersedian lahan. Selama ini masyarakat belum bisa menerima proses pembebasan lahan, sehingga membutuhkan waktu untuk itu.


Untuk sementara, pemda telah mempersiapkan rencana pembangunan bendungan di tujuh lokasi, di antaranya terdapat di Kolhua, Rotiklod, Temef, dan Jawatiwa. Menurutnya, terdapat 46 lokasi lain yang berpotensi untuk dikembangkan bendungan di NTT.



Dari 49 Bendungan, Proyek Raknamo NTT Yang Pertama Dikembangkan

Wednesday, December 3, 2014

Sesi Pertama: Aksi Beli Lebih Dominan, IHSG Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin mendekati level psikologis 5.200. Aksi beli investor lokal yang membuat saham-saham bisa menguat.  Indeks sempat jatuh ke zona merah sampai mendarat di 5.160 pagi tadi. Untungnya aksi beli masih terus terjadi dan berhasil bawa indeks balik arah jadi positif.


Menutup perdagangan Sesi, Kamis (4/12), IHSG naik tipis 9,799 poin (0,19%) ke level 5.175,843. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 2,745 poin (0,31%) ke level 893,177.  Saham-saham yang kemarin melemah kini mulai menanjak kembali secara perlahan. Tiga sektor jatuh ke zona merah gara-gara aksi ambil untung, yaitu sektor konstruksi, infrastruktur, dan finansial.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.612 kali dengan volume 6,211 miliar lembar saham senilai Rp 5,209 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 259 turun, dan 68 saham stagnan.  Bursa regional masih kompak menguat hingga siang hari ini. Aksi beli masih ramai, mendorong bursa Tiongkok naik paling tinggi di antara bursa Asia.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Bukit Asam (PTBA) naik Rp 500 ke Rp 13.400, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 23.575, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 31.675, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 31.675.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 23.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 16.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 60.100, dan Lippo Cikarang (LPKCK) turun Rp 325 ke Rp 10.025.


Sementara itu,  bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 157,43 poin (0,89%) ke level 17.877,86, Indeks Hang Seng menguat 122,84 poin (0,52%) ke level 23.551,46, Indeks Komposit Shanghai melonjak 44,90 poin (1,62%) ke level 2.824,43, dan Indeks Straits Times bertambah 9,90 poin (0,30%) ke level 3.313,29. [geng]



Sesi Pertama: Aksi Beli Lebih Dominan, IHSG Menguat