Showing posts with label Aksi Beli Mendominasi. Show all posts
Showing posts with label Aksi Beli Mendominasi. Show all posts

Sunday, November 9, 2014

Aksi Beli Mendominasi, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menguat secara perlahan berkat aksi beli selektif. Posisi Indeks sudah cukup rendah akibat tekanan jual di akhir pekan lalu.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik 9,876 poin (0,20%) ke level 4.997,3. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat 2,483 poin (0,29%) ke level 849,769.


Pada awal perdagangan awal pekan, Senin (10/11), IHSG dibuka bertambah 11,123 poin (0,22%) ke level 4.998,547. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 2,474 poin (0,29%) ke level 849,760.  Aksi beli selektif dilakukan investor lokal. Aksi beli ini membuat saham-saham unggulan berhasil menguat pagi hari ini.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat 8,444 poin (0,17%) ke level 4.995,868. Sementara Indeks LQ45 naik 1,532 poin (0,20%) ke level 848,954.  Akhir pekan lalu IHSG anjlok 46 gara-gara tekanan jual investsor asing. Indeks pun balik lagi ke kisaran 4.900-an.


Sementara itu, nilai tukar dolar di pasar dunia turun, sementara pasar saham Wall Street stagnan pada perdagangan akhir pekan lalu. Padahal laporan ekonomi di AS menyatakan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja, dan penurunan pengangguran.  Rata-rata bursa regional pagi hari ini bergerak positif. Hanya bursa saham Jepang yang melemah karena sudah naik tinggi sepanjang pekan lalu.


Sedangkan pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini: Indeks Nikkei 225 melemah 101,37 poin (0,60%) ke level 16.779,01, Indeks Hang Seng melonjak 431,39 poin (1,83%) ke level 23.981,63, Indeks Komposit Shanghai menguat 11,70 poin (0,48%) ke level 2.429,87, dan  Indeks Straits Times naik 24,87 poin (0,76%) ke level 3.311,26.  [geng]



Aksi Beli Mendominasi, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Friday, October 31, 2014

Aksi Beli Mendominasi, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll – Pada perdagangan Jumat (31/10) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 52 poin menjadi Rp 12.030,  dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.082 per dolar AS. Pernyataan pemerintah mengenai penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebelum awal Januari 2015 menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang rupiah.  Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 30 poin berkat aksi beli  saham jelang akhir perdagangan. Stimulus Bank Sentral Jepang membuat indeks bursa-bursa di Asia melesat, termasuk IHSG.  Penguatan Indeks tertahan oleh aksi jual investor domestik.


Di sisi lain, ekspektasi pelaku pasar uang terhadap data ekonomi domestik yang sedianya akan dipublikan pada awal pekan depan Senin, (3/10) mengenai inflasi Oktober dan neraca perdagangan Indonesia periode September tahun ini diperkirakan membaik.  Inflasi diperkirakan di bawah 0,5 persen dan neraca perdagangan kembali mengalami surplus meski belum signifikan seiring negara tujuan ekspor Indonesia seperti Tiongkok masih mengalami perlambatan.  Penguatan mata uang rupiah masih dibatasi oleh kondisi eksternal yang cenderung mendukung penguatan dolar AS.


Saat ini Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara maju yang mengalami pertumbuhan ekonomi ekonomi yang baik dibandingkan Tiongkok, Jepang, dan lainnya.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Jumat (31/10) tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp 12.082 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.165 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 9,216 poin (0,18%) ke level 5.068,065 mengekor penguatan bursa-bursa regional. Aksi beli banyak dilakukan investor asing.  Indeks bergerak datar sepanjang perdagangan sesi sore. Sampai muncul aksi borong saham jelang penutupan perdagangan, IHSG pun melesat ke titik tertingginya hari ini.  Mengakhiri perdagangan bulan Oktober ini, IHSG menanjak 30,698 poin (0,61%) ke level 5.089,547. Sementara Indeks LQ45 bertambah 7,760 poin (0,90%) ke level 868,051.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 322,751miliar di pasar reguler dan negosiasi. Sedangkan untuk pasar reguler saja nilainya Rp 373,470 miliar.


Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 199.445 kali dengan volume 4,169 miliar lembar saham senilai Rp 5,684 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 126 turun, dan 87 saham stagnan.  Bank Sentral Jepang memberikan stimulus baru berupa menambah nilai pembelian exchange-traded fund (ETF) dan real estate investment trust, serta memperpanjang durasi portofolio di surat utang pemerintah Jepang.


Penguatan IHSG masih kalah dibandingkan dengan indek saham di bursa-bursa regional lain. Rata-rata penguatan indeks di bursa regional lebih dari 1%.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 terbang 755,56 poin (4,83%) ke level 16.413,76, Indeks Hang Seng melonjak 296,02 poin (1,25%) ke level 23.998,06, dan  Indeks Komposit Shanghai melesat 29,10 poin (1,22%) ke level 2.420,18, dan  Indeks Straits Times menanjak 33,82 poin (1,05%) ke level 3.268,13. [geng]



Aksi Beli Mendominasi, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif