Thursday, October 23, 2014

Nantikan Sentimen Pendukung, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll - Pada perdagangan Kamis (23/10) nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah 40 poin menjadi Rp 12.053 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.013 per dolar AS.  Penguatan dolar AS pada pasar global membebani kinerja nilai tukar rupiah.   Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil tembus lagi level psikologis 5.100 setelah naik 29 poin. Investor mengoleksi saham secara selektif sambil menunggu pengumuman jajaran kabinet pemerintahan baru.


Dolar AS menguat setalah naiknya inflasi Amerika Serikat, itu menegaskan bahwa ekspektasi berakhirnya program pembelian obligasi bank sentral AS (the Fed) menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 30 Oktober mendatang.  Tercatat  indeks dolar AS juga terbantu oleh data indeks harga konsumen AS yang lebih bagus dari perkiraan pasar. Selain itu, kekhawatiran baru soal banyaknya perbankan Eropa yang tidak lulus “stress test” juga menjadi salah satu pendorong dolar AS.


Di sisi lain,  investor juga masih mengambil posisi “wait and see” terhadap susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang mendampingi selama lima tahun ke depan.  Diharapkan, pemerintahan Jokowi-JK dapat menjalankan kebijakan reformasi struktural yang diekspektasikan dapat mendorong perekonomian Indonesia.  Nilai tukar rupiah mengalami koreksi terhadap dolar AS pada Kamis ini (23/10), outlook mata uang domestik masih cukup netral berada di kisaran Rp 12.000-Rp 12.060 per dolar AS.  Seiring pelemahannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) mata uang domestik juga bergerak melemah menjadi Rp 12.034 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.026 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG naik 12,927 poin (0,25%) ke level 5.087,250. Indeks mendekati level 5.100 berkat aksi beli investor asing. Perdagangan berjalan sepi karena aksi tunggu investor.  Saham-saham yang kemarin naik cukup tinggi sempat dilepas untuk ambil untung. Untungnya aksi beli kembali muncul dan mendorong indeks balik arah ke zona hijau.


Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup 29,195 poin (0,58%) ke level 5.103,518. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 5,255 poin (0,61%) ke level 867,719.  Perdagangan berjalan sepi karena aksi tunggu investor menunggu pengumuman jajaran kabinet Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Aksi beli masih dilakukan oleh investor asing. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 7,55 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 193.612 kali dengan volume 4,486 miliar lembar saham senilai Rp 5,361 triliun. Sebanyak 165 saham naik, 123 turun, dan 102 saham stagnan.  Hanya pasar saham Singapura yang berhasil menemani BEI di teritori positif. Bursa-bursa Asia lainnya terjebak di zona merah.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 56,81 poin (0,37%) ke level 15.138,96, Indeks Hang Seng turun 70,79 poin (0,30%) ke level 23.333,18, Indeks Komposit Shanghai anjlok 24,14 poin (1,04%) ke level 2.302,42, dan  Indeks Straits Times menanjak 34,07 poin (1,06%) ke level 3.236,81. [geng]


 



Nantikan Sentimen Pendukung, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

No comments:

Post a Comment