Showing posts with label presiden joko widodo. Show all posts
Showing posts with label presiden joko widodo. Show all posts

Saturday, January 3, 2015

Pemerintah Akan Suntik BUMN Untuk Genjot Infrastruktur

Financeroll – Pemerintah berencana menyuntikkan dana kepada perusahaan milik negara yang berkegiatan usaha mengelola bandara, pelabuhan, kereta api dan sebagainya pada tahun ini guna mempercepat pembangunan infrastruktur.


Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah memiliki ruang fiskal yang longgar berkat kebijakan terkait bahan bakar minyak. Dengan demikian, pemerintah berencana mengalihkan dana yang dikelola pemerintah tersebut untuk proyek infrastruktur.


“Akan didorong BUMN, sebagian BUMN tahun ini akan disuntik,” katanya saat memberikan sambutan di hadapan para pelaku pasar modal dalam pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jumat.


Jokowi menyebut nama sejumlah BUMN seperti Pelindo, Angkasa Pura, PT Waskita Karya, PT Kereta Api Indonesia PT Hutama Karya. BUMN itu diharapkan membantu proses percepatan pembangunan infrastruktur.


Dengan pembangunan tersebut, pemerintah berharap antar kota, antar provinsi dan antar pulau dapat terhubung. Seperti diketahui, pembangunan infastruktur di Indonesia masih belum merata.


Tidak semua pulau atau provinsi memiliki jaringan kereta api. Tidak semua kota juga memiliki infrastruktur jalan atau pelabuhan yang memadai.



Pemerintah Akan Suntik BUMN Untuk Genjot Infrastruktur

Thursday, December 18, 2014

Presiden Jokowi Akui Indonesia Masih Kalah Dari Malaysia

Financeroll – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah di seluruh Indonesia membenahi pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di lokasi wisata.


Pembenahan PKL ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sektor pariwisata di Tanah Air.


“Pemda harus bisa menertibkan PKL di kawasan wisata. Apalagi yang memaksa turis untuk membeli, sehingga kita dapat mengubah karakter di tempat wisata,” kata Jokowi saat membuka Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.


Jokowi mengungkapkan, sektor pariwisata Indonesia sangat tertinggal dari Malaysia. Sebab potensi yang ada tidak bisa dimaksimalkan dengan baik.


Menurutnya, dalam satu tahun ada 24 juta turis yang berkunjung ke negeri jiran itu. Padahal, Indonesia memiliki potensi wisata 10 kali lebih besar dibandingkan Malaysia.


Jokowi menjelaskan membeludaknya turis yang mengunjungi Malaysia, karena negara itu mampu mengemas produk wisatanya dengan baik.


Problem kita adalah produk yang harus dikemas. Mulai tahun depan promosi harus besar-besaran, karena kita kalah sama Malaysia dalam hal dana promosi. Di Indonesia dana promosinya hanya seperduabelasnya dari Malaysia.


Selain itu, masalah perizinan yang berbelit-belit juga disoroti mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Untuk itulah Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) akan diberlakukan hingga tingkat pusat.


“PTSP kota, kabupaten, dan provinsi sudah banyak yang memiliki justru pusat yang belum. Agar masalah perizinan cepat,” tegasnya.


Di tempat yang sama, Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mewujudkan harapan Presiden Jokowi.


“Sudah koordinasi dengan kementerian terkait untuk dapat mewujudkan keinginan Presiden, seperti masalah perizinan dan macam-macam. Akan kita masukkan dalam program ke depan. Sekarang akan kita bahas dengan rekan DPRD nanti,” ujar Djarot.



Presiden Jokowi Akui Indonesia Masih Kalah Dari Malaysia

Wednesday, November 5, 2014

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeir Akan Temui Presiden Joko Widodo

Financeroll – Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. Steinmeier merupakan menlu negara sahabat kedua yang mengunjungi Jokowi setelah Menlu Amerika Serikat John Kerry.


Duta Besar Jerman untuk Indonesia Georg Witschel menyampaikan bahwa kedatangan Steimeier akan membawa sejumlah delegasi ke Indonesia, termasuk delegasi bisnis yang terdiri dari perwakilan korporasi-korporasi besar Negeri der Panzer.


Kunjungan tersebut dalam rangka ingin mendengarkan langsung apa yang menjadi fokus pemerintahan baru, seperti isu kemaritiman.


Selain bertemu Jokowi, Steimeier juga dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Menlu RI Retno Lestari Priansari Marsudi untuk membicarakan hubungan kerjasama kedua negara. Juga menggelar pertemuan dengan pihak Sekretariat Jenderal ASEAN untuk mendiskusikan Asean Economic Community (AEC).


Sekretariat ASEAN di Jakarta, Steinmeier juga akan memberikan public speechberjudul How Europe and Asia Can Work Together in an Unsettled World.


Adapun, Indonesia dan Jerman memiliki sejumlah kerja sama seperti Indonesia-Germany Joint Declaration for a Comprehensive Partnership yang digagas Kanselir Jerman Angela merkel dan Mantan Presiden SBY 2012 lalu.


Jerman juga berkomitmen meminjamkan 175 juta euro untuk proyek Sustainable Hydropower Programme di Indonesia dan telah mendiskusikan hal ini dengan Bappenas. Dalam bidang pendidikan, Jerman merupakan tujuan utama masyarakat Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Eropa.



Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeir Akan Temui Presiden Joko Widodo

Monday, November 3, 2014

Presiden Joko Widodo Diminta Pimpin Langsung Peningkatan Kesejahteraan Petani

Financeroll – Presiden Joko Widodo diminta memimpin langsung upaya peningkatan kesejahteraan petani, sekaligus mengubah strategi makro ke arah pro petani guna mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.


Staf Ahli Bidang Ekonomi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengatakan strategi yang dijalankan pemerintah selama 10 tahun terakhir lebih berorientasikan kepada stabilisasi makro ketimbang kesejahteraan rakyat, seperti petani.


Bahwa ada program untuk rakyat itu iya. Tapi terlalu sedikit, sangat tidak cukup. Akibatnya, gini ratio kian lebar. Bahkan, pertumbuhan orang kaya di Indonesia mencapai 27%, lebih besar ketimbang India 16% ataupun Tiongkok 16%.


Strategi pemenuhan kebutuhan pokok untuk mencapai stabilitas harga, stablitas ekonomi dan stabilitas politik dalam mencapai pertumbuhan yang tinggi melalui industrialisasi manufaktur harus diubah.


Pasalnya, strategi tersebut membuat rakyat kecil termarjinalkan. Hal itu terlihat dari meningkatnya gini ratio selama satu dekade terakhir ini. Bahkan, pertumbuhan orang kaya di Indonesia mencapai 27%, lebih tinggi dibandingkan dengan India 16% ataupun Tiongkok 17%.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rasio gini saat ini tercatat naik menjadi 0,41 dari nilai terendah sebelumnya 0,32 pada 2004 yang lalu. Penurunan tersebut juga diikuti indikator kesejahteraan petani, yakni nilai tukar petani (NTP).


Dari data BPS, NTP sektor tanaman masih berada di bawah level 100. NTP pangan per Agustus berada di posisi 97,78. Ini merupakan level NTP petani pangan terendah dalam empat tahun terakhir, persisnya sejak Agustus 2010.


Oleh karena itu ada harapan Presiden Joko Widodo dapat membuat terobosan pro petani, sekaligus dapat memimpin langsung upaya tersebut. Optimistis kedaulatan pangan di Indonesia bisa terjadi apabila pemerintah fokus terhadap peningkatan kesejahteraan petani.


Senada, Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian mengakui strategi kegiatan produksi lebih gencar dilakukan—sejak pemerintahan Presiden Soeharto hingga Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II—ketimbang peningkatan kesejahteraan petani.


Jadi memang harus segera digeser. Apalagi, kedaulatan pangan itu mengamanatkan petani sebagai subjek dan pelaku utama pembangunan pertanian. Hanya saja, hal ini susah dilakukan jika hanya oleh Kementerian Pertanian saja.


Ada klaim hanya 20% dari program kedaulatan pangan yang bisa dikerjakan oleh instansi tersebut, sedangkan sisanya tersebar di kementerian lainnya, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pertanahan Nasional dan kementerian/lembaga terkait lainnya.


Oleh karena itu, upaya mewujudkan kedaulatan pangan tersebut harus dibawah komando presiden secara langsung. Selain itu, program kedaulatan pangan juga harus menjadi agenda semua lapisan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.


Di tempat yang sama, Penasehat Ahli Bidang Ekonomi Pertanian dari Lembaga Pengkajian Independen Kebijakan Publik (LPIKP) menilai menurunnya nilai tukar petani disebabkan daya tawar posisi petani yang lemah.


Oleh karena itu usaha tani harus berorientasi ke pasar, dengan cara mengarahkan usaha budidaya ke konsep badan usaha tani bersama atau corporate farming. Konsep ini bertujuan untuk membina kelompok petani untuk lebih profesional, sekaligus meningkatkan profit.


Dengan konsep usaha tani bersama, serta dukungan dari infrastruktur dan regulasi, Azwar yakin NTP dapat menjadi lebih baik, sehingga lebih menjamin keuntungan yang tinggi dan margin usaha yang lebih berkeadilan.



Presiden Joko Widodo Diminta Pimpin Langsung Peningkatan Kesejahteraan Petani

Saturday, November 1, 2014

Presiden Joko Widodo Berharap BKPM Membangun Perizinan Investasi Satu Pintu

Financeroll – Presiden Joko Widodo menginginkan Badan Koordinasi Penanaman Modal membangun pelayanan terpadu satu pintu atau yang one stop service perizinan investasi.


Hal itu disampaikan Jokowi di Istana Kepresidenan setelah blusukan ke kantor BKPM yang beralamat di Jl Gatot Subroto Jakarta.


Inginnya membangun one stop service untuk perizinan nasional, artinya orang mau investasi tidak harus ke kementerian satu, dua, tiga, BKPM.


Satu kementerian saja cukup, oleh sebab itu datang ke BKPM untuk memastikan pelayanan di sana seperti apa.


Hasil blusukan inspeksi mendadak itu cukup memuaskan karena penampilan kantor sudah cukup bagus, perangkat dan sistem online diacungi jempol oleh Presiden.


Hanya ada satu catatan Jokowi yakni peningkatan kecepatan pelayanan.


Misalnya izin prinsip yang seharusnya cuma tiga hari tetapi dalam prakteknya hingga 12 hari.


Tapi menurut Presiden, itu bisa diperbaiki karena yang paling penting mengintegrasikan izin yang ada di kementerian ke dalam satu lokasi pelayanan di BKPM.


Jokowi menargetkan dalam waktu tiga sampai enam bulan sistem one stop service perizinan nasional harus jadi.


Bahkan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyatakan serius dalam urusan perizinan ini.


“Saya beri target tiga sampai enam bulan harus jadi. Ini kita serius untuk urusi masalah izin mengizin, setelah ini rampung kita masuk ke daerah,” ujar Presiden.



Presiden Joko Widodo Berharap BKPM Membangun Perizinan Investasi Satu Pintu

Sunday, October 26, 2014

Jokowi Memberi Nama Kabinet Kerja

Financeroll – Presiden Joko Widodo mengumumkan kabinet yang dipimpinnya Minggu (26/10/2014), dan diberi nama Kabinet Kerja


“Saya beri nama kabinet kerja. Kabinet ini akan bekerja 5 tahun, dan ingin mendapatkan orang terpilih,” kata Jokowi saat mengumumkan para menterinya di halaman Istana Merdeka.


