Showing posts with label Bursa Regional Menguat. Show all posts
Showing posts with label Bursa Regional Menguat. Show all posts

Tuesday, December 2, 2014

Bursa Regional Menguat, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll - Pada perdagangan Selasa (2/12) kurs nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  bergerak menguat sebesar 95 poin menjadi Rp 12.185 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.280 per dolar AS.   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 11 poin buntuti penguatan bursa-bursa regional. Harapan perbaikan ekonomi Tiongkok membuat pelaku pasar berani berburu saham.


Kurs rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya, adanya ekspektasi positif terhadap perbaikan defisit pada neraca perdagangan Indonesia menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang domestik.  Dengan membaiknya defisit akan menimbulkan ekspektasi positif terhadap ekonomi Indonesia ke depan sehingga dapat menopang mata uang Rupiah.


Neraca perdagangan Oktober 2014 yang dirilis Badan pusat Statistik (BPS) kemarin Senin  (1/12) mencatatkan surplus sebesar USD 23,2 juta, dimana kinerja ekspor mencapai USD 15,35 miliar dan impor sebesar USD 15,33 miliar.  Di sisi lain, investor di pasar uang juga sedang menanti data manufaktur Amerika Serikat yang akan dirilis Selasa ini waktu setempat, diekspektasikan data itu mengalami perlambatan sehingga menekan dolar AS di pasar uang di kawasan Asia.


Meski demikian, penguatan mata uang rupiah masih ditertahan karena faktor data inflasi November 2014 yang melebih ekspektasi pasar. BPS mencatat, inflasi November 2014 sebesar 1,5%. Maka laju inflasi tahun kalender Januari-November 2014 telah mencapai 5,75% dan inflasi secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 6,23%.


Untuk bulan ini (Desember), diperkirakan inflasi masih tetap tinggi, faktor kenaikan BBM masih menjadi pemicunya, apalagi ada Hari Raya dan jelang pergantian tahun.  Bank Indonesia merespon kondisi itu agar inflasi tidak terlalu tinggi yang dapat menggerus imbal hasil investasi investor di dalam negeri.  Sebaliknya pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang domestik ini bergerak melemah menjadi Rp 12.276 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.264 per dolar AS.


Dari bursa saham, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG bertambah 22,570 poin (0,44%) ke level 5.186,858 berkat aksi beli investor domestik. Neraca perdagangan RI yang surplus bulan lalu memberi dorongan positif.  Aksi beli berhasil menahan indeks di zona hijau. Saham-saham di sektor konstruksi memimpin penguatan, dibuntuti saham-saham komoditas.


Mengakhiri perdagangan, Selasa (1/12), IHSG tumbuh 11,505 poin (0,22%) ke level 5.175,793. Sementara Indeks LQ45 melaju 2,879 poin (0,32%) ke level 893,578.  Dana asing masih mengalir masuk lantai bursa meski tidak banyak. Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 161,76 miliar di seluruh pasar.


Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 254.351 kali dengan volume 7,177 miliar lembar saham senilai Rp 6,051 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 121 turun, dan 100 saham stagnan.  Bursa saham Tiongkok memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari 3%. Bursa regional pun kompak membuntuti penguatan ini.


Sedangkan situasi dan kondisi bursa regional hari ini:  Indeks Nikkei 225 menguat 73,12 poin (0,42%) ke level 17.663,22, Indeks Hang Seng melonjak 286,85 poin (1,23%) ke level 23.654,30, Indeks Komposit Shanghai melesat 83,39 poin (3,11%) ke level 2.763,54, dan  Indeks Straits Times bertambah 20,42 poin (0,62%) ke level 3.326,06. [geng]



Bursa Regional Menguat, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Monday, November 24, 2014

Bursa Regional Menguat, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll – Pada perdagangan Selasa (24/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin sore, menguat sebesar 17 poin menjadi Rp 12.129 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.146 per dolar AS.   Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum penguatan sepanjang hari. Indeks menutup perdagangan dengan melaju 29 poin.  Pada pembukaan  IHSG menguat 21,903 poin (0,43%) ke level 5.133,948 mengekor penguatan bursa-bursa regional.


Kebijakan Tiongkok itu akan merangsang permintaan ekspornya, Indonesia yang merupakan salah satu mitra dagang Tiongkok akan mendapatkan imbas positif.  Dari dalam negeri,  sentimen dari penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diikuti dengan kebijakan Bank Indonesia yang menaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 7,75% masih dirasakan positif meski cenderung mulai mereda.  Keputusan bank sentral Tiongkok yang menurunkan suku bunga pinjaman dan deposito masing-masing menjadi 5,6% dan 2,75% telah meningkatkan harapan akan membaiknya kondisi perekonomian mitra dagang utama Indonesia tersebut.


Investor masih khawatir dengan outlook kebijakan moneter AS. Pasar masih khawatir menghadapi prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed rate) pada tahun 2015 mendatang yang dapat menjaga kinerja dolar AS tetap baik.  Seiring dengan penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah BI, mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.122 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.161 per dolar AS.


Dari bursa saham, Indeks terus menanjak secara perlahan sejak pembukaan perdagangan. Indeks semakin mendekati level psikologis 5.200.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG naik 28,982 poin (0,57%) ke level 5.141,027 berkat aksi beli di saham-saham unggulan. Saham pertambangan dan perkebunan memimpin penguatan.


Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks pada perdagangan hari ini ada di level 5.157,084. Laju penguatan indeks sempat tertahan aksi jual di saham-saham konstruksi.  Menutup perdagangan awal pekan  IHSG melaju 29,719 poin (0,58%) ke level 5.141,764. Sementara Indeks unggulan LQ45 menanjak 8,371 poin (0,95%) ke level 886,929.


Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa bisa menguat, hanya sektor konstruksi yang melemah. Pelaku pasar domestik mendominasi transaksi di bursa hari ini.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 142,943 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler sebesar Rp 212,008 miliar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 247.749 kali dengan volume 6,521 miliar lembar saham senilai Rp 5,042 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 130 turun, dan 91 saham stagnan.  Pergerakan bursa-bursa regional menjadi variatif hingga siang hari ini. Bursa saham Singapura terkena aksi ambil untung setelah naik cukup tinggi. Rencana stimulus pemerintah Tiongkok membuatnya bursanya naik tinggi.


Sementara Bursa saham Tiongkok dan Hong Kong menanjak cukup tinggi didorong sentimen positif rencana pemberan stimulus dari pemerintah Tiongkok. Bursa saham Jepang hari ini tidak berdagangan menyambut libur nasioanal.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Hang Seng melonjak 456,02 poin (1,95%) ke level 23.893,14,  Indeks Komposit Shanghai menanjak 46,09 poin (1,85%) ke level 2.532,88, dan  ndeks Straits Times turun 4,47 poin (0,13%) ke level 3.340,85. [geng]



Bursa Regional Menguat, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif