Showing posts with label Investor Asing Lepas Saham. Show all posts
Showing posts with label Investor Asing Lepas Saham. Show all posts

Wednesday, December 3, 2014

Investor Asing Lepas Saham, Pasar Uang Domestik Melambat

Financeroll - Pada perdagangan Rabu (3/12)  nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta  bergerak melemah 23 poin menjadi Rp 12.294 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.271 per dolar AS.  Untuk sementara sentimen negatif mewarnai pergerakan mata uang rupiah seiring dengan munculnya optimisme perekonomian Amerika Serikat akan terus meningkat.   Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 9 poin terkena aksi ambil untung. Saham-saham unggulan dilepas investor asing.  Aksi ambil untung di saham-saham unggulan menghambat laju IHSG. Saham-saham unggulan LQ45 ada yang jadi sasaran aksi jual.


Optimisme ekonomi AS itu menyusul ekspektasi meningkatnya jumlah tenaga kerja di negeri Paman Sam itu, ditambah dengan pernyataan dari Wakil Gubernur Federal Reserve Stanley Fischer yang mengatakan penurunan harga minyak dunia merupakan anugerah bagi perekonomian AS karena akan meningkatkan konsumsi.  Tetap waspada dan antisipasi pelemahan lanjutan pada rupiah terhadap dolar AS.


Meski demikian,  masih adanya respon positif terhadap rilis data ekonomi Indonesia menahan pelemahan rupiah lebih dalam. kondisi mata uang rupiah saat ini cenderung masih relatif stabil.  Meski dari dalam negeri terdapat sentiment positif namun belum cukup kuat mengimbangi sentimen eksternal.


Pergerakan nilai tukar rupiah cenderung dipengaruhi sentimen eksternal. Secara fundamental, mata uang rupiah masih terbuka ruang untuk kembali bergerak menguat seiring dengan investor pasar uang yang masih optimis terhadap perekonomian Indonesia.  Ada ekspektasi positif terhadap ekonomi Indonesia seiring dengan data neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus pada periode Oktober 2014.  Seiring pelemahannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang domestik ini juga bergerak melemah menjadi Rp 12.295 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.276 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG melemah 15,368 poin (0,30%) ke level 5.160,425 kena aksi ambil untung. Posisi Indeks sudah jenuh beli akibat penguatan di beberapa perdagangan terakhir.  Setelah sampai di titik tertingginya di 5.187, indeks langsung terkena koreksi. Hanya sektor agrikultur dan infrastruktur yang masih bertahan di zona hijau, delapan sektor lainnya melemah.  Pada akhir perdagangan, Rabu (3/12), IHSG ditutup terkoreksi 9,90.


Tercatat dana asing pun mulai keluar dari lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 284,411 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 242.906 kali dengan volume 6,652 miliar lembar saham senilai Rp 5,574 triliun. Sebanyak 126 saham naik, 180 turun, dan 83 saham stagnan.


Sementara itu, bursa-bursa di Asia bergerak variatif hingga siang hari ini. Aksi ambil untung mulai muncul, membuat bursa Hong Kong jatuh ke zona merah.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 naik 57,21 poin (0,32%) ke level 17.720,43, Indeks Hang Seng melemah 225,68 poin (0,95%) ke level 23.428,62, Indeks Komposit Shanghai menguat 15,98 poin (0,58%) ke level 2.779,53, dan Indeks Straits Times turun 12,45 poin (0,37%) ke level 3.309,87. [geng]



Investor Asing Lepas Saham, Pasar Uang Domestik Melambat

Tuesday, November 25, 2014

Investor Asing Lepas Saham, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (25/11) sore menguat sebesar 16 poin menjadi Rp 12.137 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.153 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 22 poin gara-gara aksi jual yang ramai di akhir  perdagangan. Indeks nyaris lengser dari level psikologis 5.100.  Menutup  perdagangan Sesi I, IHSG melemah 15,923 poin (0,31%) ke level 5.125,841.


Diharapkan,   kebijakan Tiongkok itu dapat mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), membaiknya ekonomi Tiongkok akan berdampak pada negara kawasan, termasuk Indonesia sehingga dapat menjaga stabilitas mata uang rupiah.


Meski  demikian, kondisi internal tetap lebih penting untuk diawasi ditengah antisipasi pemerintah dalam menjaga inflasi pasca penaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Sejauh ini, ekspektasi terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih bagus. Diharapkan harga minyak dunia tetap stabil, karena jika harga minyak dunia naik maka dapat menghilangkan efek positif dari penaikan BBM bersubsidi itu,.


Penguatan rupiah masih cenderung terbatas seiring dengan investor yang masih khawatir dengan outlook kebijakan moneter AS.  Pasar masih khawatir menghadapi prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun depan yang dapat menjaga kinerja dolar AS tetap tangguh.  Sebaliknya pada kurs tengah Bank Indonesia  mata uang lokal ini bergerak melemah menjadi Rp 12.166 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.122 per dolar AS.


Dari bursa saham,  indeks hanya sempat naik ke titik tertingginya di 5.149 sebelum akhirnya meluncur ke zona merah. Hanya dua sektor yang berhasil menguat, sektor agrikultur dan finansial.  Pada akhir perdagangan, Selasa (25/11), IHSG ditutup jatuh 22,819 poin (0,44%) ke level 5.118,945. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 5,652 poin (0,64%) ke level 881,277.  Investor asing pagi tadi masih berburu saham, tapi tiba-tiba di akhir perdagangan malah jual saham. Transaksi investor asing sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 51,815 miliar di pasar reguler.


Transaksi investor asing di pasar negosiasi tercatat beli bersih (foreign net buy) senilai Rp 389,773 miliar. Hal ini akibat transaksi tutup sendiri saham PT MNC Land Tbk (KPIG) sebesar Rp 488,3 miliar. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 226.650 kali dengan volume 6,835 miliar lembar saham senilai Rp 6,233 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 165 turun, dan 83 saham stagnan.


Sementara itu, bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga siang hari ini. Rata-rata bergerak di zona hijau, kecuali pasar saham Hong Kong dan Indonesia.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 50,11 poin (0,29%) ke level 17.407,62, Indeks Hang Seng melemah 9,23 poin (0,21%) ke level 23.843,91, Indeks Komposit Shanghai melonjak 34,72 poin (1,37%) ke level 2.567,60, dan  Indeks Straits Times tumbuh 1,46 poin (0,04%) ke level 3.341,99. [geng]



Investor Asing Lepas Saham, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Thursday, November 6, 2014

Investor Asing Lepas Saham, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun  32 poin setelah investor asing memutuskan untuk melepas saham. Ekonomi Indonesia yang melambat juga masih menjadi sentimen negatif.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,113 poin (0,06%) ke level 5.069,945 mengekor penguatan bursa regional dan global. Aksi jual investor asing masih berlanjut.


Tercatat indeks masih bisa bertahan di zona hijau meski dengan penguatan yang tipis. Saham-saham unggulan di sektor komoditas masih bisa menguat.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 4,117 poin (0,08%) ke level 5.062,715. Indeks berjalan datar di tengah perdagangan yang sepi. Investor cenderung wait and see karena minim sentimen positif.


Indeks hanya naik ke titik tertingginya hari ini di 5.074 setelah itu turun lagi. Pelaku pasar masih menunggu rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.  Pada akhir perdagangan, Kamis (6/11), IHSG ditutup terkoreksi 32,601 poin (0,64%) ke level 5.034,231. Sementara Indeks unggulan LQ45 terpangkas 6,442 poin (0,75%) ke level 857,616.


Sejumlah saham unggulan jadi sasaran aksi jual investor asing. Transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net buy) senilai Rp 240,463 di seluruh pasar, sedangkan di pasar reguler net sell Rp 55,234 miliar.


Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 185.334 kali dengan volume 4,791 miliar lembar saham senilai Rp 4,639 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 174 turun, dan 79 saham stagnan.  Beberapa bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed sore hari ini. Minimnya sentimen positif membuat pasar saham regional bergerak lesu.


Untuk saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 475 ke Rp 19.075, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 70.850, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 225 ke Rp 11.025, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 175 ke Rp 7.625.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 525 ke Rp 11.975, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 7.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 61.300, dan Golden Energy (GEMS) turun Rp 290 ke Rp 1.705.


Sedangkan situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 144,84 poin (0,86%) ke level 16.792,48, Indeks Hang Seng turun 46,31 poin (0,20%) ke level 23.649,31, Indeks Komposit Shanghai naik 6,61 poin (0,27%) ke level 2.425,86, dan Indeks Straits Times menguat tipis 2,86 poin (0,09%) ke level 3.290,52. [geng]


 



Investor Asing Lepas Saham, IHSG Melemah

Friday, October 10, 2014

Investor Asing Lepas Saham, Pasar Uang Domestik Melemah

Financeroll – Pergerakan nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (10/10) sore, melemah 37 poin menjadi Rp 12.223 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.186 per dolar AS.  Situasi politik di Indonesia masih menjadi sentimen negatif bagi mata uang Rupiah terhadap dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 30 poin di tengah perdagangan yang sepi. Dana asing kembali keluar lantai bursa nilainya sekitar Rp 600 miliar.


Pelaku pasar masih menilai negataif kondisi politik di Indonesia. Sebenarnya, fundamental domestik baik, inflasi masih terjaga sekitar 4,53 persen, cadangan devisa sebesar 112 miliar dolar AS.  Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan juga masih bisa mencapai 5,2 persen pada tahun ini.


Sentimen global itu tidak sampai menyebabkan rupiah menembus Rp12.000 per dolar AS. Gubernur The Fed Janet Yellen pernah membuat mata uang ’emerging market’ termasuk rupiah merosot tetapi tidk sampai menembus Rp12.000.  Kondisi Indonesia tidak jauh berbeda dengan India. Setelah India memiliki Perdana Menteri baru yang diharapkan pasar, kondisi pasar keuangan disana cenderung membaik. Diharapkan Indonesia sama seperti itu menyusul harapan yang cukup positif terhadap pemerintahan baru nanti.


Mata uang rupiah masih akan berada dalam tren pelemahan selama suhu politik di dalam negeri masih panas. Sentimen dolar AS di eksternal cenderung melemah menyusul jadwal kenaikan suku bunga AS tidak lebih cepat dari perkiraan, sementara di dalam negeri indeks dolar AS masih menguat, itu menandakan kondisi sentimen domestik yang membayangi mata uang rupiah.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Jumat (10/10) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.207 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.190 per dolar AS.


Dari bursa saham, aksi jual saham langsung muncul sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat jatuh hingga ke titik terendahnya hari ini di level 4.933,385.  Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG terpangkas 37,625 poin (0,75%) ke level 4.954,254 akibat aksi jual yang terjadi sejak pagi tadi. Saham-saham unggulan dan lapis dua jadi sasaran aksi jual.


Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (10/10), IHSG berkurang 30,919 poin (0,62%) ke level 4.962,960. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 5,720 poin (0,68%) ke level 838,676.  Saham-saham konsumer bisa bertahan positif berkat aksi beli selektif. Sayangnya sembilan sektor lainnya melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah.


Transaksi investor asing sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 621,745 miliar di pasar reguler dan negosiasi.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 170.027 kali dengan volume 3,965 miliar lembar saham senilai Rp 4,2 triliun. Sebanyak 73 saham naik, 211 turun, dan 79 saham stagnan. [geng]



Investor Asing Lepas Saham, Pasar Uang Domestik Melemah