Showing posts with label Aksi Beli Lebih Dominan. Show all posts
Showing posts with label Aksi Beli Lebih Dominan. Show all posts

Tuesday, December 2, 2014

Aksi Beli Lebih Dominan, IHSG Naik Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu lanjutkan penguatan dengan poin yang tipis. Aksi beli asing berlanjut meski masih belum terlalu ramai.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik tipis 4,468 poin (0,09%) ke level 5.180,261. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 1,124 poin (0,13%) ke level 894,702.


Pada awal perdagangan, Rabu (3/12), IHSG dibuka bertambah 6,237 poin (0,12%) ke level 5.182,030. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 0,588 poin (0,07%) ke level 893,459.  Aksi ambil untung di saham-saham unggulan menghambat laju IHSG. Saham-saham di LQ45 ada yang jadi sasaran aksi jual.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG naik 3,892 poin (0,08%) ke level 5.182,036. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,047 poin (0,01%) ke level 893,531.  Kemarin IHSG naik 11 poin buntuti penguatan bursa-bursa regional. Harapan perbaikan ekonomi Tiongkok membuat pelaku pasar berani berburu saham.


Sementara itu, Wall Street ditutup positif berkat saham-saham energi yang rebound. Indeks Dow Jones mencetak rekor lagi.  Bursa-bursa di Asia kompak menguat pagi hari ini mengikuti rekor Wall Street semalam. Investor mulai pede berburu saham lagi.


Adapun situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 menanjak 194,31 poin (1,10%) ke level 17.857,53, Indeks Hang Seng naik 83,11 poin (0,35%) ke level 23.737,41, Indeks Komposit Shanghai menguat 8,47 poin (0,31%) ke level 2.772,01, dan  Indeks Straits Times bertambah 1,73 poin (0,05%) ke level 3.324,05. [geng]


 



Aksi Beli Lebih Dominan, IHSG Naik Tipis

Wednesday, November 26, 2014

Aksi Beli Lebih Dominan, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll - Pada perdagangan  Rabu (26/11) pergerakan  nilai  tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah tipis menjadi Rp 12.164 dibandingkan posisi sebelumnya Rp  12.163 per dolar AS.  Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound 14 poin berkat penguatan saham-saham di sektor aneka industri. Aksi beli mulai marak jelang penutupan perdagangan.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik 6,294 poin (0,12%) ke level 5.125,239 di tengah koreksi bursa-bursa Asia.


Penaikan harga BBM bersubsidi akan mendorong inflasi November 2014, namun diyakini kenaikan inflasi masih dapat terjaga menyusul langkah cepat Bank Indonesia (BI) yang menaikan suku bunga acuan (BI rate). Sementara untuk data neraca perdagangan, akan mengalami penurunan defisit meski belum signifikan.  Laju mata uang rupiah juga masih dibayangi oleh data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal III 2014 yang tumbuh 3,9 persen sehingga potensi dolar AS melanjutkan penguatan di pasar uang domestik cukup terbuka.  Ekonomi AS memang cenderung lebih baik dibandingkan negara maju lainnya seperti di negara-negara kawasan Eropa, Jepang,  dan Tiongkok.


Meski rupiah cenderung melemah, namun pergerakannya masih relatif stabil. Kondisi Rupiah yang cukup stabil itu dimulai sejak pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.  Diharapkan kebijakan pemerintah itu dapat mendorong ekspektasi pelaku pasar di dalam negeri positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia ke depan sehingga mampu menopang mata uang domestik.  Pada pekan ini,  diperkirakan kurs Rupiah akan bergerak di kisaran Rp 12.135-Rp 12.185 per dolar AS.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu (26/11) ini tercatat mata uang Rupiah bergerak menguat menjadi Rp 12.160 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.166 per dolar AS.


Dari bursa saham, investor belum terlalu bersemangat karena minimnya sentimen positif. Namun saham-saham unggulan bisa menguat berkat aksi beli selektif.  Menutup  perdagangan SesiI I, IHSG menipis 8,472 poin (0,17%) ke level 5.110,473. Aksi jual investor asing membuat indeks jatuh ke zona merah. Indeks bergerak di rentang yang tipis.  Tercatat setelah naik di awal perdagangan, IHSG tak lama langsung kena koreksi. Investor asing masih terus melepas saham gara-gara kurangnya sentimen positif.  Menutup perdagangan   IHSG menguat 14,091 poin (0,28%) ke level 5.133,036. Sementara Indeks unggulan LQ45 tumbuh 3,310 poin (0,38%) ke level 884,587.


Selain saham di sektor aneka industri, saham-saham di agrikultur, pertambangan, konstruksi, manufaktur, dan konstruksi juga rata-rata berhasil menguat. Investor asing memutuskan beli saham di menit-menit terakhir.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 692,357 miliar di seluruh pasar, sedangkan di pasar reguler hanya Rp 137,269 miliar.


Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 218.617 kali dengan volume 5,74 miliar lembar saham senilai Rp 4,703 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 140 turun, dan 103 saham stagnan.  Bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga siang hari ini. Pasar saham Tiongkok dan Hong Kong mampu bertahan di zona hijau. [geng]



Aksi Beli Lebih Dominan, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Thursday, November 20, 2014

Aksi Beli Lebih Dominan, IHSG Menguat Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 2 poin membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (21/11). Aksi beli asing berlanjut pagi ini. Membuka perdagangan preopening, IHSG menipis 2,517 poin (0,05%) ke level 5.091,049. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 turun tipis 0,633 poin (0,07%) ke level 874,524.


Membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (21/11), IHSG dibuka melemah tipis 9,405 poin (0,18%) ke level 5.089,161. Indeks LQ45 dibuka berkurang 1,703 poin (0,19%) ke level 873,454.  Indeks bergerak datar di zona merah, terkoreksi namun dengan poin yang tipis. Indeks sektoral di lantai bursa pun terpantau mix.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG terpangkas 3,913 poin (0,08%) ke level 5.089,653. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 0,360 poin (0,04%) ke level 874,797.  Kemarin IHSG lengser dari level 5.100 setelah terpangkas 34 poin. Investor asing mengambil untung dengan melepas saham-saham unggulan.


Sementara itu, Indeks Dow Jones dan S&P 500 kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Penguatan kali ini didorong oleh solidnya data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan saham-saham teknologi.  Bursa-bursa regional bergerak variatif pagi hari ini. Prediksi manufaktur Tiongkok yang akan melambat jadi sentimen negatif.


Sedangkan  situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  indeks Nikkei 225 melemah 138,49 poin (0,80%) ke level 17.162,37, Indeks Hang Seng menipis 23,67 poin (0,10%) ke level 23.349,64, Indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,36 poin (0,01%) ke level 2.453,02, dan  Indeks Straits Times naik 22,73 poin (0,69%) ke level 3.338,33. [geng]


 



Aksi Beli Lebih Dominan, IHSG Menguat Tipis

Wednesday, October 22, 2014

Aksi Beli Lebih Dominan, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll - Pada perdagangan Rabu (22/10) nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 11 poin menjadi Rp 11.990 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.001 per dolar AS.  Indeks dolar AS kembali melemah terhadap rupiah meski dalam kisaran yang sempit menjelang pengumuman data inflasi Amerika Serikat (AS).  Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maju 44 poin didorong aksi beli investor asing. Pasar saham mampu bergerak positif meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mengumumkan jajaran kabinetnya.


Para investor mulai mengesampingkan potensi kenaikan suku bunga lebih cepat dari ekspektasi oleh Federal Reserve akibat melambatnya perekonomian global.  Data inflasi menjadi salah satu acuan bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga AS, diperkirakan inflasi AS stagnan. Bank sentral AS menetapkan target inflasi tahunan 2 persen, dan saat ini masih 1,7 persen.  Sentimen domestik kembali menopang indeks BEI berada dalam area positif. Sentimen dari dalam negeri terkait susunan kabinet yang kredibel menjadi sentimen positif bagi mata ung rupiah di pasar domestik.


Penguatan rupiah masih cenderung terbatas dikarenakan sebagian pelaku pasar uang juga cenderung mengambil posisi “wait and see” menanti hasil nyata dari susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.  Kurs tengah Bank Indonesia pada hari Rabu (22/10) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.026 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 11.993 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup transaksi  perdagangan Sesi I, IHSG melaju 45,545 poin (0,91%) ke level 5.074,889 didorong aksi beli investor asing. Pelaku pasar masih menanti pengumuman jajaran kabinet Presiden Jokowi.  Seluruh indeks sektoral di lantai bursa berhasil kompak menguat.  Tercatat saham-saham komoditas naik paling tinggi hingga siang hari ini.  IHSG menanjak 44,979 poin (0,89%) ke level 5.074,323. Sementara Indeks unggulan LQ45 melaju 9,032 poin (1,06%) ke level 862,464. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 45,169 miliar di pasar reguler dan negosiasi.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 191.374 kali dengan volume 4,464 miliar lembar saham senilai Rp 4,938 triliun. Sebanyak 206 saham naik, 81 turun, dan 83 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan di zona hijau. Lonjakan Wall Street semalam jadi katalis penggerak bursa Asia.  Sementara itu,  situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melonjak 391,49 poin (2,64%) ke level 15.195,77, Indeks Hang Seng menanjak 315,39 poin (1,37%) ke level 23.403,97, dan  Indeks Komposit Shanghai melemah 13,10 poin (0,56%) ke level 2.326,55. [geng]



Aksi Beli Lebih Dominan, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Wednesday, October 15, 2014

Aksi Beli Lebih Dominan, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 40 poin berkat aksi beli di saham-saham yang sudah murah. Indeks makin mendekati lagi level 5.000.  Indeks terus menanjak sejak awal perdagangan sampai ke titik tertingginya hari ini di 4.972. IHSG masih terus berusaha kembali ke level psikologis 5.000.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG melaju 36,793 poin (0,75%) ke level 4.959,375 setelah mulai ramai aksi beli di lantai bursa. Investor lokal paling banyak berburu saham ketimbang asing.  Saham-saham yang harganya sudah murah akibat koreksi kini jadi incaran investor. Saham-saham lapis dua naik cukup tinggi berkat aksi beli ini.


Pada akhir perdagangan, Rabu (15/10), IHSG ditutup menguat 40,358 poin (0,82%) ke level 4.962,940. Sementara Indeks LQ45 menanjak 7,769 poin (0,93%) ke level 839,113.  Saham-saham komoditas jadi penghambat laju IHSG setelah kena koreksi akibat dilepas investor asing. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 182,897 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 237.564 kali dengan volume 4,352 miliar lembar saham senilai Rp 6,204 triliun. Sebanyak 165 saham naik, 137 turun, dan 67 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia mempertahankan momentum dan menutup perdagangan dengan kompak di zona hijau. Bursa saham Jepang masih melaju paling kencang sampai sore ini.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Taisho (SQBI) naik Rp 6.000 ke Rp 333.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 410.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.525 ke Rp 58.325, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 1.100 ke Rp 7.100.


Sedangkan saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 85.000 ke Rp 1,3 juta, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.600 ke Rp 19.700, Astra Agro (AALI) turun Rp 975 ke Rp 20.825, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 17.200.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:  Indeks Nikkei 225 menguat 137,01 poin (0,92%) ke level 15.073,52,  Indeks Hang Seng naik 92,08 poin (0,40%) ke level 23.140,05, Indeks Komposit Shanghai menanjak 14,19 poin (0,60%) ke level 2.373,67, dan  Indeks Straits Times tumbuh 9,02 poin (0,28%) ke level 3.203,42. [geng]



Aksi Beli Lebih Dominan, IHSG Ditutup Menguat