Dikemukakan untuk menyusun kabinet, diberikan waktu selama 14 hari. Anggota kabinet diumumkan di hari keenam, setelah Joko Widodo dan JK dilantik.


Sebelumnya dikabarkan kabinet Jokowi akan diberi nama Kabinet Trisakti, ternyata Jikowi menamakan kabinetnya sebagai Kabinet kerja.



Jokowi Memberi Nama Kabinet Kerja

Presiden Joko Widodo Umumkan Kabinet Kerja

Financeroll – Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla hari ini Minggu (26/10/2014) sore ini mengumumkan susunan kabinet di Istana Jakarta.


Penyusunan kabinet tersebut, menurut Jokowi, dilakukan secara cermat dan hati-hati.


Berikut susunan lengkap kabinet yang disebut sebagai “Kabinet Kerja” yang diperkenalkan presiden satu per satu:


  1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

  2. Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago

  3. Menteri Kemaritiman: Indroyono Soesilo.

  4. Menko Politik Hukum dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto.

  5. Menko Perekonomian: Sofyan Djalil.

  6. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani.

  7. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan.

  8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti

  9. Menteri Pariwisata: Arief Yahya

  10. Menteri ESDM: Sudirman Said

  11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo

  12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi

  13. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu

  14. Menteri Hukum dan Ham: Yasonna H.Laoly

  15. Menkominfo: Rudiantara

  16. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi

  17. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro

    a. Wamen Keuangan: Bardiasmo

  18. Menteri BUMN Rini M.Soemarno

  19. Menteri Koperasi dan UMKM: Puspayoga

  20. Menteri Perindustrian: Saleh Husin

  21. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel

  22. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman

  23. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri

  24. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono

  25. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya

  26. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: Ferry Musyidan Baldan

  27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin

  28. Menterni Kesehatan: Nila F Moeloek

  29. Menteri Sosial: Khofifah Indra Parawansa

  30. Menteri Pemberdayaan Wanita: Yohana Yambise

  31. Menteri Kebudayaan Dikdasmen: Anies Baswedan

  32. Menristek dan Dikti: M.Nasir

  33. Menpora: Iman Nahrawi

  34. Menteri PDT dan Transmigrasi: Marwan Jafar.


Presiden Joko Widodo Umumkan Kabinet Kerja

APINDO Berharap Joko Widodo Selesaikan Pekerjaan Rumah Pemerintahan Sebelumnya

Financeroll – Asosiasi Pengusaha Indonesia menyatakan Presiden Joko Widodo agar segera menyelesaikan pekerjaan rumah pemerintahan sebelumnya, terkait peningkatan devisa hingga relokasi subsidi bahan bakar minyak.


Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), menyatakan, pemerintahan Jokowi menghadapi tanggungan subsidi BBM yang tinggi.


Sebelum 2014 berakhir, Jokowi diharapkan berani merelokasi subsidi BBM kepada sektor infrastruktur, pendidikan ataupun kesehatan.


Janji untuk merelokasi subsidi (agar) segera dilakukan pemerintahan baru. Selain itu berbagai pekerjaan rumah juga baik untuk lekas diselesaikan.


Apindo sebelumnya telah memberikan peta jalan yang dapat membantu pemerintahan baru, bagi untuk sektor industri ataupun lainnya. Dalam rekomendasi tersebut, relokasi subsidi BBM menjadi fokus utama untuk pemerintah.


Dengan merelokasi subsidi ke sektor lain, seperti pendidikan ataupun kesehatan penting untuk dilakukan. Akhirnya banyak keuntungan yang akan diarih.



APINDO Berharap Joko Widodo Selesaikan Pekerjaan Rumah Pemerintahan Sebelumnya