Showing posts with label aksi beli investor asing. Show all posts
Showing posts with label aksi beli investor asing. Show all posts

Wednesday, October 29, 2014

Saham Unggulan Diminati, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll - Pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound 72 poin didorong aksi beli investor asing di saham-saham unggulan. Indeks kembali mendekati level 5.100. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 18,182 poin (0,36%) ke level 5.019,486 mengikuti penguatan bursa global dan regional. Aksi beli asing kembali muncul.


Indeks terus menanjak perlahan di zon hijau. Saham-saham yang kemarin terpangkas harganya sudah mulai diburu kembali.  Pada penutupan perdagangan Sesi, IHSG melaju 42,978 poin (0,86%) ke level 5.044,282 dibantu oleh aksi beli investor asing. Saham-saham unggulan menguat berkat aksi beli ini.


Tercatat indeks terus menanjak hingga ke titik tertingginya hari ini di 5.074. Seluruh sektor saham kompak menguat, dipimpin oleh sektor tambang dan konsumer.  Pada akhir perdagangan, Rabu (29/10), IHSG ditutup melesat 72,752 poin (1,45%) ke level 5.074,056. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup melaju 16,941 poin (2,00%) ke level 863,472.


Beberapa saham unggulan paling banyak diincar. Indeks sektoral bisa menguat hingga rata-arat lebih dari dua persen.  Investor asing kembali berburu saham. Transaksi pemodal asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,9 triliun di seluruh pasar. Transaksinya di pasar reguler hanya Rp 509 miliar.


Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 232.082 kali dengan volume 5,771 miliar lembar saham senilai Rp 11,973 triliun. Sebanyak 232 saham naik, 91 turun, dan 67 saham stagnan.  Volume dan nilai perdagangan hari ini melonjak tinggi karena ada transaksi penjualan saham PT Link Net Tbk (LINK) oleh beberapa broker. Link memang berniat menjual sebagian sahamnya kepada investor strategis.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 13.000 ke Rp 173.000, Unilever (UNVR) naik Rp 1.225 ke Rp 31.100, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.100 ke Rp 72.000, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 1.100 ke Rp 21.075.


Sedangkan  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 50.000 ke Rp 1,25 juta, Link Net (LINK) turun Rp 500 ke Rp 6.300, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 16.500, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 450 ke Rp 8.650.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 224,00 poin (1,46%) ke level 15.553,91, Indeks Hang Seng naik 299,51 poin (1,27%) ke level 23.819,87, Indeks Komposit Shanghai menanjak 35,16 poin (1,50%) ke level 2.373,03, dan  Indeks Straits Times menguat 7,98 poin (0,25%) ke level 3.219,63. [geng]


 



Saham Unggulan Diminati, IHSG Ditutup Menguat

Wednesday, October 22, 2014

Aksi Beli Lebih Dominan, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll - Pada perdagangan Rabu (22/10) nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 11 poin menjadi Rp 11.990 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.001 per dolar AS.  Indeks dolar AS kembali melemah terhadap rupiah meski dalam kisaran yang sempit menjelang pengumuman data inflasi Amerika Serikat (AS).  Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maju 44 poin didorong aksi beli investor asing. Pasar saham mampu bergerak positif meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mengumumkan jajaran kabinetnya.


Para investor mulai mengesampingkan potensi kenaikan suku bunga lebih cepat dari ekspektasi oleh Federal Reserve akibat melambatnya perekonomian global.  Data inflasi menjadi salah satu acuan bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga AS, diperkirakan inflasi AS stagnan. Bank sentral AS menetapkan target inflasi tahunan 2 persen, dan saat ini masih 1,7 persen.  Sentimen domestik kembali menopang indeks BEI berada dalam area positif. Sentimen dari dalam negeri terkait susunan kabinet yang kredibel menjadi sentimen positif bagi mata ung rupiah di pasar domestik.


Penguatan rupiah masih cenderung terbatas dikarenakan sebagian pelaku pasar uang juga cenderung mengambil posisi “wait and see” menanti hasil nyata dari susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.  Kurs tengah Bank Indonesia pada hari Rabu (22/10) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.026 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 11.993 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup transaksi  perdagangan Sesi I, IHSG melaju 45,545 poin (0,91%) ke level 5.074,889 didorong aksi beli investor asing. Pelaku pasar masih menanti pengumuman jajaran kabinet Presiden Jokowi.  Seluruh indeks sektoral di lantai bursa berhasil kompak menguat.  Tercatat saham-saham komoditas naik paling tinggi hingga siang hari ini.  IHSG menanjak 44,979 poin (0,89%) ke level 5.074,323. Sementara Indeks unggulan LQ45 melaju 9,032 poin (1,06%) ke level 862,464. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 45,169 miliar di pasar reguler dan negosiasi.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 191.374 kali dengan volume 4,464 miliar lembar saham senilai Rp 4,938 triliun. Sebanyak 206 saham naik, 81 turun, dan 83 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan di zona hijau. Lonjakan Wall Street semalam jadi katalis penggerak bursa Asia.  Sementara itu,  situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melonjak 391,49 poin (2,64%) ke level 15.195,77, Indeks Hang Seng menanjak 315,39 poin (1,37%) ke level 23.403,97, dan  Indeks Komposit Shanghai melemah 13,10 poin (0,56%) ke level 2.326,55. [geng]



Aksi Beli Lebih Dominan, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif